Personel gabungan TNI-Polri beserta komponen masyarakat menggelar apel
pasukan pengamanan Pemilu 2019 di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma,
Jakarta Timur.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh
Menkopolhukam, Wiranto yang didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi
Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian.
Dalam sambutannya,
Wiranto menyebut bahwa Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan pesta
demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah. Hal tersebut
lantaran dilaksanakan secara serentak yakni 5 jenis pemilihan dalam
waktu bersamaan.
“Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebangaan sekaligus
menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia
mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan
berintegritas dalam rangka pemilih pemimpin nasional,” kata Wiranto
dalam sambutannya, Jumat (22/3/2019).
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label POLRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLRI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 Maret 2019
Jumat, 23 September 2016
Polisi Gagalkan Perampokan Mobil Pengangkut Uang Rp 106 M di Cianjur
Anggota Dit Samapta Polda Jawa Barat dan anggota kepolisian Polres Cianjur berhasil menggagalkan percobaan perampokan kendaraan jasa angkutan milik PT Abacus yang berisi uang sebesar Rp 106 miliar, sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (23/9/2016). Dalam peristiwa itu satu terduga pelaku berhasil diamankan.
Informasi dihimpun peristiwa percobaan perampokan tersebut bermula saat kendaraan jenis truck dobel minibus milik PT Abacus bernomor polisi D 9485 SCD tengah melaju dari arah Sukabumi menuju Bandung membawa uang sebesar Rp 106 miliar.
Di dalam kendaraan itu selain dua orang pegawai juga terdapat satu anggota polisi bernama Bripda Ricky Julianto yang bertugas mengawal kendaraan tersebut.
Informasi dihimpun peristiwa percobaan perampokan tersebut bermula saat kendaraan jenis truck dobel minibus milik PT Abacus bernomor polisi D 9485 SCD tengah melaju dari arah Sukabumi menuju Bandung membawa uang sebesar Rp 106 miliar.
Di dalam kendaraan itu selain dua orang pegawai juga terdapat satu anggota polisi bernama Bripda Ricky Julianto yang bertugas mengawal kendaraan tersebut.
Rabu, 07 September 2016
Calon Kepala BIN Paparkan Potensi Ancaman Keamanan Nasional
Calon Kepala Badan Intelijen Negera, Komjen Pol Budi Gunawan memaparkan potensi ancaman keamanan nasional, sehingga harus dibangun sistem keamanan nasional yang merupakan satu komponen.
"Sistem keamanan nasional merupakan satu komponen yang memiliki empat dimensi yaitu keamanan manusia, kamtibmas, keamanan dalam negeri dan keamanan pertahanan," katanya dalam uji kelayakan di Ruang Rapat Komisi I DPR, Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan, ancaman terhadap keamanan manusia meliputi keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, komunitas dan politik.
Menurut dia, ancaman terhadap Kamtibmas meliputi kriminal umum dan kejahatan terorganisasi lintas negara.
"Sistem keamanan nasional merupakan satu komponen yang memiliki empat dimensi yaitu keamanan manusia, kamtibmas, keamanan dalam negeri dan keamanan pertahanan," katanya dalam uji kelayakan di Ruang Rapat Komisi I DPR, Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan, ancaman terhadap keamanan manusia meliputi keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, komunitas dan politik.
Menurut dia, ancaman terhadap Kamtibmas meliputi kriminal umum dan kejahatan terorganisasi lintas negara.
Label:
Internasional,
Kedaulatan Bangsa,
POLRI
Jumat, 22 Juli 2016
Kapolri Ungkap Syarat Kemampuan untuk Berantas Terorisme
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar alias Kahar di Tamabarana, Poso, Sulawesi Tengah memunculkan wacana baru untuk merevisi Undang Undang Terorisme. Salah satu poinnya yaitu memberikan kewenangan kepada TNI untuk menangani masalah terorisme.
Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian mengatakan, perlu adanya pemahaman dalam melakukan penindakan terhadap orang yang diduga teroris di Tanah Air. "Dalam konteks penegakan hukum itu, semua tindakan yang mengakibatkan seseorang meninggal atau terluka itu harus dipertanggungjawabkan sampai kapan pun," kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juli 2016.
Tentunya, dalam menegakkan hukum, masalah terorisme mengandung banyak risiko. Salah satunya masalah hak asasi manusia (HAM). "Kita harus berhati-hati dengan rambu-rambu undang-undang tentang HAM. Karena Undang Undang tentang HAM ini tidak memiliki kedaluwarsa, bisa sampai kapan pun. Kemudian bisa berlaku retroaktif (surut)," katanya.
Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian mengatakan, perlu adanya pemahaman dalam melakukan penindakan terhadap orang yang diduga teroris di Tanah Air. "Dalam konteks penegakan hukum itu, semua tindakan yang mengakibatkan seseorang meninggal atau terluka itu harus dipertanggungjawabkan sampai kapan pun," kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juli 2016.
Tentunya, dalam menegakkan hukum, masalah terorisme mengandung banyak risiko. Salah satunya masalah hak asasi manusia (HAM). "Kita harus berhati-hati dengan rambu-rambu undang-undang tentang HAM. Karena Undang Undang tentang HAM ini tidak memiliki kedaluwarsa, bisa sampai kapan pun. Kemudian bisa berlaku retroaktif (surut)," katanya.
Label:
Isu Terorisme,
POLRI,
Propesionalisme TNI
Minggu, 03 Juli 2016
Ruang Intelijen Polda Sumsel Diamuk si Jago Merah
Ruang Intelijen Tata Usaha (Taut) yang berada di lantai tiga Gedung Direktorat Intelijen Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dilalap si jago merah, Sabtu (2/7/2016) malam.
Peristiwa itu baru diketahui setelah salah seorang anggota piket melihat percikan api dari ruang tersebut. Curiga dengan hal itu, anggota tersebut langsung melakukan pengecekan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat kejadian, gedung itu hanya ada beberapa anggota intelijen yang sedang melakukan tugas piket.
Peristiwa itu baru diketahui setelah salah seorang anggota piket melihat percikan api dari ruang tersebut. Curiga dengan hal itu, anggota tersebut langsung melakukan pengecekan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat kejadian, gedung itu hanya ada beberapa anggota intelijen yang sedang melakukan tugas piket.
Rabu, 29 Juni 2016
Jelang Mudik Lebaran 700 Brimob Ditempatkan di Titik Macet Wilayah Jateng
Sebanyak 700 personel Brigade Mobil (Brimob) Mabes Polri diperbantukan dalam rangka Operasi Ramadniya 2016 di wilayah Polda Jawa Tengah. Ratusan personel Brimob itu khususnya akan bertugas di daerah Brebes dan Tegal yang merupakan titik krusial macet arus mudik dan balik Lebaran 2016 ini.
"Selain Brimob, ada juga siswa 425 orang (Siswa Sekolah Pembentukan Perwira-Setukpa) yang diperbantukan dari Mabes," ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono saat ditemui di Markas Polda Jawa Tengah, Rabu (29/6/2016).
"Selain Brimob, ada juga siswa 425 orang (Siswa Sekolah Pembentukan Perwira-Setukpa) yang diperbantukan dari Mabes," ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono saat ditemui di Markas Polda Jawa Tengah, Rabu (29/6/2016).
Minggu, 26 Juni 2016
Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembunuh Anggota Kopasus di Bandung
Tiga pekan setelah tewasnya anggota Kopassus, Pratu Galang Suryawan, yang diduga dilakukan berandalan bermotor mulai menunjukkan titik terang. Jajaran Polrestabes Bandung telah menangkap dua orang pria sebagai terduga pelaku pembunuhan anggota Pusdikpassus Batujajar tersebut.
Namun begitu, Polisi belum bisa memberikan informasi secara rinci demi kepentingan penyelidikan yang hingga kini masih terus berlangsung.
“Masih dalam lidik. Nanti akan kita press rilis lagi sendiri. Memang sudah ada yang diduga, namun masih kita dalami lagi. Kalau kita ekspose khawatir ada hal-hal yang malah menyusahkan penyelidikan,” ungkap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto, Sabtu (25/6/2016) malam.
Namun begitu, Polisi belum bisa memberikan informasi secara rinci demi kepentingan penyelidikan yang hingga kini masih terus berlangsung.
“Masih dalam lidik. Nanti akan kita press rilis lagi sendiri. Memang sudah ada yang diduga, namun masih kita dalami lagi. Kalau kita ekspose khawatir ada hal-hal yang malah menyusahkan penyelidikan,” ungkap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto, Sabtu (25/6/2016) malam.
Jumat, 24 Juni 2016
Prioritaskan Berantas Korupsi, Komjen Tito wajib contoh Kapolri Jenderal Hoegeng
Komjen Pol Tito Karnavian menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, kemarin. Visi misi dan program yang dimilikinya jika memimpin Polri pun dipaparkannya kepada para anggota Dewan.
Salah satunya adalah soal korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Komjen Tito menyatakan, salah satu program prioritas yang dimilikinya adalah antikorupsi.
"Kelima, membudayakan perilaku antikorupsi bagi setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia," kata Komjen Tito dalam fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (23/6) kemarin.
Komjen Tito berjanji akan berusaha menghilangkan korupsi di internal Polri. Salah satu caranya adalah dengan membentuk tim antikorupsi internal di tubuh Polri.
Selain itu, Komjen Tito juga nantinya akan mendorong para pejabat di Polri melaporkan harta kekayaannya kepada pengawas internal Polri.
Salah satunya adalah soal korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Komjen Tito menyatakan, salah satu program prioritas yang dimilikinya adalah antikorupsi.
"Kelima, membudayakan perilaku antikorupsi bagi setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia," kata Komjen Tito dalam fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (23/6) kemarin.
Komjen Tito berjanji akan berusaha menghilangkan korupsi di internal Polri. Salah satu caranya adalah dengan membentuk tim antikorupsi internal di tubuh Polri.
Selain itu, Komjen Tito juga nantinya akan mendorong para pejabat di Polri melaporkan harta kekayaannya kepada pengawas internal Polri.
Menanti Wajah Baru Densus 88 di Bawah Kepemimpinan Kapolri Tito
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjuk dan menyerahkan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Tito bahkan sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and propertest di DPR, Kamis (23/6).
Perjalanan Tito meraih tongkat Tribarata 1 sepertinya bakal berjalan mulus. Apa lagi, sejumlah anggota DPR memastikan Tito akan diloloskan pada sidang paripurna yang akan digelar Senin (27/6) mendatang.
Jika nantinya Tito resmi menjadi orang nomor satu di Polri, bagaimanakah wajah baru Densus 88, mengingat nama Tito mulai mencuat sejak memimpin Kepala Densus 88.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan optimis Tito mampu memberi warna baru bagi Densus 88. Terlebih, prestasi yang ditorehkan Tito sewaktu memimpin Densus 88 cukup cemerlang.
Perjalanan Tito meraih tongkat Tribarata 1 sepertinya bakal berjalan mulus. Apa lagi, sejumlah anggota DPR memastikan Tito akan diloloskan pada sidang paripurna yang akan digelar Senin (27/6) mendatang.
Jika nantinya Tito resmi menjadi orang nomor satu di Polri, bagaimanakah wajah baru Densus 88, mengingat nama Tito mulai mencuat sejak memimpin Kepala Densus 88.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan optimis Tito mampu memberi warna baru bagi Densus 88. Terlebih, prestasi yang ditorehkan Tito sewaktu memimpin Densus 88 cukup cemerlang.
Label:
Densus 88,
Isu Politik,
Isu Terorisme,
POLRI
Selasa, 21 Juni 2016
Ketua Kompolnas : Komjen Tito Perwira yang Profesional
Ketua Kompolnas Luhut Pandjaitan memaparkan rekam jejak Komjen Tito Karnavian yang sudah diajukan sebagai calon Kapolri. Luhut menyebut Tito sebagai sosok yang profesional.
"Komjen Tito ini perwira yang profesional. Dalam beberapa pertemuan, saya saat di luar negeri jadi pembicara, saya minta Tito berkomentar, bicara. Dalam tanya jawab, dia memberikan jawaban. Sangat baik dan diapresiasi counterpart," papar Luhut saat rapat Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Kompolnas juga menjaring suara dari masyarakat. Hasilnya, nama Tito yang kemudian diajukan untuk menjadi pucuk pimpinan Polri.
"Komjen Tito ini perwira yang profesional. Dalam beberapa pertemuan, saya saat di luar negeri jadi pembicara, saya minta Tito berkomentar, bicara. Dalam tanya jawab, dia memberikan jawaban. Sangat baik dan diapresiasi counterpart," papar Luhut saat rapat Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Kompolnas juga menjaring suara dari masyarakat. Hasilnya, nama Tito yang kemudian diajukan untuk menjadi pucuk pimpinan Polri.
Label:
Parlemen,
POLRI,
Prestasi Militer
Kamis, 09 Juni 2016
Polisi Ledakan 3 Bom Milik Terduga Teroris di Surabaya
Polisi meledakkan bom yang ditemukan di lokasi terduga teroris kemarin. Peledakan atau disposal itu dilakukan oleh tim Gegana Polda Jatim di sebuah tanah kosong luas di Jalan Tambak Oso Wilangon 1.
"Bom yang diledakkan ini adalah barang bukti yang ditemukan oleh rekan densus 88 kemarin," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Iman Sumantri kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/6/2016).
Iman mengatakan, ada tiga bom yang diledakkan. Tiga bom itu adalah bom yang ditemukan di Lebak Timur 3D/18, tempat di mana densus 88 juga membawa terduga teroris Priyo Hadi Purnomo dan satu lagi yang belum diketahui identitasnya.
Tiga bom itu adalah bom rakitan yang siap diledakkan. Pertama adalah bom dengan sistem aktivasi switch command atau dikendalikan melalui ponsel. Kedua adalah bom pipa dan ketiga adalah bom aktivasi anti cahaya. Iman menyebut tiga bom ini mempunyai daya ledak tinggi (high explosive).
"Bom yang diledakkan ini adalah barang bukti yang ditemukan oleh rekan densus 88 kemarin," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Iman Sumantri kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/6/2016).
Iman mengatakan, ada tiga bom yang diledakkan. Tiga bom itu adalah bom yang ditemukan di Lebak Timur 3D/18, tempat di mana densus 88 juga membawa terduga teroris Priyo Hadi Purnomo dan satu lagi yang belum diketahui identitasnya.
Tiga bom itu adalah bom rakitan yang siap diledakkan. Pertama adalah bom dengan sistem aktivasi switch command atau dikendalikan melalui ponsel. Kedua adalah bom pipa dan ketiga adalah bom aktivasi anti cahaya. Iman menyebut tiga bom ini mempunyai daya ledak tinggi (high explosive).
Sabtu, 28 Mei 2016
Sekilas Karier Kabareskrim Baru POLRI, Irjen Pol Ari Dono
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah resmi memilih Irjen Pol Ari Dono Sukmanto sebagai Kabareskrim Polri menggantikan Komjen Pol Anang Iskandar yang memasuki masa pensiun.
Irjen Pol Ari Dono merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Pada 2003 Ari menjabat sebagai sebagai Kapolres Serang. Tidak lama berselang, Ari Dono bergabung di Direskrim Polda DIY mulai 2004 hingga 2006.Memasuki tahun 2007, Ari Dono ditugaskan di Direskrim Polda Jawa Barat, tapi masa tersebut tidak lama karena Ari kembali menerima amanat menjadi penyidik utama Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pada 2009.
Tidak lama berselang di Bareskrim Polri, Ari kembali dinaikkan jabatannya menjadi Kabag Instalfor Puslabfor Bareskrim Polri pada tahun 2010. Dengan keahliannya di bidang Puslabfor, Ari dipercaya mengemban amanat menjadi Wakapolda Sulawesi Tengah pada tahun 2011.
Irjen Pol Ari Dono merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Pada 2003 Ari menjabat sebagai sebagai Kapolres Serang. Tidak lama berselang, Ari Dono bergabung di Direskrim Polda DIY mulai 2004 hingga 2006.Memasuki tahun 2007, Ari Dono ditugaskan di Direskrim Polda Jawa Barat, tapi masa tersebut tidak lama karena Ari kembali menerima amanat menjadi penyidik utama Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pada 2009.
Tidak lama berselang di Bareskrim Polri, Ari kembali dinaikkan jabatannya menjadi Kabag Instalfor Puslabfor Bareskrim Polri pada tahun 2010. Dengan keahliannya di bidang Puslabfor, Ari dipercaya mengemban amanat menjadi Wakapolda Sulawesi Tengah pada tahun 2011.
Rabu, 25 Mei 2016
Polisi Ungkap Kelebihan dan Kemampuan Suku Uighur Pengikut Kelompok Santoso
Polisi mengatakan ada 6 orang Suku Uighur yang diketahui bergabung dengan kelompok Santoso di pegunungan Poso. Lima orang di antaranya sudah tewas di tangan petugas selama Operasi Tinombala.
"Sisa 1 orang lagi," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).
Berdasarkan pemeriksaan terhadap 4 anggota Santoso yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup, lanjut Rudy, pihaknya mengatahui kelebihan dan kemampuan Suku Uighur di Kelompok Santoso.
"Kemampuan fisik lebih tangguh. Bekal logistik (kelompok Santoso) mereka yang bawa. Kemampuan lain mereka belajar di Indonesia, membuat alat peledak dan bahasa mereka belajar di atas (hutan pegunungan)," ujarnya.
"Sisa 1 orang lagi," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).
Berdasarkan pemeriksaan terhadap 4 anggota Santoso yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup, lanjut Rudy, pihaknya mengatahui kelebihan dan kemampuan Suku Uighur di Kelompok Santoso.
"Kemampuan fisik lebih tangguh. Bekal logistik (kelompok Santoso) mereka yang bawa. Kemampuan lain mereka belajar di Indonesia, membuat alat peledak dan bahasa mereka belajar di atas (hutan pegunungan)," ujarnya.
Label:
Internasional,
Isu Terorisme,
POLRI
Sabtu, 21 Mei 2016
Polri Selidiki Video Anak-anak Indonesia Yang Dilatih ISIS di Suriah
Video sejumlah anak berlatih menembak dan perang beredar di media sosial. Anak-anak itu diduga ada yang berasal dari Indonesia. Tak hanya berlatih menembak, anak-anak dalam video dengan bendera ISIS di sebelah kanan atas, juga membakar paspor berwarna hijau yang diduga ada paspor Indonesia.
"Ya kita dalami, pelajari video itu dibuat kapan di mana. Yang jelas itu kepentingan propaganda, kita harap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Saya yakin itu bukan di Indonesia," tegas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto, Jumat (20/5/2016).
Agus menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah paspor yang dipegang anak-anak itu paspor Indonesia atau bukan.
"Belum bisa dipastikan tapi paspor manapun itu hak mereka. Nantikan itu berpengaruh pada kewarganegaran yang bersangkutan," tambah dia.
"Ya kita dalami, pelajari video itu dibuat kapan di mana. Yang jelas itu kepentingan propaganda, kita harap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Saya yakin itu bukan di Indonesia," tegas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto, Jumat (20/5/2016).
Agus menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah paspor yang dipegang anak-anak itu paspor Indonesia atau bukan.
"Belum bisa dipastikan tapi paspor manapun itu hak mereka. Nantikan itu berpengaruh pada kewarganegaran yang bersangkutan," tambah dia.
Kamis, 19 Mei 2016
Satgas Tinombala 2016 Imbau Kelompok Santoso Segera Menyerahkan Diri
Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 terus mengimbau kelompok Santoso untuk menyerah kepada 3.000 aparat keamanan yang memburu mereka. Menyerah lebih baik ketimbang lebih banyak jatuh korban luka maupun tewas dari kelompok Santoso yang kini tinggal berjumlah 23 orang.
Perburuan kelompok teroris Santoso dalam Operasi Tinombala 2016 sudah berlangsung empat bulan, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2016. Sejauh ini, Operasi Tinombala 2016 sudah menindak setidaknya 18 anggota kelompok Santoso, dari jumlah awal 41 orang.
Dari 18 orang yang berhasil ditindak itu, empat orang ditangkap, sedangkan satu orang lainnya memilih menyerahkan diri. 12 sisanya tewas dalam serangkaian peristiwa baku tembak dengan aparat keamanan. Satu orang lagi ditemukan tewas di sekitar aliran sungai di Lore Selatan.
Perburuan kelompok teroris Santoso dalam Operasi Tinombala 2016 sudah berlangsung empat bulan, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2016. Sejauh ini, Operasi Tinombala 2016 sudah menindak setidaknya 18 anggota kelompok Santoso, dari jumlah awal 41 orang.
Dari 18 orang yang berhasil ditindak itu, empat orang ditangkap, sedangkan satu orang lainnya memilih menyerahkan diri. 12 sisanya tewas dalam serangkaian peristiwa baku tembak dengan aparat keamanan. Satu orang lagi ditemukan tewas di sekitar aliran sungai di Lore Selatan.
Label:
Isu Terorisme,
POLRI,
Propesionalisme TNI
Kamis, 12 Mei 2016
Polres Grobogan Amankan Buku Berisi Ajaran Komunisme
Sejumlah buku yang diduga berisi ajaran paham komunis diamankan pihak Polres Grobogan, Rabu (11/5/2016) siang.
Buku itu disita dari sebuah swalayan. Polisi masih melakukan pendalaman, melakukan bon pinjam atas buku itu.
"Kami menindaklanjuti informasi masyarakat," ungkap Kapolres Grobogan, AKBP Indra Darmawan, via ponsel.
Dia membenarkan adanya penyitaan buku diduga berisi ajaran komunisme itu. Pihaknya mengambil langkah bon pinjam 7 buku dari toko swalayan tersebut.
Buku itu disita dari sebuah swalayan. Polisi masih melakukan pendalaman, melakukan bon pinjam atas buku itu.
"Kami menindaklanjuti informasi masyarakat," ungkap Kapolres Grobogan, AKBP Indra Darmawan, via ponsel.
Dia membenarkan adanya penyitaan buku diduga berisi ajaran komunisme itu. Pihaknya mengambil langkah bon pinjam 7 buku dari toko swalayan tersebut.
Jumat, 29 April 2016
16 Ribu Personil TNI & Polri Amankan May Day
Sebanyak 16 personel Polisi dan TNI akan mengamankan peringatan may day, Minggu 1 Mei 2016 nanti. Personel ditempatkan di titik unjuk rasa dan di kegiatan puncaknya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat.
"Untuk pengamanan, kami siapkan sekitar 16 ribu personel dari Polda Metro Jaya diback up Kodam Jaya, Satpol PP dan Korps Brimob Polri," ujar Kepala Biro Personel Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Martuani Sormin, Jumat (29/4/2016).
Peringatan May Daya akan diawali dengan kegiatan unjuk rasa di 3 titik yaitu di depan Istana Merdeka, depan Gedung Mahkamah Agung dan di depan Kantor Perwakilan ILO di Jl Thamrin, Jakarta Pusat.
"Untuk pengamanan, kami siapkan sekitar 16 ribu personel dari Polda Metro Jaya diback up Kodam Jaya, Satpol PP dan Korps Brimob Polri," ujar Kepala Biro Personel Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Martuani Sormin, Jumat (29/4/2016).
Peringatan May Daya akan diawali dengan kegiatan unjuk rasa di 3 titik yaitu di depan Istana Merdeka, depan Gedung Mahkamah Agung dan di depan Kantor Perwakilan ILO di Jl Thamrin, Jakarta Pusat.
Kapolda Jateng Cek Persiapan dan Pengamanan Eksekusi Mati di Nusakambangan
Eksekusi mati gelombang III akan dilakukan tahun ini. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono melakukan pengecekan dan pengamanan terkait pelaksanaan eksekusi mati di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Kedatangannya ke Nusakambangan merupakan kali pertamanya setelah satu minggu dirinya dilantik menjadi Kapolda Jateng menggantikan Irjen Pol Nur Ali yang kini menjabat Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan Mabes Polri.
"Saya melakukan orientasi wilayah saja termasuk juga ke Lapas, kemudian ngecek anggota kita yang pengamanan di Lapas," kata Condro di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/4/2016).
Kapolda Jateng tiba di Dermaga Wijayapura sekitar pukul 15.30 WIB. Condro langsung menyeberang ke pulau Nusakambangan dengan menggunakan kapal milik Polisi Air (Polair). Ia mengatakan, Polri siap kapan saja melakukan pengamanan.
Kedatangannya ke Nusakambangan merupakan kali pertamanya setelah satu minggu dirinya dilantik menjadi Kapolda Jateng menggantikan Irjen Pol Nur Ali yang kini menjabat Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan Mabes Polri.
"Saya melakukan orientasi wilayah saja termasuk juga ke Lapas, kemudian ngecek anggota kita yang pengamanan di Lapas," kata Condro di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/4/2016).
Kapolda Jateng tiba di Dermaga Wijayapura sekitar pukul 15.30 WIB. Condro langsung menyeberang ke pulau Nusakambangan dengan menggunakan kapal milik Polisi Air (Polair). Ia mengatakan, Polri siap kapan saja melakukan pengamanan.
Ipda Arly Polisi Udara Lulusan Terbaik Sekolah Pilot di Banyuwangi
Hari ini, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Banyuwangi mewisuda 19 taruna-taruninya. Delapan di antaranya merupakan Private Pilot License (PPL) dari kepolisian. Salah satunya adalah Ipda Ari Bengnarly Tandjung (25).
Pria asal Surabaya ini menjadi lulusan dengan peringkat terbaik di antara 8 polisi udara lain yang menempuh pendidikan di BP3B. Dia lulus dengan nilai rata-rata 83,38.
"Awalnya nggak kepikiran masuk penerbang ngeliat senior-senior kok bangga jadi penerbang. Sebenarnya awalnya pengen tapi banyak omongan-omongan jadi ragu. Akhirnya ya diperintahin sama pak Dir yaudah jalanin tugas," kata Arly usai Wisuda Penerbang Non Diploma Angkatan IV Papua dan Polisi Udara di Banyuwangi, Kamis (28/4/2016).
Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Soenario Tandjung dan Juliati Pekuatmodjo ini tak menyangka akan mengambil diklat sebagai penerbang. Mulanya dia bercita-cita sebagai insinyur.
Pria asal Surabaya ini menjadi lulusan dengan peringkat terbaik di antara 8 polisi udara lain yang menempuh pendidikan di BP3B. Dia lulus dengan nilai rata-rata 83,38.
"Awalnya nggak kepikiran masuk penerbang ngeliat senior-senior kok bangga jadi penerbang. Sebenarnya awalnya pengen tapi banyak omongan-omongan jadi ragu. Akhirnya ya diperintahin sama pak Dir yaudah jalanin tugas," kata Arly usai Wisuda Penerbang Non Diploma Angkatan IV Papua dan Polisi Udara di Banyuwangi, Kamis (28/4/2016).
Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Soenario Tandjung dan Juliati Pekuatmodjo ini tak menyangka akan mengambil diklat sebagai penerbang. Mulanya dia bercita-cita sebagai insinyur.
Rabu, 20 April 2016
Kapolri Akui Densus 88 Tak Sesuai Prosedur Saat Tangani Siyono
Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengakui ada prosedur standar operasional yang dilanggar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dalam penanganan Siyono, terduga teroris yang tewas setelah ditangkap.
"Anggota yang menangani dan komandannya saat ini sedang diperiksa dan menjalani sidang disiplin karena ada kelalaian," kata Badrodin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu.
Badrodin mengatakan prosedur standar operasional yang dilanggar anggota dalam penanganan Siyono adalah hanya dikawal oleh satu orang dan dalam keadaan tidak diborgol.
Menurut Badrodin, sudah ada peraturan Kepala Polri yang mengatur prosedur pengawalan terhadap terduga teroris, yaitu harus dikawal oleh lebih dari satu orang, dan prosedur tentang pemborgolan.
"Anggota yang menangani dan komandannya saat ini sedang diperiksa dan menjalani sidang disiplin karena ada kelalaian," kata Badrodin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu.
Badrodin mengatakan prosedur standar operasional yang dilanggar anggota dalam penanganan Siyono adalah hanya dikawal oleh satu orang dan dalam keadaan tidak diborgol.
Menurut Badrodin, sudah ada peraturan Kepala Polri yang mengatur prosedur pengawalan terhadap terduga teroris, yaitu harus dikawal oleh lebih dari satu orang, dan prosedur tentang pemborgolan.
Langganan:
Postingan (Atom)



















