Dalam kunjungan Wakil Menteri Pengembangan Perekonomian Rusia Alexey Likhachev ke Jakarta selama dua hari pada 2 – 3 Mei lalu, Rusia menegaskan bahwa PLTN yang dibangun Perusahaan Energi Nuklir Negara Rusia Rosatom sesuai dengan standar umum keselamatan nuklir, dan tidak hanya aman untuk masa kini, tetapi juga untuk masa depan.
"Jika kita melihat jumlah pertumbuhan dan jumlah kebutuhan energi yang semakin lama semakin meningkat di Indonesia, jelas bahwa penggunaan energi alternatif, seperti biodiesel tidak mungkin memecahkan masalah kebutuhan energi negara ini," kata Likhachev kapada para wartawan. "Sekarang, semua tergantung keputusan pemerintah Indonesia. Pada pertemuan hari ini, Pak Ramli (menko bidang kemaritiman) mengatakan sedang mempersiapkan laporan (terkait pengembangan energi nuklir) kepada presiden. Saya pikir, masalah ini juga akan menjadi salah satu isu yang dibahas antara kedua kepala negara saat pertemuan bilateral di Sochi mendatang."
Sebelum ke Jakarta, sang wakil menteri mengaku telah bertemu dengan CEO Rosatom Sergey Kiriyenko. Menurut Likhachev, Rosatom siap mengajukan proposal yang sangat menarik kepada Indonesia, khususnya dari segi ekonomi. "Karena itu, kami akan menunggu keputusan dari indonesia," kata Likhachev.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan
Kamis, 05 Mei 2016
Rusia Pastikan Teknologi Nuklir Rosatom Untuk Indonesia Aman
Senin, 02 Mei 2016
Uranium Mahal dan Berbahaya, Lebih Baik Pakai Sumber Energi Lain
Indonesia punya potensi uranium yang tinggi. Meski demikian, Kebijakan Energi Nasional (KEN) menjadikannya sebagai sumber energi pilihan terakhir. Uranium maupun jenis-jenis nuklir lainnya dinilai berbahaya karena menimbulkan radiasi.
Indonesia pun masih kaya akan sumber-sumber energi alternatif lain seperti panas bumi, air, angin, matahari, dan sebagainya. Sumber-sumber energi tersebut lebih diprioritaskan pengembangannya dibanding nuklir.
"Kita berbeda dengan negara seperti Korea dan Jepang yang tidak punya banyak kekayaan sumber energi. Kalau mereka mengembangkan nuklir karena memang tidak punya banyak pilihan. Kalau kita masih punya banyak sumber energi lain yang lebih aman dan lebih murah," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi, saat dihubungi detikFinance, Senin (2/5/2016).
Dia menambahkan, penggunaan uranium pasti akan menimbulkan radiasi. Perlu teknologi tinggi untuk mengolah polusi radioaktif yang ditimbulkan uranium menjadi tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitar.
Indonesia pun masih kaya akan sumber-sumber energi alternatif lain seperti panas bumi, air, angin, matahari, dan sebagainya. Sumber-sumber energi tersebut lebih diprioritaskan pengembangannya dibanding nuklir.
"Kita berbeda dengan negara seperti Korea dan Jepang yang tidak punya banyak kekayaan sumber energi. Kalau mereka mengembangkan nuklir karena memang tidak punya banyak pilihan. Kalau kita masih punya banyak sumber energi lain yang lebih aman dan lebih murah," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi, saat dihubungi detikFinance, Senin (2/5/2016).
Dia menambahkan, penggunaan uranium pasti akan menimbulkan radiasi. Perlu teknologi tinggi untuk mengolah polusi radioaktif yang ditimbulkan uranium menjadi tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitar.
Rabu, 27 April 2016
Pemernitah RI Kawatirkan Uji Coba Misil Kapal Selam Korea Utara
Pemerintah Indonesia mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam atas uji coba misil kapal selam yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara pada 23 April 2016, kata pernyataan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Rabu
Pemerintah Indonesia menilai uji coba misil kapal selam oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) itu dapat menimbulkan ketegangan, baik di kawasan maupun dunia internasional.
"Tindakan tersebut bertentangan dengan semangat dari perjanjian komprehensif bebas nuklir (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT)," kata pernyataan dari Kemlu RI tersebut.
Selain itu, Korea Utara juga telah melanggar kewajibannya terhadap beberapa resoulsi Dewan Keamanan PBB, yaitu no.1718 tahun 2006, no. 1874 tahun 2009, dan no.2087 tahun 2013.
Pemerintah Indonesia menilai uji coba misil kapal selam oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) itu dapat menimbulkan ketegangan, baik di kawasan maupun dunia internasional.
"Tindakan tersebut bertentangan dengan semangat dari perjanjian komprehensif bebas nuklir (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT)," kata pernyataan dari Kemlu RI tersebut.
Selain itu, Korea Utara juga telah melanggar kewajibannya terhadap beberapa resoulsi Dewan Keamanan PBB, yaitu no.1718 tahun 2006, no. 1874 tahun 2009, dan no.2087 tahun 2013.
Senin, 04 April 2016
Amerika - Indonesia Akan Hilangkan Semua Uranium Yang Diperkaya
Pada KTT Keamanan Nuklir 2016, Amerika Serikat mengumumkan komitmennya untuk menghilangkan semua uranian yang sangat diperkaya (HEU) dari Indonesia.
Pengumuman itu dikutip Sindonews Sabtu (2/4/2016) dari situs resmi Gedung Putih (whitehouse.gov). Washington mengklaim kedua negara berniat untuk melanjutkan upaya bersama mereka untuk menghilangkan semua HEU yang tersisa di Indonesia pada bulan September 2016.
Setelah menyelesaikan upaya ini, Indonesia akan menjadi negara ke-30 ditambah Taiwan yang akan dinyatakan bebas HEU. “Ini merupakan prestasi yang sangat signifikan, karena seluruh Asia Tenggara akan bebas dari HEU,” tulis pihak Gedung Putih.
Pengumuman itu dikutip Sindonews Sabtu (2/4/2016) dari situs resmi Gedung Putih (whitehouse.gov). Washington mengklaim kedua negara berniat untuk melanjutkan upaya bersama mereka untuk menghilangkan semua HEU yang tersisa di Indonesia pada bulan September 2016.
Setelah menyelesaikan upaya ini, Indonesia akan menjadi negara ke-30 ditambah Taiwan yang akan dinyatakan bebas HEU. “Ini merupakan prestasi yang sangat signifikan, karena seluruh Asia Tenggara akan bebas dari HEU,” tulis pihak Gedung Putih.
Sabtu, 12 Maret 2016
Wapres Jusuf Kalla akan hadiri KTT Nuklir di Washington
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, akan menghadiri KTT Keamanan Nuklir, di Washington DC, Amerika Serikat, pada 1 April 2016.
"Beliau diminta untuk mewakili presiden dalam pertemuan tingkat kepala negara tentang keamanan nuklir di Washington," kata Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri, Hasan Kleib, di Kantor Wakil Presiden di Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut digagas Amerika Serikat sebagai agenda dua tahun sekali dimulai pada 2010 dan Indonesia telah berpartisipasi sejak awal.
"Pertemuan ini bukan membahas senjata nuklir, tetapi bahan-bahan aktifnya untuk keperluan medis, dan lain-lain," kata Kleib.
"Beliau diminta untuk mewakili presiden dalam pertemuan tingkat kepala negara tentang keamanan nuklir di Washington," kata Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri, Hasan Kleib, di Kantor Wakil Presiden di Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut digagas Amerika Serikat sebagai agenda dua tahun sekali dimulai pada 2010 dan Indonesia telah berpartisipasi sejak awal.
"Pertemuan ini bukan membahas senjata nuklir, tetapi bahan-bahan aktifnya untuk keperluan medis, dan lain-lain," kata Kleib.
Senin, 08 Februari 2016
Kapal Kargo Didauga Bermuatan Uranium Kandas di Batam
Sebuah Kapal Kargo berbendera Hong Kong bernama MV Ocean Carrier yang kandas di perairan Kepulauan Riau diduga memuat uranium. Badan Keamanan Laut (Bakamla) akan mengirimkan tim ahli untuk mengecek dugaan tersebut.
"Untuk memastikan rumor yang beredar terkait adanya kandungan Uranium pada kapal MV Ocean Carrier yang kandas di sekitar perairan Batu Berhenti, Pulau Sambu, Kepulauan Riau, Bakamla menganggap perlu mendatangkan Tim Ahli Bapeten untuk mengambil beberapa sampel dari palka yang nantinya dapat dipastikan kebenaran dari rumor tersebut. Pengecekan langsung dilakukan oleh Tim Bapeten, Bakamla, dan melibatkan instansi aparat terkait lainnya," ujar Laksma Maritim UK. Agung selaku Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat dalam keterangannya, Senin (8/2/2016).
Saat ini, posisi kapal berada di sekitar perairan Pulau Sambu, Kepri. Seluruh ABK yang berjumlah 22 orang telah dievakuasi.
"Untuk memastikan rumor yang beredar terkait adanya kandungan Uranium pada kapal MV Ocean Carrier yang kandas di sekitar perairan Batu Berhenti, Pulau Sambu, Kepulauan Riau, Bakamla menganggap perlu mendatangkan Tim Ahli Bapeten untuk mengambil beberapa sampel dari palka yang nantinya dapat dipastikan kebenaran dari rumor tersebut. Pengecekan langsung dilakukan oleh Tim Bapeten, Bakamla, dan melibatkan instansi aparat terkait lainnya," ujar Laksma Maritim UK. Agung selaku Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat dalam keterangannya, Senin (8/2/2016).
Saat ini, posisi kapal berada di sekitar perairan Pulau Sambu, Kepri. Seluruh ABK yang berjumlah 22 orang telah dievakuasi.
Kamis, 04 Februari 2016
Miliki Cadangan 280.000 ton Thorium Untuk PLTN Indonesia Belum Kuasai Teknologinya
Indonesia kaya akan cadangan nuklir. Selain memiliki cadangan 70.000 ton uranium, Indonesia juga memiliki 210.000-280.000 ton thorium. Thorium yang tergolong 'nuklir ramah lingkungan' merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sedang dilirik Indonesia.
Namun, pengembangan thorium terkendala beberapa hal, salah satunya adalah ketiadaan teknologi. Mengubah teori pemanfaatan thorium untuk energi menjadi sebuah kenyataan masih membutuhkan waktu yang lama. Belum ada satu pun negara yang berhasil secara penuh mengaplikasikan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) secara komersial.
"Masih butuh beberapa dekade sampai PLTN berbasis thorium dapat terwujud. Butuh waktu untuk pengembangan thorium," kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, dalam konferensi pers di Kantor BATAN, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Namun, pengembangan thorium terkendala beberapa hal, salah satunya adalah ketiadaan teknologi. Mengubah teori pemanfaatan thorium untuk energi menjadi sebuah kenyataan masih membutuhkan waktu yang lama. Belum ada satu pun negara yang berhasil secara penuh mengaplikasikan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) secara komersial.
"Masih butuh beberapa dekade sampai PLTN berbasis thorium dapat terwujud. Butuh waktu untuk pengembangan thorium," kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, dalam konferensi pers di Kantor BATAN, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Indoneisa Miliki Sumber Nuklir Ramah Lingkungan selain Uranium
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkirakan ada sekitar 210.000-280.000 ton thorium yang tersimpan di perut bumi Indonesia. Thorium merupakan salah satu jenis nuklir di samping uranium, namun limbah radio aktif yang dihasilkannya jauh lebih rendah dibanding uranium.
Tetapi thorium belum dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik dalam waktu dekat, masih butuh penelitian panjang untuk mengembangkannya hingga siap untuk digunakan.
Salah satu kendala yang dihadapi BATAN untuk penelitian dan pengembangannya adalah ketiadaan dana. Untuk pemetaan potensi thorium saja BATAN butuh Rp 3 miliar per tahun. Penelitian thorium hingga siap digunakan membutuhkan dana hingga US$ 299 juta atau Rp 3,9 triliun.
Tetapi thorium belum dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik dalam waktu dekat, masih butuh penelitian panjang untuk mengembangkannya hingga siap untuk digunakan.
Salah satu kendala yang dihadapi BATAN untuk penelitian dan pengembangannya adalah ketiadaan dana. Untuk pemetaan potensi thorium saja BATAN butuh Rp 3 miliar per tahun. Penelitian thorium hingga siap digunakan membutuhkan dana hingga US$ 299 juta atau Rp 3,9 triliun.
Senin, 11 Januari 2016
Syarat membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia
Pemerintah Jokowi-JK tengah menggodok kebijakan energi nasional, salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pembangunan pembangkit ini bertujuan mengatasi krisis listrik di dalam negeri.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh menyebut, pemerintah perlu memenuhi beberapa persyaratan jika ingin membangun PLTN. Setidaknya, Indonesia harus memiliki teknologi canggih.
"Memang ada beberapa syarat dan pertimbangan pada prinsip nuklir bisa digunakan. Pertama harus ada kajian teknologi keamanan, kebutuhan energi yang semakin meningkat, pengurangan emisi karbon, bagaimana kepentingan nasional, artinya energi nuklir bisa dimanfaatkan," ujarnya saat acara diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/1).
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh menyebut, pemerintah perlu memenuhi beberapa persyaratan jika ingin membangun PLTN. Setidaknya, Indonesia harus memiliki teknologi canggih.
"Memang ada beberapa syarat dan pertimbangan pada prinsip nuklir bisa digunakan. Pertama harus ada kajian teknologi keamanan, kebutuhan energi yang semakin meningkat, pengurangan emisi karbon, bagaimana kepentingan nasional, artinya energi nuklir bisa dimanfaatkan," ujarnya saat acara diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/1).
Wilayah Indonesia Tidak Aman Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi menyebut, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tidak mungkin dilakukan di Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia tidak memiliki wilayah aman untuk merealisasikan proyek tersebut.
"Justru makin sedikit tempat mungkin dibangun. Tidak ada alasan rasional, tidak ada area yang aman di Indonesia," ujarnya saat acara diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/1).
Dia bercerita, Indonesia sebenarnya memiliki wilayah untuk membangun proyek tersebut salah satunya di Bangka Belitung dan Kalimantan, namun kedua wilayah tersebut pernah terjadi gempa.
"Justru makin sedikit tempat mungkin dibangun. Tidak ada alasan rasional, tidak ada area yang aman di Indonesia," ujarnya saat acara diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/1).
Dia bercerita, Indonesia sebenarnya memiliki wilayah untuk membangun proyek tersebut salah satunya di Bangka Belitung dan Kalimantan, namun kedua wilayah tersebut pernah terjadi gempa.
Sabtu, 09 Januari 2016
Rusia Tunggu Keputusan Indonesia Terkait Kerjasama Proyek Nuklir
Indonesia tengah membangun PLTN skala kecil di kawasan Pusat Penelitian Teknologi, Serpong, Tangerang Selatan. Pembangunan PLTN mini yang disebut Reaktor Daya Eksperimental (RDE) ini ditargetkan beroperasi tahun 2020.
Rusia berharap Indonesia mengambil keputusan yang tepat terkait pengembangan energi nuklir. Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov dalam sesi jumpa pers hari ini, Jumat (8/1) di Senayan, Jakarta.
Manturov bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti berbagai proyek kerja sama Rusia dan Indonesia yang tengah berlangsung. Dalam kunjungan kerja di awal tahun ini, Manturov bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri lainnya.
Rusia berharap Indonesia mengambil keputusan yang tepat terkait pengembangan energi nuklir. Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov dalam sesi jumpa pers hari ini, Jumat (8/1) di Senayan, Jakarta.
Manturov bertolak ke Jakarta untuk menindaklanjuti berbagai proyek kerja sama Rusia dan Indonesia yang tengah berlangsung. Dalam kunjungan kerja di awal tahun ini, Manturov bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri lainnya.
Selasa, 29 Desember 2015
Kisah Anak-anak pelawak ini jadi anggota Kopassus hingga Doktor Nuklir
Segelintir pelawak di tanah air ternyata tidak ingin sang anak mengikuti jejaknya. Ada anak pelawak yang fokus di dunia pendidikan, ada juga yang diarahkan menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Deddy Gumelar alias Miing begitu bahagia anak sulungnya, Letda (Inf) Dipa Dipura dinyatakan lulus menjalani pendidikan menjadi anggota Kopassus di Pantai Permisan, Cilacap. Miing menyematkan brevet komando pada Dipa.
"Alhamdulillah anak saya membuat bangga keluarga apalagi dengan ikhlas mengorbankan raga dan jiwanya terhadap bangsa dan negara. Selain itu untuk meraih brevet merah ternyata tidak gampang," kata bekas pentolan grup lawak Bagito itu.
Lain lagi dengan Wahyu Sardono atau yang lebih dikenal dengan Dono. Tiga anaknya fokus menempuh jalur akademisi, salah satunya Damar Canggih Wicaksono sudah menempuh pendidikan S3 dalam bidang Teknik Nuklir di Swiss.
Deddy Gumelar alias Miing begitu bahagia anak sulungnya, Letda (Inf) Dipa Dipura dinyatakan lulus menjalani pendidikan menjadi anggota Kopassus di Pantai Permisan, Cilacap. Miing menyematkan brevet komando pada Dipa.
"Alhamdulillah anak saya membuat bangga keluarga apalagi dengan ikhlas mengorbankan raga dan jiwanya terhadap bangsa dan negara. Selain itu untuk meraih brevet merah ternyata tidak gampang," kata bekas pentolan grup lawak Bagito itu.
Lain lagi dengan Wahyu Sardono atau yang lebih dikenal dengan Dono. Tiga anaknya fokus menempuh jalur akademisi, salah satunya Damar Canggih Wicaksono sudah menempuh pendidikan S3 dalam bidang Teknik Nuklir di Swiss.
Senin, 28 September 2015
Perusahaan Pembangkit Nuklir Rusia Siap Bangun PLTN di Indonesia
Perusahaan pembangkit nuklir asal Rusia, Rosatom, menyatakan siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
"Kami siap jika pemerintah meminta kami untuk membangun PLTN di Indonesia," ujar Wakil Direktur Riset Rosatom, Prof Yaroslav I Stromblakh, dalam konferensi pers di Moskow, Rusia, Minggu (27/9/2015).
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang telah merampungkan peta jalan PLTN dengan kapasitas 5.000 megawatt (MW).
Stromblakh menjelaskan, Rusia mempunyai kemampuan mumpuni dalam teknologi nuklir. Rusia mengembangkan reaktor tahan bencana dan bisa bertahan hingga dalam waktu lama. "Kami bisa membuat reaktor daya yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pelanggan," kata dia.
Adapun Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot S Wisnubroto mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan Rosatom adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur PLTN.
"Kami siap jika pemerintah meminta kami untuk membangun PLTN di Indonesia," ujar Wakil Direktur Riset Rosatom, Prof Yaroslav I Stromblakh, dalam konferensi pers di Moskow, Rusia, Minggu (27/9/2015).
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang telah merampungkan peta jalan PLTN dengan kapasitas 5.000 megawatt (MW).
Stromblakh menjelaskan, Rusia mempunyai kemampuan mumpuni dalam teknologi nuklir. Rusia mengembangkan reaktor tahan bencana dan bisa bertahan hingga dalam waktu lama. "Kami bisa membuat reaktor daya yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pelanggan," kata dia.
Adapun Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot S Wisnubroto mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan Rosatom adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur PLTN.
Jumat, 11 September 2015
Indonesia dorong aplikasi nuklir damai di bawah IAEA
Indonesia mendorong penguatan kerja sama internasional di bidang keselamatan dan keamanan nuklir, serta aplikasi teknologi nuklir untuk maksud damai dalam kerangka Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA.
Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Jumat, mengatakan dorongan tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina Rachmat Budiman pada Sidang Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, pada 7-11 September 2015.
Sebagai Ketua Delegasi Indonesia, Dubes Rachmat Budiman juga menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia Pasifik, dan Afrika, khususnya di bidang aplikasi teknologi nuklir dalam berbagai bidang pembangunan.
Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Jumat, mengatakan dorongan tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina Rachmat Budiman pada Sidang Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, pada 7-11 September 2015.
Sebagai Ketua Delegasi Indonesia, Dubes Rachmat Budiman juga menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia Pasifik, dan Afrika, khususnya di bidang aplikasi teknologi nuklir dalam berbagai bidang pembangunan.
Senin, 20 Juli 2015
Kerjasama Nuklir Indonesia dan DCNS Perancis
Duta Besar Perancis Corinne Beutze dan Menteri Koordinator Kelautan Indonesia Indroyono Soesilo membuat tiga perjanjian Perancis-Indonesia, yakni : pertukaran keahlian dalam pembangunan pembangkit listrik karbon rendah antara PLN, EDF dan AFD, kedua kerjasama antara perusahaan badan nuklir DCNS dan BATAN (Indonesia) dan ketiga, kerjasama antara perusahaan Sabella SAS dengan dua bisnis lokal Indonesia yang bergerak di Marine Energy, 13/02/2015.
Mereka akan bekerja di kepulauan Indonesia, yang terdiri dari 17.000 pulau yang membentang di atas wilayah laut 6.000 hingga 2.000 kilometer.
Sabella SAS melakukan perjanjian kemitraan industri dengan PT. Prima Langkah Pratama (PLP) dan PT Meindo Eland Indah (MEINDO) untuk memasarkan turbin Sabella D10.
Sabella SAS bertanggung jawab atas rekayasa dan penyediaan turbin, PLP bertanggung jawab dalam manajemen proyek dan bantuan teknis, MEINDO untuk konstruksi logam set dan bekerja di operasi laut.
![]() |
| Reaktor Nuklir bawah laut DCNS Perancis |
Mereka akan bekerja di kepulauan Indonesia, yang terdiri dari 17.000 pulau yang membentang di atas wilayah laut 6.000 hingga 2.000 kilometer.
Sabella SAS melakukan perjanjian kemitraan industri dengan PT. Prima Langkah Pratama (PLP) dan PT Meindo Eland Indah (MEINDO) untuk memasarkan turbin Sabella D10.
Sabella SAS bertanggung jawab atas rekayasa dan penyediaan turbin, PLP bertanggung jawab dalam manajemen proyek dan bantuan teknis, MEINDO untuk konstruksi logam set dan bekerja di operasi laut.
Minggu, 07 Juni 2015
BATAN sebut 72 persen penduduk Indonesia restui pembangunan PLTN
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) klaim jika 72 persen penduduk Indonesia merestui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di dalam negeri. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan pada 2014.
Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) BATAN Yarianto Budi Susilo menuturkan, jajak pendapat terkait pembangunan PLTN sudah dilakukan sejak 2010.
"Hasilnya baik 60 persen. Namun turun di tahun 2011 karena ada kecelakaan di Fukushima, Jepang lalu," klaim Yarianto dalam diskusi Energi Kita yang digelar merdeka.com, RRI, IJTI, IKN dan Sewatama di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Minggu (7/6).
Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) BATAN Yarianto Budi Susilo menuturkan, jajak pendapat terkait pembangunan PLTN sudah dilakukan sejak 2010.
"Hasilnya baik 60 persen. Namun turun di tahun 2011 karena ada kecelakaan di Fukushima, Jepang lalu," klaim Yarianto dalam diskusi Energi Kita yang digelar merdeka.com, RRI, IJTI, IKN dan Sewatama di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Minggu (7/6).
Senin, 06 April 2015
Indonesia Butuh Banyak Insinyur Nuklir
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman pertimbangkan nuklir sebagai sumber energi penyokong peningkatan rasio elektrifikasi Indonesia. Dikatakan Jarman, sejauh ini sumber energi listrik terbesar masih berasal dari batubara, dengan presentase sebesar 52,80 persen. Diikuti gas 24 persen, dan BBM sebesar 11,45 persen.
Sejauh ini pemerintah menargetkan, penggunaan BBM untuk pembangkit listrik harus di bawah 2 persen, batubara 60 persen, dan gas 25 persen, pada tahun 2019 mendatang. Pantauan Jurnal Maritim, dalam jangka panjang, pemerintah membatasi penggunaan batubara hanya 60 persen. Hal itu dilakukan agar emisi (CO2) tetap terkendali, sedangkan penggunaan gas dibatasi 17 sebesar persen. Karena itu, harga gas relatif mahal, dan sisanya menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
Sejauh ini pemerintah menargetkan, penggunaan BBM untuk pembangkit listrik harus di bawah 2 persen, batubara 60 persen, dan gas 25 persen, pada tahun 2019 mendatang. Pantauan Jurnal Maritim, dalam jangka panjang, pemerintah membatasi penggunaan batubara hanya 60 persen. Hal itu dilakukan agar emisi (CO2) tetap terkendali, sedangkan penggunaan gas dibatasi 17 sebesar persen. Karena itu, harga gas relatif mahal, dan sisanya menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
Selasa, 17 Maret 2015
BATAN Gelar Soft Launching Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental
Bertempat di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN mengumumkan rencana pembangunan Reaktor Daya Non Komersial (RDNK)/Reaktor Daya Eksperimental di hadapan sejumlah media cetak dan elektronik. RDE atau yang lebih dikenal dengan PLTN mini ini direncanakan akan dibangun di Kawasan Puspiptek, Serpong.
Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengungkapkan RDE mulai dibangun tahun ini dan diharapkan selesai tahun 2019 menjelang berakhirnya tahun Renstra 2014-2019. Pembangunan RDE, lanjutnya, merupakan komitmen untuk mengenalkan nuklir sebagai sumber daya listrik baru di masa depan.
“RDE merupakan suatu strategi pemerintah untuk mengenalkan reaktor nuklir yang menghasilkan listrik dan sekaligus dapat digunakan untuk eksperimen/riset”, kata Djarot.
Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengungkapkan RDE mulai dibangun tahun ini dan diharapkan selesai tahun 2019 menjelang berakhirnya tahun Renstra 2014-2019. Pembangunan RDE, lanjutnya, merupakan komitmen untuk mengenalkan nuklir sebagai sumber daya listrik baru di masa depan.
“RDE merupakan suatu strategi pemerintah untuk mengenalkan reaktor nuklir yang menghasilkan listrik dan sekaligus dapat digunakan untuk eksperimen/riset”, kata Djarot.
Minggu, 15 Maret 2015
Saatnya Indonesia Miliki PLTN Terapung
Sudah saatnya Indonesia mengembangkan dan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir bergerak terapung, atau Floating Mobile Nuclear Power Plant. Pasalnya, sejauh ini hanya Indonesia yang belum memiliki tenaga nuklir untuk pembangkit listrik, sehingga ekonomi Indonesia masih jauh tertinggal.
“Jika pemerintah mulai berpikir mengembangkan dan membangun listrik tenaga nuklir, maka bisa melakukan percepatan pertumbuhan ekonominya,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Profesional Indonesia, Raswari, kepada Jurnal Maritim, Rabu (12/3) di Kawasan Jakarta Selatan.
Dikatakan Raswari, sudah saatnya Indonesia mempunyai infrastruktur listrik tenaga nuklir, sebab kekayaan alam Indonesia sangat mendukung, terutama adanya uranium. “Apalagi, Pemerintah Jokowi mencanangkan program Poros Maritim Dunia, Tol Laut, dan infrastruktur harus didukung dengan listrik yang memadai.”
“Jika pemerintah mulai berpikir mengembangkan dan membangun listrik tenaga nuklir, maka bisa melakukan percepatan pertumbuhan ekonominya,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Profesional Indonesia, Raswari, kepada Jurnal Maritim, Rabu (12/3) di Kawasan Jakarta Selatan.
Dikatakan Raswari, sudah saatnya Indonesia mempunyai infrastruktur listrik tenaga nuklir, sebab kekayaan alam Indonesia sangat mendukung, terutama adanya uranium. “Apalagi, Pemerintah Jokowi mencanangkan program Poros Maritim Dunia, Tol Laut, dan infrastruktur harus didukung dengan listrik yang memadai.”
Kamis, 05 Maret 2015
RI tegaskan dukungan penyelesaian isu nuklir Iran
Indonesia kembali menegaskan dukungan agar isu nuklir Iran diselesaikan melalui jalur negosiasi, baik dalam kerangka Framework of Cooperation antara Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) maupun Joint Plan of Action (JPA) antara Iran dengan Inggris, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, China dan Rusia, yang dikenal dengan E3+3 atau P5+1.
Hal tersebut disampaikan Delegasi Indonesia pada Sidang Dewan Gubernur IAEA yang dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 5 Maret di Wina, demikian Kordinator fungsi Pensosbud Protkons KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Kamis.
Dikatakannya delegasi Indonesia dalam pernyataannya menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi harus diutamakan agar dapat dicapai penyelesaian menyeluruh dan jangka panjang secara damai.
![]() |
| Peta fasilitas nuklir Iran |
Hal tersebut disampaikan Delegasi Indonesia pada Sidang Dewan Gubernur IAEA yang dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 5 Maret di Wina, demikian Kordinator fungsi Pensosbud Protkons KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Kamis.
Dikatakannya delegasi Indonesia dalam pernyataannya menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi harus diutamakan agar dapat dicapai penyelesaian menyeluruh dan jangka panjang secara damai.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...




















