Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 20 Februari 2016

Lahan Gambut Terbakar Lagi, TNI Kerahkan Heli untuk Water Bombing

Belum musim kemarau, kebakaran lahan gambut terjadi di Kota Dumai, Riau. Untuk melakukan pemadaman, TNI AD menggunakan helikopter untuk water bombing.

Kebakaran lahan gambut ini ada di dua lokasi di Dumai yang berjarak 200 km arah utara dari Pekanbaru. Kebakaran lahan pertama di Kecamatan Bukit Kapur seluas 5 hektare dan di Kecamatan Dumai Timur seluas 3 hektare.


Lahan Gambut Terbakar Lagi, TNI AD Kerahkan Heli untuk Water Bombing

"Kebakaran lahan gambut di Kecamatan Bukit Kapur sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Hari ini kita meminta bantuan heli milik Sinar Mas Grup untuk melakukan water bombing," kata Komandan Kodim Bengkalis, Letkol Afkar kepada detikcom, Sabtu (20/2/2016).

Dia menjelaskan dalam melakukan pemadaman ini tim darat terdiri dari TNI, Polri, BPBD Dumai, perusahaan Sinar Mas dan masyarakat berjumlah 150 orang.

Menko Polhukam Jelaskan Alasan Susahnya Tangkap Teroris Santoso

Pemimpin kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah, Santoso kini tengah diburu pihak keamanan. Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, memang butuh waktu untuk menangkap Santoso dan kawanannya.

Saat ini Santoso diketahui tengah bergerilya di hutan daerah Sulawesi. Luhut mengatakan, memang tak mudah untuk menangkap penjahat yang bergerilya di hutan belantara.


Menko Polhukam Jelaskan Alasan Susahnya Tangkap Teroris Santoso

"Yang namanya operasi gerilya, di seluruh dunia tidak akan pernah cepat (ditangkap). Daerahnya begitu luas, orangnya cuma 30 orang. Ya kita kejar-kejaran seperti petak umpet," kata Luhut saat berbincang dengan detikcom dan CNNIndonesia di kediamannya, Jl Mega Kuningan Barat, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2016).

Meski demikian, Luhut optimis Santoso beserta kelompoknya akan segera ditangkap. "Pelan-pelan kita gerogoti mereka," katanya.

Indonesia Akan Produksi Komponen Pesawat Temur SU-35 Rusia

Indonesia dalam proses pembelian sekitar 10 pesawat tempur Sukhoi Su-35 Rusia. Selain itu, perusahaan Indonesia juga mendapatkan kontrak untuk memproduksi beberapa komponen jet tempur Su-35.

Indonesia Akan Produksi Komponen Pesawat Temur SU-35 Rusia

Dua sumber terkait pembelian pesawat tempur canggih ini mengatakan, kontrak jual beli ditandatangani sebulan lagi. Kedua sumber berbicara di sela-sela Singapore Airshow, Jumat (19/2/2016).

Ke-10 jet tempur Su-35 Rusia akan menggantikan pesawat tempur F-5 TNI AU. Pejabat United Aircraft Corporation, yang memproduksi Su-35, menolak berkomentar di Singapore Airshow. Juru bicara Angkatan Udara Indonesia juga menolak mengomentari kesepakatan antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Rusia.

Jumat, 19 Februari 2016

Selain Su-35 Indonesia Juga Berencana Beli Empat Pesawat Amfibi Be-200 Rusia

Indonesia berencana membeli empat unit pesawat amfibi Beriev Be-200 Rusia. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip sumber dari industri pertahanan Rusia, Kamis (18/2). Sang narasumber menambahkan bahwa kontrak akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Selain Su-35 Indonesia Juga Berencana Beli Empat Pesawat Amfibi Be-200 Rusia

"Mereka kini sedang berada dalam tahap akhir perundingan untuk menyepakati syarat dan ketentuan dalam kontrak tersebut," kata sang narasumber kepada RIA Novosti.

Pesawat Be-200 adalah pesawat amfibi Rusia yang unik dan sangat cocok untuk melakukan misi pemadaman kebakaran. Pesawat ini dapat mendarat di air dan mengangkut ribuan galon air ke dalam lambung pesawat dan kemudian menyemprotkannya ke atas kobaran api. Selain itu, pesawat ini juga dapat dikonfigurasi untuk misi pencarian dan penyelamatan korban pesawat sipil.

Kamis, 18 Februari 2016

TNI AD Pesan UAV Rajawali 330 Karya Anak Bangsa

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah menandatangani kontrak untuk tiga UAV fixed-wing surveillance and reconnaissance, yang dikenal dengan nama Rajawali-330.

Platform Rajawali-330 didasarkan pada UMS SKELDAR F-330 sayap tetap UAV pengawasan, dan sedang dikembangkan bersama dengan lisensi dari produsen peralatan pertahanan Indonesia, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP).


TNI AD Pesan UAV Rajawali 330 Karya Anak Bangsa

Insinyur eksekutif PT BDP, Christeven Bong mengatakan, “kontrak ini diberikan pada bulan Desember 2015. Kontrak mencakup tiga UAV operasional dengan sensor terkait, tiga UAV pelatihan, dan komponen perintah-dan-kontrol terkait seperti konsol operator.” Namun, Bong menolak untuk mengungkapkan nilai kontrak UAV tersebut karena terkait masalah kerahasiaan.

KRI Bima Suci Mulai dibangun di Spayol

KRI Bima Suci, kapal latih layar pesanan TNI AL, sedang dibangun Freire Shipyard si kota Vigo, Spanyol. Kapal tipe tall ship ini memiliki panjang 110 meter, kapasitas 200 personil, luas layar 3.500 sqm, dan dilengkapi MAN 6L21/31 buatan MAN Diesel sebagai mesin penggerak saat tidak menggunakan tenaga angin. 


Kapal layar tiang tinggi umumnya digunakan untuk dua tujuan, yang utama adalah sebagai sarana pelatihan taruna AL, dan lainnya untuk misi diplomatik berupa kunjungan kehormatan (courtesy visits) ke negara sahabat. (JMOL)

TNI AL akan tenggelamkan 31 Kapal Ilegal

TNI Angkatan Laut akan melaksanakan penenggelaman kapal-kapal tindak pidana kelautan dan perikanan sebanyak 31 kapal asing dalam pekan ini lantaran kapal-kapal tersebut melanggar aturan perairan Indonesia.

TNI AL akan tenggelamkan 31 Kapal Ilegal

"Ada 5 buah ditenggelamkan pada tanggal 22 Februari 2016. Mereka adalah jenis pamboat KM Sto Nino 01 asal Filipina, K Sto Nino 02 asal Filipina, KM Anabel asal Filipina, KM Jonathan asal Filipina dan KM Luntui dengan berat kapal 6 GT asal Filipina," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M Zainudin di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, tangkapan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga akan ditenggelamkan sebanyak 26 kapal Kapal Ikan Asing (KIA). Tuduhannya adalah tindak pidana kelautan dan perikanan lainnya.

Zainudin menjelaskan, kapal-kapal tersebut rencananya akan ditenggelamkan di berbagai tempat secara bersamaan, antara lain di Batam sebanyak 10 kapal, di Pontianak sebanyak 8 kapal, di Bitung sebanyak 12 kapal dan di Tahuna sebanyak 1 kapal.

Ini Alasan Mengapa Indonesia Harus Miliki Kapal Induk

Luasnya wilayah perairan Indonesia memaksa negara ini harus segera memperkuat armada tempur lautnya guna menjaga kedaulatan dari kemungkinan gangguan maupun ancaman musuh.

Apalagi, konflik Laut China Selatan kini tengah memanas, di mana negeri Tiongkok tengah bersiap diri untuk memperluas wilayah teritorialnya di kawasan tersebut.


Ini Alasan Mengapa Indonesia Harus Miliki Kapal Induk

Negeri Tirai Bambu itu bahkan belum lama ini tengah membangun kapal induk baru yang konon sudah mencapai tahap desain dan pengerjaan.

Hal itu tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah RI dalam mengantisipasi segala kemungkinan termasuk opsi terburuk demi menjaga kedaulatan.

Pabrik Pesawat ATR Ingin Berkerjasama Dengan PT Dirgantara Indonesia

Pabrikan pesawat turboprop asal Perancis, ATR tertarik untuk bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam hal modifikasi dan memproduksi komponen pesawat.

Hal itu diutarakan oleh General Manager Sales ATR untuk wilayah ASEAN, Christophe Potocki kepada KOMPAS.com, saat dijumpai di hari kedua penyelenggaraan Singpore Airshow 2016, Rabu (17/02/2016).


Pabrik Pesawat ATR Ingin Berkerjasama Dengan PT Dirgantara Indonesia

"Kami saat ini sedang mencari konsep versi baru pesawat kami (ATR), dan dalam waktu dekat akan menghubungi PT DI," ujar pria yang kerap disapa Chris itu.

Menurut Chris, ada paket yang akan ditawarkan kepada PT DI untuk membuat bagian-bagian komponen pesawat, selain juga kerja sama pemeliharaan pesawat yang bisa dilakukan di Indonesia.

Rabu, 17 Februari 2016

Perluas Pemasaran, PT DI Ikut Ajang Singapore Airshow 2016

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengikuti Singapura Airshow 2016 yang berlangsung 16-21 Februari 2016. Keikutsertaan ini untuk memperluas pemasaran dan peningkatan penjualan pada perusahaan pelat merah tersebut.

Perluas Pemasaran, PT DI Ikut Ajang Singapore Airshow 2016

“Singapore Airshow merupakan ajang menampilkan keunggulan PTDI di Asia dan dunia untuk membuktikan kemampuan bangsa menguasai teknologi dirgantara”, ujar Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, melalui rilis ke KOMPAS.com, Rabu (17/02/2016).

Dalam pameran tersebut, PT DI membawa CN235-220MPA. Pesawat ini adalah pesawat patroli kelas medium yang sangat cocok dan unggul untuk mengemban misi patroli maritim dalam mengawasi dan menjaga lautan yang luas.

Pol Air Baharkam Polri Tangkap Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia

Dit Pol Air Baharkam Polri saat patroli dengan Kapal Lory 3018 menangkap kapal berbendera Malaysia di perairan Aceh, Selasa (16/2/2016) dini hari, karena diduga melakukan pencurian ikan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol T Saladin saat dihubungi di Banda Aceh, Selasa membenarkan penangkapan kapal berbendera Malaysia dengan nomor lambung PKFB 1035 GT 56 pada pukul 02.00 WIB.

Pol Air Baharkam Polri Tangkap Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia

Kapal berawak 4 orang yang berasal dari Thailand itu ditangkap sekitar 40 mil di perairan Kota Langsa, Aceh.

Kapal Lory-3018 yang dipimpin Komandan Kapal, Iptu Antonius Trias K dan didukung personel Polres Langsa sedang melakukan patroli dan melihat sebuah kapal yang sedang menangkap ikan yang masuk wilayah Indonesia.

Pola Pengananan Teroris Oleh TNI Dianggap Lebih Humanis

Pola penanganan terorisme yang dilakukan TNI dipandang lebih humanis ketimbang polisi. Hal itu diungkapkan oleh Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani saat berkecimpung di Poso dengan korps militer pada 2007 silam.



"Pendekatan TNI lebih humanis, DPO teroris berhasil dikembalikan ke masyarakat," ujar Siane dalam forum diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2016).

Siane mengimbau, korps Bhayangkara selayaknya memutus dendam terhadap terorisme. Sebab itu, ia menilai revisi atau tidak UU nomor 15 tahun 2003 tentang terorisme, bukan hal yang penting.

Diduga Teroris, Densus 88 Tangkap Mahasiswa Tenkin Mesin di Bali

Densus 88 Anti Teror bersama Polda Bali menangkap seorang terduga teroris di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Bali. Dia adalah seorang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin di salah satu Universitas di Bandung.

Diduga Teroris, Densus 88 Tangkap Mahasiswa Tenkin Mesin di Bali

Penangkapan kali ini masih berhubungan dengan kasus peledakan bom di sekitar Sarinah, Jalan MH Thamrin 14 Januari 2016 lalu. Mahasiswa yang ditangkap ini bernama Didin Nasrul Mukmin (24). Ia diburu sejak 5 Februari lalu dan bersembunyi di kawasan Gianyar, Bali.

"Iya pukul 13.00 WITA tadi ditangkap anggota, saat ini masih terus diperiksa," kata salah satu sumber di Mabes Polri, Selasa (16/2/2016) malam.

Pelaku ditangkap di sebuah ruko di Bilangan Ubud sekira pukul 13.00 Wita. Pelaku telah meninggalkan kampusnya sejak 25 hari lalu.

Selasa, 16 Februari 2016

PTDI Serahkan Pesawat NC212-200 untuk Daerah Perintis ke TNI AU

PT Dirgantara Indonesia menyerahkan satu unit pesawat ringan jenis NC212-200 kepada Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia di Lapangan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, kemarin.

Pesawat ini akan digunakan sebagai alat transportasi untuk daerah-daerah perintis, dan bakal dioperasikan oleh Skadron Udara 4 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.


PTDI Serahkan Pesawat NC212-200 untuk Daerah Perintis ke TNI AU

NC212-200 tersebut merupakan realisasi dari kontrak kerja sama antara PTDI dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang ditandatangani 18 Juli 2012.

NC212-200 ialah pesawat transportasi ringan yang dirancang untuk beroperasi di daerah-daerah perintis atau bandara kecil yang masih minim infrastruktur dan memiliki landasan pacu tak beraspal.

Teroris Ancam Polisi dengan Racun Sianida

Tidak hanya mengancam dengan bom dan senjata api, teroris juga mengancam anggota polisi dengan racun sianida. Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan ada informasi intelijen yang menyebutkan ancaman seperti itu.

"Apa saja bisa dilakukan, bisa bom, senpi, bisa racun. Semua itu bisa dilakukan mereka," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (15/2).


Teroris Ancam Polisi dengan Racun Sianida

Tidak hanya mengancam dengan bom dan senjata api, teroris juga mengancam anggota polisi dengan racun sianida. Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan ada informasi intelijen yang menyebutkan ancaman seperti itu.

"Apa saja bisa dilakukan, bisa bom, senpi, bisa racun. Semua itu bisa dilakukan mereka," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (15/2).

Pengandaan Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 Gunakan Kredit dari Rusia

Ketua Komisi I Bidang Pertahanan DPR Mahfudz Siddiq menyatakan pembelian pesawat Sukhoi 35 oleh pemerintah Republik Indonesia tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara karena alokasi dana di APBN tak mungkin cukup.

“Sumber pendanaannya jelas bukan dari APBN atau Rupiah murni, tapi dari pinjaman luar negeri. Pinjaman didorong Komisi I adalah dari state credit,” kata Mahfudz di Gedung DPR RI, Jakarta.


Pengandaan Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 Gunakan Kredit dari Rusia

State credit yang didorong Komisi I itu ialah dari Rusia sendiri selaku negara produsen Sukhoi. Apalagi, kata Mahfudz, Rusia pun sebelumnya pernah memberikan fasilitas kredit kepada Indonesia pada pengadaan alat utama sistem senjata RI untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum TNI periode 2010-2014.

"Rusia pernah menyediakan fasilitas US$1 miliar kepada Indonesia, tapi yang digunakan (Indonesia) baru sekitar Rp300 juta sekian,” ujar Mahfudz.

Pengiriman Telat, Pemerintah RI Ajukan Klaim 5 Persen kepada Produsen Super Tucano

Pemerintah menandatangi kontrak senilai USD285 juta dengan perusahaan Brazil, Embraer dalam pembelian 16 unit pesawat tempur Super Tucano. Kontrak yang dilakukan dua kali, yakni tahun 2010 dan 2011 juga menyebut kedatangan burung besi yang digunakan TNI AU bakal datang empat unit per tahun dimulai sejak 2012.

Pengiriman Telat, Pemerintah RI Ajukan Klaim 5 Persen kepada Produsen Super Tucano

Namun, usai penerimaan empat unit pada 2012, di tahun selanjutnya terdapat keterlambatan. Alhasil, Kementerian Pertahanan mengajukan klaim sebesar lima persen yang menjapai USD5 juta dari nilai kontrak kepada Embraer.

"Jadi gini, dengan kedatangan yang tertunda di suku cadang ini, kita berhak mengajukan komplain denda lima persen, karena memang itu sudah lewat tahunnya," ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan, Laksda TNI Leonardi saat berbincang dengan Okezone di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).

Helikopter Super Cougar Bisa Mendarat di Laut Bila Mesin Mati

PT Dirgantara Indonesia mengklaim Eurocopter EC725 Caracal atau Super Cougar yang mereka produksi lebih canggih dari helikopter AgustaWestland AW101 buatan Italia-Inggris yang sempat diincar TNI Angkatan Udara sebagai kendaraan operasional bagi very very important person (VVIP).

Helikopter Super Cougar Bisa Mendarat di Laut Bila Mesin Mati

“Teknologinya lebih tinggi  dari AW101. Kalau mesin EC725 mati lalu terpaksa mendarat di laut, itu enggak pakai siapkan apa-apa, tapi langsung floating (mengambang) karena alatnya yang di bawah langsung terbuka. AW101 setahu saya belum ada teknologi itu,” kata Manajer Penetrasi Pasar dan Jaringan PTDI Dadhik Kresnadi di hanggar helikopter PTDI, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/2).

Super Cougar, kata Dadhik, merupakan helikopter angkut berat yang mampu membawa muatan hingga hampir lima ton. EC725 juga mampu menjelajah udara sejauh 300-500 nautikal mil (900 kilometer) dengan bahan bakar penuh.

Kirim Lebih dari 400 Pesawat PT. DI Klaim Sebagai Pabrik Manufaktur Pesawat Terunggul di Asia Tenggara

“‘Apa mungkin orang Indonesia bisa bikin pesawat terbang?’ Orang Indonesia memang gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri,” kata Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Republik Indonesia ketiga yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang kemudian berubah nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) –sekarang PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Kirim Lebih dari 400 Pesawat PT. DI Klaim Sebagai Pabrik Manufaktur Pesawat Terunggul di Asia Tenggara

Kalimat itu dilontarkan Habibie saat berkunjung ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Januari 2012. Habibie, saat menjadi Menteri Riset dan Teknologi era Soeharto, terkenal dengan visinya hendak membawa Indonesia menjadi negara industri berteknologi tinggi. Pria yang disekolahkan Soekarno ke Jerman untuk mengambil studi teknik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang itu kukuh mendorong Indonesia melakukan lompatan dari negara agraris menuju negara industri.

Perusahaan yang sempat ia pimpin, kini bernama PT Dirgantara Indonesia, mengalami jatuh-bangun luar biasa. Pekan lalu saat wartawan CNNIndonesia.com, Resty Armenia, menyambangi markas PTDI di Bandung, Jawa Barat, lima pesawat terlihat berjajar di hanggar perakitan akhir perusahaan itu.

Senin, 15 Februari 2016

Kedaulatan di Tengah Globalisasi, Masihkah Ada?

Kedaulatan (sovereignity) merupakan sebuah kewibawaan atau kekuasaan tertinggi dan tak terbatas dari sebuah negara untuk mengatur seluruh wilayahnya tanpa adanya campur tangan dari negara lain. Kedaulatan pada pemerintahan suatu negara merupakan salah satu syarat berdirinya negara itu sendiri. 

Kedaulatan di Tengah Globalisasi, Masihkah Ada?

Konsep kedaulatan Indonesia sendiri menganut konsep berdasarkan teori kedaulatan rakyat yang disampaikan oleh J.J. Rousseau dan Montesquieu, yang di mana kedaulatan tertinggi suatu negara berada di tangan rakyat dan dipergunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat, atau yang biasa disebut juga dengan demokrasi.

Indonesia sendiri telah diakui sebagai negara yang demokratis, yang didasari dengan adanya pemilihan umum terhadap organ-organ pemerintahan dan legislatif. Hal ini merupakan penerapan dari kedaulatan rakyat itu sendiri.

Menhan Isyaratkan Pemerintah RI Segera Beli Pesawat Tempur Sukhoi Su-35

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengisyaratkan pemerintah Republik Indonesia tetap akan membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan skuadron F-5 Tiger TNI Angkatan Udara yang uzur. 

Indonesia-Beli-Pesawat-Tempur-Sukhoi-Su-35

Ryamizard mengatakan penandatanganan kontrak pembelian Su-35 akan dilakukan di Rusia, negara asal jet tempur itu, dalam waktu dekat.

“Nanti (teken kontrak) di Rusia. Saya kan mau ke Rusia. Ada undangan untuk seminar sekalian di sana,” kata Ryamizard. Ia menyatakan proses pengadaan Su-35 terus berjalan.

Jika tak ada perubahan, Ryamizard terbang ke Rusia bulan depan, Maret. Ada delapan Sukhoi Su-35 yang akan dibeli pemerintah Indonesia. Harga satu unit diperkirakan US$65 juta atau sekitar Rp951 miliar.

Sumber Dana Teroris dari Suriah, Yordania dan Turki Capai Rp 1,3 M

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkap adanya kelompok teroris yang mendapat aliran dana asing. Mereka mendapatkan dana dari Suriah dan Yordania.


"Ada 3 kelompok yang berencana melakukan aksi teror. Kelompok Hendro Fernando mendapat uang dari Suriah Rp 1,3 miliar, dari Yordania dan dari Turki," ungkap Kapolri dalam rapat bersama Banggar DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Dana itu kemudian dialirkan lagi ke Filipina untuk membeli senjata, ke Poso, dan dicairkan sendiri untuk kelompok itu. Badrodin menyebut kelompok Hendro berencana menyerang Bandara Soekarno-Hatta dan Mabes Polri.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters