Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 27 April 2013

TNI AU Waspadai Kemungkinan Cyber War

TNI AU ke depan akan terus mewaspadai perkembangan teknologi terbaru, untuk mengantisipasi cyber war (perang siber). Hal ini dilakukan karena siapa yang menguasai perkembangan teknologi baru, dialah yang akan keluar menjadi pemenang.

TNI AU Waspadai Kemungkinan Cyber War
ILUSTRASI Cyber War

"Kita juga harus menjaga kondisi keamanan udara yang solid dari cyber war. Karena ada pepatah mengatakan siapa yang menguasai teknologi baru, dialah yang akan memenangi peperangan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Kolonel Supriyadi, saat acara pisah-sambut Kadispenau, di Jakarta, Jumat (26/4). Pisah-sambut dari Marsekal Pertama TNI Azman Yunus kepada Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan dalam sistem pertahanan ada dua jalur informasi yang akan digunakan TNI AU, yakni perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat lunak yang dimaksud itu adalah dunia maya, sedangkan perangkat kerasnya adalah alat utama sistem senjata (alutsista). "Karena itu, sinergisitas antara media massa dan TNI harus terus terjalin, baik agar informasi yang diterima masyarakat luas tak menyimpang dari fakta," ujarnya.

TNI AL Kerahkan 42 KRI dalam Latihan Gabungan 2013

Sebanyak 42 KRI dari berbagai jenis milik TNI AL dikerahkan untuk mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 yang berlangsung di Situbondo, Jawa Timur, 2-5 Mei 2013.

TNI AL Kerahkan 42 KRI dalam Latihan Gabungan 2013

Kepala Staf AL (Kasal), Laksamana TNI Marsetio, di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jumat (26/4), memimpin gelar pasukan TNI AL sekaligus menginspeksi kesiapan unsur-unsur tempur laut yang terlibat dalam latihan tersebut.

Timor Leste Jajaki Pembelian Pesawat Buatan PTDI

Timor Leste berminat melakukan pembelian pesawat helikopter Bell 412 EP dan NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), kata Manajer Pemasaran PTDI Teguh Graito di Bandung, Jumat.

Timor Leste Jajaki Pembelian Pesawat Buatan PTDI

"Timor Leste merupakan salah satu negara ASEAN yang menjadi target pemasaran produk PTDI, kami sudah melakukan pembicaraan terkait minatnya untuk membeli dua helikopter dan dua pesawat NC-212," kata Teguh Graito.

Untuk merealisasikan proyek penjualan itu, kata Teguh, PTDI telah melakukan pembicaraan intensif dengan salah seorang perwakilan dari Timor Leste.

Jumat, 26 April 2013

Alutsista baru Terus Berdatangan TNI AL kini Semakin Kuat

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengatakan kekuatan TNI AL meningkat pada akhir 2014, seiring kedatangan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang sebelumnya dipesan.

PT. Palindo Marine Shipyard Launching KRI Pari 849 dan KRI Sembilang 850
PT. Palindo Marine Shipyard Launching KRI Pari 849 dan KRI Sembilang 850

"Alutsista yang sedang dibangun di dalam dan luar negeri, akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," kata Marsetio usai memimpin gelar pasukan menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat.

Marsetio mengatakan, beberapa alutsista yang akan datang tahun ini, antara lain 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir, dan kapal perang. Sebelumnya, Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit.

Pangkalan Udara TNI AU Palembang Sangat Strategis

Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Muda TNI M Syaugi, menegaskan nilai strategis Pangkalan Udara TNI AU Palembang. Pangkalan udara yang ada sejak masa penjajahan Belanda juga menjadi pangkalan udara penyangga Ibukota Jakarta. 

Pangkalan Udara TNI AU Palembang sangat strategis

Dalam Rencana Strategis TNI AU, pangkalan udara ini akan ditingkatkan statusnya menjadi pangkalan udara tipe B yang dipimpin seorang kolonel, setelah selama ini tipe C dengan komandan seorang letnan kolonel. Dengan begitu, satu skuadron pesawat tempur TNI AU dan depo teknik pendukung akan dibangun di sana.

"Posisinya juga sangat mendukung karena daerah ini sarananya sudah lebih baik," kata penerbang F-16 Fighting Falcon itu, seusai serah terima jabatan komandan Pangkalan Udara TNI AU Palembang, Letnan Kolonel Penerbang Adam Suharto, kepada Letnan Kolonel Penerbang Ramot C Sinaga, di Palembang, Jumat.

Rantis Komodo Khusus Untuk Pasukan Khusus Indonesia

nilah penampakan panser Komodo varian khusus milik Komando Pasukan Khusus alias Kopassus. Seperti kita ketahui, Kopassus memesan sebanyak 2 unit varian khusus, yang nantinya akan dioperasikan oleh satuan penanggulangan teror, SAT-81 Gultor.


 
Dari informasi yang ARC dapatkan, varian ini memiliki sejumlah perlengkapan. Secara fisik, tampak bagian bemper diperkuat, sehingga mampu mendobrak beton. Terlihat juga tangga lipat pada bagian atap kendaraan, yang tentunya berfungsi untuk infiltrasi gedung atau pesawat.

Letkol Pnb Setiawan Raih 2000 Jam Terbang

KOMANDAN Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Setiawan “Gryphon”, Kamis (25/4), mencatatkan rekor meraih 2000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

Letkol Pnb Setiawan Raih 2000 Jam Terbang

Rekor 2000 jam terbang dibukukan Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Setiawan, pada saat melaksanakan misi penembakan misil rudal AGM-65 Maverick di Pulau Gandul kepulauan Karimun Jawa, dalam rangka persiapan latihan umum dan latihan gabungan TNI tahun 2013 mendatang.

Dalam catatan sejarah Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, selama lebih dari dua dasawarsa mengawaki pesawat buatan negeri Paman Sam yang menjadi salah satu kekuatan TNI AU dalam menjaga NKRI, Letkol Pnb Setiawan merupakan orang ke enam (6) yang berhasil menorehkan prestasi meraih 2000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-16.

Kisah Istana Presiden Soekarno dibom Mig-17 TNI AU

Sebuah helikopter berwarna hijau gelap tiba-tiba terbang rendah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Helikopter itu sempat membuat heboh dan menjadi tontonan ribuan warga Jakarta yang terjebak kemacetan di ruas jalan Sudirman-MH Thamrin. Heli itu bahkan sempat digelari heli misterius.



Akhirnya TNI AD mengaku helikopter itu milik mereka. Heli sedang terbang dalam misi latihan. Kadispen TNI AD Brigjen Rukman Ahmad enggan menjelaskan dalam rangka latihan apa.

Letak Bundaran HI tak jauh dari Istana Kepresidenan. Ada kisah menegangkan antara pesawat militer dengan Istana Kepresidenan. Dulu seorang pilot Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pernah menerbangkan pesawat tempur Mig-17 dan mengebom Istana Presiden Soekarno.

Oknum TNI Pembuhuh Ibu dan Anak Akhirnya Di Hukum Mati

 MAJELIS hakim Pengadilan Militer II-09 Bandung akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada oknum TNI AD Prada Mart Azzanul Ikhwan. Terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Ny Opon (39) dan anaknya Shinta Mustika (18) yang tengah hamil delapan bulan.

Oknum TNI Pembuhuh Ibu dan Anak Akhirnya Di Hukum Mati

Vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim ini disambut suka cita keluarga korban. Ratusan anggota keluarga korban yang datang langsung dari Garut, langsung mengumandangkan pekik takbir di dalam maupun diluar ruang persidangan. "Saya puas, saya bahagia. Keinginan kami terkabul. Terima kasih majelis hakim," kata H Juju Dadan (45), suami sekaligus ayah korban, usai persidangan, kemarin.

Kamis, 25 April 2013

Dankorpaskhas : Latgab TNI Paskhas Mampu Tampil Maksimal

PARA prajurit yang ada di depan saya merupakan prajurit pilihan yang mendapat kehormatan sebagai perwakilan Korpaskhas, untuk ikut terlibat dalam latihan Gabungan TNI tahun 2013.


Dankorpaskhas : Latgab TNI Paskhas Mampu Tampil Maksimal
Dankorpaskhas sedang melaksanakan pengecekan kesiapan prajurit Korpaskhas yang terlibat dalam Latgab TNI tahun 2013 di Marsailing Area Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam latihan nanti para prajurit tidak hanya sekedar mengikuti dan memenuhi kewajiban semata, namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana para prajurit Paskhas mulai perwira, bintara dan tamtama mampu tampil maksimal demi menjaga nama baik serta harga diri Paskhas khususnya dan TNI Angkatan Udara umumnya.

PT DI Bukukan Nilai Kontrak Terbesar pada 2012

Puluhan pesawat sayap tetap dan helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia yang dipesan Kementerian Pertahanan sudah diserahkan kepada operatornya, yakni pihak TNI (TNI AU, TNI AD dan TNI AL) antara 2012-2013. Dari pesanan tersebut, masih ada sejumlah pesawat yang masih dalam tahap penyelesaian dan akan diserahkan pada 2013 ini juga dan pada 2014. Pesanan alut sista ini merupakan bagian dari prestasi DI yang pada 2012 berhasil membukukan kontrak senilai Rp 7,9 triliun.

PT DI Bukukan Nilai Kontrak Terbesar pada 2012
Helikopter Bell 412EP Buatan PT Dirgantara Indonesia
Dalam press release yang disampaikan PT DI, Rabu (24/4), nilai kontrak tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah perjalanan industri kedirgantaraan yang terletak di Bandung, Jawa Barat ini. Perusahaan ini telah menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi target di bidang pertahanan. Kementerian Pertahanan dan TNI saat ini sedang berusaha memenuhi kebutuhan alut sista dengan skema yang dikenal sebagai “minimum essential force”, dan DI akan berusaha keras membuktikan komitmennya untuk memenuhi setiap pesanan sesuai jadwal dan kesepakatan.

Seberapa Ganaskah Serangan Cyber Indonesia?

Penjahat cyber di sejumlah negara sudah mulai melakukan berbagai serangan dengan teknik canggih. Mulai dari menyerang fasilitas nuklir, melumpuhkan layanan, hingga mengganggu jalur internet secara global. Bagaimana dengan di Indonesia?


Seberapa Ganaskah Serangan Cyber Indonesia?
 
Sekitar 2 tahun lalu para pengguna internet dihebohkan dengan munculnya virus Stuxnet. Bukan sekadar virus biasa, ini adalah program jahat yang dirancang untuk menyerang fasilitas yang menggunakan sistem otomatis berbasis SCADA. Kebetulan salah satu fasilitas di Iran menggunakan sistem ini dan nyaris menjadi korban.

Kemudian ada juga serangan yang ditujukan langsung untuk salah satu perusahaan. Sebut saja Sony, jaringan PlayStation mereka berhasil diretas. Padahal sistem ini terbilang sudah terlindungi dengan baik dan hanya dibuat hanya untuk konsol game.

Menteri Pertahaan Segera Bentuk Cyber Army

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, ancaman serangan dunia cyber pun dikhawatirkan meningkat. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan berencana membentuk Cyber Defence sebagai upaya pertahanan negara di dunia maya.

Mentri Pertahaan Segera Bentuk Cyber Army

"Dalam assesment di Kemenhan (Kementerian Pertahanan-red.) menyimpulkan bahwa ancaman non-militer yang harus kita waspadai adalah cyber. Nah, di sinilah saya muncul," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam acara Cyber Defence Contest di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2013).

Purnomo mengatakan, Cyber Defence ini merupakan bagian dari Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisikohaneg). Nantinya Cyber Defence akan langsung terkoneksi dengan Gedung Bina Graha.

Rabu, 24 April 2013

Kendaraan Tempur Buatan Pindad Bandung

Kemampuan industri militer dalam negeri terbukti telah mampu menghasilkan produk unggulan. Dengan berkiblat ke Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Indonesia telah mampu menghasilkan amunisi, senapan bahkan mobil atau kendaraan perang.



Di Indonesia, kemampuan ini hanya dimiliki oleh PT Pindad (Persero). Diproduksi di Bandung Jawa Barat, BUMN senjata ini, telah memproduksi hampir 200 unit panser jenis Anoa 6x6 dan mobil perang lainnya.

Bahkan yang terbaru, Pindad mampu memproduksi Humvee dan akan meluncurkan tank versi Indonesia. Mau tahu, apa saja kendaraan perang produksi Bandung? berikut ulasannya

Sederet Senjata Canggih Buatan Pindad

PT Pindad (Persero) telah mampu memproduksi produk militer kelas dunia. Mengadopsi teknologi dan ilmu dari Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Pindad telah memproduksi puluhan senapan tipe ringan hingga berat.


Bahkan Pindad memiliki kemampuan memproduksi hingga 40.000 senjata berbagai tipe per tahun. Dari senjata yang diproduksi, setidaknya ada produk senapan Pindad yang telah menjadi andalan.

Salah satunya, senapan serbu tipe SS2. Senapan ini, dirancang dengan konsep keandalan dan keakuratan yang bisa bersaing dengan M16 atau AK 47. Juga ada senapan sniper ala film Rambo, yang bisa menembak hingga jarak 2 km. Mau tahu apa saja senapan-senapan unggulan Pindad?

PT DI Siap Kirim 10 Helikopter & 7 Pesawat Pesanan TNI

PT Dirgantara Indonesia (DI) menyelesaikan produksi belasan pesawat dan helikopter pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk kebutuhan alutsista tiga satuan TNI. Jumlah transportasi udara yang diracik PT DI terdiri dari 10 helikopter dan 7 pesawat.

PT DI Siap Kirim 10 Helikopter & 7 Pesawat Pesanan TNI

Juru Bicara PT DI Sonny S Ibrahim mengatakan pesanan yang akan diserahkan pada 2013 ini masing-masing tiga unit pesawat CN 295 untuk TNI AU, tiga unit pesawat CN 235 PATMAR untuk TNI AL, satu unit pesawat jenis NC 212 untuk TNI AU, dan satu unit helikopter jenis Super Puma NAS 332 untuk TNI AU.

"Untuk 2013 sudah enam unit helikopter Bell 412 EP diserahkan kepada TNI AD. Satu lagi di tahun ini segera menyusul," jelas Sonny kepada wartawan di kantor PT DI, Bandung, Rabu (24/4/2013).

Koleksi Foto Simulasi Penanganan Teroris Nuklir oleh BNPT

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berhasil mengamankan teroris dalam simulasi anti teror Chemical Biological, Radiological and Nuclear (CBRN) Angkatan I yang dilakukan di fasilitas Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Puspiptek, Tangerang, Selasa (23/4/2013).


Tim Anti Teror dari BNPT saat mengamankan pelaku teroris dalam simulasi anti teror CBRN Angkatan I yang dilakukan di BATAN, Puspiptek, Tangerang, Selasa (23/4/2013). Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Tim Anti Teror dari BNPT saat mengamankan pelaku teroris dalam simulasi anti teror CBRN Angkatan I yang dilakukan di BATAN, Puspiptek, Tangerang, Selasa (23/4/2013). Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar

Flight Simulator Buatan PT. Dirgantara Indonesia

Banyak orang tidak tahu,  PT Dirgantara Indonesia (Persero) selain memproduksi pesawat terbang, juga memproduksi beberapa alat peraga untuk menerbangkan pesawat terbang,  atau biasa disebut dengan Flight Simulator (FS).

Flight Simulator Buatan PT. Dirgantara Indonesia
Flight Simulator CN-235 Buatan PT. Dirgantara Indonesia

Ide datangnya usaha pembuatan flight simulator datang dari permintaan pihak Malaysia untuk pesawat CN-235 yang dimilikinya. Mereka mendorong PTDI membuat FS  agar para pilot negara itu dapat melatih diri sehingga mereka dapat mengawaki dengan baik pesawat-pesawat CN235 TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) produksi PTDI yang dimiliki.

Permintaan Malaysia ini disambut baik PTDI. Itu guna menangkap peluang bisnis serta mengingat bahwa sistem avionik yang terpasang pada FS CN235 tidaklah jauh berbeda dengan sistem yang ada pada pesawat sesungguhnya. Pengembangan bisnisnya juga tidak jauh beda dengan bisnis utama PTDI dalam merancang dan memproduksi pesawat CN235.

Selasa, 23 April 2013

SBY Didesak Lakukan Restrukturisasi Komando Teritorial

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didesak untuk segera melakukan agenda restrukturisasi komando teritorial sebagai bagian penting dari reformasi TNI. Desakan tersebut dilontarkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil.

SBY Didesak Lakukan Restrukturisasi Komando Teritorial

Mereka yang tergabung dalam koalisi ini yakni Imparsial, KontraS, SETARA Institute, YLBHI dan Research Institute for Democracy and Peace (Ridep).

Koalisi menilai, penataan kembali gelar kekuatan TNI juga penting dilakukan, khususnya terkait dengan restrukturisasi komando teritorial dan persoalan jarak humaniter.

"Dalam beberapa kasus kekerasan yang terjadi terdapat oknum anggota TNI yang berada dalam kendali Komando Teritorial terlibat dalam tindakan melawan hukum," ujar salah satu perwakilan dari Koalisi masyarakat sipil, Poengky Indarty di Kantor Imparsial, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2013).

Skadron Udara 12 Gelar Latihan Bombing

PARA penerbang Skadron Udara 12 “Black Panther” Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru melaksanakan latihan pengeboman  menggunakan pesawat tempur Hawk 100/200 dengan sasaran darat dan laut, Selasa (23/4).

Dua Pesawat Hawk 200 Skadron Udara 12 “Black Panther” Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru selesai melaksanakan pengeboman di AWR Siabu dan Selat Pulau Rupat, Riau. Selasa (23/4). (pentak rusmin nurjadin)
Dua Pesawat Hawk 200 Skadron Udara 12 “Black Panther” Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru selesai melaksanakan pengeboman di AWR Siabu dan Selat Pulau Rupat, Riau. Selasa (23/4). (pentak rusmin nurjadin)
Latihan dipimpin oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb A. Yani Amrullah tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan sasaran darat di Air Weapon Range (AWR) Siabu dan laut di Selat Pulau Rupat.

Pada kesempatan tersebut Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andyawan. MP, S.IP mengatakan bahwa pelaksanaan latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan Bombing baik untuk sasaran yang ada di darat maupun untuk sasaran di laut.

Tim SAR Paskhas TNI AU Evakuasi Warga Hamil Mau Melahirkan

TIM SAR Markas Komando Korpaskhas membantu evakuasi warga atas nama Ibu Fitri (22 thn) warga Desa Rancatungku, Kampung Sayang Rt 03 Rw 08 Pameungpeuk, Banjaran. Kabupaten Bandung, pada saat tim SAR Paskhas melakukan penyisiran rumah warga yang teredam banjir, ditemukan seorang ibu yang dalam kesulitan hamil tua dan mau melahirkan.

Tim SAR Paskhas sedang melakukan evakuasi warga masyarakat yang sedang hamil tua  warga Desa Racatungku, Kampung Sayang rt 03 Rw 08 Pameungpeuk, Banjaran. Kabupaten Bandung, baru-baru ini. (pen paskhas)
Tim SAR Paskhas sedang melakukan evakuasi warga masyarakat yang sedang hamil tua  warga Desa Racatungku, Kampung Sayang rt 03 Rw 08 Pameungpeuk, Banjaran. Kabupaten Bandung, baru-baru ini. (pen paskhas)

Menurut Keterangan Kopral Dua (Kopda) Paskhas Beny M. Kalalo, pada saat  ibu  Fitri ditemukan dikediamannya dalam kondisi ketuban sudah pecah dan sangat membutuhkan pertolongan guna penyelamatan bayi yang dikandung. Warga masyarakat tidak mampu memberikan pertolongan pada saat itu karena rumah yang ditempati ibu fitri bertepatan arus deras datangnya banjir dan kejadian pada malam hari pukul 20.00 Wib, Tambah Kopda Beny M.

Riset Lapan Surveillance Aircraft (LSA)

Dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis, maka tugas Koarmatim ke depan semakin berat dan menantang. Demikian disampaikan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono SH. M. Hum pada saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmatim, di dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (22/4).


Pangarmatim menegaskan dibutuhkan kinerja organisasi yang mampu merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi. Dalam kapasitas ini maka Satuan Kapal Cepat Koarmatim sebagai komando pelaksana pembinaan yang bertugas melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur unsur-unsur organiknya dalam bidang peperangan anti kapal permukaan, antiserangan udara serta antibawah permukaan, harus terus dibina dan ditingkatkan kemampuan tempur Koarmatim.

Pangarmatim: Tantangan Koarmatim Makin Berat

Dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis, maka tugas Koarmatim ke depan semakin berat dan menantang. Demikian disampaikan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono SH. M. Hum pada saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmatim, di dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (22/4).

Pangarmatim Pimpin Sertijab Satuan Kapal Cepat
Pangarmatim Pimpin Sertijab Satuan Kapal Cepat (foto : Dispen Armatim)

Pangarmatim menegaskan dibutuhkan kinerja organisasi yang mampu merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi. Dalam kapasitas ini maka Satuan Kapal Cepat Koarmatim sebagai komando pelaksana pembinaan yang bertugas melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur unsur-unsur organiknya dalam bidang peperangan anti kapal permukaan, antiserangan udara serta antibawah permukaan, harus terus dibina dan ditingkatkan kemampuan tempur Koarmatim.

“Yang menjadi tolok ukur keberhasilan tugas tersebut, sangat ditentukan oleh meningkatnya kesiapan operasional unsur organik Satkat Koarmatim yang memiliki kemampuan sesuai fungsi asasinya,” kata Pangarmatim dalam siaran pers Dispen Armatim yang diterima Jurnal Nasonal, Senin (22/4) sore.

Ranpur Komodo, Humvee Versi Pindad Digunakan Oleh Pasukan Khusus Indonesia

Sukses merancang kendaraan tempur jenis Panser Anoa 6X6, PT Pindad (Persero) kemudian mulai merancang kendaraan tempur ringan 4X4.

Pindad mulai merancang dan mengembangkan kendaraan tempur taktis mirip Humvee buatan Amerika Serikat (AS) sejak 2010. Dengan nama Komodo, kendaraan perang ini dirancang sangat modern nan lincah.




Ranpur Komodo, Humvee Versi Pindad Digunakan Oleh Pasukan Khusus Indonesia
 
“Kalau kelas rantisnya seperti itu, baik rantis buatan Amerika atau Prancis, itu mirip-mirip. Secara ergonomis dan taktis, memang dibutuhkan dimensi seperti itu,” tutur Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

Pindad Siap Luncurkan Light Tank dan Medium Tank

PT Pindad (Persero) akan meluncurkan kendaraan tempur roda rantai atau tank. Tank yang rencananya akan dirilis merupakan tank tempur tipe ringan atau light dan medium versi Indonesia.

Tank medium Pindad ilustrasi
Tank medium Pindad ilustrasi (gbr : http://carnews-online.blogspot.com)

Hal disampaikan Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

“Kalau light tank kita sudah punya prototype awal. Kalau medium kita masih tahapan konsep desain atau mematangkan desainnya seperti apa sih,” tutur Hery.

Untuk konsep tank versi light, Pindad mengadopsi tenologi dan desain tank jenis Scorpion buatan Inggris. Nantinya, tank ini, akan dikendalikan oleh tiga orang yakni bertindak sebagai commander, gunner dan driver.

Senin, 22 April 2013

Kualitas Senjata SS2 Pindad Saingi AK47 & M16

PT Pindad (Persero) sejak tahun 2006 telah meluncurkan senapan serbu terbaru, SS2. Dibuat dengan 4 varian, SS2 buatan Pindad di Bandung ini, dirancang dengan konsep andal dan akurat.

Berbagai Varian Senjata SS2 Pindad
Berbagai Varian Senjata Buatan Pindad (Foto: Feby/detikFinance)
 
Konsep ini, mengadopsi pada keandalan senapan serbu AK47 buatan Rusia dan keakuratan senapan serbu M16 buatan Amerika Serikat (AS). Bahkan, dari konsep awal, SS2 merupakan senapan serbu yang lebih unggul dan memiliki kemampuan di atas senapan AK47 dan M16.

“Keunggulan SS2 itu lebih ringan. Kita adopsi dari senapan serbu AK(47) dan M16 dari AR15 Italia. Kita adopsi. Mana yang terbaik kita ambil. Secara akurasi kita di tengah-tengah AK dan M16,” tutur Kepala Departemen Produksi I Pindad, Diding Sumardi kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

Peran Besar Habibie & JK Bangkitkan Pabrik Senjata RI

Kebangkitan pabrik senjata dan kendaraan tempur pelat merah, PT Pindad (Persero) tidak lepas dari pengaruh dua orang. Keduanya adalah mantan Presiden Republik Indonesia (RI) BJ Habibie dan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Peran Besar Habibie & JK Bangkitkan Pabrik Senjata RI

Pada 1983, Habibie membangun dan meletakkan konsep pengembangan industri senjata dan produk non senjata. Hingga kemampuan Pindad lebih banyak berkiblat pada Eropa. Hal ini diakui oleh Direktur Utama Pindad Adik Soedarsono.

“Waktu kita dikembangkan oleh Pak Habibie tahun 1983, selain diberikan teknologi militer, kita juga diberikan teknologi komersial. Pak Habibie, itu pandangannya panjang, orang belum mikir ke sana dia sudah mikir. Nah, akhirnya, setelah kita rasakan sekarang, yang mampu hanya kita pak,” tutur Adik kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

Militer AS & Australia Pakai Amunisi Buatan Pindad Bandung

PT Pindad (Persero) mampu memproduksi produk militer yang mengacu ke Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization). Dari standar yang dipakai, Pindad menghasilkan produk seperti senapan, amunisi dan kendaraan tempur militer berkualitas tinggi.

Militer AS & Australia Pakai Amunisi Buatan Pindad Bandung

Kualitas produk Pindad, seperti senjata dan amunisi, telah diakui oleh militer di dunia. Seperti amunisi ringan buatan Pindad yang telah dijual ke negara ASEAN, bahkan hingga ke Amerika Serikat (AS) dan Australia.

“Peluru kebanyakan ke ASEAN semua sudah, 2012 kemarin sudah ke Australia dan Amerika tahun 2011. Itu untuk kaliber yang kecil-kecil saja. Itu artinya barang kita sudah ada yang mau pakai,” tutur Direktur Utama Pindad, Adik Soedarsono kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

Setiap Tahun Pindad Mampu Produksi 40.000 Senjata Standar NATO

PT Pindad (Persero) telah mampu memproduksi puluhan tipe senjata. Dengan kapasitas saat ini, Pindad sanggup memproduksi 40.000 senjata api per tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Departemen Produksi I Pindad, Diding Sumardi kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).


Kepala Departemen Produksi I Pindad, Diding Sumardi
Kepala Departemen Produksi I Pindad, Diding Sumardi (Foto: Feby/detikFinance)

“Kita bisa produksi senjata ekuivalen 40.000 SS2 per tahun. Itu bukan berarti SS2 saja,“ tambahnya.

Kapasitas produksi Pindad ini, didukung dari penambahan unit line mesin pembuat senjata. Kemampun ini diperoleh, pasca Pindad memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 300 miliar. Namun, Direktur Utama Pindad Adik Soedarsono mengaku, fdari potensi tersebut sebetulnya belum digunakan secara maksimal.

Minggu, 21 April 2013

Menhan Bantah Batal Beli Helikopter Apache

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membantah batal membeli delapan helikopter serbu canggih AH-64 D Apache Longbow dari Amerika Serikat. Purnomo menyebut pihaknya masih memperhitungkan dan mempertimbangkan pembelian itu.

Helikopter AH-64 Delta Apache Longbow milik Angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Helikopter AH-64 Delta Apache Longbow milik Angkatan bersenjata Amerika Serikat.

"Kami berupaya renegosiasi lagi masalah harga," kata Purnomo saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin malam, Kamis, 18 April 2013.

Purnomo mengaku harga yang ditawarkan Amerika Serikat sangat mahal. Satu heli dihargai US$ 40 juta atau sekitar Rp 388 miliar per unit. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini ingin Amerika Serikat menurunkan harga Apache. "Kami maunya dengan harga itu dapat tiga helikopter," kata Purnomo sambil tertawa.

Tank Leopard dan Marder Tiba di Indonesia pada Oktober 2013

Kementerian Pertahanan menyatakan tidak lama lagi senjata baru TNI Angkatan Darat, yakni tank tempur utama Leopard dan tank tempur menengah Marder, tiba di Indonesia. Sesuai dengan rencana, kedua tank asal pabrik Rheinmettal, Jerman ini tiba secara berangsur mulai Oktober 2013.

Tank Leopard dan Marder Tiba di Indonesia pada Oktober 2013

"Tank Leopard dan Marder yang datang bukan cuma contoh saja, tapi sudah yang produksi," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui kemarin malam di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 18 April 2013.

Sjafrie menambahkan, rencananya pengiriman kedua tank akan rampung akhir tahun 2014. Jumlah tank yang akan dikirim dari Jerman sebanyak 153 unit. Tank tersebut yakni tank Leopard Ri sebanyak 61 unit, tank Leopard 2A4 sebanyak 42 unit, dan tank Marder sebanyak 50 unit. Pembelian tank ini dikatakan tidak melebihi pagu anggaran sebesar US$ 280 juta.

Tahun 2013 TNI AU Lengkapi Skadron Pesawat Tempur Sukhoi

Dalam rangka pencapaian modernisasi peralatan Alutsista TNI Angkatan Udara akan mengejar target untuk melengkapi pesawat tempur jenis Sukhoi di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebanyak 16 Unit di Tahun 2013.


“Sesuai dengan perencanaan semestinya tahun 2014, akan tetapi khusus skadron 11 yang alutsistanya pesawat tempur Sukhoi kita akan dorong di tahun 2013 sudah lengkap. Jadi  kesimpulan persiapan bahwa di dalam 2014 ini kita akan lengkap skadron 16 unit dan sudah mengudara semua, “ Ungkap Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddi, Kamis (18/4) saat meninjau Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.


Suku Cadang CN 295 Akan Diserahkan Tahun 2013

Suku cadang pesawat CN 295 akan diserahkan PT Dirgantara Indonesia pada tahun 2013 ke TNI AU. Saat ini, dua pesawat CN 295 yang diserahterimakan awal tahun 2012 lalu terbang tanpa suku cadang.

Suku Cadang CN 295 Akan Diserahkan Tahun 2013

"Tahun ini, PT DI akan kirim suku cadangnya," kata Kepala Humas PT Dirgantara Indonesia (DI), Sonny S Ibrahim, Sabtu (20/4/2013).

Pengadaan CN 295 adalah salah satu program andalan Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negeri. Namun, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Sisriadi mengakui, pembayaran hingga kini belum dilakukan. "Soalnya kontraknya belum selesai. Tahun ini pembayaran akan kami lakukan," kata Sisriadi.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters