Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 15 Maret 2014

24 Panser Anoa Baru Akan dikirim ke Sudan

Sebanyak 24 unit Panser Anoa 6X6 dari PT Pindad diterima Panglima TNI Jenderal Moeldoko, yang rencananya akan digunakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-/United Nations Mission In Darfur (UNAMID), yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB selama setahun di wilayah Darfur-Sudan.

Panser produksi PT Pindad diuji coba seusai acara serah terima 24 panser Anoa dari Direktur PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di kawasan Indonesian Peace and Security Centre (IPSC) di Bukit Santi Dharma Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Sentul, Bogor, Jumat (14/3/2014). Kendaraan tempur ini akan digunakan untuk Satgas Batalyon Komposit TNI Kontigen Garuda (Konga) XXXV-B/UNAMID (United Nation Mission in Darfur) | Warta Kota/alex suban

Acara serah terima itu dilakukan oleh Plt Direktur Utama PT Pindad (Persero), Tri Hardjono kepada Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/3/2014).

Sebanyak 800 prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Batalyon Komposit TNI TNI Kontingen Garuda XXXV-/UNAMID rencananya akan dilengkapi 24 panser Anoa 6X6, juga 30 truk dan 34 jeep.

TNI Terima Tambahan 24 Panser Anoa Dari PT. Pindad

TNI mendapat tambahan 24 unit Panser Anoa 6x6 yang dipesan dari PT Pindad. Saat ini jumlah panser Anoa TNI saat ini 226 unit dan masih akan bertambah karena penguatan masih terus dilakukan.

TNI Terima Tambahan 24 Panser Anoa Dari PT Pindad

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, dengan perkembangan kawasan global dan regional saat ini, mengharuskan TNI menambah alat utama sistem senjata (alutsista) yang ada dalam rangka menjaga pertahanan dan kedaulatan NKRI.

“Dengan perkembangan kawasan saat ini, mau tak mau negara harus memberikan respon yang cepat, terlebih TNI harus membuat strategi pertahanan. Penambahan alutsista akan meningkatkan profesionalisme prajurit,” kata dia saat serah terima panser di markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jumat (14/3/2014).

Asisten Logistik KSAL Kukuhkan Satgas Proyek Pengadaan KCR Trimaran

ASISTEN Logistik (Aslog) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda TNI Suyitno, mengukuhkan sekaligus menutup pelatihan kelaikan Satuan Tugas (Satgas) Dalam Negeri Proyek Pengadaan Kapal Cepat Rudal (Yekdakap KCR) Trimaran, di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (14/3).

Asisten Logistik KSAL Kukuhkan Satgas Proyek Pengadaan KCR Trimaran

Kegiatan pengukuhan didahului dengan pelatihan kelaikan Satgas Dalam Negeri Proyek Pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang berlangsung selama lima hari. Para personel Satgas Yekdapak KCR Trimaran yang dikukuhkan, antara lain Komandan Satgas Letkol Laut (KH) Moch. Tholib; Perwira Pengawas Platform Letkol Laut (T) Tegus Subekti; Perwira Sekretaris Mayor Laut (E) Muhamad Yusdi Jauhari, Perwira Sekretaris Mayor Laut (T) Budi Sugiarto; Perwira Pendidikan, Latihan, Administrasi dan Logistik Mayor Laut (S) Tommy Basta, dan Bintara Sekretariat Serda BEK Agin Siswanto.

RKX-200 EDF, Kemajuan Teknologi Rudal Nasional

Lapan kembali berhasil menerbangkan pesawat Electric Ducted Fan atau EDF di Landasan Pesawat, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, tanggal 5 Maret 2014. Setelah keberhasilan ini, pengembangannya akan berlanjut ke Roket RKX-200 Turbo Jet (TJ). Fungsinya akan digunakan untuk pengembangan roket kendali atau rudal jarak pendek, baik untuk pertahanan atau teknologi antariksa.

RKX-200 EDF Lapan (photo: 8ptrkendali.com)

Awalnya kondisi jelajah diperkirakan pada 180 km/jam, tapi saat uji coba hasilnya sangat membanggakan, yaitu 200 km/jam. Uji terbang sendiri sudah dilakukan sejak 2013.

Penggunaan EDF dikarenakan kemudahan pengoperasian motor, ekonomis, dapat dipergunakan berulang kali (budget terbatas), kehandalan dan kemudahan dipasaran.

TNI Pertimbangkan Beli Kapal Selam Kilo yang Baru

Pemerintah Indonesia membatalkan rencana pembelian 2 kapal selam kilo hibah yang ditawarkan Rusia. Alasannya karena kapal selam tersebut dalam kondisi rusak.

TNI Pertimbangkan Beli Kapal Selam Kilo yang Baru
Presiden SBY menatap model kapal selam Kilo Rusia

Pagi hari tanggal 13/03/2014, saya bertemu seorang pejabat TNI AL, ia pun mengatakan :

“Kalau lihat sekilas, bekas harganya murah dibanding baru tapi masa pakainya hanya 10 tahun. Kedua jika beroperasi sampai jangka 10 tahun itu kalau dihitung-hitung maintanance cost-nya itu cukup besar,”

Saya pun bertanya, jadi TNI gagal membeli KS Kilo ?

Jumat, 14 Maret 2014

PT Sritex Rancang Baju Militer Canggih yang Dapat Berkamuflase Dengan Alam Disekitarnya

Perusahaan tekstil dan garmen, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah sudah tersohor di seluruh dunia karena kualitas kain dan pakaian yang diproduksi.

PT Sritex Rancang Baju Militer Canggih yang Dapat Berkamuflase Dengan Alam Disekitarnya

Perusahaan yang didirikan oleh (Alm) HM Lukminto itu dikenal juga dengan produksi seragam militernya yang sudah dikirim ke 30 negara dengan spesifikasi canggih.

Berawal dari usaha kecil di Pasar Klewer, Solo tahun 1966, usaha HM Lukminto semakin berkembang hingga akhirnya mendirikan pabrik di Sukoharjo dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1992.

Kopaska TNI AL gunakan baju anti nyamuk buatan Sritex Sukoharjo

Baju anti api atau anti air mungkin sudah biasa didengar, tapi terbayangkah bagaimana wujudnya baju anti nyamuk? Baju tersebut sudah ada sejak lama dan diproduksi PT Sritex untuk seragam Kopaska (Komando Pasukan Katak) Angkatan Laut (AL).

Kopaska TNI AL gunakan baju anti nyamuk buatan Sritex Sukoharjo


Bentuknya tidak jauh berbeda dengan seragam militer lainnya. Warnanya dominan hijau dan cokelat dengan motif loreng yang kaku.

Motif loreng dibuat kecil-kecil dan rapat sehingga menyerupai tumpukan daun. Namun ternyata rahasia anti nyamuk tidak hanya pada motif, tapi juga teknik pemintalan benangnya.

Lanud Timika Gelar Latihan Pertahanan Pangkalan

Dalam rangka melaksanakan program kerja Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Timika tahun 2014, Pangkalan TNI AU Timika menggelar latihan pertahanan pangkalan (Hanlan) di area eks Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Jumat (14/3).

Lanud Timika Gelar Latihan Pertahanan Pangkalan

Latihan pertahanan pangkalan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Timika, Kapten Pom Heri Wasto dan diikuti oleh seluruh personel Lanud Timika. Latihan ini menerapkan simulasi patroli keamanan.

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), dalam latihan ini pasukan dibagi menjadi tiga regu. Regu satu dipimpin langsung oleh Kadisops, regu dua dipimpin oleh Kadislog dan regu tiga dipimpin Dansatpom.

Klaim Natuna Oleh Tiongkok, TNI Siap Gelar Pasukan

Satu lagi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diklaim asing. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah mengklaim wilayah perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau ke dalam peta wilayah RRT.

Klaim Natuna Oleh Tiongkok, TNI Siap Gelar Pasukan

Klaim sepihak ini terkait sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel antara Tiongkok dan Filipina.

Masekal Pertama TNI Fahru Zaini menegaskan, akibat klaim terhadap perairan Natuna oleh Tiongkok, TNI siap gelar pasukan bila terjadi sesuatu di wilayah tersebut.

"Yang dilakukan oleh Tiongkok ini menyangkut zona wilayah NKRI. Untuk itu, kami datang ke Natuna ingin melihat secara nyata strategi komponen utama pertahanan NKRI, yaitu TNI, terutama dalam kemampuan, kekuatan dan gelar pasukan bila terjadi sesuatu di wilayah ini," tegas Fahru.

Industri alutsista Indonesia bidik pasar internasional

Indonesia siap bersaing dengan pasar internasional terkait alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI. Sebab, industri pertahanan di tanah air akan segera mewujudkan kemandirian di bidang pertahanan.

Industri alutsista Indonesia bidik pasar internasional

Dalam sidang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di Gedung Cendrasa, Koarmatim, Rabu siang (12/3), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memaparkan visi dan misi industri pertahanan yang dimiliki Indonesia.

Rapat KKIP yang kali pertama dan digelar usai demo Alutsista milik TNI AL di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KKIP, yaitu Presiden SBY.

Skadron 100 Anti-Kapal Selam TNI AL Akan diaktifkan Kembali

Dalam gelaran dan demo alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL yang disaksikan Presiden SBY Rabu 12 Maret 2014, para personel TNI AL menggelar aksi peperangan anti kapal selam oleh Kapal Republik Indonesia (KRI), yang juga disebut-sebut menggunakan bantuan helikopter anti-kapal selam (AKS).

Helikopter AW 159
Helikopter AW 159

Saat simulasi peperangan itu, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menggunakan Helikopter Panther buatan Eurocopter. TNI AL sendiri sudah tak memiliki Helikopter AKS sejak era 90-an hingga kini.

"Kita sudah tidak punya (Helikopter AKS). Terakhir kita punya jenis Wasp, kalau nggak salah terakhir sekitar tahun 90-an," tulis PS KSBS Puspenerbal, Lettu Heri Wahyudi kepada Liputan6.com, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Kamis, 13 Maret 2014

Gelar Alutsista TNI AL di Mako Armatim (18 Foto)

Pasukan TNI AL unjuk kekuatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gelar kekuatan ini dilaksanakan di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung Surabaya, Jawa Timur, 12/03/2014.


Presiden SBY mengatakan penambahan kekuatan TNI Angkatan Laut bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan, bukan karena Indonesia ingin berperang. Namun demikian, Indonesia siap berperang jika diharuskan untuk mempertahankan kedaulatan negara.

“Kita tidak ingin perang. Namun jika harus bertempur dan mempertahankan kedaulatan, kita sudah siap. Kekuatan TNI AL kita bertambah lagi,” ujar Presiden.

Kapal Selam Mana Lagi yang Akan Memperkuat Indonesia?

Wilayah Indonesia mengangkangi salah satu wilayah titik kritis kapal selam yang paling penting di dunia. Sebagian besar perdagangan dunia harus melewati Selat Malaka dan perairan dangkal di pesisir sekitar kepulauan Indonesia. Hal ini menjadi alasan betapa pentingnya bagi Indonesia untuk menempatkan armada kapal selam di wilayah ini, tapi Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam dari Kelas Cakra (U209) selain armada permukaan lainnya seperti frigat, korvet dan kapal serang cepat.

Kapal Selam Mana Lagi yang Akan Memperkuat Indonesia?

Galangan kapal Daewoo Korea Selatan, yang cukup memiliki pengalaman dalam membangun kapal selam Tipe U209, telah dikontrak untuk mengupgrade kapal selam Kelas Cakra dan pekerjaan sudah selesai. Meskipun sudah diupgrade, tekanan lambung Kelas Cakra tetap saja memiliki batas terkait keamanannya mengingat kapal selam ini sudah cukup berumur.

Pembangunan dermaga Pangkalan TNI AL Balikpapan mendesak

Tokoh masyarakat Kalimantan Timur, Ichlas Hasan, menyatakan, pembangunan pelabuhan dermaga TNI AL di Balikpapan, Kalimantan Timur, bersifat mendesak segera diwujudkan.

TNI AL Pertimbangkan Untuk Tingkatkan Status Pangkalan Sangatta
Pangkalan TNI AL Sangatta | Foto: Dok. Puspen TNI

"Perlu gerak cepat dalam menjaga kedaulatan dan keamanan NKRI di perbatasan," kata dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta Kamis.

Balikpapan merupakan daerah perbatasan yang strategis terkait menjaga kedaulatan dan keamanan negara kesatuan Indonesia, sehingga diharus didukung berbagai hal, di antaranya dermaga khusus militer untuk mempercepat pergerakan kapal TNI AL.

TNI AL Terima Pesawat Patroli Maritim CN235-220 Kedua

 Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Purnomo Yusgiantoro menerima satu unit pesawat Patroli Maritim Jenis CN 235-220 dari PT Dirgantara Indonesia (DI), Rabu, 12 Maret 2014. Penyerahan pesawat dilakukan saat Gelar Kekuatan Alutsista TNI AL di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya.

Pesawat Patroli Maritim CN235-220
Pesawat Patroli Maritim CN235-220

Dalam laporannya, Menhan mengatakan, ini adalah pesawat kedua yang selesai dikerjakan PT DI, yang pertama telah diserahkan Juli 2013 lalu, sedangkan pesawat ketiga dijadwalkan selesai dan diserahkan pada Juni 2014 mendatang.

"Total nilai tiga pesawat ini mencapai 80 juta Dollar AS, penandatanganan telah dilakukan pada 2009 dan tahun ini selesai," kata Menhan.

Penyerahan simbolis berupa miniatur pesawat dilakukan oleh Dirut PT DI kepada Menhan, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut.

Kopaska Ajari Taktik Bertempur Kepada Navy Seal dan Pasukan Elite Malaysia

Pasukan Khas Laut (Paskal) dikenal sebagai pasukan paling elite Tentara Diraja Malaysia. Latihan Paskal disebut sebagai yang terberat di negara jiran itu.


Di antara rekan-rekannya di Malaysia, Paskal punya nama harum. Merekalah andalan Malaysia untuk misi-misi kontrateroris. Maklum kawasan Selat Malaka yang dikenal rawan mewajibkan Malaysia punya pasukan spesialisasi laut. Tercatat beberapa kali Paskal berhasil membebaskan kapal yang dibajak lanun.

Pasukan Baret Ungu ini juga punya andil dalam membebaskan kapal Malaysia dari perompak Somalia.

Namun ketangguhan Paskal rupanya tak bisa dilepaskan dari Komando Pasukan Katak TNI AL. Pada para manusia kodok dari Indonesialah Paskal pertama kali menimba ilmu. Hingga kini pun kadang masih ada latihan bersama antar dua satuan elite ini.

Angkatan Laut Batal Beli Kapal Selam Bekas dari Rusia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut batal beli tiga unit kapal selam jenis Kilo Class dari Rusia. Keputusan ini dilakukan setelah perwakilan TNI AL melihat langsung kondisi dua kapal selam bekas milik Rusia beberapa waktu lalu.

Angkatan Laut Batal Beli Kapal Selam Bekas dari Rusia

"Kita sudah melihat ke Rusia. Ada dua kapal selam jenis Kilo Class yang sudah dua tahun tidak digunakan Angkatan Laut Rusia," kata Laksamana TNI Marsetio, Kepala Staf Angkatan Laut, seusai menghadiri gelar kekuatan Alat Utama Sistim Persenjataan di Dermaga Ujung Markas Armada TNI AL Wilayah Timur (Armatim), Rabu (12/3/2014).

Menurut Marsetio, dari luar, dua kapal selam milik Rusia itu memang tampak bagus. Namun di dalam ternyata banyak peralatan yang sudah rusak. Apalagi, dua kapal itu sudah dua tahun dikandangkan.

Ketika berada di Rusia, kata Kasal, tim dari TNI AL juga melihat kapal selam Kilo Class yang baru. Namun mahalnya harga yang ditawarkan menjadikan rencana pembelian kapal selam jenis ini urung dilakukan.

Kapal selam jenis Kilo Class sendiri merupakan kapal selam canggih dengan kemampuan menembakkan rudal yang cukup jauh. Kapal ini diperlukan untuk memperkuat kemampuan Alutsista TNI AL.

Menurut Marsetio, untuk membangun kekuatan minimum, TNI AL membutuhkan minimal 12 kapal selam. Saat ini TNI AL juga sudah memesan tiga kapal selam dari Korea. Dari tiga kapal ini, satu diantaranya akan dibangun di Indonesia oleh PT PAL. "Ini adalah bagian dari transfer teknologi," ujarnya.

Dengan transfer teknologi, Marsetio berharap Indonesia mampu memproduksi Kapal Selam secara mandiri sehingga mampu lebih cepat mewujudkan minimal 12 kapal selam.

Di tempat yang sama, Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan mengatakan untuk mewujudkan keinginan memiliki 12 Kapal Selam, dirinya mendorong perusahaan dalam negeri segera mampu memproduksi kapal selam sendiri.

"Transfer teknologi dari Korea kita butuhkan sehingga ke depan kita mampu membangun sendiri Kapal Selam secara mandiri, efisien dan lebih murah," ujarnya.
. (SuaraSurabaya)

Radar Terbang untuk Perkuat Perang Udara TNI AU

Perang udara akan semakin kompleks melibatkan seluruh kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning dan first look, first kill menjadi dua hal yang amat penting untuk bisa menguasai medan pertempuran dan sekaligus memenangkannya.

Radar Terbang untuk Perkuat Perang Udara TNI AU
 TNI AU membutuhkan pesawat dengan kemampuan AEW&C (photo : Saab)

Perkembangan teknologi yang amat pesat telah membawa suatu perubahan yang besar menyebabkan taktik dalam peperangan modern terus bergeser secara fundamental pada penguasaan informasi terlebih dahulu sebelum pelaksanaan ekseskusi. Merupakan suatu keniscayaan bahwa salah dalam mengambil keputusan/tindakan akan menyebabkan kegagalan yang fatal.

Rabu, 12 Maret 2014

Presiden : penambahan alutsista untuk pertahankan kedaulatan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penambahan kekuatan TNI Angkatan Laut bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan, bukan karena Indonesia ingin berperang.

Presiden : penambahan alutsista untuk pertahankan kedaulatan

"Kita tidak ingin perang. Namun jika harus bertempur dan mempertahankan kedaulatan, kita sudah siap. Kekuatan TNI AL kita bertambah lagi," kata Presiden Yudhoyono di sela peninjauan gelar alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan demo kekuatan persenjataan TNI Angkatan Laut di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Pelanggaran kedaulatan dapat terjadi dalam beragam bentuk, terutama di wilayah Indonesia yang sebagian besar terdiri dari perairan.

Indonesia miliki komitmen bangun sistem pertahanan laut

Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, mengatakan Indonesia memiliki komitmen bangun sistem pertahanan laut bervisi kemaritiman yang mumpuni.

 Indonesia miliki komitmen bangun sistem pertahanan laut

"Gelar alat utama sistem senjata (Alutsista) di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya menandakan kita memiliki komitmen untuk membangun sistem pertahananan laut," kata Susanintyas, melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu.

Nuning sapaan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati yang ikut menghadiri gelar Alutsista TNI AL dan penyerahan pesawat CN 235-220 MPA dengan nomor lambung P 861 di Surabaya itu, mengatakan, Indonesia boleh bangga dengan hasil karya anak bangsa berupa Pesawat CN 235 yang telah dilengkapi dengan alat surveylance kemaritiman canggih.

Intelijen Petakan Sejumlah Kerawanan Pemilu

Kepala Badan Intelijen Negara Letnan Jenderal (Purn) Marciano Norman yang ditemui di Markas BIN, Jakarta, Selasa (11/3), mengatakan telah memetakan dan mengantisipasi sejumlah kerawanan yang bisa mengganggu Pemilu 2014.

Kepala Badan Intelijen Letjen Negara Marciano Norman

”Kita melakukan mapping potensi ancaman dan antisipasinya. Ancaman golongan putih, jaringan kelompok radikal dan separatis, eskalasi suhu politik, kecurangan TI, dan netralitas aparat serta lembaga intelijen diperhatikan saksama. Ada skenario kelompok yang tidak menerima kekalahan dalam pemilu berbuat kekacauan. Adapun aparat intelijen yang melakukan pelanggaran berat dalam pemilu akan ditindak tegas,” tutur Marciano.

TNI-AU ubah pola pencarian pesawat Malaysia Airlines

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengubah pola pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang pada Sabtu (8/3) ketika terbang menuju China.

Pesawat Boeing 737, TNI AU

Komandan Squadron Udara 5 Letkol Pnb Bambang Sudewo di Bandara Polonia Medan, Rabu, mengatakan, pihaknya akan menggunakan pola "jaring" dalam pencarian itu dengan melawan arah garis perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Sedangkan pola sebelumnya adalah pola "spiral" dengan melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) searah dengan garis batas antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

UNIFIL Resmikan Generator Listrik Binaan Prajurit Perdamaian TNI

Generator Listrik dengan daya 300 KVA di Desa Frun, Lebanon Selatan yang merupakan salah satu desa binaan satuan tugas (Satgas) Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) diresmikan penggunaannya.

Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi

Peresmian generator listrik untuk warga Frun yang dilaksanakan kemarin, ditandai dengan pembukaan selubung oleh Chief G-9 Sektor Timur UNIFIL Letkol Castro didampingi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi dan Mayor (Kepala Desa) Frun Mr. Ahmad Yasen.

Chief G-9 UNIFIL Letkol Castro dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa, dengan diresmikannya generator listrik ini diharapkan akan membantu masyarakat desa Frun dalam mendapatkan kebutuhan listrik.

Presiden SBY Saksikan Demo Alutsista Angkatan Laut di Mako Armatim Surabaya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono pagi ini, Rabu (12/3) akan menyaksikan demo alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Demo dalam rangkaian acara Gelar Kekuatan Alutsista TNI AL ini dilakukan di Dermaga Madura, Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Mako Armatim), Surabaya.

Presiden SBY Saksikan Demo Alutsista Angkatan Laut di Mako Armatim Surabaya

Sebelum menyaksikan demo, pukul 08.00 WIB Kepala Negara didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro akan menyaksikan penyerahan secara simbolis miniatur Pesawat CN 235-220 N-61 MPA (Maritime Patrol Aircraft) dan penandatanganan naskah serah terima dari Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia kepada Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Ketua Komisi I DPR RI dan Kepala Staf Angkatan Laut. Ini merupakan pelaksanaan kontrak yang ditandatangani 11 Desember 2009 lalu dengan nilai kontrak lebih kurang US$80 juta. Seremonial akan diikuti pula dengan Flying Pass Pesawat CN 235-220 N-61 MPA.

Teror Meningkat, Polisi Razia Senjata di Perbatasan Aceh-Sumut

Kepolisian Aceh meningkatkan razia senjata api di wilayah perbatasan untuk menekan aksi kekerasan. Menjelang pelaksanaan pemilu 9 April 2014, aksi teror dengan senjata api terus terjadi. Belakangan aksi makin mengerikan karena sudah menggunakan granat.

Kantor Partai Aceh dilempar granat
Kegiatan razia diintensifkan di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Rabu pagi, 12 Maret 2014, razia digelar di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Dari pantuan, setiap kendaraan baik roda empat dan roda dua diperiksa polisi.

Menurut Kapolsek Penanggalan, Ajun Komisaris (Pol) Budiman, razia digelar berdasarkan instruksi Kapolda Aceh. Kegiatan dilaksanakan dengan mengerahkan puluhan personel dan tambahan dari satuan Brimob.

Kopassus dan Marinir Bantu Polisi Buru Pembakar Hutan

Kebakaran hutan di Sumatera semakin parah, Selasa 11 Maret 2014. Titik api terus bertambah beberapa hari terakhir. Upaya penegakan hukum untuk mengejar pelaku pembakaran dan perambah hutan belum efektif.

Kepulan asap dari kebakaran di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bengkalis, Riau, 28 Februari 2014
Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kepolisian menggandeng Kopassus dan Marinir. “Kami sedang koordinasi dengan Kopassus dan Marinir. Mereka akan ditempatkan di daerah rawan untuk melakukan pengejaran dan pemadaman titik api secara langsung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta.

Menurut Sutopo, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan berjalan lambat. “Baru 28 kasus yang ditangani. Saya sudah koordinasi dengan Kapolda, katanya paling cepat penanganan pembakaran hutan enam bulan,” ujar dia.

Wamenhan: 10 Tahun Lagi Industri Pertahanan Kita Mandiri

Pemerintah menilai bahwa kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bisa diproduksi sendiri. Bahkan, dalam kurun waktu 10 tahun lagi, Indonesia diperkirakan bisa mandiri dalam industri pertahanan.

Wamenhan: 10 Tahun Lagi Industri Pertahanan Kita Mandiri

"Semua senjata seperti mobilitas panser, truk, semuanya diproduksi dalam negeri," kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin di sela-sela acara penyerahan bantuan 6.000 paket makanan untuk korban erupsi Gunung Kelud di Makodam V/Brawijaya, Selasa (11/4/2014).

Baru Diresmikan KN Purworejo Emban Misi Pencarian Pesawat Malaysia Airlines

Setelah mengirimkan 5 (lima) Kapal (KRI) jenis korvet dan 1 (satu) pesawat intai maritime, Indonesia kembali mengirimkan sebuah kapal baru untuk membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, Sabtu (7/3) lalu.

KN Purworejo - Baru Diresmikan KN Purworejo Emban Misi Pencarian Pesawat Malaysia Airlines
KN Purworejo

Kali ini Indonesia mengirimkan KN Purworejo, kapal yang baru saja diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada HUT Basarnas di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (8/3) lalu.

Sekretaris Utama Basarnas Max Ruland mengatakan, kapal tersebut sedianya diberangkatkan Senin (10/3) malam. "Kapal akan menuju ke Kuala Lumpur dulu, sembari menunggu komanoi SAR Mission Internasional," kata Max di sela acara ASEAN Transport SAR Forum kedua di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Selasa (11/3).

Selasa, 11 Maret 2014

Mantan komandan TNI AL duga Malaysia Airlines dibajak teroris

 Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 keberangkatan Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China, belum juga ditemukan. Berbagai dugaan penyebab kecelakaan bermunculan, salah satunya adalah sabotase oleh aksi teroris.

Mantan komandan TNI AL duga Malaysia Airlines dibajak teroris

Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Tedjo Edhy Purdijatno, hilangnya pesawat Malaysia Airlines terbilang aneh lantaran tidak ada komunikasi terakhir. Sehingga posisi pesawat terakhir tidak dapat diketahui.

"Dalam dunia penerbangan penyebab kecelakaan pesawat bisa saja karena faktor kesalahan manusia, gangguan teknis mesin pesawat dan aksi teroris," ujar Tedjo melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Selasa, (11/3).

TNI AU Kerahkan Boeing 737-200 Cari Malaysia Airlines yang Hilang

TNI Angkatan Udara mengerahkan satu unit pesawat boeing 737-200 untuk mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH 370, yang hilang sejak Sabtu lalu saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China. Pesawat milik TNI AU ini spesialis pemantau.

TNI AU Kerahkan Boeing 737-200 Cari Malaysia Airlines yang Hilang

Pencarian sendiri akan difokuskan di sisi utara Pulau Sumatera, hingga ke perbatasan wilayah laut Malaysia, Thailand dan Indonesia di Selat Malaka.

Pesawat dengan nomor penerbangan AI-7303 lepas landas dari Landasan Udara (Lanud) Suwondo Medan, Sumatera Utara pada Selasa, 11 Maret 2014.

TNI AD Jaga Objek Vital Nasional

Pengamanan obyek vital nasional di daerah merupakan salah satu prioritas pengamanan TNI, kata Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Arm Benny Effendi, Senin.

Tiga heli tempur Apache TNI AD terbang di udara saat peringatan Hari Juang Kartika di Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Surabaya, Ahad (15/12). (Republika/Agung Sasongko)

"Pengamanan obyek vital nasional ini sangat penting untuk dilakukan guna menjaga kelangsungan stabilitas negara, mendukung pertumbuhan ekonomi demi kelangsungan pembangunan nasional," kata Benny Effendi.

Ia menyebutkan gangguan keamanan di salah satu lokasi objek vital akan berdampak signifikan terhadap proses pembangunan yang sedang dilaksanakan.

Lebih lanjut Danrem mengajak kepada semua berbagai pemangku kepentingan baik unsur TNI, Polri dan pengelola Objek Vital Nasional (Obvitnas) untuk berkontribusi, berperan serta dan bersinergi dalam rangka cegah tangkal dan antisipasi terhadap gangguan keamanan objek vita nasional itu.

BIN Siap Bantu Telusuri Dugaan Aksi Teroris di Malaysia Airlines

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan, Indonesia memiliki kerja sama yang baik dengan bagian penelitian intelijen Malaysia. Bila diminta membantu, katanya, BIN siap menurunkan kekuatan untuk melacak dugaan keterlibatan teroris dalam kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3/2014) lalu.

Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman

"Kami berkoordinasi dengan research division Malaysia karena kami selama ini bekerja sama baik. Apabila ada informasi dukungan dari intelijen sana, BIN akan siap membantu. Sampai sekarang, mereka belum minta itu. Tapi kami tetap berhubungan," ujar Marciano di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Kopaska ajari Navy Seals bikin jebakan dari akar pohon

Kopaska adalah pasukan elite spesialis misi bawah air. Pasukan khusus dengan kemampuan berderet.

Mulai dari demolisi bawah air, sabotase, pembebasan sandera, pengawalan VIP, gerilya dan antigerilya, terjun bebas, penyapu ranjau hingga intelijen.


Kopaska ajari Navy Seals bikin jebakan dari akar pohon

Tepat jika disebut Kopaska adalah Navy Sealnya Indonesia.

Karena kecocokan itu, Navy Seal dan Kopaska rutin menggelar latihan bersama. Sudah 32 tahun dan 64 kali dua pasukan elite ini berlatih bersama dalam latihan berjudul Flash Iron.

Kisah ini ditulis dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska.

Senin, 10 Maret 2014

Pesawat Milik TNI Bantu Cari Pesawat Malaysia Airlines

TNI Angkatan Udara ikut membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di perairan Vietnam sejak Sabtu 8 Maret 2014.
Pesawat 777-200 itu hilang kontak dalam penerbangan Kuala Lumpur - Beijing.


Pesawat Milik TNI Bantu Cari Pesawat Malaysia Airlines

Untuk ikut andil dalam pencarian, TNI AU mengerahkan pesawat Casa C-212. Pesawat TNI AU terbang dari Landasan Udara Soewondi di Medan Sumatera Utara, Senin, 10 Maret 2014.

Mayor Penerbang Bambang mengatakan, pencarian dilakukan di sekitar perairan Selat Malaka.

Pesawat dengan nomor U-621 terbang selama 100 menit di ketinggian 1.000 hingga 1.500 kaki, dan melakukan pencarian dengan bantuan radar dan kamera yang terdapat di bagian depan pesawat.

Presiden Akan Tambah Personel Polri 50 Ribu Anggota

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kedepan akan ada penambahan jumlah personel Kepolisian sebanyak 50 ribu.

SBY Akan Tambah Personel Polri 50 Ribu Anggota

Dengan penambahan personel secara signifikan tersebut, maka, pesan SBY, rasio antara satu personel Bhayangkara terhadap jumlah masyarakat yang harus dilindungi dan diayomi menjadi lebih proporsional.

"Kalau tidak seimbang, terlalu sedikit jumlah personel Polri sementara jumlah masyarakat yang harus dilindungi dan ayomi dan dilayani sangat besar, tugas itu tentu tidak bisa dilaksanakan secara efektif," ungkap Presiden SBY dalam pengantar Rapat Terbatas mengenai "Modernisasi pembangunan Kekuatan dan Peningkatan Kemampuan Jajaran Polri", di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Lanud Halim Gelar Latihan 'Rajawali Perkasa' 2014

Latihan tingkat Lanud Halim Perdanakusuma yang dinamakan Rajawali Perkasa tahun 2014, digelar mulai hari ini, Senin (10/3/2014) hingga 13 Maret 2014 mendatang.

Lanud Halim Gelar Latihan 'Rajawali Perkasa' 2014
Anggota Lanud Halim Perdanakusuma

Menandai awal latihan dilaksanakan upacara pembukaan di dalam Hanggar Skadron Udara 17 dengan inspektur upacara Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung.

Peserta upacara meliputi Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS dengan dihadiri pejabat Lanud Halim Perdanakusuma serta Penilai dari KoopsauI dan Sekkau.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung, menyampaikan untuk memelihara profesionalisme pelaksanaan tugas-tugas dukungan operasi udara.

Kantongi 150 Pesanan N219, PTDI Mampu Produksi 15 Unit/Tahun

Bagi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) proyek pengembangan pesawat N219 sangat menggairahkan. Mereka sudah mengantongi pemesanan sebanyak 150 unit pesawat namun saat ini kapasitasnya masih 15 unit/tahun.
Kantongi 150 Pesanan N219, PTDI Mampu Produksi 15 Unit/Tahun
"Harapannya ya bisa bagus," kata Asisten Direktur PTDI Irzal Rinaldi Zailani pada wartawan saat ditemui di PT DI, Jalan Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/3/2014).

Irzal mengatakan PTDI punya kapasitas produksi 10-15 unit pertahun. Namun kapasitas tersebut bisa ditambah jika ada peningkatan peralatan produksi.

Pangdam ajak masyarakat ciptakan Papua kondusif

Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Christian Zebua mengajak masyarakat untuk menciptakan Papua yang aman dan kondusif.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua memeriksa perlengkapan prajurit TNI

"Diharapkan partisipasi dan kekompakan serta pemikiran untuk bersatu, juga berkomitmen secara bersama-sama guna membangun Papua dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," katanya melalui siaran pers yang dikirim kepada Antara di Jayapura, Senin.

Menurut dia, elemen masyarakat Papua yang diwakili oleh tokoh masyarakat, adat, dan agama diajak pula untuk menciptakan kondisi aman menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2014.

Stemme S15: Pesawat Riset Lapan Terbaru

Selasa  4 Februari 2014 menjadi hari penting yang lain bagi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Setelah berhasil menguasai iptek di bidang satelit mikro dan peroketan, lembaga litbang di bawah Kementerian Ristek ini mulai menapak ke iptek penerbangan tingkat advanced. Hal itu ditandai dengan uji terbang perdana glider performa tinggi Stemme S15 sebagai langkah awal menuju perancangan sistem air-surveilance yang baru bagi Indonesia.

Stemme S15: Pesawat Riset Lapan Terbaru
Pesawat terbang Hi-Altitude Long Endurance ini akan dimanfaatkan untuk memantau wilayah perairan dan pemetaan wilayah. Selanjutnya akan dipasangi kendali jarak jauh pada kontrol penerbangannya agar bisa diterbangkan tanpa awak.

Hari itu, glider ramping bermesin tunggal dengan rentang sayap 18 meter tersebut diterbangkan oleh Capt. Irwan dari Balai Kalibrasi Kementerian Perhubungan mengitari Curug, Banten, disaksikan pimpinan Lapan. Dengan wahana dua awak yang bisa terbang hingga 20  jam ini, Lapan berharap dapat menyusun sistem pemantau khusus untuk misi pertahanan dan pemetaan yang mobile, efektif dan efisien bagi wilayah  luas.

Minggu, 09 Maret 2014

TNI AL Miliki Kapal Selam kelas Kilo buatan Jerman..??

Ya…judul di atas agak janggal, kita ambil dari press realese Dispenarmatim dalam berita berkaitan Komando Armada RI Kawasan Timur yang akan menggelar kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL dalam waktu dekat di dermaga Koarmatim Ujung Surabaya. Berikut petikan beritanya:

”Kemudian kapal perang jenis korvet,frigate,destroyer vanspeilk kapal patroli cepat (Fast Patrol Boat) buatan PT PAL Indonesia, Kapal Cepat Rudal dan Kapal Cepat Torpedo (KCT),kapal Penyapu Ranjau,dan Buru Ranjau (BR),kapal bantu,Kapal Selam Kelas Kilo buatan Jerman dan berbagai macam kapal perang lainnya  “


Kapal Selam U-212A
Kapal Selam U-212A
 
Semua formiler tahu Kapal selam jenis Kilo adalah buatan Rusia dan menimbulkan pertanyaan kapal selam yang mana yang dimaksud oleh Dispenarmatim, yang jelas-jelas tahu akan seluk beluk alutsista yang dipakai, karena mereka adalah usernya.

Bantu Cari Pesawat Malaysia, TNI AL Turunkan Lima KRI

Indonesia turut dalam jajaran pencari pesawat maskapai Malaysia Airlines yang hilang. Keterlibatan Indonesia ini sesuai dengan permintaan pihak Malaysia pada Sabtu malam kemarin.

KRI MANDAU 621 & KRI LAYANG 805

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksama Pertama Untung Suropati, yang mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan lima kapal milik TNI. "Iya, kami mengirimkan lima KRI yang terdiri dari KRI corvette dan patroli cepat, serta satu pesawat udara intai maritim," kata Untung kepada VIVAnews, Minggu 9 Maret 2014.

Dia menambahkan kelima KRI dan satu pesawat intai itu sudah berangkat hari Minggu pagi ini dan diperkirakan telah tiba di lokasi titik terakhir pesawat melakukan kontak terakhir.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters