TNI memiliki satuan elite yakin satuan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus yang diakui dunia. Bagi seorang prajurit yang ingin bergabung dengan Kopassus harus menyiapkan fisik dan mental kuat. Karena untuk masuk dalam satuan ini harus melalui pendidikan dan pelatihan yang super ketat dan sulit.
Dalam buku "Kopassus Untuk Indonesia" karya Iwan Santosa dan E.A Natanegara, diceritakan betapa beratnya masuk menjadi anggota Kopassus. Selama pendidikan Komando, siswa akan diberikan tahap-tahap pendidikan. Tahap-tahap itu seperti Tahap Basis (teori tentang kemampuan Prajurit Komando yang berisi ilmu medan, menembak, pengetahuan senjata ringan dan pengetahuan Demosili).
Kemudian tahap Gunung Hutan, tahap ini dimaksudkan agar prajurit memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi hambatan di gunung dan hutan. Latihan yang diberikan antara lain penjejakan atau anti penjejakan, survival, dan ilmu medan.
Dan terakhir tahap Rawa laut. Tahap ini dimaksudkan agar prajurit mampu beradaptasi dengan medan rawa laut. Latihannya seperti pengenalan rawa laut, patroli, dan pendaratan laut. Ada juga pembinaan jasmani militer. Latihannya cukup menyeramkan. Seperti ketangkasan jasmani (lempar pisau, renang militer). Lalu latihan bela diri ala militer, dan kesegaran jasmani.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Latihan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Militer. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 April 2019
Rabu, 27 Maret 2019
Mengintip Latihan Keras Pasukan Elit TNI
Pasukan khusus atau elite yang dimiliki TNI begitu disegani dunia. Banyak prestasi yang ditorehkan para prajurit Tanah Air. Pasukan elite di dunia sejatinya sudah dikenal sejak awal abad ke 20 dan berkembang pesat selama perang dunia dunia kedua. Pasukan elite biasanya merupakan kelompok kecil yang sangat terlatih dan dipersenjatai dengan senjata khusus.
Sebagai prajurit militer, TNI harus melewati latihan yang keras dan mengerikan. Mereka dididik menjadi prajurit-prajurit kuat, baik fisik maupun mental.
Tak heran jika sebagian orang geleng-geleng kepala ketika mendengar kisah latihan para TNI. Namun bagi para TNI, latihan-latihan itu tantangan yang harus ditaklukan. Berikut kisah-kisah latihan keras para prajurit TNI:
1. Kaki Tangan Terikat dan Renang 3 Km
Batalyon Intai Amfibi, atau disingkat Yon Taifib, merupakan salah satu pasukan elite di Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI AL) yang dilatih keras. Dalam perang, mereka ini yang akan diterjunkan di garis depan untuk melakukan sabotase atau pembuka jalan bagi pasukan reguler.
Sebelum pembaretan, setiap anggota baru akan dilatih sebagai tawanan, dan dibuang ke tengah laut dengan kaki dan tangan terikat. Kemudian, dalam pertahanan darat mereka akan dilepaskan di tengah hutan dan pegunungan agar berlatih bertahan hidup. Tak ada perbekalan yang diberikan, kecuali perlengkapan tempur, seragam dan tubuhnya saja. Latihan ini berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut. Jika tak lulus, mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
"Saat kita kehabisan logistik, inilah berkah dari ilmu survival. Di mana dalam keadaan lapar kami tetap bisa bertahan hidup, kami juga belajar untuk mengetahui tanaman mana yang bisa dimakan maupun tidak," ujar anggota Yon Taifib-2, Letnan Satu (Mar) Suyono Lumbantoruan.
2. Latihan Komando Kopassus dan Kamp Tawanan Seperti Neraka
Untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando Kopassus harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia. Latihan tersebut di antaranya, tahapan pertama yang harus dilalui adalah Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan Khusus, Batujajar, Bandung. Di sini para calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.
Selesai latihan basis, dilanjutkan dengan Tahap Hutan Gunung yang diadakan di Citatah, Bandung. Di sini para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan.
Dalam Pelatihan Survival para calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Para Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.
3. Ditembaki Peluru Tajam
Latihan yang dilakukan calon prajurit TNI rupanya bikin kagum media asal Inggris. Apalagi, latihan tersebut menggunakan peluru tajam yang setiap saat dapat merenggut nyawa prajurit.
Mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari Peluruh Tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'. Latihan yang dimaksud adalah doper.
Video itu memperlihatkan enam prajurit dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, di mana mereka dilatih dua orang dengan peluru asli. Dua pelatih tersebut menggunakan senapan semi otomatis AK-47 buatan Soviet. (Merdeka)
Sebagai prajurit militer, TNI harus melewati latihan yang keras dan mengerikan. Mereka dididik menjadi prajurit-prajurit kuat, baik fisik maupun mental.
Tak heran jika sebagian orang geleng-geleng kepala ketika mendengar kisah latihan para TNI. Namun bagi para TNI, latihan-latihan itu tantangan yang harus ditaklukan. Berikut kisah-kisah latihan keras para prajurit TNI:
1. Kaki Tangan Terikat dan Renang 3 Km
Batalyon Intai Amfibi, atau disingkat Yon Taifib, merupakan salah satu pasukan elite di Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI AL) yang dilatih keras. Dalam perang, mereka ini yang akan diterjunkan di garis depan untuk melakukan sabotase atau pembuka jalan bagi pasukan reguler.
Sebelum pembaretan, setiap anggota baru akan dilatih sebagai tawanan, dan dibuang ke tengah laut dengan kaki dan tangan terikat. Kemudian, dalam pertahanan darat mereka akan dilepaskan di tengah hutan dan pegunungan agar berlatih bertahan hidup. Tak ada perbekalan yang diberikan, kecuali perlengkapan tempur, seragam dan tubuhnya saja. Latihan ini berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut. Jika tak lulus, mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
"Saat kita kehabisan logistik, inilah berkah dari ilmu survival. Di mana dalam keadaan lapar kami tetap bisa bertahan hidup, kami juga belajar untuk mengetahui tanaman mana yang bisa dimakan maupun tidak," ujar anggota Yon Taifib-2, Letnan Satu (Mar) Suyono Lumbantoruan.
2. Latihan Komando Kopassus dan Kamp Tawanan Seperti Neraka
Untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando Kopassus harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia. Latihan tersebut di antaranya, tahapan pertama yang harus dilalui adalah Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan Khusus, Batujajar, Bandung. Di sini para calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.
Selesai latihan basis, dilanjutkan dengan Tahap Hutan Gunung yang diadakan di Citatah, Bandung. Di sini para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan.
Dalam Pelatihan Survival para calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Para Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.
3. Ditembaki Peluru Tajam
Latihan yang dilakukan calon prajurit TNI rupanya bikin kagum media asal Inggris. Apalagi, latihan tersebut menggunakan peluru tajam yang setiap saat dapat merenggut nyawa prajurit.
Mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari Peluruh Tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'. Latihan yang dimaksud adalah doper.
Video itu memperlihatkan enam prajurit dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, di mana mereka dilatih dua orang dengan peluru asli. Dua pelatih tersebut menggunakan senapan semi otomatis AK-47 buatan Soviet. (Merdeka)
Label:
Kopaska,
KOPASSUS,
Korpaskhas,
Latihan Militer,
Propesionalisme TNI
Senin, 18 Maret 2019
Dua Sukhoi SU-30 Kejar Pesawat Batik Air Yag Dibajak Teroris
Pesawat Batik Air JT 320-200CEO rute Jakarta-Makassar dibajak teroris. Pembajakan terjadi 60 menit setelah pesawat yang membawa tujuh kru dan 115 tamu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.40 WIB.
Pesawat mendarat di Bandara Hasanuddin dengan normal setelah dilakukan intercept oleh Sukhoi. Seluruh crew dan tamu penerbangan Batik Air ID-6262 berada dalam kondisi aman. Sementara teroris berhasil dilumpuhkan.
Aksi tersebut adalah serangkaian simulasi penanggulangan tanggap darurat satu hari yang dilakukan Batik Air bersama TNI Angkatan Udara Lanud Sultan Hasanuddin.
Pesawat mendarat di Bandara Hasanuddin dengan normal setelah dilakukan intercept oleh Sukhoi. Seluruh crew dan tamu penerbangan Batik Air ID-6262 berada dalam kondisi aman. Sementara teroris berhasil dilumpuhkan.
Aksi tersebut adalah serangkaian simulasi penanggulangan tanggap darurat satu hari yang dilakukan Batik Air bersama TNI Angkatan Udara Lanud Sultan Hasanuddin.
Label:
Isu Terorisme,
Latihan Militer,
Pesawat Tempur,
TNI AU
Kamis, 06 Oktober 2016
Puluhan Pesawat Tempur TNI Akan Bombardir Pulau Natuna
Sebanyak 73 pesawat dikerahkan dalam latihan tempur di Kepulauan Natuna. Latihan tempur terbesar Ankasa Yudha 2016 itu mengerahkan berbagai jenis pesawat, mulai dari pesawat tempur, intai, angkut, dan helikopter dari berbagai jenis.
Beberapa di antaranya, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, SU 27/30 Sukhoi, pesawat tanpa awak (drone), Hawk-100/200, Golden Eagle T-50i. EMB-314 Super Tucano, helikopter SA-330 Puma, NAS-332, pesawat terbang tanpa awak (PTTA), C-295, C-130 Hercules, C-212, maupun pesawat Boeing VIP/VVIP juga dilibatkan dalam latihan tempur tersebut.
"Iya (latihan) yang terbesar dari yang sebelum-sebelumnya," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya, Kamis (6/10/2016).
Beberapa di antaranya, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, SU 27/30 Sukhoi, pesawat tanpa awak (drone), Hawk-100/200, Golden Eagle T-50i. EMB-314 Super Tucano, helikopter SA-330 Puma, NAS-332, pesawat terbang tanpa awak (PTTA), C-295, C-130 Hercules, C-212, maupun pesawat Boeing VIP/VVIP juga dilibatkan dalam latihan tempur tersebut.
"Iya (latihan) yang terbesar dari yang sebelum-sebelumnya," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya, Kamis (6/10/2016).
Selasa, 16 Agustus 2016
Kapal Selam KRI Nanggala-402 Alamai Kecelakaan, Awak Kapal Selamat
Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat melaksanakan operasi di utara Pulau Sapudi mengalami kerusakan pada sistem Udara Tekanan Tinggi (UTT), sehingga kapal selam tidak dapat timbul ke permukaan. Sebagai upaya terakhir kapal selam melaksanakan peran peninggalan. Surabaya. 12/8/2016.
Dengan kondisi ini, seluruh crew kapal selam melaksanakan free escape ke permukaan dengan menggunakan MK-10 melalui conning tower kapal selam. Kemudian saat-saat genting tersebut, akhirnya para escapees muncul ke permukaan dan melaksanakan recovery oleh tim Dislambair Koarmatim serta tim Paramedis.
Selanjutnya para korban dibawa ke Element Gear Ship (EGS) yang didalamnya terdapat tim kesehatan Hyperbaric untuk melaksanakan Medical Theratment di Chamber. Para personil yang mengalami trauma hipotermia kemudian di evakuasi ke Lakesla dengan Evakuasi Medis Udara (EMU) dengan menggunakan Helly.
Dengan kondisi ini, seluruh crew kapal selam melaksanakan free escape ke permukaan dengan menggunakan MK-10 melalui conning tower kapal selam. Kemudian saat-saat genting tersebut, akhirnya para escapees muncul ke permukaan dan melaksanakan recovery oleh tim Dislambair Koarmatim serta tim Paramedis.
Selanjutnya para korban dibawa ke Element Gear Ship (EGS) yang didalamnya terdapat tim kesehatan Hyperbaric untuk melaksanakan Medical Theratment di Chamber. Para personil yang mengalami trauma hipotermia kemudian di evakuasi ke Lakesla dengan Evakuasi Medis Udara (EMU) dengan menggunakan Helly.
Minggu, 03 Juli 2016
Ikuti RIMPAC KRI Diponegoro 365 Merapat Ke Pearl Harbor Hawai
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) korvet kelas SIGMA milik TNI Angkatan Laut yaitu KRI Diponegoro (DPN)-365 tiba di Joint Base Pearl Harbor-Hickam.
KRI itu bergabung dalam Latihan Bersama (Latma) Multilateral The Rim of the Pacifik (RIMPAC) 2016 di Hawaii, Amerika Serikat, kata Komandan KRI DPN-365 Letkol Laut (P) Tunggul dalam surat elektronik di Surabaya, Sabtu.
"Pearl Harbor merupakan tempat berlabuh kapal-kapal 27 negara peserta yang mengikuti Latma Multilateral RIMPAC 2016. KRI Diponegoro-365 telah menempuh perjalanan selama tujuh hari menuju Pearl Harbor yang sebelumnya sandar di Kwajalein Kepulauan Marshall," katanya pula.
Adapun lokasi sandarnya KRI Diponegoro-365 yaitu bersebelahan dengan kapal perang dari Jepang yang bernama JS Hyuga.
KRI itu bergabung dalam Latihan Bersama (Latma) Multilateral The Rim of the Pacifik (RIMPAC) 2016 di Hawaii, Amerika Serikat, kata Komandan KRI DPN-365 Letkol Laut (P) Tunggul dalam surat elektronik di Surabaya, Sabtu.
"Pearl Harbor merupakan tempat berlabuh kapal-kapal 27 negara peserta yang mengikuti Latma Multilateral RIMPAC 2016. KRI Diponegoro-365 telah menempuh perjalanan selama tujuh hari menuju Pearl Harbor yang sebelumnya sandar di Kwajalein Kepulauan Marshall," katanya pula.
Adapun lokasi sandarnya KRI Diponegoro-365 yaitu bersebelahan dengan kapal perang dari Jepang yang bernama JS Hyuga.
Label:
Internasional,
Kapal Perang,
Latihan Militer,
TNI AL
Sabtu, 18 Juni 2016
Tank Leopard RI Ujicoba Embarkasi Dari KRI Teluk Bintuni Buatan Indonesia
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni 520 yang berada di jajaran Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya melakukan uji coba proses embarkasi dan debarkasi material tempur Tank Leopard milik TNI AD, Kamis (16/6), di Dermaga E-S, Koarmatim, Ujung Surabaya.
KRI Teluk Bintuni sebuah kapal perang jenis landing shift tank (LST) yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal ini adalah produksi dalam negeri yang dibangun di galangan PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung, Sumatera Selatan tahun 2015 yang lalu.
Bangunan dari kapal ini terbuat dari baja. Rancangannya diproyeksikan memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) untuk mendukung pengangkutan Tank Leopard milik TNI AD. Tank ini memiliki bobot tiap unit mencapai 62,5 ton.
Kapal LST ini memiliki kemampuan daya angkut hingga 10 Tank Leopard, 476 pasukan dan helikopter.
KRI Teluk Bintuni sebuah kapal perang jenis landing shift tank (LST) yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal ini adalah produksi dalam negeri yang dibangun di galangan PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung, Sumatera Selatan tahun 2015 yang lalu.
Bangunan dari kapal ini terbuat dari baja. Rancangannya diproyeksikan memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) untuk mendukung pengangkutan Tank Leopard milik TNI AD. Tank ini memiliki bobot tiap unit mencapai 62,5 ton.
Kapal LST ini memiliki kemampuan daya angkut hingga 10 Tank Leopard, 476 pasukan dan helikopter.
Label:
Kapal Perang,
Latihan Militer,
Produk Nasional,
Tank
Jumat, 10 Juni 2016
8 RM Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampire Marinir TNI AL Jalani Latihan
Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) mengelar latihan bagi operator alutsista terbaru milik Marinir, RM Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampire. Pembukaan pelatihan digelar di lapangan apel Yonroket-1 Mar Kesatrian Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya.
Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, yang diwakili Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Lukman mengatakan, kendaraan tempur RM Multi Launch Rocket System Kaliber 122 MM Vampire merupakan alutsista jenis terbaru yang dimiliki Korps Marinir.
Hadirnya delapan unit kendaraan tempur jenis terbaru ini merupakan realisasi dari upaya pembangunan kekuatan Korps Marinir guna memenuhi standard kekuatan pokok minimum.
Lebih lanjut, Buyung menuturkan, modernisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga akan lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi segala ancaman.
Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, yang diwakili Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Lukman mengatakan, kendaraan tempur RM Multi Launch Rocket System Kaliber 122 MM Vampire merupakan alutsista jenis terbaru yang dimiliki Korps Marinir.
Hadirnya delapan unit kendaraan tempur jenis terbaru ini merupakan realisasi dari upaya pembangunan kekuatan Korps Marinir guna memenuhi standard kekuatan pokok minimum.
Lebih lanjut, Buyung menuturkan, modernisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga akan lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi segala ancaman.
Label:
Latihan Militer,
Marinir RI,
Roket,
TNI AL
Selasa, 31 Mei 2016
Gubernur Babel Dukung Penuh Latihan Besar Angkasayuda TNI AU
Latihan puncak Komando Operasi (koops) TNI AU I yang diadakan di Provinsi Bangka Belitung disambut baik oleh Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi. Rustam yang mengenakan kemeja batik dan kacamata hitam ini tampak menikmati 'aksi drama' para prajurit tempur TNI AU.
"Saya sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan hari ini karena sangat luar biasa dan cukup bagus," kata Rustam kepada wartawan di AWR Buding, Bangka Belitung, Selasa (31/05/2016).
Dalam kesempatan tersebut Rustam juga memberi respons atas pujian dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna yang sempat menyebutkan bahwa aset TNI AU di Bangka Belitung dijaga dengan baik. Selain itu, Rustam juga menyambut dengan tangan terbuka apabila nantinya latihan Angkasayuda akan kembali digelar di Bangka Belitung.
![]() |
| Gubernur Rustam Effendi (kanan) di samping KSAU Marsekal Agus Supriyatna/Foto: Nathania Riris Michico |
"Saya sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan hari ini karena sangat luar biasa dan cukup bagus," kata Rustam kepada wartawan di AWR Buding, Bangka Belitung, Selasa (31/05/2016).
Dalam kesempatan tersebut Rustam juga memberi respons atas pujian dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna yang sempat menyebutkan bahwa aset TNI AU di Bangka Belitung dijaga dengan baik. Selain itu, Rustam juga menyambut dengan tangan terbuka apabila nantinya latihan Angkasayuda akan kembali digelar di Bangka Belitung.
Label:
Latihan Militer,
Perbatasan NKRI,
TNI AU
Rabu, 04 Mei 2016
20 siswa Pendidikan Komando Pasukan Katak Ikuti Latihan dan Praktek Cast and Recovery
Setelah melakukan latihan terjun Statik dan Freefall, selama satu bulan, 20 siswa Pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikkopaska) Angkatan 39, melanjutkan kegiatannya dengan melaksanakan Latihan dan Praktek Cast and Recovery yang dipimpin Komandan Sekolah Kopaska Mayor Laut (P) Yudo Ponco di perairan selat Madura Surabaya, (3/5/2016).
Ke 20 prajurit ini adalah Angkatan ke-39 yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Pasukan Katak, di Pusat Pendidikan Khusus, Komando Pendidikan Operasi Laut, Surabaya.
Ke 20 prajurit ini adalah Angkatan ke-39 yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Pasukan Katak, di Pusat Pendidikan Khusus, Komando Pendidikan Operasi Laut, Surabaya.
Label:
Kopaska,
Latihan Militer,
TNI AL
Jumat, 22 April 2016
Usai Ikuti Komodo 2016 KRI Frans Kaisiepo-368 Merapat di Aceh Ikuti Latihan Perkasa-C Komando
Kapal fregat kelas SIGMA TNI AL, KRI Frans Kaisiepo-368, merapat di Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara. Kapal perang dengan persenjataan modern multiperan itu membuka pintunya bagi wartawan setempat, Kamis.
KRI Frans Kaisiepo-368 ada di sana untuk mendukung latihan Perkasa-C Komando Pertahanan Udara Nasional bersama TNI AU di Aceh, 19-24 April 2016. KRI Frans Kaisiepo-368 ini juga baru mengikuti Latihan Bersama Internasional Komodo 2016.
Komandan KRI Frans Kaisiepo-368, Letnan Kolonel Pelaut Seno Wibowo, menyatakan, kapal perang itu salah satu kapal perang TNI AL dengan persenjataan multi fungsi, baik sebagai anti pesawat selam, anti pesawat udara, dan juga anti kapal permukaan.
"Semua senjata yang dimiliki kapal ini dioperasikan dengan sistem automatis dan berfungsi untuk semua jenis pertempuran," ucap dia kepada jurnalis setempat yang diberi kesempatan berkeliling kapal perang TNI AL, yang dibeli memakai uang rakyat itu.
KRI Frans Kaisiepo-368 ada di sana untuk mendukung latihan Perkasa-C Komando Pertahanan Udara Nasional bersama TNI AU di Aceh, 19-24 April 2016. KRI Frans Kaisiepo-368 ini juga baru mengikuti Latihan Bersama Internasional Komodo 2016.
Komandan KRI Frans Kaisiepo-368, Letnan Kolonel Pelaut Seno Wibowo, menyatakan, kapal perang itu salah satu kapal perang TNI AL dengan persenjataan multi fungsi, baik sebagai anti pesawat selam, anti pesawat udara, dan juga anti kapal permukaan.
"Semua senjata yang dimiliki kapal ini dioperasikan dengan sistem automatis dan berfungsi untuk semua jenis pertempuran," ucap dia kepada jurnalis setempat yang diberi kesempatan berkeliling kapal perang TNI AL, yang dibeli memakai uang rakyat itu.
Label:
Kapal Perang,
Latihan Militer,
Maritim,
TNI AL
Kamis, 14 April 2016
Pesawat Intai AS P-8 Poseidon Ikuti Latihan Multilateral Komodo 2016
Pesawat intai canggih P-8 Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilibatkan dalam latihan multilateral Komodo 2016 di Padang, Sumatera Barat dari 12 hingga 16 April.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake menyebutkan pesawat itu dilengkapi radar yang bisa memantau kegiatan penangkapan ikan liar (illegal fishing).
"Selain itu pesawat ini juga dilengkapi kamera pengintai yang bisa mengamati objek dari ketinggian," kata dia di Pesawat P-8 Poseidon yang terbang di Padang, Selasa (12/4).
Ia menyebutkan selain bisa memantau illegal fishing, pesawat ini juga bisa memantau kegiatan merugikan lainnya dari ketinggian.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake menyebutkan pesawat itu dilengkapi radar yang bisa memantau kegiatan penangkapan ikan liar (illegal fishing).
"Selain itu pesawat ini juga dilengkapi kamera pengintai yang bisa mengamati objek dari ketinggian," kata dia di Pesawat P-8 Poseidon yang terbang di Padang, Selasa (12/4).
Ia menyebutkan selain bisa memantau illegal fishing, pesawat ini juga bisa memantau kegiatan merugikan lainnya dari ketinggian.
Jumat, 08 April 2016
Dua Penerjun TNI AU Tewas Saat Latihan
Dua penerjun dari Batalion Komando 461 Pasukan Khas TNI AU, Kopral Dua Beni dan Prajurit Satu Supranoto dikabarkan meninggal dunia saat terjun payung bebas, pada gladi resik upacara HUT ke-70 TNI AU, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.
"Saat terjun, salah satu penerjun payungnya tidak mengembang secara sempurna. Talinya membelit, sehingga tidak bisa dikendalikan. Kemudian jatuh di rumah warga dan terluka parah," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, ketika dikonfirmasi di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.
Satu orang penerjun lain, parasutnya sudah sempurna namun ketika mendarat ada angin besar dan terbentur. Keduanya, dilarikan ke RS TNI AU Esnawan Antariksa, di dalam kompleks militer itu.
"Saat terjun, salah satu penerjun payungnya tidak mengembang secara sempurna. Talinya membelit, sehingga tidak bisa dikendalikan. Kemudian jatuh di rumah warga dan terluka parah," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, ketika dikonfirmasi di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.
Satu orang penerjun lain, parasutnya sudah sempurna namun ketika mendarat ada angin besar dan terbentur. Keduanya, dilarikan ke RS TNI AU Esnawan Antariksa, di dalam kompleks militer itu.
Jumat, 01 April 2016
Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI AD Latihan Amankan Obyek Vital Kilang Minyak di Tarakan
Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Tentara Nasional Indonesia (PPRC TNI) menggelar latihan siaga operasi pengamanan obyek vital nasional di Tarakan, Kalimantan Utara, yang telah diberangkatkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada hari Kamis (3/3/2016) dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dengan Komandan PPRC TNI Pangdivif-1/Kostrad Mayjen TNI Sudirman.
PPRC TNI menggelar latihan setiap tahunnya di seluruh wilayah NKRI, kali ini digelar di wilayah barat tepatnya di Tarakan, Kalimantan Utara, karena terdapat kilang minyak yang merupakan obyek vital nasional. Latihan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, dimaksudkan jika ada ancaman, TNI sudah siap, mulai dari pola pengamanan, hingga mengatasi gangguan dalam operasi gabungan Darat, Laut dan Udara. Dalam latihan itu, satuan TNI, baik Kostrad, Kopassus, TNI AL dan TNI AU, termasuk Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim) terintegrasi dalam satu latihan.
PPRC TNI menggelar latihan setiap tahunnya di seluruh wilayah NKRI, kali ini digelar di wilayah barat tepatnya di Tarakan, Kalimantan Utara, karena terdapat kilang minyak yang merupakan obyek vital nasional. Latihan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, dimaksudkan jika ada ancaman, TNI sudah siap, mulai dari pola pengamanan, hingga mengatasi gangguan dalam operasi gabungan Darat, Laut dan Udara. Dalam latihan itu, satuan TNI, baik Kostrad, Kopassus, TNI AL dan TNI AU, termasuk Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim) terintegrasi dalam satu latihan.
Selasa, 15 Maret 2016
Dua KRI Koarmatim ikuti Latihan Bersama "Cassoex-16" Indonesia-Australia
Prajurit dari dua KRI unsur Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yaitu KRI Sampari-628 dan KRI Layang-635 mengikuti latihan bersama (Latma) "Cassowary Exercise-16" (Cassoex-16) di Perairan Indonesia-Australia.
Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan pers kepada Antara di Surabaya, Senin, mengatakan kedua kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut telah melaksanakan latihan pembekalan di laut atau dikenal dengan Replenishment at Sea (RAS) di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Latihan RAS yang dilakukan dalam perjalanan menuju Australia itu merupakan pra-awal latihan yang sesungguhnya dalam Latma Cassoex-16 sebelum pelaksanaan latihan yang sesungguhnya dengan Royal Australian Navy (RAN) pada 20 Maret mendatang," katanya.
Dalam latihan RAS yang diawasi langsung oleh Komandan KRI Sampari-628 Letkol Laut (P) Irwan Sobirin selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) itu, seluruh prajurit berlatih dengan sepenuh hati dan tiap-tiap tim dari kedua kapal perang melaksanakan tugas sesuai prosedur latihan.
Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan pers kepada Antara di Surabaya, Senin, mengatakan kedua kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut telah melaksanakan latihan pembekalan di laut atau dikenal dengan Replenishment at Sea (RAS) di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Latihan RAS yang dilakukan dalam perjalanan menuju Australia itu merupakan pra-awal latihan yang sesungguhnya dalam Latma Cassoex-16 sebelum pelaksanaan latihan yang sesungguhnya dengan Royal Australian Navy (RAN) pada 20 Maret mendatang," katanya.
Dalam latihan RAS yang diawasi langsung oleh Komandan KRI Sampari-628 Letkol Laut (P) Irwan Sobirin selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) itu, seluruh prajurit berlatih dengan sepenuh hati dan tiap-tiap tim dari kedua kapal perang melaksanakan tugas sesuai prosedur latihan.
Label:
Internasional,
Latihan Militer,
Maritim,
TNI AL
Minggu, 06 Maret 2016
Latihan Gabungan Paskhas dan US Socpac Simulasi Bebaskan Sandera
Sebanyak 30 personel Paskhas TNI AU dan pasukan elit baret hijau Amerika
Serikat dari kesatuan "Special Operation Command Pacific" atau US
Socpac, sukses menggelar simulasi pembebasan sandera di Provinsi Riau,
Jumat malam.
"Operasi telah dilaksanakan dan dinyatakan berhasil. Melalui simulasi ini kita tingkatkan kemampuan kita dan membandingkan kemampuan kita dengan pasukan asing," kata Kasi Ops Lat Mayor Pas Yoseph M. Purba MAVNMGT di lokasi simulasi Hotel Labersa, Kabupaten Kampar.
Ia menjelaskan simulasi operasi pembebasan sandera ini merupakan bagian dari rangkaian latihan militer bersama "JCET Vector Balance Iron" yang sudah berlangsung selama dua pekan di Riau. Khusus untuk simulasi operasi pembebasan sandera ini, ada 20 prajurit Paskhas TNI AU dan 10 pasukan baret hijau US Socpac dilibatkan.
Dalam operasi itu, terdapat 30 pelaku penyanderaan yang harus dilumpuhkan untuk membebaskan delapan orang sandera yang terdiri dari lima WNI dan tiga warga asing.
"Operasi telah dilaksanakan dan dinyatakan berhasil. Melalui simulasi ini kita tingkatkan kemampuan kita dan membandingkan kemampuan kita dengan pasukan asing," kata Kasi Ops Lat Mayor Pas Yoseph M. Purba MAVNMGT di lokasi simulasi Hotel Labersa, Kabupaten Kampar.
Ia menjelaskan simulasi operasi pembebasan sandera ini merupakan bagian dari rangkaian latihan militer bersama "JCET Vector Balance Iron" yang sudah berlangsung selama dua pekan di Riau. Khusus untuk simulasi operasi pembebasan sandera ini, ada 20 prajurit Paskhas TNI AU dan 10 pasukan baret hijau US Socpac dilibatkan.
Dalam operasi itu, terdapat 30 pelaku penyanderaan yang harus dilumpuhkan untuk membebaskan delapan orang sandera yang terdiri dari lima WNI dan tiga warga asing.
Label:
Internasional,
Korpaskhas,
Latihan Militer
Selasa, 23 Februari 2016
Paskhas TNI AU dan Pasukan Kusus Amerika Latihan Bareng Tanggulangi Terorisme
Batalion Komando 462/Pulanggeni Korps Pasukan Khas TNI AU yang bermarkas di Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin dan Komando Operasi Khusus Pasifik Angkatan Darat Amerika (US Special Operation Command Pacific/US-SOCPAC) menggelar latihan bersama di Pekanbaru, Riau, selama dua pekan mendatang.
"Latihan bersama ini digelar untuk saling berbagi informasi dan meningkatkan kemampuan khususnya dalam upaya penanggulangan terorisme," kata Komandan Batalion Komando 462/Pulanggeni, Letnan Kolonel Pasukan Solihin, di Pekanbaru, Senin (22/02/2016).
Ia mengatakan, latihan bersama yang digelar sejak hari ini hingga 7 Maret 2016 mendatang diikuti 15 personel militer SOCPAC Amerika Serikat dan satu kompi Batalion Paskhas 462/Pulanggeni.
"Latihan bersama ini digelar untuk saling berbagi informasi dan meningkatkan kemampuan khususnya dalam upaya penanggulangan terorisme," kata Komandan Batalion Komando 462/Pulanggeni, Letnan Kolonel Pasukan Solihin, di Pekanbaru, Senin (22/02/2016).
Ia mengatakan, latihan bersama yang digelar sejak hari ini hingga 7 Maret 2016 mendatang diikuti 15 personel militer SOCPAC Amerika Serikat dan satu kompi Batalion Paskhas 462/Pulanggeni.
Label:
Internasional,
Korpaskhas,
Latihan Militer,
TNI AU
Jumat, 12 Februari 2016
Prajurit Paskhas Bangga Ddengan Latihan Dopper
Latihan dopper menggunakan senjata api berisi peluru tajam merupakan aktivitas biasa di kalangan TNI. Bukan maksud memamerkan aksi kekerasan, bukan pula sengaja mengumbar tindakan brutal. Bagi prajurit Paskhas TNI AU, dihujam bertubi-tubi tembakan di samping kiri kanan tubuh justru menyimpan kesan tak terlupakan.
"Dopper itu latihan wajib yang harus diikuti prajurit Paskhas saat masa Pendidikan Komando. Nah, latihan dopper ini merupakan masa-masa kebahagian bagi prajurit Paskhas," ujar Kepala Penerangan (Kapen) Korps Paskhas Letkol Sus Rifaid di Markas Komando (Mako) Paskhas TNI AU, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2016).
Selama lima bulan mengikuti Pendidikan Komando, sambung Rifaid, prajurit baret jingga dari golongan perwira, bintara dan tamtama, sudah pasti merasakan langsung desingan suara tembakan serta berjumpa peluru tajam di hadapan mata. Latihan dopper berlangsung menjelang akhir pendidikan.
"Dopper itu latihan wajib yang harus diikuti prajurit Paskhas saat masa Pendidikan Komando. Nah, latihan dopper ini merupakan masa-masa kebahagian bagi prajurit Paskhas," ujar Kepala Penerangan (Kapen) Korps Paskhas Letkol Sus Rifaid di Markas Komando (Mako) Paskhas TNI AU, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2016).
Selama lima bulan mengikuti Pendidikan Komando, sambung Rifaid, prajurit baret jingga dari golongan perwira, bintara dan tamtama, sudah pasti merasakan langsung desingan suara tembakan serta berjumpa peluru tajam di hadapan mata. Latihan dopper berlangsung menjelang akhir pendidikan.
Sabtu, 09 Januari 2016
Latinah TNI akan dipokuskan di Luar Pulau Jawa
Latihan penerbangan bagi TNI akan dipindahkan ke luar Jawa agar tidak terkonsentrasi di pangkalan udara di Jawa.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, latihan TNI akan ada beberapa yang direlokasi di luar Jawa. ''Apakah nanti di Kalimantan, di Papua, tentunya usulan dari Kepala Staf Angkatan Udara atau Wakil Kepala Staf Angkatan Udara,” kata dia usai rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/1).
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menambahkan, dalam rapat terbatas juga dibahas mengenai pemanfaatan jalur selatan di Pulau Jawa.
“Jadi ruang udara selatan Pulau Jawa kesepakatannya dengan TNI, bahwa apabila tidak digunakan oleh TNI akan diatur secara fleksibel. Sehingga bisa juga dimanfaatkan ruang udara di selatan Pulau Jawa itu untuk penerbangan-penerbangan sipil, terutama dari Jawa bagian barat, dari Jakarta dan sebagainya sampai ke Bali,” kata Jonan.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, latihan TNI akan ada beberapa yang direlokasi di luar Jawa. ''Apakah nanti di Kalimantan, di Papua, tentunya usulan dari Kepala Staf Angkatan Udara atau Wakil Kepala Staf Angkatan Udara,” kata dia usai rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/1).
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menambahkan, dalam rapat terbatas juga dibahas mengenai pemanfaatan jalur selatan di Pulau Jawa.
“Jadi ruang udara selatan Pulau Jawa kesepakatannya dengan TNI, bahwa apabila tidak digunakan oleh TNI akan diatur secara fleksibel. Sehingga bisa juga dimanfaatkan ruang udara di selatan Pulau Jawa itu untuk penerbangan-penerbangan sipil, terutama dari Jawa bagian barat, dari Jakarta dan sebagainya sampai ke Bali,” kata Jonan.
Selasa, 05 Januari 2016
Media Internasional Sebut Latihan Pasukan Elit TNI Mengerikan
Media asal Inggris, Daily Mail dibuat kagum dengan latihan pasukan elit TNI. Latihan itu memperlihatkan jika setiap prajurit dituntut untuk memiliki nyali serta keberanian besar saat latihan berlangsung.
Dalam laporannya, mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari peluru tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'.
Di tayangan video terlihat enam prajurit dalam mode menyamar merangkak di lapangan lumpur sementara dua orang anggota lainnya menembaki dari atas.
Namun, Daily Mail menyebutkan video itu merupakan latihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), padahal dari logo, seragam serta senjata yang digunakan latihan doper itu dilakukan oleh salah satu pasukan elite TNI lainnya.
Dalam laporannya, mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari peluru tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'.
Di tayangan video terlihat enam prajurit dalam mode menyamar merangkak di lapangan lumpur sementara dua orang anggota lainnya menembaki dari atas.
Namun, Daily Mail menyebutkan video itu merupakan latihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), padahal dari logo, seragam serta senjata yang digunakan latihan doper itu dilakukan oleh salah satu pasukan elite TNI lainnya.
Label:
Internasional,
Latihan Militer,
Prestasi Militer
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...























