Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Lapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lapan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

"Menembus Langit" Pesawat tanpa awak AiXI LAPAN Diluncurkan Hari ini

Pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) AiXI yang menjalankan misi ekspedisi bertajuk 'Menembus Langit' akan diluncurkan di Balai Uji Teknologi, Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN, Pameungpeuk, Garut.

 
Untuk memperlancar proses peluncuran menuju lapisan stratosfer, area sekitar lintasan UAV AiXI harus clear dari aktifitas penerbangan komersil dan non komersil pada Jumat (28/10/2016). Hal ini untuk mengantisipasi adanya gangguan terhadap balon udara yang mengangkut badan pesawat.

"Sesuai dengan prosedur radius 50 kilometer peluncuran dengan ketinggian 30 kilometer harus clear area. Tidak boleh ada aktifitas penerbangan lain di radius tersebut," kata Flight Director Ekspedisi Menembus Langit, Feri Ametia Pratama di lokasi peluncuran.

Kamis, 23 Juni 2016

Satelit Buatan Indonesia Lapan-A3 Berhasil Meluncur ke Antariksa

Satelit Lapan-A3 hasil buatan antara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mencatatkan sejarah setelah berhasil diluncurkan dari Sriharikota, India menuju orbit di luar angkasa, Rabu (22/6).

Diluncurkan di Tanah Hindustan pada pukul 9.25 waktu setempat atau sekitar 10.55 WIB, Satelit Lapan-A3 ini telah mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer.


Satelit Buatan Indonesia Lapan-A3 Berhasil Meluncur ke Antariksa

Lapan-A3 bukan satu-satunya yang menebeng roket PSLV C-34 milik India.

Roket PSLV-C34 India memboyong 20 satelit sekaligus yang ukurannya kecil. Selain Lapan-A3 dari Indonesia, 19 lainnya berasal dari Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat.

Rabu, 22 Juni 2016

Satelit LAPAN Diluncurkan Hari ini, Tonton Video Strimingnya

Otoritas antariksa nasional India, Indian Space Research Organisation (ISRO), sejak pekan lalu mengabarkan bahwa satelit milik Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), LAPAN-A3 (disebut juga LAPAN/IPB) dijadwalkan meluncur hari ini, Rabu (22/6/2016).

Berita ini tentu sangat menggembirakan, mengingat peluncuran satelit sempat mengalami penundaan karena kendala teknis. Peneliti Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN Robertus Heru Triharjanto mengatakan, peluncuran LAPAN-A3 mundur dari rencana semula (20/6/2016).


Satelit LAPAN Diluncurkan Hari ini, Tonton Video Strimingnya

"Pemasangan satelit yang akan diluncurkan ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan. Total, ada 20 satelit yang harus dipasang," kata Heru.

Satelit LAPAN-A3 diluncurkan dengan menumpang (piggyback) roket PSLV-C34 milik India. Peluncurannya menumpang misi utama peluncuran Cartosat, serta dua satelit buatan perguruan tinggi di India, yaitu Sathyabamasat dan Swayam.

Senin, 28 September 2015

Berhasil diluncurkan Satelit Lapan A2/Orari memulai misi jaga kedaulatan NKRI [Video]

Satelit Lapan A2/Orari berhasil diluncurkan ke antariksa. Menunggang roket milik India, Lapan A2/Orari kini siap memulai misi menjaga kedaulatan Nusantara.

Satelit berhasil diluncurkan pada pukul 11.30 WIB. Pada 21 menit 56 detik setelah peluncuran, roket PSLV C30 beserta 7 satelit, termasuk Lapan A2/Orari berhasil mencapai orbitnya pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi.


Berhasil diluncurkan Satelit Lapan A2/Orari siap memulai misi jaga kedaulatan NKRI

Dari kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Jakarta, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handaka, dan sejumlah tamu undangan menyaksikan peluncuran.

Peluncuran satelit ini bersejarah bagi Indonesia karena, untuk kali pertama, Indonesia berhasil meluncurkan satelit yang 100 persen dibuat di Indonesia. Lapan A2/Orari dirancang, diuji, dan akan dipantau oleh perekayasa Indonesia.

Siang Ini Satelit Buatan Indonesia Diluncurkan Dari India

Satelit pertama karya anak bangsa dan dibuat di Indonesia, bakal diorbitkan ke luar angkasa siang ini (28/9) pukul 11.30. Titik peluncuran ini ada di Pusat Antariksa Satis Dawan di Sriharikotta, India.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, Indonesia belum mempunyai roket peluncur ruang angkasa. "Sehingga satelit Lapan-A2 atau disebut juga Lapan-Orari menumpang roket milik India," kata dia di Jakarta kemarin.


Siang Ini Satelit Buatan Indonesia Diluncurkan Dari India

Guru besar riset bidang astronomi itu menjelaskan, satelit Lapan-Orari ini merupakan adik dari satelit Lapan-A1 (Lapan-Tubsat). Satelit perdana hasil kerjasama Indonesia dengan perusahaan TU Jerman itu diorbitkan ke luar angkasa pada 2007 silam.

Menurut Thomas, masa orbit satelit Lapan-A1 sejatinya diperkirakan berakhir pada 2013 lalu. Tetapi beberapa waktu lalu satelit Lapan-A1 itu masih mengirim video pemotretan bumi dari ketinggian 630 km di atas permukaan air laut. "Kita berharap peluncuran satelit Lapan-Orari ini berjalan sukses," tuturnya.

Selasa, 23 Juni 2015

Pertengahan 2015 Lapan Luncurkan Satelit A2 Tubsat

Setelah tertunda dua tahun maka rencananya satelit mikro buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bernama Satelit A2 Tubsat akan diluncurkan pada pertengahan 2015.

“Kabar terakhir dari India rencana peluncuran bergeser ke pertengahan 2015,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di Jakarta, Jumat.


Satelit A2 Lapan
Satelit A2 Lapan

Peluncuran satelit yang telah rampung dibuat sejak 2012 tersebut, menurut Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, tertunda karena India belum juga siap menluncurkan satelitnya.

“Satelit mereka yang menjadi tumpangan A2 (Tubsat) belum rampung juga, ini karena rumit penyelesaiannya mengingat orbitnya ekuator,” ujar dia.

Satelit A2 Tubsat atau yang juga disebut Satelit Lapan-A2 selain memiliki kemampuan memantau permukaan bumi melalui video survailence seperti pendulunya yakni Satelit A1 Tubsat.

Selasa, 26 Mei 2015

LAPAN dan BNPT Jajaki Kerja sama untuk Memberantas Terosisme

LAPAN berkunjung dan melakukan demo terbang pesawat tanpa awak di Markas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Sentul, Bogor, Senin (18/5). Demo terbang tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama kedua instansi untuk memberantas terorisme.

LAPAN dan BNPT Jajaki Kerja sama untuk Memberantas Terosisme

Sebelum melakukan demo terbang pesawat tanpa awak dan quadcopter milik LAPAN, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Kapustekbang) LAPAN, Gunawan S. Prabowo, memberikan pemaparan mengenai pesawat tanpa awak buatan LAPAN di ruang rapat BNPT. Paparannya tersebut menggambarkan mengenai teknologi yang dimiliki pesawat tanpa awak, mulai dari Lapan Surveillance UAV (LSU) 01 hingga LSU 05.

Minggu, 22 Maret 2015

Lapan Hentikan Pengembangan Jet Tempur Siluman

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akhirnya memutuskan tidak melanjutkan program pesawat tempur canggih generasi ke-5 pesaing F-22. Program pesawat siluman tersebut dihentikan karena beberapa sebab, salah satunya keterbatasan anggaran.

Lapan Hentikan Pengembangan Jet Tempur Siluman

"Ada masalah dana, juga kenyataannya dengan moratorium maka penerimaan pegawai kurang jadi kita kurang orang. Sehingga itu cuma jadi impian," kata Peneliti Utama LAPAN Sulistyo Atmadi kepada detikFinance, Jumat (20/3/2015).

Mimpi pria yang sebentar lagi memasuki masa pensiun ini tampaknya sulit terwujud. Apalagi pengembangan jet tempur canggih generasi 5 yang bernama Lapan Fighter Experiment (LFX) baru masuk tahapan awal. Setidaknya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk mewujudkan rancangan awal hingga menjadi purwarupa (prototype) pesawat tempur.

Minggu, 22 Februari 2015

LAPAN rancang pesawat sesuai kondisi geografis Indonesia

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang merancang pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek sesuai kondisi geografis Indonesia.

LAPAN rancang pesawat sesuai kondisi geografis Indonesia

"Riset pesawat sudah hampir selesai, prototipenya jarak pendek sesuai kondisi geografis Indonesia," kata dia usai ramah tamah dan dialog dengan civitas akademika Universitas Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Ia mengatakan riset pesawat komersial sesuai kondisi geografis Indonesia itu dilakukan karena potensi pasarnya di Indonesia pun ada.

"Market share pesawat di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun mencapai 200 unit, sedangkan PT Dirgantara Indonesia hanya mampu memproduksi 24 unit pesawat per tahun.

Sabtu, 31 Januari 2015

Lapan Kembangkan Dron Berdaya Jelajah 600-800 Kilometer

"Kan tidak cukup hanya 200 km. Paling tidak, ya, lebih besar lagi daya tempuhnya, sampai 600-800 kilometer. Makanya, riset ini akan terus dikembangkan oleh Lapan,"

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menyebutkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tengah mengembangkan "drone" untuk mengawasi perairan Indonesia.

Lapan Kembangkan Dron Berdaya Jelajah 600-800 Kilometer

"Mendukung program Presiden Joko Widodo, riset tengah dilakukan untuk membantu mengawasi perairan dari masuknya kapal-kapal asing. Riset ini dilakukan Lapan," katanya di Semarang, Jumat malam.


Hal itu diungkapkannya di sela peluncuran buku berjudul "100 Tokoh Jawa Tengah", sebuah buku berisi profil tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai bidang di provinsi itu, di Hotel Santika Premiere, Semarang.

Jumat, 26 Desember 2014

Menanti Perkembangan Rudal Indonesia

Jika terjadi perang berlarut dengan Indonesia, bisa jadi seluruh pesawat tempur mau pun kapal perang Indonesia akan rontok atau grounded, akibat kehabisan amunisi (rudal). Tidak ada lagi rudal yang bisa ditembakkan oleh pesawat tempur dan kapal perang, karena sudah habis ditembakkan. Alhasil pesawat tempur dan kapal perang Indonesia hanya akan menggandakan senjata mesin dan meriamnya saja, yang memiliki jangkauan terbatas. Dengan demikian, cerita akhir dari peperangan ini bisa ditebak.

Menanti Perkembangan Rudal Indonesia
Uji Coba Roket Rhan 122

Perang antara Argentina dengan Inggris mungkin bisa dijadikan pelajaran. Di awal perang, Argentina masih bisa mengimbagi kekuatan tempur Inggris. Namun seiring berjalannya waktu, Argentina pun mulai keteteran, terutama soal rudal yang bisa diusung oleh pesawat tempur mereka. Saat itu, rudal anti kapal permukaan tinggal dua. Argentina pun harus bisa memanfaatkan sisa rudal ini dengan sebaik-baiknya. Dengan mengorbankan, sejumlah pesawat tempur, untuk memancing radar, pesawat dan radar musuh, Argentina melakukan serangan terakhirnya. Serangan itu berhasil menenggelamkan kapal Inggris, namun akhir cerita perang bisa dibaca. Pesawat tempur dan kapal perang Argentina akhirnya mangkrak, karena tidak lagi punya rudal.

Kamis, 25 Desember 2014

Lapan Uji Coba Empat Pesawat Terbang Tanpa Awak

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional melakukan serangkaian uji coba Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) tipe Lapan Surveilance UAV (LSU) di Pampeungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Uji terbang PTTA ini dilakukan pada 23 Desember 2014 dan dihadiri oleh sejumlah pejabat Lapan, TNI, Kemenhan, dan beberapa peneliti lainnya.


Lapan Uji Coba Empat Pesawat Terbang Tanpa Awak
Lapan Uji Coba Empat Pesawat Terbang Tanpa Awak

"Alhamdulillah, program LSU telah menunjukkan pencapaian yang bagus, dasar-dasar desain, manufaktur, juga operasi telah kita kuasai, langkah selanjutnya adalah membuat semuanya menjadi standar operasi yang diterima oleh pasar dan regulasi," ucap Kepala Pusat Teknologi Penerbangan, Gunawan S Prabowo melalui siaran pers yang diterima Liputan6.com, Rabu (24/12/2014).

Sabtu, 20 Desember 2014

Kembangkan Satelit Inderaja LAPAN Butuh Dana Rp 4,5 Triliun

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menargetkan mampu membuat satelit penginderaan jauh nasional pada 2019. Demi mewujudkannya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun, selain sumber daya manusia yang belajar di negara lain.

Kembangkan Satelit Inderaja LAPAN Butuh Dana Rp 4,5 Triliun
Ilustrasi satelit Palapa

”Jangan dianggap boros karena untuk mewujudkan kemandirian bangsa (dalam pengembangan teknologi antariksa),” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di sela-sela diskusi penyusunan rencana induk keantariksaan oleh Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Kepala Pusat Kerja Sama Internasional Kementerian Komunikasi dan Informatika Ikhsan Baidirus mengatakan, Indonesia harus menguasai teknologi pembuatan satelit dengan cara apa pun. Sebab, tak akan ada negara yang sukarela berbagi teknologinya kepada negara lain.

Jumat, 28 November 2014

LAPAN Bikin Pesawat Tanpa Awak Untuk Pantau Maling Ikan Hingga Daerah Berbahaya

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengembangkan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Program bernama LAPAN Surveillance UAV (LSU) sudah menghasilkan 5 jenis pesawat tanpa awak yakni LSU 01, 02, 03, 04, dan 05.

Pesawat tanpa awak ini bisa dipakai untuk pemantauan daerah perbatasan, daerah bencana, daerah berbahaya, serta misi terbang jarak jauh.


lsu-lapan

"Fungsi bisa dipakai pemantauan atau surveillance seperti lahan pertanian, mitigasi bencana, maritim, tepi pantai," kata Kepala Bidang Teknologi Prokusi Puslitbang LAPAN, Bayu Utama kepada detikFinance di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11/2014).

Varian terbaru pesawat tanpa awak atau drone ini ialah LSU 05. Pesawat ini memiliki daya jelajah hingga 240 km dengan lama terbang 8 jam dan mampu membawa beban 30 kg. Pesawat ini memakai bahan bakar tipe Pertamax.

RI Punya Ribuan Pulau, LAPAN Bikin Pesawat Penumpang Amfibi Pertama

Indonesia merupakan negara maritim yang dikelilingi ribuan pulau kecil hingga besar. Untuk menghubungkan wilayah tersebut, diperlukan moda transportasi yang andal dan cepat.

Selain armada laut, angkutan udara sangat diperlukan karena bisa menembus cuaca buruk saat kapal laut tidak berlayar. Melihat potensi itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama PT Dirgantara Indonesia (Persero) merancang pesawat berbadan ringan dan lincah, N219.



Pesawat yang akan disertifikasi pada tahun 2016 ini nantinya akan ditingkatkan atau dikembangkan untuk menjadi pesawat amfibi. Artinya armada N219 ke depan bisa mendarat tidak hanya pada ladasan tanah melainkan landasan di atas air, seperti sungai hingga laut. Pesawat tipe ini diklaim yang pertama kali dirancang oleh insinyur RI.

“N219 saat sertifikasi, maka pesawat N219 amphibi mulai dikembangkan. Kita pararel. Nantinya ini yang pertama kali kita kembangkan pesawat tipe amfibi,” kata Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN Agus Aribowo kepada detikFinance di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat seperti dikutip Jumat (28/11/2014).

LAPAN Bermimpi Kembangkan Pesawat Baling-baling Komersial Terbesar di Dunia

Pengembangan pesawat terbang di Indonesia kembali bergairah pasca tertidur lama. Industri pesawat terbang nasional sempat mati suri pasca dihentikannya program pesawat baling-baling N250 dan pesawat mesin jet N2130 saat krisis ekonomi 1998.

LAPAN Bermimpi Kembangkan Pesawat Baling-baling Komersial Terbesar di Dunia
Airbus A400M Atlas

Kemudian pada tahun 2000-an muncul ide mengembangkan pesawat perintis bermesin turboprop N219. Pengembangan pesawat ternyata tidak berhenti di N219.

Kali ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengusulkan pengembangan pesawat komersial atau penumpang baling-baling (propeller) terbesar di dunia. Pesawat yang bernama N2140 ini, nantinya mampu membawa 144 penumpang.

"Kita dapat ide dari pesawat A400 M yang memiliki baling-baling besar. Ini nggak masuk ke pasar jet. Kita kembangkan pesawat yang cocok dengan kondisi Indonesia," kata Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN Agus Aribowo kepada detikFinance di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11/2014).

Jumat, 17 Oktober 2014

Drone Buatan AS Tercanggih di Dunia, Bagaimana dengan Drone RI?

Drone atau pesawat tanpa awak merupakan alat pertahanan canggih yang ada saat ini. Drone tercanggih di dunia saat ini masih diproduksi Amerika Serikat (AS) dengan harga yang cukup mahal.

Drone Buatan AS Tercanggih di Dunia, Bagaimana dengan Drone RI?
Drone LSU Buatan Lapan

"Drone itu, Pak Jokowi mengatakan harganya Rp 3 triliun/unit. Mahal karena memang alat UAV pertahanan yang dibuat Amerika. Di Amerika dia bisa mengontrol sampai ke Afghanistan dan menghancurkan musuh," kata Laksamana (Purn) Tedjo Eddy di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Sementara itu, Eddy mengakui, perusahaan lokal juga telah dapat memproduksi drone. Namun dalam hal teknologi, drone dalam negeri tidak secanggih AS.

"Kita ada industri dalam negeri yang mampu membuat drone dengan teknologi yang sudah ada. Mereka sudah hadir kemarin dan sudah diperlihatkan drone jaraknya baru 50 km, tetapi kan bisa dikembangkan," papar pria yang disebut-sebut jadi calon Menko Maritim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini.

Kamis, 11 September 2014

Lapan 'Curi Ilmu' dari Organisasi Antariksa Asia Pasifik

Lapan 'Curi Ilmu' dari Organisasi Antariksa Asia Pasifik

Teknologi keantariksaan sudah menjadi tren di berbagai negara. Mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan kemampuan di bidang ini, termasuk Indonesia.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pun tak ingin tinggal diam melihat tren global ini. Bersama organisasi keantariksaan Asia Pasifik-- Asia-Pasific Space Cooperation Organization (APSCO)-- Lapan menyelenggarakan International Training Course on Global Navigation Satellite System (GNSS) Technology and its Application di All Sedayu Hotel Jakarta, dari 26 Agustus-3 September 2014. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para ilmuwan dan peminat antariksa bisa saling bertukar ilmu, khususnya sistem navigasi satelit global.

Selasa, 02 September 2014

Lapan Sukses Uji Terbang Roket Buatan Sendiri

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan pengujian dalam merancang serangkaian pembangunan Roket Pengorbitan Satelit (RPS) secara mandiri di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, akhir pekan lalu.

Lapan Sukses Uji Terbang Roket Buatan Sendiri

Dalam pengujian tersebut, Lapan menyatakan telah sukses menerbangkan dua roketnya yaitu RX-320 dan RSX-100. Lalu, untuk RX-450 berhasil menguji karakteristiknya.

"Roket eksperimen RX-320 meluncur mulus dalam uji terbang Jumat lalu," tulis Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin dikutip di halaman Facebook-nya, Senin 1 September 2014.

Dalam laman resmi Lapan disebutkan jika roket RX-320 nantinya akan dijadikan roket pembawa muatan di dalam rangkain RPS. Muatan itu sendiri, rencananya akan dibangun bersama Technische Universitat, Berlin, Jerman.

Minggu, 24 Agustus 2014

Langkah Antariksa Lapan

Lapan bekerjasama dengan dengan India untuk meluncurkan Satelit A1, sekaligus mengejar ambisinya untuk bisa membuat roket peluncur satelit sendiri pada tahun 2020 – 2025.

Tahun Pemerintahan Periode 2009-2014, tidak terlalu gemilang bagi Lapan. Target mereka untuk meluncurkan roket pengorbit ke luar angkasa tidak tercapai. Roket RX 550 juga baru sebatas uji statis dan tidak bisa uji terbang karena ada kendala di bagian nozzle.


 
Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters