Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 04 Juli 2014

Pengamanan perbatasan RI-Timor Leste diperketat

Pengamanan di wilayah perbatasan RI dengan Timor Leste oleh personel Komando Daerah Militer IX/Udayana diperketat menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014.

Pos Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atapupu, Nusa Tenggara Timur
Pos Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atapupu, Nusa Tenggara Timur

"Kami terus menjaga kewaspadaan di wilayah perbatasan," kata Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Wisnu Bawa Tenaya seusai memimpin gelar pasukan pengamanan Pilpres 2014 di Denpasar, Jumat.

Jenderal TNI bintang dua itu telah menginstruksikan Komandan Korem di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan pengawasan di daerah perbatasan dengan negara yang beribu kota Dili itu.

"Kami memiliki pasukan Bataliyon di TTU (Timur Tengah Utara) dan Danrem juga melakukan kegiatan di sana," ucapnya.

Restrukturasi Militer Indonesia untuk Hadapi Ancaman

Capres dan cawapres Indonesia yang akan dipilih dalam pemilu tanggal 9 Juli kemungkinan akan memperkuat kebijakan Jakarta mengenai klaim wilayah Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.

Formasi Tempur Latgab TNI 2014 (photo: (ANTARA/Seno)

Baik Joko Widodo, gubernur Jakarta yang sedang unggul, atau Prabowo Subianto, pengusaha sukses, politikus veteran dan letjen angkatan darat, akan menghadapi tekanan yang semakin mendesak dari Angkatan Bersenjata Indonesia [TNI]. Tekanan itu menyerukan agar bangsa Indonesia membuat garis batas yang jelas terhadap serangan Tiongkok yang ditakuti atas kedaulatan Indonesia di atas hamparan pulau-pulau kecil yang berpotensi kaya energi di kawasan tersebut.

“Ketegangan baru di Laut Tiongkok Selatan menyebabkan kegelisahan di antara sebagian kami di kawasan,” disampaikan Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro kepada para pemimpin dunia dalam Dialog Shangri-La di Singapura, tanggal 1 Juni. Acara ini diselenggarakan oleh International Institute of Strategic Studies [IISS] di London.

Waspadai Serangan Teroris Jelang Pilpres

Menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengingatkan seluruh jajarannya untuk mewaspadai serangan terorisme.

Waspadai Serangan Teroris Jelang Pilpres

Diduga para teroris mengincar kantor-kantor aparatur keamanan saat pelaksanaan pilpres. "Potensi-potensi pergesekan saya lihat sudah muncul. Satu yang harus  diwaspadai adalah gerakan terorisme,” tutur Sutarman saat memberikan arahan kepada seluruh petinggi Polri dan TNI di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis 26 Juni 2014.

Dia mengungkapkan, hasil pemeriksaan kepolisian terhadap pelaku terorisme, para teroris merencanakan untuk menyerang kantor-kantor aparatur keamanan. Hal itu dimanfaatkan teroris karena semua sedang sibuk menyiapkan pelaksanaan pilpres.

Presiden Berharap TNI Bisa Ditakuti Lawan dan Dicintai Rakyat

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri acara buka puasa bersama prajurit atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI dan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/7/2014).

Presiden Berharap TNI Bisa Ditakuti Lawan dan Dicintai Rakyat

Dalam sambutannya, Presiden SBY berpesan agar TNI di masa kini dan masa mendatang bisa ditakuti lawan, disegani lawan dan dicintai rakyat.

"Kalau itu sudah ada pada TNI kita, ditakuti lawan, disegani lawan, dicintai rakyat, TNI akan menjadi kekuatan tangguh yang diandalkan bangsa," ujar Presiden SBY.

Presiden Harapkan TNI Bangun Pertahanan Smart Power

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau agar TNI membangun smart power untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden Harapkan TNI Bangun Pertahanan Smart Power

Hal itu disampaikan SBY saat menghadiri undangan buka puasa di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 3 Juli 2014. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Presiden (wapres) Boediono, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar,
Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, KSAD Jenderal Budiman, KSAL Laksamana Marsetio dan sebagainya.

SBY menjelaskan, Indonesia bukan bangsa yang tidak cinta damai. Pihaknya juga tidak menginginkan Indonesia menjadi bangsa yang agresif yang kesenangannya mengobarkan peperangan sepanjang masa.

Alutsista TNI Makin Maju, Moeldoko Puji SBY

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memuji masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah memajukan dan mengembangkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Hal itu disampaikan Moeldoko saat acara buka puasa bersama SBY di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (3/7).

Alutsista TNI Makin Maju, Moeldoko Puji SBY

"Beberapa saat setelah Bapak jadi presiden telah bangun kekuatan TNI sangat tangguh. Saat ini kami telah merasakan bagian kekuatan itu. Ini sangat selaras pada perkembangan strategis," ujar Moeldoko.

Dengan alutsista yang canggih, katanya, Indonesia menjadi percaya diri ketika melihat konflik Laut China Selatan. Untuk itu, ujar Moeldoko, TNI harus terus memodernisasi alutsista demi menjaga kedaulatan NKRI.

BIN Khawatirkan Situasi Pasca Pungutan Suara Pilpres 2014

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (purn) Marciano Norman menyatakan potensi rawan setelah pemungutan suara di Pilpres. Oleh karena itu, ia meminta tim sukses dari pasangan capres-cawapres untuk berkonsolidasi menciptakan keamanan pascapilpres.

Marciano Norman

"Bagi yang menang, saya sampaikan kelola kegembiraann pesta jangan berlebihan. Kita juga harus hormati bagi mereka yang belum beruntung saat ini. Sebaliknya, bagi yang belum dapat hasil sesuai harapan, tentu bukan akhir segalanya," ujar Marciano di Jakarta, Kamis, (3/7).

Kamis, 03 Juli 2014

Panglima dan Prajurit TNI Akan Kawal Pemerintahan SBY Hingga Akhir Masa Jabatan

Panglima TNI Jendral Moeldoko menegaskan, bahwa dirinya sebagai Panglima TNI bersama seluruh prajurit TNI akan mengawal dan mengamankan pemerintahan hingga habis masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Panglima dan Prajurit TNI Akan Kawal Pemerintahan SBY Hingga Akhir Masa Jabatan

“Kami Panglima TNI dan seluruh prajurit akan mengawal dan mengamankan pemerintahan hingga akhir masa jabatan Bapak,” kata Moeldoko dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama Prajurit TNI dan PNS Mabes TNI, di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/7) petang.

Panglima TNI menilai, Presiden SBY telah berhasil menciptakan stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan di dalam negeri. Selain itu, Presiden SBY dinilainya telah menciptakan kondisi dalam negeri yang mantap dan kondusif mulai dari Aceh sampai Papua.

Komisi I Dukung Rencana TNI Buka Komando Gabungan

Rencana membuka komando gabungan yang akan dilakukan TNI mendapat respons positif dari banyak kalangan. Salah satunya, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq yang menyatakan dukungannya mengenai rencana TNI dalam membuka komando gabungan dari dua titik menjadi tiga titik.

Latgab TNI 2014 di Pantai Banongan Situbondo Jawa Timur. (Foto: Dispenal)

“Saya mendukung sekali rencana TNI untuk membuka komando gabungan, dari dua titik menjadi tiga titik, yang tadinya barat dan timur menjadi barat, tengah, dan timur. Sehingga jangkauan dan mobilitas TNI kita menjadi cepat,” kata Mahfudz.

Pasalnya, pembukaan komando gabungan itu merupakan counter terhadap memanasnya situasi keamanan kawasan terkait sengketa Laut Tiongkok Selatan.

Pengamat : Indonesia Miliki Hak Klaim Kutub Selatan Sebanyak 49 Persen

Penetapan Minimum Essential Force harus memperhitungkan keamanan energi dan pangan (Energy & Food Security). Cara pandang ini mutlak diperlukan untuk menjaga kepentingan nasional jangka menengah dan panjang.  

Pengamat : Indonesia Miliki Hak Klaim Kutub Selatan Sebanyak 49 Persen

“Cara memandang ancaman terhadap kepentingan nasional energy dan food jangka panjang akan membawa cara perhitungan berbeda tentang Essential Forces yang diibutuhkan,” ujar pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, kepada JMOL.

Connie menggagas ide kerja sama keamanan di Laut Tiongkok Selatan antara ASEAN dan Tiongkok dalam wujud Strategic Petroleum Reserve (SPR).

“Ide SPR Tiongkok-ASEAN sudah saya proposed dan sudah dibahas dalam rapat di Kemlu. Ini bisa menjadi pilar dalam politik keamanan ASEAN,” ucap Connie.

Presiden SBY Ingin Polri/TNI Cegah Kerusuhan Pasca Pilpres

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memastikan kesiapan anggota kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan saat dan sesudah pemilihan umum presiden 9 Juli nanti. Dia ingin TNI dan Polri mencegah kerusuhan.


Hal itu disampaikan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (3/7). Siang ini Presiden SBY menggelar rapat terbatas bersama jajaran Kemenko Polhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf AD, AL, AU, BIN, dan Kementerian Pertahanan.

"Hari ini tanggal 3 Juli berarti 6 hari lagi akan dilakukan pemungutan suara. Maka itu utamanya jajaran kepolisian dibantu oleh jajaran TNI harus siap untuk mengemban tugas," kata SBY.

Sempat 'Berdarah-darah', BUMN Ini Kini Ekspor Kapal Perang dan Buat Kapal Selam

BUMN produsen kapal, PT PAL (Persero) memang masih dalam penanganan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). PAL memiliki kinerja keuangan relatif negatif alias berdarah-darah pasca krisis ekonomi 1998. Kondisi keuangan PAL perlahan tapi pasti mulai membaik.

Sempat 'Berdarah-darah', BUMN Ini Kini Ekspor Kapal Perang dan Buat Kapal Selam

Paling menggemparkan, pada awal 2014, PAL berhasil menjual 2 unit kapal perang tipe Strategic Sealift Vessel (SSV) dengan nilai kontrak US$ 90 juta kepada militer Filipina.

"Buat AL Filipina, itu juga order kapal perang terbesar pertama ke luar negeri," kata Dirut PAL, Firmansyah seperti dikutip, Rabu (2/7/2014).

Untuk memenangkan tender pengadaan kapal perang, BUMN RI harus bersaing ketat dengan produsen kapal dari 6 negara.

Ekspor Senjata RI Ketat, Agar Tak Jatuh ke Tangan Teroris

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan membuat aturan main yang super ketat untuk penjualan produk pertahanan ke luar negeri (ekspor) yang diproduksi BUMN atau swasta nasional. Aturan ini sengaja dibuat untuk mengawasi produk yang dijual dan dipakai oleh pihak berwenang.

Ekspor Senjata RI Ketat, Agar Tak Jatuh ke Tangan Teroris

Langkah pemerintah ini untuk menjamin produk yang dijual oleh industri dalam negeri tidak jatuh ke tangan teroris.

"Agar pembeli produk industri pertahanan adalah pengguna yang tepat atau nggak disalahgunakan teroris," kata Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim kepada detikFinance, Rabu (7/2/2014).

Mimpi BUMN Dhuafa Kuasai Pasar Nuklir Kesehatan Dunia

PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI) relatif jarang terdengar. Siapa sangka meski jarang tampil, namun INUKI mampu membuktikan prestasi yang cukup mencengangkan.

Mimpi BUMN Dhuafa Kuasai Pasar Nuklir Kesehatan Dunia

INUKI bersama SHINE Medical, USA, bersepakat mengembangkan pabrik nuklir untuk kebutuhan kesehatan (radioisotop). Kerjasama tersebut menghasilkan pengolahan radioisotop tanpa harus membuat reaktor nuklir.

Pabrik nuklir yang memakan investasi US$ 140 juta tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2017. Saat beroperasi, pabrik tersebut mampu memproduksi 4.000 curie per minggu.

Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) (INUKI), Yudi Utomo Imardjoko menjelaskan langkah INUKI tersebut merupakan rencana perseroan menjadi pemimpin pasar produk nuklir kesehatan dunia.

Indonesia Berharap Negara Lain Hormati Prinsip Saling Menghormati dan Menjaga Kedaulatan Wilayah

Indonesia menghormati kepentingan masing-masing negara dan berharap negara lain juga menghormati kepentingan Indonesia dalam prinsip saling menghormati dan menjaga kedaulatan wilayah masing-masing. Pada dasarnya dalam menjalin hubungan kerjasama pertahanan dengan negara lain, Indonesia selalu mengedepankan persamaan-persamaan dan bukan perbedaan. Diharapkan persamaan-persamaan yang ada dapat semakin mempererat hubungan kerjasama pertahanan kedua negara.

Indonesia Berharap Negara Lain Hormati Prinsip Saling Menghormati dan Menjaga Kedaulatan Wilayah

Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (1/7), saat menerima kunjungan delegasi National Defence University People’s Liberation Army (PLA) Tiongkok yang dipimpin Mayjen B I Jingjing di kantor Kemhan Jakarta. Saat menemui Pimpinan Delegasi NDU PLA Tiongkok Wamenhan didampingi oleh Direktur Kebijakan Strategis Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI M Nakir dan Direktur Analisa Strategis Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Witjaksono.

647 Prajurit Dilatih di Batujajar Untuk Persiapan Berdirinya Kodam 13/ Merdeka

Korem 131/Santiago terus melakukan melakukan persiapan berdirinya markas Kodam 13/Merdeka di Sulawesi Utara. Pembangunan markas pun telah ditenderkan dan sudah ada kontraktor yang akan mengerjakan pembagunan yang rencananya didirikan di Teling tersebut.

ilustrasi latihan militer

 Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Musa Bangun saat ditemui mengatakan, sesuai rencana pembangunan pun akan dimulai tahun ini. Targetnya penyelesaiannya pun belum diketahui.

 "Itu kewenangan TNI AD. Kami hanya menjalankannya saja. Tapi saat ini sudah ada kontraktornya yang akan melakukan pekerjaan membangun markas Kodam. Kami pun tak mengetahui jelas anggarannya berapa," terang Musa Bangun, Selasa (1/7/2014).

Kapal Angkut Tank Leopard Sedang Dibuat Industri Dalam Negeri

Perusahaan galangan kapal dalam negeri, PT. Daya Radar Utama (DRU) yang berada di Lampung dalam waktu dekat  akan segera meluncurkan kapal hasil produksinya, Kapal Angkut Tank (AT)-3 yang telah dipesan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).  

Kapal Angkut Tank Leopard

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Sabtu (28/6) berkesempatan meninjau secara langsung perkembangan dari pembangunan Kapal AT-3 yang dipesan TNI AL pada tahun 2012. Kapal yang dipesan melalui nomor perjanjian kontrak jual-beli No. Trak/1131/xi/PDN/2012 AL tertanggal 27 November 2012 tersebut dikerjakan sesuai dengan standar internasional.

Kapal AT-3 diproyeksikan untuk mengangkut kendaraan tank tempur berat khususnya Main Battle Tank (MBT) yaitu Tank Leopard milik TNI AD yang juga akan segera datang dari Jerman dalam waktu dekat.  PT. Daya Radar Utama (DRU) menargetkan, kapal akan selesai pada akhir bulan September 2014 sehingga dapat tampil pada peringatan hari ulang tahun TNI bulan Oktober 2014.

Rabu, 02 Juli 2014

TNI beri alat detektor di perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Kodam XVII Cenderawasih, akan membantu alat pendeteksi logam (metal detektor) untuk mengawasi perbatasan Indonesia-Papua Nugini khususnya di Skouw. Pemberian metal detektor itu untuk melacak masuknya barang-barang seperti senjata.

TNI beri alat detektor di perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, mengatakan alat tersebut akan diserahkan ke Yonif 632 yang bertugas di perbatasan.

Untuk itu, kata Mayjen Zebua, pihaknya terlebih dahulu akan melatih anggota batalyon tersebut agar dapat menggunakan alat tersebut dengan baik. Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat mendeteksi masuknya barang-barang yang mengandung logam seperti senjata dan amunisi.

Indonesia Butuh 755 Kapal Perang, 4 Buah Kapal Induk, 22 Kapal Selam

Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, berpendapat, perlu ada koreksi mendalam tentang pendekatan penyusunan Minimum Essential Force (MEF). Selama ini, ia menilai, pelaksanaan MEF hanya terfokus pada pendekatan anggaran yang tersedia, tidak didasarkan pada ancaman yang berkembang. Jika ini terus dilakukan, MEF tidak akan tercapai.

Kapal LPD 125 KRI Banjarnmasin 593 buatan PT PAL
Kapal LPD 125 KRI Banjarnmasin 593 buatan PT PAL

“Jika pengukuran MEF itu berdasarkan ancaman, artinya angkanya harus berubah tiap tahun. Ancaman kita 10 tahun lalu, ancaman kita 5 tahun lalu, dengan ancaman kita hari ini, kan sudah berubah,” ucap Connie.

Ia menjelaskan, dinamika ancaman kawasan saat ini sudah cukup kompleks. Oleh karenanya, penegasan terhadap paradigma outward looking TNI yang sudah dicetuskan sejak reformasi 1998, perlu segera diwujudkan, tidak sekadar wacana di atas kertas.

TNI AL Beli 2 Kapal Oceanographic dari Prancis

TNI AL telah memesan 2 kapal baru, Offshore Support Vessel (OSVs) 60 meter dari Prancis, melalui perusahaan galangan kapal OCEA SA, ujar Kabaranahan Kemenhan Laksda Rachmad Lubis, 26/06/2014.

TNI AL Beli 2 Kapal Oceanographic dari Prancis

Kontrak senilai 100 juta USD telah ditandatangani pada bulan Oktober 2013, setelah tercapainya negosiasi antara perwakilan pemerintah Indonesia dan Prancis.

“Perusahaan Korea Selatan ikut partisipasi dalam tender. Namun setelah meninjau kembali kemampuan kapal yang dibutuhkan, termasuk teknologinya yang harus ada di kapal, maka kami memutuskan untuk membeli buatan Prancis”, ujar Laksda Lubis, dalam kunjungannya ke galangan kapal di Les Sables d’Olonne, tempat dua OSVs Indonesia dibangun.

Mengintip Upgrade F-16 Blok 25 Hibah

F-16 C/D Blok 25 upgrade TNI-AU sudah semakin didepan mata. Situs TNI-AU mengabarkan, para calon penerbang telah dikirim ke Amerika Serikat untuk berlatih menggunakan pesawat hibah tersebut. Dari data yang didapat ARC, F-16 tersebut akan tiba pada akhir Juli 2014 nanti.

Mengintip Upgrade F-16 Blok 25 Hibah

Dari sisi avionik, kemampuan F-16 C/D Blok 25 Upgrade itu telah mengalami peningkatan kemampuan signifikan. Dari data yang dikeluarkan Kementrian Pertahanan pada Oktober lalu, terlihat jelas sejumlah modifikasi dan peningkatan itu. Diantaranya adalah pemasangan Modular Mission Computer, Digital Video Recorder, IDM, dan lainnya. Namun demikian untuk radar tampaknya masih menggunakan standar Blok 25 yaitu APG-68 (V). Itu untuk urusan avionik. Di kokpit sejumlah sentuhan modernisasi juga dilakukan. Diantaranya pemasangan Common Color Multifunction Display, NVIS cockpit dan lainnya. Ditambah pula dengan perangkat bela diri berupa RWR ALR-69, External ECM dan lainnya. untuk lengkapnya, lihat bagan dibawah ini.

Menyambut F-16C/D Fighting Falcon Block 52 ID TNI AU

Gurun Sonora yang kering di perbatasan negara bagian Arizona dan Meksiko, menjadi lokasi yang cukup bersejarah bagi TNI AU saat enam penerbang tempur F-16 dari Skuadron Udara 3 tengah menjalani latihan konversi instruktur 24 F-16C/D Fighting Falcon Block 52ID yang akan dimiliki Indonesia dalam waktu dekat.

Menyambut F-16C/D Fighting Falcon Block 52ID TNI AU

Keenam penerbang tempur itu telah tiba di Tucson, Arizona, pada 25 Juli lalu, untuk kemudian menjalani latihan konversi itu di Pangkalan Udara Hill (Hill AFB), Utah.

Mereka adalah Komandan Skadron Udara 3, Letnan Kolonel Penerbang Firman Foxhound Dwi Cahyono (40 th), Mayor Penerbang Anjar Beagle Legowo (38 th), Mayor Penerbang Bambang Bramble Apriyanto (34 th), Kapten Penerbang Pandu Hornet Eka Prayoga (31 th), Kapten Penerbang Anwar Weasel Sovie (30 th) dan Kapten Penerbang Bambang Sphynx Yudhistira (30 th).

Selasa, 01 Juli 2014

Cerita dan Fakta Pembuatan Jet Tempur KFX/IFX

Indonesia tengah menuju kepada sistem kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Caranya alat pertahanan dan keamanan canggih pun terus dikembangkan dan diproduksi oleh insinyur Indonesia.


Alutsista karya anak bangsa yang sedang dikembangkan, antara lain adalah jet tempur canggih. Program tersebut diberi nama Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) karena untuk pengembangan Indonesia menggandeng Korea Selatan.

Para insinyur Indonesia dan Korsel pun saat ini tengah bekerja keras merancang model, melakukan pengujian hingga bisa melahirkan purwarupa alias prototype jet tempur di negeri ginseng pada tahun 2020.

Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam di Tahun 2015

Indonesia dan Korea Selatan saat ini sedang mengembangkan jet tempur generasi 4.5. Pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak berhenti di situ. Awal 2015 nanti, Indonesia memulai pembuatan kapal selam versi lokal.

Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam di Tahun 2015

Pengembangan kapal selam ini ini dilakukan di area galangan kapal milik PT PAL (Persero) di Surabaya Jawa Timur.

"Kapal ke-3 dibangun di PAL. Harusnya November 2014, tapi akhirnya jadi awal 2015 mulai membangun, karena persiapan penyediaan fasilitas kapal selama ada sedikit kendala," kata

Demikian Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim kepada detikFinance saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Intelijen asing coba intervensi Pilpres Indonesia

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut ada upaya intelijen asing yang mencoba mempengaruhi (intervensi) hasil Pemilu Presiden Indonesia 9 Juli 2014.

Intelijen asing coba intervensi Pilpres Indonesia

Sinyalemen itu, kata Mahfud saat berkunjung di Pondok Pesantren Putri Al Hikmah Melathen, Tulungagung, Jawa Timur, Senin, ditandai dengan sejumlah propaganda sejumlah jurnalis luar negeri untuk "menyerang" capres Prabowo Subianto.

"Sudah pasti (ada) peran asing itu. Tapi tidak apa-apa, biar rakyat yang menilai," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan mengenai testimoni jurnalis investigasi AS, Allan Nairn yang menyebut Prabowo pernah membuat pernyataan yang melecehkan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dokumen rencana pemberontakan PKI ditemukan

Dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia ditemukan ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi.

Foto dokumentasi pemberangusan anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia pasca pemberontakan mereka pada Oktober 1965. Sampai kini masih sangat banyak informasi ataupun penggalan sejarah otentik yang gelap tentang pemberontakan PKI ini. (kvltmagz.com)

"Jadi, pengakuan pihak tertentu ada skenario ABRI melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis," katanya, kepada ANTARA, di Surabaya, Senin.

Menurut dia, fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis CC (Comite Central) PKI pada 1957, yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.

RIMPAC 2014 : Prajurit Marinir TNI-AL Latihan Menembak dan Fastrope

Segenap prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Latma Multilateral Rim of Pacific (RIMPAC) 2014 dibawah pimpinan Mayor Marinir Briand Iwan Prang melaksanakan latihan di Marine Corps base Hawaii (MCHB) Kaneohe, OAHU-Hawaii, Minggu (29/06/2014).


Dalam kegiatan tersebut para prajurit dibagi menjadi dua peleton, peleton pertama yang dipimpin Kapten Marinir Agus Mutaqim, melaksanakan latihan ground/airboune Integrated Terminal & Fast Rope di boondeckren MCHB yang melibatkan marinir Amerika dan Korea.

Skadron Udara 5 Latihan Evakuasi Crash Landing

Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin baru-baru ini melaksanakan latihan Crash Landing dan Ditching dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-200 Intai Strategis dan CN-235 MPA yang dilaksanakan di Hanggar Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin.


Latihan yang berlangsung selama dua hari dari 26 sampai dengan 27 Juni lalu melibatkan para awak pesawat dan teknisi Skadron Udara 5 Wing 5 itu, merupakan latihan yang bertujuan untuk menyiapkan serta meningkatkan kemampuan awak pesawat dalam menghadapi keadaan emergency yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, latihan tersebut begitu penting dan menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan keberhasilan terbang dan kerja.

Senin, 30 Juni 2014

Tank Leopard Bisa Menyelam dalam Air

Adu debat sesi ketiga antara Capres minggu yang lalu memang menghadirkan satu pertanyaan menggelitik terkait dengan tank Leopard 2. Salah satu Capres mengatakan bahwa Leopard tidak cocok, karena jembatan (di pulau Jawa, relevan dengan situasi penempatan Leopard 2 saat ini) tidak sanggup menahan bobot Leopard 2. 

Tank Leopard Bisa Menyelam dalam Air

Di luar fakta bahwa Leopard 2 sudah ditransportasikan dari Bandung ke Surabaya tanpa kendala berarti (termasuk melintasi jalan dan jembatan Pantura), nyatanya para desainer tank kebanggaan, Jerman ini sudah memikirkan bagaimana tank harus bermanuver (dalam keadaan terpaksa) melintasi sungai tanpa jembatan. Maklum saja, rel kereta dan jembatan sudah pasti jadi sasaran pertama serangan udara untuk menghancurkan noda dan kapabilitas transportasi. Di luar hangatnya persaingan antar Capres, ARC hanya ingin menghadirkan fakta Sejati di balik argumen dan opini yang ada.

Metri BUMN Dukung PTDI Bikin Jet Tempur dan Pesawat Militer

BUMN produsen pesawat yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tengah merancang pesawat tempur baru Indonesia Fighter Xperiment (IFX), bersama Koreal Selatan. Pemerintah mendukung penuh.

Metri BUMN Dukung PTDI Bikin Jet Tempur dan Pesawat Militer

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, rancangan jet tempur tersebut merupakan program PTDI. "PTDI itu sekarang paling ramai pekerjaannya. Belum pernah PTDI sesibuk sekarang ini. Ordernya banyak sekali. Jadi dalam sejarah PTDI, sekaranglah ordernya paling banyak," tutur Dahlan di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Foto Serah Terima Tank Leopard

Penyerahan dua jenis tank Leopard dan Marder secara simbolis dilakukan beberapa waktu yang lalu di pabrik Rheinmetall, Unterluss, Jerman. Pemerintah Indonesia telah membeli 180 unit Tank Leopard dan Marder (main battle tank) untuk modernisasi alutsista termasuk dalam Rencana Strategis (Renstra) yang disusun pemerintah dan TNI.

Penyerahan dua jenis tank Leopard dan Marder secara simbolis dilakukan beberapa waktu yang lalu di pabrik Rheinmetall, Unterluss, Jerman. Foto: Dok. Kemenhan

Minggu, 29 Juni 2014

Indonesia Mencari Titik Temu di Laut China Selatan

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, mengatakan, dalam debat calon presiden yang berlangsung pada Minggu 22 Juni 2014, tidak ada perbedaan substantif atau menonjol saat kedua capres menjawab isu Laut China Selatan. Pemaparan kedua kandidat, menurut dia, saling melengkapi.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa

Pernyataan itu dikemukakan Marty di Hotel Sari Pan Pacific, Selasa 24 Juni 2014 malam, di sela Sidang Komisi Bersama V antara Indonesia dan Bulgaria. Marty mengatakan, dia memahami ada pihak-pihak yang seolah-olah menyebut ada perbedaan pandangan di antara kedua capres.

"Saya tahu memang ada pihak yang seolah-olah mengatakan ada perbedaan. Tetapi, yang disampaikan oleh salah satu capres memang menekankan kontribusi terhadap penanganan masalah ini. Tetapi, kontribusi yang diberikan harus tepat dan betul-betul bisa menjadi solusi. Pada dasarnya memang betul begitu," kata Marty.

Di ASEAN, Hanya Indonesia yang Mengembangkan Pesawat Jet Tempur

Indonesia saat ini sedang mengembangkan pesawat atau jet tempur canggih. Program pengembangan jet tempur tersebut bernama Indonesia Fighter Xperiment (IFX), dengan menggandeng Korea Selatan. Di ASEAN, baru Indonesia yang mengembangkan pesawat tempur canggih generasi 4,5 tersebut.

Di ASEAN, Hanya Indonesia yang Mengembangkan Pesawat Jet Tempur

"Di negara ASEAN belum ada," kata Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga di Kemenhan Silmy Karim kepada detikFinance, Jumat (27/6/2014).

Mahalnya biaya pengembangan jet tempur yang lebih canggih daripada pesawat F-16 itu, menjadi alasan kenapa hanya Indonesia yang mengembangkan jet tempur di ASEAN.

Merespons Sengketa Kawasan, Pertahanan NKRI Perlu ‘Short Sharp War’

Konsep perang yang disebut short sharp war yang menitikberatkan pada Control, Command, Communication, dan Intelligent (C3I), mutlak diperlukan dalam membangun kekuatan pertahanan negara. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tahun 2000, Laksamana (Purn) Achmad Sutjipto menegaskan hal tersebut saat ditemui JMOL beberapa waktu lalu.

Salah satu bagian Latgab TNI di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur. (Foto: Dispenal)

“Skenario perang yang disebut dengan short sharp war, merupakan perang cepat untuk memukul musuh pertama kali dan harus menang. Perang pertama sangat menentukan, karena sehabis perang pertama pasti ada kekuatan ketiga yang melerai dan kita tidak malu. Jika kita menang maka akan berpengaruh pada perang-perang berikutnya,” ujar Achmad.

Lebih jauh, Achmad mengutarakan bahwa konsep short sharp war yang ditopang C3I akan terjadi di wilayah Indonesia, menghadapi memanasnya situasi kawasan. Sebagai contoh, adanya sengketa Laut Tiongkok Selatan yang sudah sangat nyata ada.

Posisi Indonesia dalam Konflik Laut China Selatan

Benarkah Indonesia tidak ada sangkut paut apa pun dengan konflik Laut China Selatan (LCS)? Persoalan yang muncul dari jawaban Joko Widodo (Jokowi) pada debat capres (22/6), hingga detik ini masih menjadi perdebatan.

Indonesia dalam Konflik Laut China Selatan

Secara spesifik, pro-kontra terbagi menjadi dua, apakah Indonesia tidak menjadi bagian dari konflik tersebut dan apakah harus berdiam diri melihat potensi konflik di wilayah ini. Persoalan ini perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi indikator untuk mengukur sejauh mana calon pemimpin Indonesia berkomitmen menjaga kedaulatan NKRI dan memahami politik luar negeri.

Pembukaan UUD 1945 sudah secara tegas mengamanatkan: kepentingan nasional Indonesia adalah menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, keselamatan dan kehormatan bangsa, serta ikut secara aktif dalam usaha perdamaian dunia.

Hanya dalam Enam Bulan, Kalahkan Drone Wulung

PENELITI yang sehari-hari menjabat sebagai direktur Advanced Marine Vehicles Research Center di Universitas Surya tersebut memang sudah lama terobsesi pada dunia penerbangan. Berbekal pengetahuan dan pengalaman selama lebih dari 20 tahun di bidang penerbangan, doktor lulusan Universitas Nagoya, Jepang, tersebut membuka harapan baru bagi dunia kedirgantaraan dan militer Indonesia dengan menciptakan pesawat tanpa awak yang diberi nama Super Drone.

Hanya dalam Enam Bulan, Kalahkan Drone Wulung
BUAH KERJA KERAS: Thombi Layukallo (kiri) bersama tim pembuat Super Drone saat akan uji coba di kawasan Batujajar, Bandung Barat. (Thombi Layukallo for Jawa Pos)

Berawal dari penunjukan dirinya sebagai penanggung jawab penelitian dan pembuatan drone oleh Universitas Surya yang bekerja sama dengan TNI-AD, Thombi lalu mengumpulkan sejumlah peneliti sebagai tim pembuat Super Drone. Jumlahnya tujuh orang dan semuanya merupakan pakar di bidang aeromodeling.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters