Tim Ahli Bidang Maritim JKW4P, Edi Prasetiono mengatakan Indonesia tidak memerlukan kapal induk seperti yang dimiliki Amerika Serikat untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Republik Indonesia di bidang kemaritiman lantaran harga yang mahal.
"Ndak lah. Kapal induk satu saja 2 miliar dolar. Itu yang biasa. Kalau kapal induk seperti milik Amerika Serikat bisa 5 sampai 6 miliar dolar," ujar Edi di kantor pemenangan JKW4P, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).
Selain harga yang mahal, Edi mengungkapkan kapal induk tidak bisa berjalan sendiri. Kapal besar itu memerlukan bantuan kapal-kapal kecil untuk memberi dorongan untuk melaut, sehingga menambah biaya operasional yang tentu tidak murah.
"Dan kapal induk itu enggak jalan sendiri. Dalam operasi sehari-hari, sekian puluh kapal di sisi kiri kanannya, itu berapa biayanya. Besar banget. Biaya operasionalnya saja bisa 10 miliar dolar per tahun," kata Edi.
Menurut Edi, karakteristik sistem senjata Indonesia bukanlah menyerang, sehingga keberadaan kapal induk yang cenderung digunakan untuk keperluan menyerang atau ekspansi tidak diperlukan.
"Dari segi kepentingan pertahanan, kapal induk hanya digunakan oleh negara yang tujuannya power project, kata kasarnya ekspansi. Kalau itu endak, enggak usah. Cukup kita punya kapal-kapal yang mampu menjaga batas-batas negara kita," ucap Edi. (Tribun)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 12 Juni 2014
Indonesia Tidak Perlu Kapal Induk Seperti AS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
by Narayana ( JKGR ) Jakarta, Medio Maret 2014….Pukul 23.45 wib Malam telah beranjak larut, ketika saya merapihkan setumpuk dokumen yan...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Target TNI di Minimum Essential Force (MEF) I untuk mengantisipasi konflik/sengketa wilayah dengan negara tetangga di utara, seperti Kasus A...
-
Komando Pasukan Katak (Kopaska) adalah pasukan elite TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan operasi militer di darat, laut dan udara. Tu...
-
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan akan mengganti seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang usianya sudah tua . L...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...


tapi kapal selam kayaknya butuh banget ya
BalasHapusSekarang lebih butuh kapal selam..
BalasHapusMemble...letoyyy...pesimis...kelaut z kau...
BalasHapus