Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 21 Mei 2016

Polri Selidiki Video Anak-anak Indonesia Yang Dilatih ISIS di Suriah

Video sejumlah anak berlatih menembak dan perang beredar di media sosial. Anak-anak itu diduga ada yang berasal dari Indonesia. Tak hanya berlatih menembak, anak-anak dalam video dengan bendera ISIS di sebelah kanan atas, juga membakar paspor berwarna hijau yang diduga ada paspor Indonesia.

Polri Selidiki Video Anak-anak Indonesia Yang Dilatih ISIS di Suriah

"Ya kita dalami, pelajari video itu dibuat kapan di mana. Yang jelas itu kepentingan propaganda, kita harap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Saya yakin itu bukan di Indonesia," tegas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto, Jumat (20/5/2016).

Agus menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah paspor yang dipegang anak-anak itu paspor Indonesia atau bukan.

"Belum bisa dipastikan tapi paspor manapun itu hak mereka. Nantikan itu berpengaruh pada kewarganegaran yang bersangkutan," tambah dia.

Jumat, 20 Mei 2016

Mendagri Inginkan Pulau Terluar Menjadi Kapal Induk Pertahanan Maritim RI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo menargetkan, wajah perbatasan berubah 1000 persen pada 2017 mendatang, dari kondisi yang ada saat ini.

Karena itu sejumlah langkah pembangunan terus dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut. 


Mendagri Inginkan Pulau Terluar Menjadi Kapal Induk Pertahanan Maritim RI

“Misi BNPP dari presiden yaitu mempercepat pembangunan perbatasan. Lalu meningkatkan kemampuan nasional dalam perbatasan,” ujar Tjahjo dalam pidato sambutannya di Tasakuran Gedung baru BNPP di Jalan Kebon Sirih No. 3, Jakarta, Kamis (19/5).

Selain menggenjot pembangunan, pertahanan di perbatasan kata Tjahjo, juga penting diperkuat. Caranya, dengan menambah pangkalan-pangkalan militer. Hal ini perlu untuk menjaga kedaulatan Indonesia.
Sehingga ke depan, panglima armada laut kata Tjahjo, tidak ada lagi yang berfokus di Jakarta atau Surabaya. Namun di daerah-daerah perbatasan.

Bakamla amankan kapal berbendera Thailand & Malaysia di selat Malaka

Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia mengamankan sebuah kapal kayu dengan bendera ganda, Thailand dan Malaysia. Kapal tersebut diamankan karena tidak menyalahkan lampu pada posisi seharusnya dan tidak dilengkapi dokumen.

"Kapal kayu yang memiliki bobot 45 GT itu didapati sedang berlayar dengan tidak menghidupkan lampu pada posisi 04 30 60 U / 098 17 50 T dengan laju kapal 9 knot," ujar pelaksana tugas kabiro Sekretariat Utama Bakamla RI Kolonel Laut Suradi Agung Slamet, Jumat (20/5).



Bakamla amankan kapal berbendera Thailand & Malaysia di selat Malaka

Suradi menuturkan saat itu KAL Tarihu yang tengah melaksanakan tugas dari Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) untuk berpatroli di perairan Selat Malaka kemudian petugas Bakamla melihat adanya pelanggaran yang dilakukan kapal berbendera ganda tersebut. Petugas sempat meminta kapal untuk berhenti, namun kapal tersebut mencoba menghindar.

Kamis, 19 Mei 2016

Satgas Tinombala 2016 Imbau Kelompok Santoso Segera Menyerahkan Diri

Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 terus mengimbau kelompok Santoso untuk menyerah kepada 3.000 aparat keamanan yang memburu mereka. Menyerah lebih baik ketimbang lebih banyak jatuh korban luka maupun tewas dari kelompok Santoso yang kini tinggal berjumlah 23 orang.

Satgas Tinombala 2016 Imbau Kelompok Santoso Segera Menyerahkan Diri

Perburuan kelompok teroris Santoso dalam Operasi Tinombala 2016 sudah berlangsung empat bulan, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2016. Sejauh ini, Operasi Tinombala 2016 sudah menindak setidaknya 18 anggota kelompok Santoso, dari jumlah awal 41 orang.

Dari 18 orang yang berhasil ditindak itu, empat orang ditangkap, sedangkan satu orang lainnya memilih menyerahkan diri. 12 sisanya tewas dalam serangkaian peristiwa baku tembak dengan aparat keamanan. Satu orang lagi ditemukan tewas di sekitar aliran sungai di Lore Selatan.

Kerjasama Militer, Rusia Ingin Produksi Amunisi di Indonesia

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama di bidang pertahanan ketika bertemu di Sochi. Rusia juga ingin memproduksi amunisi militer di Indonesia.

”Kami telah sepakat untuk memperluas kontak antara kementerian pertahanan dan badan-badan keamanan,” kata Putin pada pertemuannya dengan Jokowi, seperti dilansir Itar-Tass, Kamis (19/5/2016).


Kerjasama Militer, Rusia Ingin Produksi Amunisi di Indonesia

Presiden Jokowi menambahkan, bahwa Indonesia dan Indonesia juga menyepakati pertukaran informasi intelijen.

Semenatara itu, Kepala Badan Ekspor Senjata Rusia, Alexander Fomin, mengatakan bahwa Rusia ingin memproduksi amunisi militer di Indonesia.
 

Menlu Klarifikasi Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi Su35 Indonesia

Menanggapi adanya pemberitaan media tanah air tentang pembelian Pesawat Sukhoi Su-35 dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar.

Menlu Klarifikasi Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi Su35 Indonesia

"Saya ingin sampaikan klarifikasi bahwa ada berita Indonesia borong pesawat tempur Sukhoi. Perlu saya klarifikasikan, peristiwa itu tidak ada," ucap Retno di Sochi Rusia dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Kamis (19/5/2016).

Retno menjelaskan, bahwa masalah pertahanan adalah salah satu isu yang dibahas Presiden Jokowi dan Presiden Putin dalam pertemuan bilateral pada Rabu kemarin. "Kita bicara konteks pertahanan dalam hal luas," ujar Retno.

Indonesia dan Rusia Sepakat Perkuat Kerjasama Pertahanan

Presiden Indonesia Joko Widodo menuturkan, Indonesia dan Rusia telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pertahanan. Kerjasama ini dicapai setelah Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, Rusia.

Jokowi menuturkan, selain sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam bidang pertahanan. Indonesia dan Rusia juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan dan teknologi.


Indonesia dan Rusia Sepakat Perkuat Kerjasama Pertahanan

"Saya dan Presiden Putin sepakat perkuat kerjasama di bidang pertahanan. Tadi juga kita bahas kerjasama di bidang alih teknologi, bidang produksi bersama, dan pendidikan serta pelatihan," ujar Jokowi dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Rabu (19/5).

"Indonesia dan Rusia juga akan terus bekerjasama untuk pemberantasan terorisme dan meningkatkan pertukaran informasi intelijen di bidang terorisme ini," sambungnya.

Gunakan Produk Lokal Kontingen AASAM 2016 TNI Kembali Berpeluang Menjadi Juara Umum

Untuk kesekian kalinya, Indonesia kembali berpeluang menjadi juara umum lomba menembak tingkat internasional di Australia. Tak hanya itu, para prajurit yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut juga berhasil mempecundangi Amerika Serikat, China dan Jepang dengan menyabet setengah emas yang dilombakan.

Gunakan Produk Lokal Kontingen AASAM 2016 TNI Kembali Berpeluang Menjadi Juara Umum

Salah satu personel yang berhasil merebut emas dalam kejuaraan tersebut adalah Letda Inf Poltak Siahaan, Prajurit Divisi Infanteri 1 Kostrad. Dia mencatatkan namanya sebagai pemenang lomba tembak perorangan di ajang Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) Tahun 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

Bagi Poltak, keberhasilannya merebut emas tersebut merupakan kemenangan berturut-turut sejak tahun 2008.

Minggu, 15 Mei 2016

Prototype Tank Boat Pindad dipamerkan Bulan November 2016

Sukses dengan senapan khusus SS 2 Subsonic, PT Pindad (Persero) kembali melakukan inovasi. Kali ini, perusahaan pelat merah berlogo Pasopati itu, sedang memproduksi tank boat alias tank kapal canggih. Menariknya, kapal tempur ini berbeda dengan kapal tempur lainnya.

Prototype Tank Boat Pindad dipamerkan Bulan November 2016

Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim mengatakan tank kapal ini merupakan yang pertama di dunia. “Kami sedang membangun prototipe tank boat, dimana investasi untuk research and development sekitar USD15-20 juta,” ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (14/5/2016).

Menurut dia, jenis kapal perang ini berbeda dengan kapal perang kecil kebanyakan negara. Karena memiliki hull ganda atau lazim disebut catamaran. Sehingga bisa dikatakan yang pertama di dunia. Jadi tank boat ini hanya Indonesia yang memproduksi, tidak meniru negara lain.

Indonesia Meminta Kepastian Harga Sukhoi Su-35 dan Alih Teknologinya

Pemerintah ingin memastikan harga pesawat tempur Sukhoi SU-35 ke Rusia. Pembelian pesawat SU-35 masih terkendala harga yang lebih mahal dari yang diajukan Pemerintah Indonesia.

Indonesia Meminta Kepastian Harga Sukhoi Su-35 dan Alih Teknologinya

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu belum dapat memastikan apakah negosiasi harga pesawat tempur dapat tuntas saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada 18-20 Mei mendatang. Menhan mengatakan, pembelian SU-35 telah melalui proses panjang.

“Proses sudah lama, sekarang sedang tawar-menawar, karena harganya kurang pas,” ujar Menhan usai menghadap Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana, Jakarta, (13/5/2016).

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters