Sebanyak 298 Tamtama Remaja Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang merupakan siswa Kursus Tamtama Angkatan XXXV Gelombang dua resmi menyandang ‘Baret Ungu’ sebagai anggota Korps Marinir. Seluruh Tamtama Remaja ini berhasil menyelesaikan pendidikan selama enam bulan di Komando Pendidikan Marinir Kobangdikal dan Kursus Tamtama Remaja di Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) selama satu bulan.
Upacara penyematan baret ungu dilakukan oleh Komandan Korps Marinir Brigadir Jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn di pantai Nganteb, Malang Selatan, Jawa Timur, Minggu (26/06/2016) malam.
“Kewajiban ini sekaligus menjadi landasan moral prajurit Korps Marinir dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai komponen utama dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesai,” tegas Dankormar dalam amanatnya.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Marinir RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir RI. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Juni 2016
Korps Marinir TNI AL Terima Ratusan Tamtama Baru
Rabu, 22 Juni 2016
TNI Akan Tempatkan 3 Kompi Pasukan Elit dan Patroli Kapal Selam di Natuna
Komisi I Bidang Pertahanan DPR mengungkapkan rencana Tentara Nasional Indonesia membangun pangkalan militer di Natuna. Sebagai gerbang Indonesia di barat laut Kalimantan, Natuna selama ini dianggap rawan karena berhadapan dengan Laut China Selatan yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.
“Panglima TNI berencana membuat Natuna jadi pangkalan militer,” kata Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais usai rapat tertutup dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, semalam.
Anggaran untuk membangun pangkalan militer di Natuna, ujar Hanafi, sesungguhnya telah dialokasikan sejak tahun lalu. Namun ia mengaku lupa besarannya.
Akhir Maret, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat mengemukakan niatnya mengirim armada dari tiga matra TNI ke Natuna. Ia mengaku jengkel melihat kondisi Natuna yang minim penjagaan. Padahal 83 ribu kilometer persegi perairan Indonesia di wilayah itu bersinggungan langsung dengan kawasan sengketa Laut China Selatan.
“Panglima TNI berencana membuat Natuna jadi pangkalan militer,” kata Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais usai rapat tertutup dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, semalam.
Anggaran untuk membangun pangkalan militer di Natuna, ujar Hanafi, sesungguhnya telah dialokasikan sejak tahun lalu. Namun ia mengaku lupa besarannya.
Akhir Maret, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat mengemukakan niatnya mengirim armada dari tiga matra TNI ke Natuna. Ia mengaku jengkel melihat kondisi Natuna yang minim penjagaan. Padahal 83 ribu kilometer persegi perairan Indonesia di wilayah itu bersinggungan langsung dengan kawasan sengketa Laut China Selatan.
Label:
Kapal Perang,
Kapal Selam,
Kedaulatan Bangsa,
Korpaskhas,
Marinir RI,
Maritim,
Perbatasan NKRI,
Propesionalisme TNI,
TNI AD,
TNI AL,
TNI AU
Jumat, 10 Juni 2016
8 RM Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampire Marinir TNI AL Jalani Latihan
Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) mengelar latihan bagi operator alutsista terbaru milik Marinir, RM Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampire. Pembukaan pelatihan digelar di lapangan apel Yonroket-1 Mar Kesatrian Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya.
Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, yang diwakili Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Lukman mengatakan, kendaraan tempur RM Multi Launch Rocket System Kaliber 122 MM Vampire merupakan alutsista jenis terbaru yang dimiliki Korps Marinir.
Hadirnya delapan unit kendaraan tempur jenis terbaru ini merupakan realisasi dari upaya pembangunan kekuatan Korps Marinir guna memenuhi standard kekuatan pokok minimum.
Lebih lanjut, Buyung menuturkan, modernisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga akan lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi segala ancaman.
Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, yang diwakili Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Lukman mengatakan, kendaraan tempur RM Multi Launch Rocket System Kaliber 122 MM Vampire merupakan alutsista jenis terbaru yang dimiliki Korps Marinir.
Hadirnya delapan unit kendaraan tempur jenis terbaru ini merupakan realisasi dari upaya pembangunan kekuatan Korps Marinir guna memenuhi standard kekuatan pokok minimum.
Lebih lanjut, Buyung menuturkan, modernisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga akan lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi segala ancaman.
Label:
Latihan Militer,
Marinir RI,
Roket,
TNI AL
Kamis, 28 April 2016
Pecahkan Rekor Muri Ribuan Prajurit Marinir Berenang Sebrangi Selat Madura
Sebanyak 2.016 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut serentak berenang menyeberangi Selat Madura, Kamis, 28 April 2016. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB, dimulai dari titik start di bawah jembatan Suramadu sisi Surabaya, Jawa Timur.
Prajurit mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL), sudah berenang tepat di samping kaki-kaki Jembatan Suramadu sisi timur Surabaya. Mereka akan berenang sejauh 5,3 kilometer, dan berakhir di Madura.
Ribuan perenang dari prajurit TNI AL itu terdiri dari 644 perenang dari Brigade Infanteri-1 Marinir, 526 prajurit Resimen Bantuan Tempur-1 Marinir, 360 personel dari Resimen Artileri-1 Marinir, 360 personel dari Resimen Kavaleri-1 Marinir.
Prajurit mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL), sudah berenang tepat di samping kaki-kaki Jembatan Suramadu sisi timur Surabaya. Mereka akan berenang sejauh 5,3 kilometer, dan berakhir di Madura.
Ribuan perenang dari prajurit TNI AL itu terdiri dari 644 perenang dari Brigade Infanteri-1 Marinir, 526 prajurit Resimen Bantuan Tempur-1 Marinir, 360 personel dari Resimen Artileri-1 Marinir, 360 personel dari Resimen Kavaleri-1 Marinir.
Label:
Marinir RI,
Propesionalisme TNI,
TNI AL
Rabu, 30 Maret 2016
Pasukan Kusus Siap Menyergap Lima Kapal Perang Merapat Ke Perbatasan Indonesia-Filipina
Sedikitnya lima kapal perang yang berpangkalan di Kota Pahlawan, Surabaya, digeser ke perairan perbatasan Tarakan-Filipina.
Misi khusus diemban komando utama operasi TNI-AL membebaskan WNI yang ditengarai disandera gerombolan teroris Abu Sayyaf.
Armada yang ditugaskan antara lain, kapal fregat KRI Ahmad Yani, kapal patroli cepat KRI Ajak dan KRI Badau, kapal cepat rudal KRI Mandau, dan kapal markas KRI Surabaya.
Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menegaskan, armada kapal perang tersebut didukung beberapa unsur yang mobile. Mereka berada di bawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksma TNI I Nyoman Gede Ariawan yang sudah siaga di Tarakan.
Misi khusus diemban komando utama operasi TNI-AL membebaskan WNI yang ditengarai disandera gerombolan teroris Abu Sayyaf.
Armada yang ditugaskan antara lain, kapal fregat KRI Ahmad Yani, kapal patroli cepat KRI Ajak dan KRI Badau, kapal cepat rudal KRI Mandau, dan kapal markas KRI Surabaya.
Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menegaskan, armada kapal perang tersebut didukung beberapa unsur yang mobile. Mereka berada di bawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksma TNI I Nyoman Gede Ariawan yang sudah siaga di Tarakan.
Label:
Denjaka,
Kapal Perang,
Kopaska,
Marinir RI,
Maritim,
TNI AL
Jumat, 08 Januari 2016
TNI AL Teken 154 Kontrak Pengadaan Alutsista Senilai Rp1,19 Triliun
TNI Angkatan Laut menandatangani kontrak pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2016. Secara keseluruhan, terdapat 154 kontrak dengan total nilai Rp1,19 triliun.
Penandatanganan kontrak dilakukan secara kolektif antara para pejabat pembuat komitmen satuan kerja TNI AL dengan para mitra penyedia barang dan jasa, disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi.
Ade merinci, kontrak alat utama sistem pertahanan sebesar Rp902,9 miliar, sarana prasarana Rp167,8 miliar, dan perlengkapan personel Rp121,6 miliar.
Ade mengatakan, sebelum penandatangan kontrak, pihaknya telah melakukan proses lelang sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 70 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Penandatanganan kontrak dilakukan secara kolektif antara para pejabat pembuat komitmen satuan kerja TNI AL dengan para mitra penyedia barang dan jasa, disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi.
Ade merinci, kontrak alat utama sistem pertahanan sebesar Rp902,9 miliar, sarana prasarana Rp167,8 miliar, dan perlengkapan personel Rp121,6 miliar.
Ade mengatakan, sebelum penandatangan kontrak, pihaknya telah melakukan proses lelang sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 70 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Minggu, 03 Januari 2016
Upacara Militer menyambut kedatangan 96 Personel Satgas Garuda Unifil Lebanon
Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman, S.T., M.Tr (Han) diwakili Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir Bambang Sutrisno M.Tr. (Han) memimpin upacara penyambutan Satgas Marinir Yonmek TNI XXIII-I Unifil dan FPC TNI Konga XXVI-G2 Unifil TA. 2014/2015 di lapangan apel Sutedi Senaputra Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Kamis (31/12/2015) lalu.
Pada upacara penyambutan Satgas Marinir Yonmek TNI XXIII-I Unifil dan FPC TNI Konga XXVI-G2 Unifil tersebut, juga dihadiri Dankolatmar Kolonel Marinir Imam Sopingi, para Asisten Danpasmar-1, para Dankolak/Satlak Pasmar-1 serta Perwira dijajaran Marwiltim.
Prajurit Marinir ini terdiri dari 91 personel dari Pasmar-1, 4 personel dari Kolatmar dan 1 personel dari Lanmar Surabaya adalah bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang sudah bertugas kurang lebih dari satu tahun.
Pada upacara penyambutan Satgas Marinir Yonmek TNI XXIII-I Unifil dan FPC TNI Konga XXVI-G2 Unifil tersebut, juga dihadiri Dankolatmar Kolonel Marinir Imam Sopingi, para Asisten Danpasmar-1, para Dankolak/Satlak Pasmar-1 serta Perwira dijajaran Marwiltim.
Prajurit Marinir ini terdiri dari 91 personel dari Pasmar-1, 4 personel dari Kolatmar dan 1 personel dari Lanmar Surabaya adalah bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang sudah bertugas kurang lebih dari satu tahun.
Satu Batalyon Marinir Perkuat Pertahanan Pangkalan Kota Sorong,Papua Barat
Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) I Brigjen Marinir Lukman Hasyim meresmikan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XIV di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, (31/12/2015). Dengan adanya pasukan mariner ini maka perairan Sorong akan mendapatkan penjagaan yang maksimal dari TNI.
Meski hanya diperkuat satu Batalyon, namun pasukan ini memiliki berbagai kualifikasi, termasuk perang pantai, sabotase dan intelijen. Marinir pun dilengkapi dengan berbagai alutsista berat seperti tank amfibi, meriam hingga wahana bawah air.
Dalam amanatnya, Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Marinir Buyung Lalana menegaskan, anggota Marinir adalah prajurit kebanggaan bangsa yang harus terus mengasah naluri tempur dan meningkatkan profesionalismenya. Marinir juga harus menjaga hubungan baik dengan unsur TNI lain, Polri, pemerintah dan masyarakat.
Meski hanya diperkuat satu Batalyon, namun pasukan ini memiliki berbagai kualifikasi, termasuk perang pantai, sabotase dan intelijen. Marinir pun dilengkapi dengan berbagai alutsista berat seperti tank amfibi, meriam hingga wahana bawah air.
Dalam amanatnya, Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Marinir Buyung Lalana menegaskan, anggota Marinir adalah prajurit kebanggaan bangsa yang harus terus mengasah naluri tempur dan meningkatkan profesionalismenya. Marinir juga harus menjaga hubungan baik dengan unsur TNI lain, Polri, pemerintah dan masyarakat.
Label:
Marinir RI,
Perbatasan NKRI,
TNI AL
Kamis, 12 November 2015
Pasukan reaksi cepat Komando Armabar Lumpuhkan Perompak Selat Malaka
Pasukan reaksi cepat Komando Armabar TNI AL atau WQFR menangkap lima anggota kawanan Waskim, sindikat besar perompak yang biasa beraksi di Selat Malaka.
Kelima tersangka ini ditangkap di kaki Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (11/11/2015) sekitar pukul 09.15 WIB. “Satu dari lima pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas,” kata Kadispenal Laksma M Zainudin kepada Tribunnews, beberapa saat lalu.
Zainudin menambahkan, dalam operasi ini ada satu orang yang berhasil meloloskan diri masuk ke hutan Gunung Salak. “Kini dalam pengejaran petugas,” tambahnya. Sebelumnya, TNI AL juga sudah menangkap Gayor, anggota kelompok Waskim lainnya di Batam.
Kelima tersangka ini ditangkap di kaki Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (11/11/2015) sekitar pukul 09.15 WIB. “Satu dari lima pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas,” kata Kadispenal Laksma M Zainudin kepada Tribunnews, beberapa saat lalu.
![]() |
| Salah satu anggota perompak yang berhasil ditangkap unit khusus TNI AL. Foto: Dispenal. |
Zainudin menambahkan, dalam operasi ini ada satu orang yang berhasil meloloskan diri masuk ke hutan Gunung Salak. “Kini dalam pengejaran petugas,” tambahnya. Sebelumnya, TNI AL juga sudah menangkap Gayor, anggota kelompok Waskim lainnya di Batam.
Label:
Marinir RI,
Propesionalisme TNI,
TNI AL
Selasa, 27 Oktober 2015
Kisah Peterjun ‘Gila’ dari KKO
Sekitar bulan Mei dan Juni 1966, Korps Komando Operasi (KKO) yang kini berganti nama menjadi Korps Marinir TNI AL telah mengirim beberapa calon Free Fall Jumper ke SPKAD Batujajar guna mengikuti pendidikan terjun bebas. Tetapi di sana tidak cukup tersedia fasilitas bagi calon peterjun bebas dari KKO AL sehingga terpaksa mereka kembali ke Surabaya sambil menunggu kesempatan-kesempatan berikutnya.
Pada saat menunggu itulah, 2 orang calon peterjun bebas yakni Kopral KKO Eddies dan Prako Soebekti mengambil inisiatif sendiri merintis penerjunan bebas tanpa guru .
Dengan ketekunan dan keyakinan yang penuh dan resiko, mereka belajar dari pengalaman atau lebih tepatnya belajar dari nalurinya sendiri sehingga akhirnya mereka berhasil terjun bebas dari ketinggian 3000 kaki dengan hanya memakai Payung tipe D1 buatan USSR (saat ini Rusia).
Pada saat menunggu itulah, 2 orang calon peterjun bebas yakni Kopral KKO Eddies dan Prako Soebekti mengambil inisiatif sendiri merintis penerjunan bebas tanpa guru .
Dengan ketekunan dan keyakinan yang penuh dan resiko, mereka belajar dari pengalaman atau lebih tepatnya belajar dari nalurinya sendiri sehingga akhirnya mereka berhasil terjun bebas dari ketinggian 3000 kaki dengan hanya memakai Payung tipe D1 buatan USSR (saat ini Rusia).
Rabu, 21 Oktober 2015
Mantan Pejabat BNPT Resmi Jabat Danbrigif-3 Marinir
Kolonel Marinir Werijon yang sebelumnya aktif sebagai anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) resmi menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri-3 Marinir Lampung menggantikan Kolonel Mar I Wayan Ariwijaya dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dilaksanakan dalam suatu upacara militer di Lapangan Apel Brigif-3 Marinir, Padang Cermin Lampung, Sabtu (17/10/2015) lalu.
Bertindak selaku Inspektur Upacara pada Sertijab tersebut adalah Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana dengan dipimpin Komandan Upacara (Danup) Letkol Marinir I Gede Edy Supriyadi yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri-8 Marinir.
Upacara sertijab yang berlangsung hikmat ini diikuti oleh empat Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dari Kesatuan-kesatuan Brigif-3 Mar, terdiri dari Batalyon Infanteri-7 Marinir, Batalyon Infanteri-8 Marinir, Batalyon Infanteri-9 Marinir (Pangkalan Brandan Medan), dan Batalyon Infanteri-10 Marinir (Batam).
![]() |
| Kolonel Marinir Werijon menerima bendera dari Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana |
Bertindak selaku Inspektur Upacara pada Sertijab tersebut adalah Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana dengan dipimpin Komandan Upacara (Danup) Letkol Marinir I Gede Edy Supriyadi yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri-8 Marinir.
Upacara sertijab yang berlangsung hikmat ini diikuti oleh empat Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dari Kesatuan-kesatuan Brigif-3 Mar, terdiri dari Batalyon Infanteri-7 Marinir, Batalyon Infanteri-8 Marinir, Batalyon Infanteri-9 Marinir (Pangkalan Brandan Medan), dan Batalyon Infanteri-10 Marinir (Batam).
Label:
Marinir RI,
Prestasi Militer,
TNI AL
Kamis, 15 Oktober 2015
Mengenal Serma Joko Susanto, Penyelamat Korban Helikopter EC 130
Serma Marinir Joko Santoso adalah salah seorang yang tergabung dalam tim SAR gabungan pencarian helikopter EC 130 yang hilang. Joko wajar disebut sang penyelamat sebab anggota Satuan Angkatan Laut dari Lantamal I Belawan ini berhasil menyelamatkan Fransiskus (22), salah seorang penumpang helikopter yang jatuh pada Minggu (11/10/2015).
Diwawancarai di Pelabuhan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, sesaat setelah turun dari kapal SAR, Rabu (14/10/2015), Joko mengisahkan penyelamatan Fransiskus. Awalnya, Joko bersama tim gabungan yang berjumlah delapan orang melihat sebuah benda mencurigakan muncul dan tenggelam.
Dalam hati, Joko menyakini benda tersebut merupakan barang bukti dari helikopter. Setelah jarak cukup dekat, Joko bersama timnya melihat sosok manusia yang mengapung. Dia melihat Fransiskus masih sempat berenang beberapa kayuhan. "Saya salah satu korban helikopter," kata Fransiskus lemah.
Diwawancarai di Pelabuhan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, sesaat setelah turun dari kapal SAR, Rabu (14/10/2015), Joko mengisahkan penyelamatan Fransiskus. Awalnya, Joko bersama tim gabungan yang berjumlah delapan orang melihat sebuah benda mencurigakan muncul dan tenggelam.
Dalam hati, Joko menyakini benda tersebut merupakan barang bukti dari helikopter. Setelah jarak cukup dekat, Joko bersama timnya melihat sosok manusia yang mengapung. Dia melihat Fransiskus masih sempat berenang beberapa kayuhan. "Saya salah satu korban helikopter," kata Fransiskus lemah.
Label:
Kegiatan Sosial,
Marinir RI,
Prestasi Militer
Rabu, 23 September 2015
Taruna AAL Korps Marinir Latihan Senjata Bantuan Infanteri
Dalam rangka mempraktekkan materi pelajaran teori yang diterima di kelas, Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat IV angkatan ke-61 korps Marinir melaksanakan latihan dan praktek menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif)selama sepuluh hari yang dimulai Selasa (15/9) di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.
Latihan ini bertujuan agar para Taruna AAL korps Marinir dapat mengaplikasikan materi pelajaran yang sudah diterima di kelas serta memiliki pengalaman dan keterampilan taktik maupun teknik menembak senjata bantuan infanteri. Selain itu juga bertujuan agar Taruna korp Marinir dapat melaksanakan prosedur permintaan bantuan tembakan senjata bantuan infanteri.
Beberapa materi pokok yang akan dipraktekkan oleh 19 orang Taruna AAL korps Marinir ini, di antaranya pengetahuan teori praktis, drill taktik dan teknik Senbanif yang berisi tentang teknik menembak GPMG (General Purpose Machine Gun) dan Minimi, RPG7, serta Mo 60 dan 81. Menembak dasar Senbanif sejumlah senjata tersebut serta latihan Senbanif dalam taktik operasi darat yang terdiri dari latihan taktis Senbanif dalam serangan dan pertahanan.
Latihan ini bertujuan agar para Taruna AAL korps Marinir dapat mengaplikasikan materi pelajaran yang sudah diterima di kelas serta memiliki pengalaman dan keterampilan taktik maupun teknik menembak senjata bantuan infanteri. Selain itu juga bertujuan agar Taruna korp Marinir dapat melaksanakan prosedur permintaan bantuan tembakan senjata bantuan infanteri.
Beberapa materi pokok yang akan dipraktekkan oleh 19 orang Taruna AAL korps Marinir ini, di antaranya pengetahuan teori praktis, drill taktik dan teknik Senbanif yang berisi tentang teknik menembak GPMG (General Purpose Machine Gun) dan Minimi, RPG7, serta Mo 60 dan 81. Menembak dasar Senbanif sejumlah senjata tersebut serta latihan Senbanif dalam taktik operasi darat yang terdiri dari latihan taktis Senbanif dalam serangan dan pertahanan.
Senin, 10 Agustus 2015
Prajurit Marinir TNI AL Tantang US Marine Panjat Pinang dan Balap Karung
Berdasarkan keterangan dari Dispen Marinir yang diterima detikcom, Senin (10/8/2015), latihan bersama ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dengan sandi Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT). Untuk CARAT 2015 digelar sejak Senin (3/8) lalu di Situbondo, Jawa Timur.
Sebelum melakukan acara fun game, pasukan Marinir dan US Marine melaksanakan latihan penyerbuan sasaran yang dikuasai musuh di Pantai Banongan, Situbondo, Sabtu (8/8). Latihan tersebut merupakan latihan operasi amfibi atau Amphibious Exercise.
"Sebelum lomba-lomba, mereka latihan operasi amfibi dulu," ujar Kadispen Marinir Letkol (Mar) Suwandi saat dihubungi detikcom, Senin (10/8).
Label:
Internasional,
Latihan Militer,
Marinir RI,
TNI AL
Minggu, 09 Agustus 2015
Marinir TNI AL dan Marinir AS 'Menyerbu' Musuh di Pantai Situbondo
Prajurit Korps Marinir TNI AL dan Marinir Amerika yang biasa disebut USMC menyerbu pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, untuk melumpuhkan musuh yang menduduki pantai Banongan, Sabtu (08/08/2015). Tetapi hal itu hanya dilakukan dalam latihan gabungan antara TNI AL dengan USMC
Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (9/8/2015), penyerbuan sasaran yang dikuasai musuh itu, merupakan skenario dari latihan operasi amfibi "Amphibious Exercise" yang merupakan bagian dari Latihan Bersama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Amerika Serikat yang bersandi Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2015.
Latihan yang disaksikan Komandan Satgas Carat 2015 Kolonel Laut (P) Arsyad Abdullah, Asops Danpasmar-1 Kolonel Marinir I Made Sukada, Paban Sops Kormar Letkol Marinir Qomarudin, Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan, Komandan Puslatpur Baluran Letkol Mar Darwin Tambunan, Komandan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Letkol Inf Heru Cahyono dan para pejabat TNI – Polri diwilayah Situbondo itu, diawali dengan bantuan tembakan kapal ke arah pantai yang dilakukan USS Germantown.
Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (9/8/2015), penyerbuan sasaran yang dikuasai musuh itu, merupakan skenario dari latihan operasi amfibi "Amphibious Exercise" yang merupakan bagian dari Latihan Bersama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Amerika Serikat yang bersandi Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2015.
Latihan yang disaksikan Komandan Satgas Carat 2015 Kolonel Laut (P) Arsyad Abdullah, Asops Danpasmar-1 Kolonel Marinir I Made Sukada, Paban Sops Kormar Letkol Marinir Qomarudin, Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan, Komandan Puslatpur Baluran Letkol Mar Darwin Tambunan, Komandan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Letkol Inf Heru Cahyono dan para pejabat TNI – Polri diwilayah Situbondo itu, diawali dengan bantuan tembakan kapal ke arah pantai yang dilakukan USS Germantown.
Sabtu, 01 Agustus 2015
Kekuatan Marinir Indonesia Masuk Tiga Besar di Dunia
Meski tak dilengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secanggih milik negara-negara maju, Indonesia patut berbangga hati terhadap Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL).
Pasalnya, Indonesia disebut-sebut memiliki kekuatan Korps Marinir terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
"Kekuatan Marinir Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris," kata Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Buyung Lalana saat menyambangi Kantor Redaksi MNC Media, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 30 Juli 2015.
Buyung memaparkan, di dalam sebuah pertemuan tahunan persatuan Marinir tingkat dunia yang digelar di Hawai, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, korps baret ungu ini mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah negara adikuasa.
Pasalnya, Indonesia disebut-sebut memiliki kekuatan Korps Marinir terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
"Kekuatan Marinir Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris," kata Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Buyung Lalana saat menyambangi Kantor Redaksi MNC Media, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 30 Juli 2015.
Buyung memaparkan, di dalam sebuah pertemuan tahunan persatuan Marinir tingkat dunia yang digelar di Hawai, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, korps baret ungu ini mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah negara adikuasa.
Label:
Kekuatan Militer,
Marinir RI,
TNI AL
Selasa, 30 Juni 2015
Marinir bakal tindak tegas kapal asing pelanggar batas
Komandan Korps Marinir, Mayjen Buyung Lalana mengatakan marinir membutuhkan dukungan kekuatan satuan TNI lainnya untuk menjaga wilayah perbatasan laut Indonesia. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas sipil maupun militer negara-negara tetangga agar tidak melanggar batas. Sebab, pelanggaran batas wilayah oleh kapal-kapal asing sering terjadi.
"Ya, kita memang ada pengamanan-pengamanan di perbatasan, khususnya di pulau-pulau terluar ada yang sifatnya gabungan. Korps Marinir juga harus bergabung dengan TNI lainnya, AL untuk patroli-patroli," kata Buyung di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).
Menurutnya, agar pelintas batas ilegal jera, penjaga wilayah perbatasan termasuk marinir harus berani bertindak tegas. Prajurit tidak boleh lengah sedikit saja.
"Ya, kita memang ada pengamanan-pengamanan di perbatasan, khususnya di pulau-pulau terluar ada yang sifatnya gabungan. Korps Marinir juga harus bergabung dengan TNI lainnya, AL untuk patroli-patroli," kata Buyung di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).
Menurutnya, agar pelintas batas ilegal jera, penjaga wilayah perbatasan termasuk marinir harus berani bertindak tegas. Prajurit tidak boleh lengah sedikit saja.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Marinir RI,
Perbatasan NKRI
Selasa, 21 April 2015
Ribuan prajurit Marwiltim lepas Mayjen Faridz Washington
Ribuan prajurit Korps Marinir Wilayah Timur (Marwiltim) melepas Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington yang akan menyerahkan jabatan Komandan Korps Marinir kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana.
Didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Mediastuti Faridz Washington, orang nomer satu pada Korps Marwiltim itu memimpin apel khusus prajurit Korps Marwiltim di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa.
Dalam apel khusus yang berbeda dengan apel-apel sebelumnya itu, ia berpamitan kepada seluruh prajurit Korps Marinir di wilayah timur, karena dalam waktu yang tidak lama lagi akan menyerahkan jabatan Dankormar.
Di depan ribuan prajurit Korps baret ungu, Komandan Korps Marinir mengaku sangat bangga terhadap prajurit Korps Marinir wilayah timur yang telah memberi warna tersendiri bagi kejayaan Korps Marinir.
Didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Mediastuti Faridz Washington, orang nomer satu pada Korps Marwiltim itu memimpin apel khusus prajurit Korps Marwiltim di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa.
Dalam apel khusus yang berbeda dengan apel-apel sebelumnya itu, ia berpamitan kepada seluruh prajurit Korps Marinir di wilayah timur, karena dalam waktu yang tidak lama lagi akan menyerahkan jabatan Dankormar.
Di depan ribuan prajurit Korps baret ungu, Komandan Korps Marinir mengaku sangat bangga terhadap prajurit Korps Marinir wilayah timur yang telah memberi warna tersendiri bagi kejayaan Korps Marinir.
Jumat, 10 April 2015
Marinir Indonesia-Amerika jelajahi hutan Banyuwangi
Pasukan khusus Marinir Amerika Serikat, US Marsoc, dan prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL yang sedang mengadakan latihan bersama menjelajahi hutan di Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, Kamis.
Prajurit marinir kedua negara itu menjelajahi hutan dalam rangka latihan bertahan hidup di laut dan di hutan belantara.
Letda Marinir Arifin didampingi Serka Marinir Tri Purwito beserta sejumlah pelatih dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 1 Marinir lainnya menjelaskan tata cara bertahan hidup di hutan dan di laut.
Mereka memperkenalkan sekaligus mempraktikkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas, antara lain biawak dan ular.
Mereka juga memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung tanpa harus dimasak, termasuk juga tanaman yang tidak bisa dimakan karena membahayakan.
Prajurit marinir kedua negara itu menjelajahi hutan dalam rangka latihan bertahan hidup di laut dan di hutan belantara.
Letda Marinir Arifin didampingi Serka Marinir Tri Purwito beserta sejumlah pelatih dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 1 Marinir lainnya menjelaskan tata cara bertahan hidup di hutan dan di laut.
Mereka memperkenalkan sekaligus mempraktikkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas, antara lain biawak dan ular.
Mereka juga memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung tanpa harus dimasak, termasuk juga tanaman yang tidak bisa dimakan karena membahayakan.
Label:
Internasional,
Latihan Militer,
Marinir RI
Selasa, 07 April 2015
Marinir Indonesia-AS latihan perang kota di Banyuwangi
Prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL bersama dengan prajurit khusus Marinir AS, US Marsoc, melakukan latihan perang kota di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.
Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Freddy Ardianzah dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Korps Marinir di Banyuwangi, Selasa menjelaskan bahwa latihan bersandi "Lantern Iron 15-5524" melibatkan sejumlah pihak, termasuk helikopter TNI AL.
"Tujuan latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir dalam melaksanakan perang kota," ujarnya.
Letkol Freddy Ardianzah mengatakan selain materi perang kota, Senin (6/4), prajurit Taifib Korps Marinir pada Minggu (5/4) juga melaksanakan latihan melompat ke air dari helikopter dan stabo atau diangkut dengan helikopter menggunakan tali.
Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Freddy Ardianzah dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Korps Marinir di Banyuwangi, Selasa menjelaskan bahwa latihan bersandi "Lantern Iron 15-5524" melibatkan sejumlah pihak, termasuk helikopter TNI AL.
"Tujuan latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir dalam melaksanakan perang kota," ujarnya.
Letkol Freddy Ardianzah mengatakan selain materi perang kota, Senin (6/4), prajurit Taifib Korps Marinir pada Minggu (5/4) juga melaksanakan latihan melompat ke air dari helikopter dan stabo atau diangkut dengan helikopter menggunakan tali.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...




















