Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 13 Juni 2014

Mabes TNI Kejar Pembocor Dokumen DKP soal Prabowo

Mabes TNI akan membentuk tim untuk mengusut bocornya dokumen Dewan Kehormatan Perwira (DKP) tentang pemberhentian Prabowo Subianto dari dinas ketentaraan pada 1998. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, ada sanksi pidana bagi pembocor dukumen yang terklasifikasi rahasia itu.

Mabes TNI Kejar Pembocor Dokumen DKP soal Prabowo

"Kita sedang mengejar siapa yang membocorkan dan tentu ada hukum pidananya. Kita lihat konteksnya dari sisi politik maupun dari sisi hukum bagaimana," kata Moeldoko kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada para perwira tinggi TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/6).

Menurut Moeldoko, dirinya tidak pernah membaca dokumen DKP yang dibentuk TNI saat masih bernama ABRI pada 1998. Jenderal kelahiran Kediri, Jawa Timur itu bahkan menegaskan, Mabes TNI tidak menyimpan dokumen yang kini menjadi polemik di publik itu.

Perbedaan UAV Predator dan Reaper

Pesawat MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper adalah pesawat tempur tanpa awak (UAV) yang berfungsi banyak, mulai dari pengintaian sampai melakukan serangan udara dengan dikendalikan jarak jauh. Predator adalah UAV yang dirancang dan dibangun oleh General Atomics Corporation di San Diego, California. Pada saat diperkenalkan pada tahun 1995, kemampuan teknologi dan peran Predator masih terbatas pada pengawasan dan misi intelijen untuk Central Intelligence Agency (CIA).


Sejak tahun 2001, misi Predator milik AU AS berkembang menjadi misi  menyerang "Buru dan Bunuh". Predator menjadi wahana tak berawak tempur utama di Irak, Afghanistan dan Pakistan.

MQ-9 Reaper merupakan konsep UAV tempur yang berevolusi dari varian  Predator B. Pada saat Reaper pertama kali diluncurkan oleh General Atomics pada tahun 2001, penampilannya sudah berbeda dengan spesifikasi desain asli Predator sehingga pada dasarnya Reaper adalah UAV yang sama sekali berbeda. MQ-9 lebih berat dan lebih ampuh dibandingkan Predator. Meskipun demikian masih tetap bisa dikendalikan dengan sistem pengendali lama untuk Predator.

Panglima TNI: Omong Kosong Ada Babinsa Mengarahkan ke Salah Satu Capres

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengatakan, peristiwa yang berkaitan dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) sudah final dan tidak perlu diperpanjang dan tidak ada Babinsa melanggar netaralitas.

Panglima TNI: Omong Kosong Ada Babinsa Mengarahkan ke Salah Satu Capres

"Bahwa ada isu Babinsa di Sumedang dan di tempat lain semua omong kosong, dan saya tegaskan saya tidak suka dengan kondisi ditekankan seperti itu. Kalau tidak saya kerasin isu ini akan bertambah," tegas Moeldoko, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/6).

Moeldoko memerintahkan, agar Pangdam, Danrem, Dandim, dan Babinsa melakukan tugas dan tanggung jawabnya. "Kalau macam-macam akan saya tindak tegas," ucapnya. 

Dia mengemukakan, dengan pengamanan Pimilihan Presiden yang digelar pada 9 Juli 2014 akan memberikan rasa aman kepada masyarakat. 
 

Beli Alutsista, Menhan Desak Presiden Baru RI Harus Hemat

Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, menaruh harapan kepada pemimpin Indonesia yang baru. Dia mendesak adanya peminimalisiran dana agar Indonesia mampu membeli alutsista.

Beli Alutsista, Menhan Desak Presiden Baru RI Harus Hemat

"Saya berharap dengan adanya kabinet baru Indonesia dapat meminimalisir dana sehingga bisa dialokasikan untuk pembelian sejumlah alutsista," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/6/2014) malam.

Dilaporkan, sejumlah perlengkapan pasukan maritim dan juga skuadron Indonesia mendapat bantuan. Salah satunya, dari pihak Rusia. Negara yang dijuluki Beruang Merah tersebut sempat melakukan ekspansi Sukhoi ke Indonesia sebagai bentuk bantuan dalam segi pertahanan.

Kamis, 12 Juni 2014

Presiden SBY Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Ketahanan Nasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Ketahanan Nasional dari Universitas Pertahanan. Prosesi pengukuhan guru besar ini akan dilakukan di IPSC Sentul, Jawa Barat, Kamis (11/6/2014) sore ini.


Berdasarkan agenda kepresiden dari Biro Pers Istana, prosesi pengukuhan guru besar dilakukan di kampus Universitas Pertahanan pada pukul 16.00 WIB. Prosesi akan digelar dengan melaksanakan sidang terbuka Senat Akademik Universitas Pertahanan.

Dalam kesempatan tersebut, juga SBY akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Perdamaian dan Keamanan dalam Dunia Yang Berubah: Tantangan Penyusunan Grand Strategy bagi Indonesia".

Indonesia Tidak Perlu Kapal Induk Seperti AS

Tim Ahli Bidang Maritim JKW4P, Edi Prasetiono mengatakan Indonesia tidak memerlukan kapal induk seperti yang dimiliki Amerika Serikat untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Republik Indonesia di bidang kemaritiman lantaran harga yang mahal.


"Ndak lah. Kapal induk satu saja 2 miliar dolar. Itu yang biasa. Kalau kapal induk seperti milik Amerika Serikat bisa 5 sampai 6 miliar dolar," ujar Edi di kantor pemenangan JKW4P, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).

Selain harga yang mahal, Edi mengungkapkan kapal induk tidak bisa berjalan sendiri. Kapal besar itu memerlukan bantuan kapal-kapal kecil untuk memberi dorongan untuk melaut, sehingga menambah biaya operasional yang tentu tidak murah.

AAL Terima Kunjungan Taruna Akademi TNI dan AKPOL

WAKIL Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksma TNI Dedy Yulianto menerima kunjungan 751 Taruna/Taruni Akademi TNI dan Akpol yang terlibat dalam pelatihan Bhineka Eka Bhakti di Gedung Maspardi, Kampus Bumimoro AAL, Surabaya, Rabu (11/6/2014).

AAL Terima Kunjungan Taruna Akademi TNI dan AKPOL

Gubernur AAL Laksda TNI A. Taufiquerrochman, S.E. dalam amanat yang dibacakan oleh Wagub AAL mengatakan Latihan Bhineka Eka Bhakti merupakan kegiatan integratif Taruna/Taruni Akademi TNI dan Akpol.

RI Tidak Bisa Borong Alutsista, Rusia Enggan Transfer Teknologi

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia meminta Rusia untuk melakukan transfer teknologi atas alutsista yang dibeli. Jika masih tidak bisa dilakukan, RI mengancam akan membeli dari negara lain.

RI Tidak Bisa Borong Alutsista, Rusia Enggan Transfer Teknologi

"Justru itu, yang selalu kami minta ke Rusia. Kami mengatakan kepada mereka, apabila tidak bisa transfer of technology (TOT), maka kami akan berpaling ke tempat lain," ujar Purnomo yang ditemui semalam di Hari Nasional Rusia di Jakarta.

Dia menjelaskan, selain dari Rusia, RI juga mendapatkan tawaran alutsista dari Ukraina dan negara blok timur lainnya. "Dan teknologi yang mereka miliki termasuk bagus," kata Purnomo.

Kasal luncurkan dua buku tentang kedaulatan laut Indonesia

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Laksamana Marsetio hari ini meluncurkan dua buku hasil karyanya berjudul 'Sea Power Indonesia' dan 'Paradigma Baru TNI AL Kelas Dunia' di Auditorium Yos Sudarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan. Kedua buku itu diluncurkan guna menjadi referensi dalam pertahanan kedaulatan laut di Indonesia.

Kasal luncurkan dua buku tentang kedaulatan laut Indonesia

"Buku ini bertujuan dalam permasalahan bangsa di Maritim. Indonesia sebagai kepulauan terbesar dunia tentunya kelautan Indonesia akan mempengaruhi, geopolitik dan geososial, untuk mewujudkan maritim Indonesia besar," ujar Marsetio di lokasi, Rabu (11/6).

Marsetio menambahkan, kedua buku ini saling melengkapi, di mana buku Sea Power merupakan salah satu upaya membangkitkan visi maritim menjadi kejayaan bangsa Indonesia. Sedangkan buku Paradigma Baru TNI AL Kelas Dunia merupakan instrumen pendukung dalam rangka pencapaian visi TNI AL yang handal dan disegani dunia.

Anggaran Menjadi Kendala Pembangunan Pos di Perbatasan

Kementerian Pertahanan memastikan seluruh kepulauan terluar Indonesia akan memiliki pos penjagaan TNI. Tetapi Kemenhan tidak bisa memastikan kapan semua pos itu akan terbangun.


"Nanti pada intinya semua pulau terluar akan ada pos, nanti akan bertahap," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan Brigadir Sispriadi di kantornya, Rabu 11 Juni 2014.

Tetapi saat ini sudah terbangun 22 pos yang menyebar di beberapa pulau terluar Indonesia, termasuk 8 pos yang tengah dibangun tahun ini dengan menggunakan anggaran 2013. Sementara untuk 2014 belum ada perencanaan untuk pembangunan pos, karena belum ditentukan pemotongan anggaran dari APBN 2014.

Meski pos patroli untuk daerah terluar Indonesia ini terus bertambah, tetapi jumlah personel TNI tidak bertambah.

Senin, 09 Juni 2014

PT Pindad siap produksi amunisi tank 2A4 Leopard

Satu lompatan dilakukan PT Pindad, setelah Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said, menyatakan kesanggupan perusahaan itu membuat dan membangun amunisi tank utama 2A4 Leopard. 



"Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard," kata Said, di Bandung, Jumat.

Menurut dia, untuk peluru meriam 120mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015.

ITB Ciptakan Teknologi Kamuplase Untuk Panser Anoa dan Tank Pindad

Penyusupan kendaraan militer ke pihak musuh harus lolos dari sensor termal atau panas. Untuk itu, mahasiswa dan dosen Teknik Elektro ITB merintis teknologi penyamaran untuk tank atau pengangkut infanteri. Kelak kendaraan itu seakan menghilang dari pantauan, atau berubah wujud seperti hewan atau kendaraan sipil.


ITB Ciptakan Teknologi Kamuplase Untuk Panser Anoa dan Tank Pindad

Kamuflase termal untuk kendaraan militer itu digarap Adrian Yopi Gazali, Claudius Andri, dan Gregorius Famalt, mahasiswa Teknik Elektro ITB 2010. Bentuknya semacam sisik berupa pelat tembaga berukuran 12,5 sentimeter sama sisi, setebal 0,4 milimeter. "Ukuran itu menyesuaikan satu pixel pada kamera pengintai termal," kata Adrian kepada Tempo di acara Electrical Engineering Days di Aula Barat ITB yang berlangsung dari 3-6 Juni 2014.

TNI Tembak Mati Komandan OPM

Prajurit TNI dari Batalyon Infantri 751/Vira Jaya Sakti Kodam XVII/Trikora, yang bertugas di Tingginambut Puncak Jaya, Papua, berhasil menembak mati Komandan Organisasi Papua Merdeka di Papua, Sabtu 7 Juni 2014.


Sebelum Komandan OPM ditembak, terjadi baku tembak sekitar pukul 05.00 pagi antara pasukan TNI dan OPM. Saat itu prajurit TNI sedang berpatroli di wilayah sekitar Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.

Tanda Tanya Seputar Tindakan Oknum Babinsa

Aktivitas bintara pembina desa (babinsa) yang mendata pilihan warga dalam Pemilu Presiden 2014 masih menyisakan tanda tanya. Ada yang belum tuntas dijelaskan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan TNI telah menindaklanjuti dugaan adanya upaya mengarahkan pilihan warga pada pasangan capres/cawapres tertentu. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan tak ditemukan pelanggaran yang dilakukan anggota babinsa bernama Koptu Rusfandi. Klaim Moeldoko itu berdasarkan penelusuran Bawaslu yang telah mengecek di lokasi kejadian, Jakarta Pusat, bersama camat, lurah, dan ketua RT/RW setempat disaksikan sejumlah warga.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters