Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label PT LEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT LEN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2021

PT. LEN Berhasil Kembangkan Mission System MALE Drone Black Eangle Indonesia

Masih ingat dengan drone combatan yang tengah dirancang Indonesia? Ya siapalagi kalo bukan Drone Medium Altitude Long Endurance Black Eagle.

Drone yang rencananya akan dipersenjatai dengan missil atau rudal ini, tengah dikebut pengembangannya oleh Konsorsium MALE Drone Indonesia. 


Saat ini progres pengembangan program ini berada dalam fase kedua atau pada pengembangan block L, yang digarap oleh BUMN PT. LEN Industri yang telah tergabung sebagai bagian dari konsorsium MALE Drone ini.

PT. Len memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan menerapkan Mission System untuk Pesawat Terbang Tanpa Awak ini.

Selasa, 02 Februari 2016

PT LEN Kembangkan Teknologi Penangkal Rudal

Setelah PT Dirgantara Indonesia berhasil membuat pesawat N219, Indonesia juga berhasil mengembangkan teknologi mobil penangkal rudal yang dikembangkan oleh PT LEN Industri, perusahaan BUMN yang dipercaya untuk mengembangkan teknologi di bidang militer, khususnya mengenai rudal.

PT LEN Kembangkan Teknologi Penangkal Rudal

Dari pantauan Okezone, telah terdapat sejumlah mobil merek land rover yang telah berhasil dikembangkan dengan dilengkapi teknologi penangkal rudal.

“Kita kerja sama dengan Inggris, tapi kita rakit di sini. Meski bukan 100 persen buatan Indonesia, tapi teknologinya serta baterainya kita kembangkan di sini,” ujar General Manajer Bisnis elektronika pertahanan PT LEN, Upari Rahardi, di lokasi penyimpanan mobil, Subang, Jawa Barat, Kamis (28/1/2016).

Rabu, 27 Agustus 2014

LEN Tandatangani Kontrak Kontrak Ekspor Perangkat Lunak Kapal Perang

Kementerian pertahanan RI melalui Program Kredit Ekspor melakukan pengadaan kapal kombatan jenis PKR (Perusak Kawal Rudal) sebanyak 2 (dua) kapal. Pengadaan kapal PKR dimaksudkan untuk lebih memperkuat armada kapal kombatan TNI AL, guna menjaga dan mengamankan kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas. 

LEN Tandatangani Kontrak Kontrak Ekspor Perangkat Lunak Kapal Perang

Pemenang tender PKR adalah shipyard dari Belanda, yaitu Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), berpartner dengan sebuah perusahaan elektronika pertahanan terkenal dari Belanda, yaitu Thales Nederland (TNL) sebagai Lead Integrator SEWACO (Sensor, Weapon, and Command). Untuk mematuhi regulasi pemerintah, sesuai UU No. 16/2012 tentang Industri Pertahanan, yang mengharuskan adanya local content dan offset dalam setiap pengadaan alutsista dari luar negeri, maka Thales Nederland menjalin kerja sama dengan PT Len Industri (Persero) dalam pekerjaan pembuatan Combat Management System kapal PKR ini.

Len berhasil mendapatkan kontrak pengembangan dan produksi software kapal perang untuk pasar ekspor Belanda

Minggu, 13 Juli 2014

Manpack Alkom FISCOR-100 Alat Komunikasi Anti Sadap dan Anti Jamming Buatan PT LEN

“TES… satu, dua, tiga… satu, dua, tiga… dikopi,” ucap Sri Yuniardi, peneliti alat komunikasi militer dari PT LEN Industri. Ia tengah mempraktikkan bagaimana cara kerja produk inovasi Manpack Alkom FISCOR-100. Alat komunikasi militer buatan PT LEN Industri (Persero) itu merupakan salah satu inovasi unggulan PT LEN yang pernah memperoleh penghargaan Anugerah Rintisan Teknologi Industri 2009 dari pemerintah. Manpack Alkom FISCOR-100 dikembangkan sejak 2001 oleh PT LEN Industri. Nama ‘100’ diambil dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-100 pada 2008. Tujuannya untuk membangkitkan industri berbasis teknologi dalam negeri.

Manpack Alkom FISCOR-100 Alat Komunikasi Anti Sadap dan Anti Jamming Buatan PT LEN

Bermula dari keinginan TNI untuk mengembangkan dan memproduksi alat komunikasi militer buatan dalam negeri. Pada periode 2001-2003, Puslitbang TNI bekerja sama dengan PT LEN Industri dalam program RUK Kementerian Riset dan Teknologi untuk mengembangkan alat komunikasi radio antisadap dan anti-jamming.

Selasa, 01 April 2014

Industri Strategis Dalam Negeri Lengkapi Kebutuhan Alutsista Indonesia




Alutsista kebanggaan buatan dalam negeri

Percepatan Minimum Essential Force (MEF) yang dibangun Kemenhan tidak hanya fokus impor dari luar negeri, tapi juga dengan produsen-produsen dalam negeri. Keseriusan Kemenhan bisa dilihat dnegan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah industri alutsista dalam negeri yang dilakukan pada Maret 2012 silam.

“Jumlah kontraknya mencapai Rp 1,3 triliun,” ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro saat itu.

Perusahaan yang dilakukan MoU adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Palindo Marine, PT Pindad, PT Infra RCS Indonesia dan PT Sari Bahari. Selama ini kita telah mengetahui pengembangan BUMN Industri strategis seperti PT DI melalui kerjasama pembuatan alat militer bersama pihak produsen luar negeri seperti pesawat CN-295, CN-235, Helikopter Bell 412, Cougar EC-725, Fennec AS-555, dll.

Kamis, 27 Maret 2014

Menhan Ajak PT LEN Buat Sistem Pertahanan Maritim dan Combat Management System (CMS)

Kementrian Pertahanan mengajak PT LEN Industri untuk berkontribusi dalam pembangunan sistem pertahanan maritim dengan Combat Management System (CMS). CMS ini berfungsi untuk mendukung aktivitas pertempuran maupun patroli TNI.

Menhan Ajak PT LEN Buat Sistem Pertahanan Maritim dan Combat Management System (CMS)

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin saat mengunjungi PT Pindad di Jalan Gatot Subroto Bandung, Rabu (26/3/2014). PT LEN merupakan BUMN yang bergerak di bidang elektronik strategis.

"Saya evaluasi peran LEN untuk CMS. Kita ingin beri peran untuk menjadi bagian pembangunan CMS buat kapal perang kita," ujar Sjafrie.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters