Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso hadiri acara presentasi dan demontrasi kendaraan tempur produk HMMWV type M1165 DRGN V AM General USA di Hotel Grand Zury BSD City Tangerang Selatan, Rabu (12-03-2015) lalu.
Acara diawali dengan ramah tamah dan dilanjutkan dengan presentasi yang dibuka oleh Kaskormar. Dalam kesempatan ini, Direktur AM General USA, Robert William Postel menjelaskan karateristik kendaraan HMMWV type M1165 DRGN V.
“HMMWV adalah kendaraan tempur yang dirancang khusus berkapasitas 6500 cc dengan daya angkut 8 personel. Kendaraan tempur semi Amfibi ini bisa melewati segala macam medan dalam bentuk apapun,” ungkap Direktur AM General USA.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Ranpur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ranpur. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Maret 2015
Selasa, 10 Maret 2015
ILSV, Kendaraan Serbu Hasil Kolaborasi Dua Perusahaan Nasional
Dua perusahaan lokal yakni PT Jala Berikat Nusantara Perkasa (PT Jala) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) meyakini, kendaraan penyerbu ringan Indonesia (Indonesian Light Strike Vehicle/ILSV) yang mereka produksi mampu memperkuat armada militer nasional. Sehingga, menambah keunggulan pertahanan negara.
“Ada empat parameter jika suatu negara ingin menjadi negara yang kuat, di antaranya adalah memiliki pertahanan yang unggul. Salah satu syarat pertahanan suatu negara dikatakan unggul antara lain harus memiliki SDM profesional, fasilitas produksi, peralatan mutakhir, sistem dan metode yang mengikuti perkembangan tekhnologi serta dapat mengayomi keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan kedaulatan negara,” ujar Direktur Utama PT Jala Berikat Nusantara Perkasa Johny Tanoto dalam diskusi “Membangkitkan Produk Pertahanan Dalam Negeri” di Jakarta, Senin (2/3). Hadir pada kesempatan itu, tim pelaksana Teknik Manufaktur PT DI Udjang Hasan Subekti.
![]() |
| ILSV Kendaraan Serbu Hasil Kolaborasi Dua Perusahaan Nasional |
“Ada empat parameter jika suatu negara ingin menjadi negara yang kuat, di antaranya adalah memiliki pertahanan yang unggul. Salah satu syarat pertahanan suatu negara dikatakan unggul antara lain harus memiliki SDM profesional, fasilitas produksi, peralatan mutakhir, sistem dan metode yang mengikuti perkembangan tekhnologi serta dapat mengayomi keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan kedaulatan negara,” ujar Direktur Utama PT Jala Berikat Nusantara Perkasa Johny Tanoto dalam diskusi “Membangkitkan Produk Pertahanan Dalam Negeri” di Jakarta, Senin (2/3). Hadir pada kesempatan itu, tim pelaksana Teknik Manufaktur PT DI Udjang Hasan Subekti.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
Ranpur
Rabu, 14 Mei 2014
Mengenal Lebih Dalam MRAP Bushmaster Kopassus
soal MRAP , kategori kendaraan yang satu ini menjadi alutsista paling laris manis di dua palagan. Bayangkan, dari jumlah hitungan jari pada 2007, jumlah total MRAP yang digelar AS saja sudah mencapai 27.740 kendaraan. Sebanyak 24.000 MRAP yang digelar AS di Irak dan Afghanistan dalam program MRAP membuktikan bahwa kendaraan konsep lama yang dibungkus baru ini menjadi resep manjur untuk mengatasi ancaman IED. Dan untuk Bushmaster, Australia berhasil menemukan keseimbangan antara proteksi, kenyamanan, dan fungsi kendaraan untuk menjalankan misi yang dibebankan kepadanya. Untuk Indonesia sendiri sebanyak 3 unit Bushmaster telah siap dioperasikan Satuan Penanggulangan Teror Kopassus.
Kamis, 04 Juli 2013
Terbukti Handal TNI Pesan Land Rover Defender Dari Inggris
Medan berat di Indonesia membuat Tentara Nasional Indonesia membutuhkan kendaraan yang canggih. Untuk melintasi medan berat, TNI dikabarkan sudah memesan Land Rover Defender 2.2 liter diesel.
Kendaraan 4X4 asal Inggris itu tentu akan banyak membantu para tentara di Indonesia.
"TNI pesan Defender. Saya tidak bisa sebutkan berapa unit. Jadi Defender ini memang untuk off road super berat," kata Chief Operating Officer PT Grandauto Dinamika, Darwin Maspolim di Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Darwin, Defender sangat kuat mulai dari mesin, kaki-kaki hingga menggunakan bodi alumunium. Spesifikasi yang disediakan pada kendaraan tersebut diklaim mumpuni untuk melintasi medan berat seperti lumpur, tanah kering, kerikil dan jenis medan berat lainnya di Indonesia.
![]() |
| Land Rover Defender juga dipakai tentara Inggris |
Kendaraan 4X4 asal Inggris itu tentu akan banyak membantu para tentara di Indonesia.
"TNI pesan Defender. Saya tidak bisa sebutkan berapa unit. Jadi Defender ini memang untuk off road super berat," kata Chief Operating Officer PT Grandauto Dinamika, Darwin Maspolim di Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Darwin, Defender sangat kuat mulai dari mesin, kaki-kaki hingga menggunakan bodi alumunium. Spesifikasi yang disediakan pada kendaraan tersebut diklaim mumpuni untuk melintasi medan berat seperti lumpur, tanah kering, kerikil dan jenis medan berat lainnya di Indonesia.
Selasa, 02 Juli 2013
Mobil Humvee Indonesia (Komodo) Akan dijual Untuk Sipil Seharga 2 Miliar
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan varian kendaraan tempur militer Humvee versi Indonesia atau 'Komodo perang' mirip mobil Hummer yang selama ini lebih populer. Kendaraan yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak 2012 ini, direncanakan diproduksi untuk keperluan sipil.
"Kalau ada permintaan, kami akan produksi," ucap Direktur Utama Pindad Adik Soedarsono usai acara Business Executive Gathering 2013 Kementerian BUMN di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).
Adik menegaskan varian Komodo akan diperbanyak ketika telah terbukti dan teruji di lapangan. Terutama terbukti oleh TNI sebagai pemakai. Menurutnya, Pindad hingga saat ini baru memproduksi sebanyak 5 unit varian Komodo.
"Kalau ada permintaan, kami akan produksi," ucap Direktur Utama Pindad Adik Soedarsono usai acara Business Executive Gathering 2013 Kementerian BUMN di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).
Adik menegaskan varian Komodo akan diperbanyak ketika telah terbukti dan teruji di lapangan. Terutama terbukti oleh TNI sebagai pemakai. Menurutnya, Pindad hingga saat ini baru memproduksi sebanyak 5 unit varian Komodo.
Rabu, 19 Juni 2013
Pindad Kebut Produksi Panser Anoa dan Rantis Komodo
Setelah TNI memesan 150 panser Anoa produksi Pindad pada tahun 2008, pabrik persenjataan di Bandung, Jawa Barat yang sudah berstatus BUMN itu seperti mendapat pasokan darah segar. Jumlah total dana yang dikucurkan pemerintah untuk membeli 150 unit panser Anoa melebihi Rp 1 trilliun sehingga operasional produksi Anoa pun berjalan lancar.
Tidak hanya merampungkan 150 unit panser Anoa, para teknisi senjata Pindad saat ini juga sedang menggeber produksinya demi memenuhi pesanan TNI yang jumlah totalnya ( termasuk pesanan 150 unit pertama) , mencapai lebih dari 300 unit. Anoa yang sudah dioperasikan bahkan ada yang dikirim ke Lebanon guna mendukung tugas Pasukan Perdamaian PBB Indonesia, Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.
Tidak hanya merampungkan 150 unit panser Anoa, para teknisi senjata Pindad saat ini juga sedang menggeber produksinya demi memenuhi pesanan TNI yang jumlah totalnya ( termasuk pesanan 150 unit pertama) , mencapai lebih dari 300 unit. Anoa yang sudah dioperasikan bahkan ada yang dikirim ke Lebanon guna mendukung tugas Pasukan Perdamaian PBB Indonesia, Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.
Rabu, 08 Mei 2013
Komodo, Milestone Lain Bagi PT Pindad?
Komodo. Itulah nama yang diberikan pada kendaraan taktis 4×4 terbaru kebanggaan PT Pindad ini. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi memberikan nama hewan asli Indonesia ini pada perhelatan Indo Defence Expo and Forum, November 2012 yang lalu. Presiden memiliki harapan agar kendaraan taktis ini dapat tangguh di medan perang, kuat di segala medan, dan pulang dengan membawa kejayaan bagi Indonesia.
Jika ingin sedikit kembali ke masa lalu, tepat tanggal 26 Oktober 2011, Presiden mengunjungi pameran alutsista di PT Dirgantara Indonesia. Saat itu, Presiden memberikan tantangan pada tim Pengembangan Produk dari Pindad untuk membuat kendaraan taktis 4×4.
Para teknisi Divisi Kendaraan Khusus menyetujuinya. Lalu dimulailah perjalanan mewujudkan kendaraan taktis yang kini menjadi kebanggaan Pindad ini.
Jika ingin sedikit kembali ke masa lalu, tepat tanggal 26 Oktober 2011, Presiden mengunjungi pameran alutsista di PT Dirgantara Indonesia. Saat itu, Presiden memberikan tantangan pada tim Pengembangan Produk dari Pindad untuk membuat kendaraan taktis 4×4.
Para teknisi Divisi Kendaraan Khusus menyetujuinya. Lalu dimulailah perjalanan mewujudkan kendaraan taktis yang kini menjadi kebanggaan Pindad ini.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Ranpur
Sabtu, 04 Mei 2013
Berbagai Kelebihan Kendaraan Tempur Komodo 4x4 Buatan Pindad
PT Pindad (Persero), mampu menghasilkan produk militer berkelas dunia. Dari pabrik yang terletak di Bandung, Jawa Barat, Pindad berhasil menciptakan dan meluncurkan kendaraan perang versi ringan terbaru yakni Komodo 4X4. Mobil
yang diperkenalkan sejak tahun 2012 ini telah diproduksi untuk pasukan
elit TNI AD, Kopassus dan pasukan elit Kepolisian, Brimob.
Mobil yang mengadopsi desain dan konsep mobil perang Humvee buatan Amerika Serikat atau Sherpa buatan Prancis ini, dibandrol mulai harga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Bedanya, harga ini, tergantung pada varian, konten dan mesin yang ada di dalam setiap mobil.
Saat ini, varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher. Komodo ini, sekarang belum dirancang untuk keperluan sipil.
Mobil yang mengadopsi desain dan konsep mobil perang Humvee buatan Amerika Serikat atau Sherpa buatan Prancis ini, dibandrol mulai harga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Bedanya, harga ini, tergantung pada varian, konten dan mesin yang ada di dalam setiap mobil.
Saat ini, varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher. Komodo ini, sekarang belum dirancang untuk keperluan sipil.
Label:
Industri Pertahanan,
KOPASSUS,
Pindad,
Produk Nasional,
Ranpur
Jumat, 26 April 2013
Rantis Komodo Khusus Untuk Pasukan Khusus Indonesia
nilah penampakan panser Komodo varian khusus milik Komando Pasukan Khusus alias Kopassus. Seperti kita ketahui, Kopassus memesan sebanyak 2 unit varian khusus, yang nantinya akan dioperasikan oleh satuan penanggulangan teror, SAT-81 Gultor.
Dari informasi yang ARC dapatkan, varian ini memiliki sejumlah perlengkapan. Secara fisik, tampak bagian bemper diperkuat, sehingga mampu mendobrak beton. Terlihat juga tangga lipat pada bagian atap kendaraan, yang tentunya berfungsi untuk infiltrasi gedung atau pesawat.
Dari informasi yang ARC dapatkan, varian ini memiliki sejumlah perlengkapan. Secara fisik, tampak bagian bemper diperkuat, sehingga mampu mendobrak beton. Terlihat juga tangga lipat pada bagian atap kendaraan, yang tentunya berfungsi untuk infiltrasi gedung atau pesawat.
Label:
Industri Pertahanan,
KOPASSUS,
Pindad,
Ranpur
Selasa, 23 April 2013
Ranpur Komodo, Humvee Versi Pindad Digunakan Oleh Pasukan Khusus Indonesia
Sukses merancang kendaraan tempur jenis Panser Anoa 6X6, PT Pindad (Persero) kemudian mulai merancang kendaraan tempur ringan 4X4.
Pindad mulai merancang dan mengembangkan kendaraan tempur taktis mirip Humvee buatan Amerika Serikat (AS) sejak 2010. Dengan nama Komodo, kendaraan perang ini dirancang sangat modern nan lincah.
“Kalau kelas rantisnya seperti itu, baik rantis buatan Amerika atau Prancis, itu mirip-mirip. Secara ergonomis dan taktis, memang dibutuhkan dimensi seperti itu,” tutur Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).
Pindad mulai merancang dan mengembangkan kendaraan tempur taktis mirip Humvee buatan Amerika Serikat (AS) sejak 2010. Dengan nama Komodo, kendaraan perang ini dirancang sangat modern nan lincah.
“Kalau kelas rantisnya seperti itu, baik rantis buatan Amerika atau Prancis, itu mirip-mirip. Secara ergonomis dan taktis, memang dibutuhkan dimensi seperti itu,” tutur Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).
Rabu, 20 Februari 2013
Kendaraan Tempur Komodo 4x4 Harapan Baru Kejayaan PT. Pindad
Komodo. Itulah nama yang diberikan pada kendaraan taktis 4x4 terbaru kebanggaan PT Pindad ini. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi memberikan nama hewan asli Indonesia ini pada perhelatan Indo Defence Expo and Forum, November 2012 yang lalu. Presiden memiliki harapan agar kendaraan taktis ini dapat tangguh di medan perang, kuat di segala medan, dan pulang dengan membawa kejayaan bagi Indonesia.
Jika ingin sedikit kembali ke masa lalu, tepat tanggal 26 Oktober 2011, Presiden mengunjungi pameran alutsista di PT Dirgantara Indonesia. Saat itu, Presiden memberikan tantangan pada tim Pengembangan Produk dari Pindad untuk membuat kendaraan taktis 4x4.
Para teknisi Divisi Kendaraan Khusus menyetujuinya. Lalu dimulailah perjalanan mewujudkan kendaraan taktis yang kini menjadi kebanggaan Pindad ini.
| Kendaraan Tempur 4x4 Komodo dengan Rudal Mistral |
Jika ingin sedikit kembali ke masa lalu, tepat tanggal 26 Oktober 2011, Presiden mengunjungi pameran alutsista di PT Dirgantara Indonesia. Saat itu, Presiden memberikan tantangan pada tim Pengembangan Produk dari Pindad untuk membuat kendaraan taktis 4x4.
Para teknisi Divisi Kendaraan Khusus menyetujuinya. Lalu dimulailah perjalanan mewujudkan kendaraan taktis yang kini menjadi kebanggaan Pindad ini.
Kamis, 31 Januari 2013
Batalyon Armed 2/1 Kostrad Akan Mengunakan MLRS Astors II Brazil
Tahun ini, Resimen Armed 2/1 Kostrad rencananya akan mengganti alat utama sistem persenjataan (Alutsista) jadul dengan persenjataan yang lebih canggih. Salah satunya, Alutsista yang ada di lingkungan Batalyon Armed Pasopati 9 Purwakarta.
Pasalnya, artileri yang ada terutama yang terdapat di tiga Batalyon Armed dinilai sudah usang dan harus segera disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat Batalyon ini akan mendapatkan Alutsista berbentuk roket yang diimpor dari Brazil.
Komandan Resimen Armed 2/1Kostrad, Kolonel Arm Mohamad Naudi Nurdika mengaku, saat ini Alutsista yang dimiliki tiga Batalyon dibawah struktur Resimen Armed 2/1 Kostrad, masing-masing Yon Armed 9 Pasopati, Yon Armed 10 Brajamusti, dan Yon Armed 13 Nanggala, adalah berjenis meriam 105 mm-M101A1 buatan Amerika tahun 1942, dan meriam 76/GN buatan Yugoslavia dengan tahun pembuatan 1949.
![]() |
| Multiple Launch Rocket System (MLRS) Astros-II Buatan Brazil |
Pasalnya, artileri yang ada terutama yang terdapat di tiga Batalyon Armed dinilai sudah usang dan harus segera disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat Batalyon ini akan mendapatkan Alutsista berbentuk roket yang diimpor dari Brazil.
Komandan Resimen Armed 2/1Kostrad, Kolonel Arm Mohamad Naudi Nurdika mengaku, saat ini Alutsista yang dimiliki tiga Batalyon dibawah struktur Resimen Armed 2/1 Kostrad, masing-masing Yon Armed 9 Pasopati, Yon Armed 10 Brajamusti, dan Yon Armed 13 Nanggala, adalah berjenis meriam 105 mm-M101A1 buatan Amerika tahun 1942, dan meriam 76/GN buatan Yugoslavia dengan tahun pembuatan 1949.
Selasa, 15 Januari 2013
Pindad Selesaikan Rantis KOMODO Pesanan Brimob
Di awal tahun, tidak ada waktu berleha-leha bagi PT.Pindad. Bahkan sejak akhir tahun 2012, perusahaan plat merah ini sudah sibuk menyelesaikan berbagai pesanan persenjataan. Salah satunya adalah Rantis KOMODO pesanan TNI-Polri.
Diawal tahun, sudah terlihat hasil nyata. Beberapa KOMODO pesana Brimob Polri sudah selesai dikerjakan dan siap dikirim. KOMODO pesanan polri ini sedikit berbeda dengan desain pesanan TNI baik untuk Kopassus maupun versi Mistral. Pada versi Brimob, kaca-kaca depan dan samping dilengkapi teralis besi. Hal ini diperlukan lantaran tugas Brimob biasanya juga mencakup pengamanan aksi demonstrasi atau huru-hara.
Diawal tahun, sudah terlihat hasil nyata. Beberapa KOMODO pesana Brimob Polri sudah selesai dikerjakan dan siap dikirim. KOMODO pesanan polri ini sedikit berbeda dengan desain pesanan TNI baik untuk Kopassus maupun versi Mistral. Pada versi Brimob, kaca-kaca depan dan samping dilengkapi teralis besi. Hal ini diperlukan lantaran tugas Brimob biasanya juga mencakup pengamanan aksi demonstrasi atau huru-hara.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
POLRI,
Produk Nasional,
Ranpur
Rabu, 28 November 2012
Unjuk Kehebatan Ranpur Anoa dan Terrex di Cipatat
Ada yang berbeda dalam latihan bersama antara prajurit Indonesia dan Singapura ke-24 yang digelar di Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kesatuan dari dua negara membawa kendaraan tempurnya, Anoa dari Indonesia dan Terrex dari Singapura.
Hal itu dikemukakan Kepala Staf Angkatan Darat TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo seusai menutup latihan bersama, Rabu (28/11/2012). Latihan bersama diselenggarakan selama delapan hari sejak 21 November.
"Masing-masing menyadari kekuatan dan kelemahan dari masing-masing kendaraan," ujar Pramono.
![]() |
| All foto : arc.web.id |
Hal itu dikemukakan Kepala Staf Angkatan Darat TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo seusai menutup latihan bersama, Rabu (28/11/2012). Latihan bersama diselenggarakan selama delapan hari sejak 21 November.
"Masing-masing menyadari kekuatan dan kelemahan dari masing-masing kendaraan," ujar Pramono.
Label:
Latiham Militer,
Produk Nasional,
Ranpur
Senin, 19 November 2012
Nexter Caesar, Meriam Kelas Berat Penggempur Sasaran Jauh
Tahun 2012 ini cukup banyak persenjataan baru yang mulai berdatangan memperkuat jajaran TNI. Salah satu di antaranya adalah meriam jarak jauh atau howitzer kelas berat berkaliber 155 mm, Nexter Caesar.
Seperti diberitakan antara lain di jurnal pertahanan Jane’s Defense Weekly, Indonesia bakal secara total membeli 37 unit howitzer swagerak ini, yang akan dikirim pada 2013-2014 mendatang. Dengan pengadaan ini, Indonesia akan menjadi negara keempat di dunia yang menggunakan senjata andalan AD Prancis ini. Selain Prancis sendiri selaku pembuatnya, Caesar juga sudah digunakan Arab Saudi dan negeri tetangga sesama anggota ASEAN, Thailand. Negeri lain yang tengah pikir-pikir untuk membeli adalah Denmark.
Sesuai jenisnya yaitu howitzer swagerak, meriam supergede ini memang bisa “jalan-jalan” sendiri karena terpasang secara integral dengan truk Renault Sherpa berpenggerak enam roda dengan kecepatan maksimal 100 km per jam dan jarak jelajah hingga 600 km tanpa mengisi ulang bahan bakar. Lain halnya dengan howitzer konvensional yang harus ditarik truk dengan gandengan untuk mobilitas. Pilihan lain kendaraan platformnya adalah Mercedes Benz Unimog, seperti yang dipakai untuk Caesar pesanan Arab Saudi.
Seperti diberitakan antara lain di jurnal pertahanan Jane’s Defense Weekly, Indonesia bakal secara total membeli 37 unit howitzer swagerak ini, yang akan dikirim pada 2013-2014 mendatang. Dengan pengadaan ini, Indonesia akan menjadi negara keempat di dunia yang menggunakan senjata andalan AD Prancis ini. Selain Prancis sendiri selaku pembuatnya, Caesar juga sudah digunakan Arab Saudi dan negeri tetangga sesama anggota ASEAN, Thailand. Negeri lain yang tengah pikir-pikir untuk membeli adalah Denmark.
Sesuai jenisnya yaitu howitzer swagerak, meriam supergede ini memang bisa “jalan-jalan” sendiri karena terpasang secara integral dengan truk Renault Sherpa berpenggerak enam roda dengan kecepatan maksimal 100 km per jam dan jarak jelajah hingga 600 km tanpa mengisi ulang bahan bakar. Lain halnya dengan howitzer konvensional yang harus ditarik truk dengan gandengan untuk mobilitas. Pilihan lain kendaraan platformnya adalah Mercedes Benz Unimog, seperti yang dipakai untuk Caesar pesanan Arab Saudi.
Minggu, 11 November 2012
Pindad Membuat Lima Varian Kendaraan Tempur Komodo
Sebuah Kendaraan Taktis (Rantis) 4x4 dengan kemampuan manuver yang baik kembali di hasilkan PT Pindad sebagai industri pertahanan strategis dalam negeri. Kendaraan Taktis ini mendapat kehormatan untuk diberikan nama oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yaitu “Komodo”.
Pemberian nama Komodo kepada Rantis 4x4 kebanggaan Indonesia tersebut dilangsungkan pada hari terakhir penyelenggaraan Indo Defence tahun 2012, Sabtu (10/11) di JI Expo Kemayoran, Jakarta.
Sebelumnya PT. Pindad diperintahkan oleh Presiden SBY untuk membuat kendaraan yang memiliki kemampuan tinggi (High Level) seperti Intai Sherpa, yang dapat digunakan untuk kendaraan operasional Angkatan dan Polri. Mengacu pada hal itu maka PT.Pindad kemudian melakukan desain, perencanaan, rekayasa dan pembuatan produk dengan konsep produk.
![]() |
| Kendaraan Tempur Komodo Varian Mistral - PT. Pindad all foto : beritahankam.blogspot.com |
Pemberian nama Komodo kepada Rantis 4x4 kebanggaan Indonesia tersebut dilangsungkan pada hari terakhir penyelenggaraan Indo Defence tahun 2012, Sabtu (10/11) di JI Expo Kemayoran, Jakarta.
Sebelumnya PT. Pindad diperintahkan oleh Presiden SBY untuk membuat kendaraan yang memiliki kemampuan tinggi (High Level) seperti Intai Sherpa, yang dapat digunakan untuk kendaraan operasional Angkatan dan Polri. Mengacu pada hal itu maka PT.Pindad kemudian melakukan desain, perencanaan, rekayasa dan pembuatan produk dengan konsep produk.
Kendaraan Tempur "Komodo" Pindad diresmikan Presiden RI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi nama sebuah kendaraan taktis karya anak bangsa dengan nama Komod di pameran internasional industri peralatan pertahanan Indonesia 2012 atau INDODEFENCE 2012 Expo and Forum, Sabtu.
"Kendaraan taktis karya putra-putri Indonesia yang insyallah akan menjadi kendaraan taktis yang handal bisa bergerak di segala bidang, cuaca, bertempur di medan-medan Indonesia ini, saya beri nama komodo," kata Presiden.
Nama komodo, menurut Yudhoyono, dipilih karena simbol hewan yang menjadi ciri khas Indonesia.
![]() |
| Kendaran Tempur Komodo Tipe APC Produksi Pindad foto armyrecognation.com |
"Kendaraan taktis karya putra-putri Indonesia yang insyallah akan menjadi kendaraan taktis yang handal bisa bergerak di segala bidang, cuaca, bertempur di medan-medan Indonesia ini, saya beri nama komodo," kata Presiden.
Nama komodo, menurut Yudhoyono, dipilih karena simbol hewan yang menjadi ciri khas Indonesia.
Jumat, 09 November 2012
Indonesia - Brasil Sepakati Transfer Teknologi Multi Launcher Rocket System (MLRS) Astros II
Indonesia dan Brasil menjalin kerja sama dalam bidang pertahanan. Kementerian Pertahanan dan perusahaan Brasil, Avibras, sepakat melakukan transfer teknologi multi launcher rocket system (MLRS) Astros II.
"Kita memang mensyaratkan transfer teknologi," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di sela pameran peralatan dan persenjataan militer Indo Defence Expo 2012, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2012.
Nota kesepahaman yang diteken Kementerian dan Avibras meliputi rencana transfer teknologi. "Ini terkait dengan pembelian kita beserta offset (imbal dagang)," ujar Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal TNI Ediwan Prabowo.
![]() |
| Launcher Rocket System (MLRS) Astros II |
"Kita memang mensyaratkan transfer teknologi," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di sela pameran peralatan dan persenjataan militer Indo Defence Expo 2012, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2012.
Nota kesepahaman yang diteken Kementerian dan Avibras meliputi rencana transfer teknologi. "Ini terkait dengan pembelian kita beserta offset (imbal dagang)," ujar Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal TNI Ediwan Prabowo.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Ranpur,
Rudal
Kamis, 01 November 2012
Pindad Kebanjiran Pesanan Alutsista dari TNI
Direktur Utama Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) Adik Avianto Soedarsono mengungkapkan, pesanan peluru dari TNI tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu kebutuhan peluru TNI bisa 100, kalau tiga kali berarti 300 peluru," kata Adik mengumpamakan di Jakarta, Rabu (31/10). Kini, tambahnya, BUMN bidang senjata itu tengah mengerjakan pesanan peluru SS109.
Adik menambahkan, perseroan telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp156 miliar untuk mesin amunisi kaliber 5,56 milimeter. Mesin tersebut baru dapat diperoleh dalam 18 bulan ke depan.
![]() |
| Kendaraan Tempur Komodo Produksi PINDAD foto : audrey/skyscrapercity.com |
"Tahun lalu kebutuhan peluru TNI bisa 100, kalau tiga kali berarti 300 peluru," kata Adik mengumpamakan di Jakarta, Rabu (31/10). Kini, tambahnya, BUMN bidang senjata itu tengah mengerjakan pesanan peluru SS109.
Adik menambahkan, perseroan telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp156 miliar untuk mesin amunisi kaliber 5,56 milimeter. Mesin tersebut baru dapat diperoleh dalam 18 bulan ke depan.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Ranpur
Minggu, 21 Oktober 2012
Direction Finder YonHub TNI AD : Pelacak Pancaran Sinyal Lawan
Ada yang khas pada pameran Alutsista TNI AD yang berlangsung awal Oktober 2012 lalu di Lapangan Monas, Jakarta. Selain deretan alat tempur yang ditampilkan, ada satu stand yang cukup menarik untuk diketahui lebih dalam, yakni Batalyon Perhubungan TNI AD. Inilah unit militer dalam lingkungan TNI AD yang jumlahnya memang hanya satu, ya memang TNI AD hanya punya satu Batalyon Perhubungan.
Yang dipamerkan oleh kesatuan ini jelas bukan alutsista (alat utama sistem senjata), tapi punya peran penting dalam misi kombatan, terutama terkait misi-misi pengintaian dan intelijen. Dalam pameran tersebut, Yon Hub menampilkan ‘mainan’ barunya yakni perangkat Direction Finder. Perangkat ini dikemas dalam platform kendaraan four wheel drive, yakni Nissan Frontier. Kendaraannya boleh dibilang biasa-biasasaja, hanya tampil sedikit ‘sangar’ berkat cat hijau dof, tapi jangan anggap enteng untuk ‘jeroan’-nya.
![]() |
| Direction Finder YonHub TNI AD foto : indomiliter.com |
Yang dipamerkan oleh kesatuan ini jelas bukan alutsista (alat utama sistem senjata), tapi punya peran penting dalam misi kombatan, terutama terkait misi-misi pengintaian dan intelijen. Dalam pameran tersebut, Yon Hub menampilkan ‘mainan’ barunya yakni perangkat Direction Finder. Perangkat ini dikemas dalam platform kendaraan four wheel drive, yakni Nissan Frontier. Kendaraannya boleh dibilang biasa-biasasaja, hanya tampil sedikit ‘sangar’ berkat cat hijau dof, tapi jangan anggap enteng untuk ‘jeroan’-nya.
Label:
Radar Pertahanan,
Ranpur,
TNI AD
Langganan:
Postingan (Atom)



















