Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 09 Juni 2012

SPR: Senapan Sniper Anti Tank Buatan Pindad

 

PT Pindad punya tiga produk varian Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senapan sniper anti material tank yang berkualitas dunia, yakni SPR-1, SPR-2, dan SPR-3.
Senapan ini bisa menembus baja yang tebalnya 3 sentimeter dari jarak 900 meter. Senapan ini memungkinkan penembak untuk mengatur ketinggian posisi dan stabilitas senapan dengan cara mengatur bipod pada bagian bawah depan laras, melihat sasaran dengan alat bidik tipe teleskop menjadikannya senapan runduk dengan akurasi yang tinggi.
Senapan runduk ini tersedia dalam tiga varian yaitu SPR-1 dan SPR-3 diisi dengan peluru kaliber 7,62 x 51 mm, sedangkan SPR-2 diisi dengan peluru kaliber .50 BMG atau 12,7x99mm.

AAL Ciptakan Sistem Kontrol Meriam dan Sonar

Para kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) menciptakan sistem kontrol meriam 57 mm S-60 dan Sonar Lopas 8300.


"Ini merupakan bagian dari upaya kami menggiatkan inovasi dan kreativitas para kadet dalam melengkapi dan modernisasi persenjataan TNI-AL," kata Gubernur AAL, Laksamana Pertama TNI Bambang Suwarto di Surabaya, Rabu.


Ia mengucapkan terima kasih kepada anak didiknya yang yang mampu menciptakan sistem persenjataan modern itu.


Kadet AAL yang berhasil menciptakan sistem kontrol meriam 57 mm S-60 adalah SMDK (E) Michael Kaseke, SMDK (E) Yoga Prihantoro, SMDK (E) Siswanto Bennie, SMDK (E) Teguh Ulin, dan SKD (E) M Zulkhaidar dibawah dosen pembimbing Mayor Laut (E) A. Sardjono dan Mayor Laut (ES) Oman Ukirman.

Jumat, 08 Juni 2012

Morolipi, Robot Penjinak Bom Buatan LIPI

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek), Suharna Surapranata bersama Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Kepala LIPI Umar Anggara Jenie mengamati cara kerja mobil robot berlengan Morolipi (Mobil Robot Penjinak Bom LIPI) di Anyer, Banten, 10 Februari 2010. Robot yang diproduksi Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI tersebut dapat digunakan sebagai robot penjinak bom.

Morolipi tidak sekadar bisa berjalan di atas tanah datar saja, tapi dapat naik-turun tangga. Nantinya, mobil robot ini disiapkan sebagai salah satu peralatan militer, sebagai mobil robot yang maju di garda depan kancah pertempuran, robot pengintai, bahkan untuk membantu pasukan anti huru-hara mengatasi kerusuhan.

“Inovasi dan kreasi baru sedang disiapkan oleh para peneliti untuk semakin menyempurnakan kinerja mobil robot yang dioperasikan menggunakan joystick ini,” ujar Dr Eng Estiko Rijanto, peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI.

Prototype Robot Tempur Indonesia

Siapa bilang putra Indonesia tidak mampu menciptakan teknologi perang, seperti produksi Amerika Serikat atau negara maju lainnya. Buktinya, meski dengan segala keterbatasan fasilitas yang dimiliki, Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjitek) TNI AD, Karangploso, Kabupaten Malang, mampu menciptakan robot tempur.



Memang robot tempurnya masih dalam bentuk prototype. Namun, ia sudah mampu dioperasionalkan dan diujicobakan di lapangan terbuka. Sistem operasionalnya juga sangat canggih, yakni menggunakan sistem kendali jarak jauh memanfaatkan gelombang radio.


Indonesia, The Most Amphibious Forces

kri banda aceh1 Indonesia, The Most Amphibious Forces
KRI Banda Aceh 593

Bukan pembelian 100 MBT Leopard 2A6 atau tambahan 6 Sukhoi yang menjadi pembicaraan hangat dari milier regional tentang Indonesia. Yang membuat mereka heboh dan terlambat sadar adalah, mengapa Indonesia memiliki 4 Multi-Role LPD berbobot 11,400-ton dan 19 Landing Ship. 
 
Jumlah itu menghantarkan Indonesia memasuki papan atas “the most regional amphibious force” di Asia. Mereka mulai bertanya-tanya, mengapa Indonesia memiliki Heavy Landing Platform Dock /LPD dan Landing Ship sebanyak itu ?.

SS Bullpup Pindad

 Proyek SS-2000 Pindad


Bullpup adalah konfigurasi senjata api, dimana mekanisme dan magazennya terletak di belakang pelatuk. Konfigurasi seperti ini meningkatkan perbandingan panjang laras terhadap panjang total senapan, yang memungkinkan membuat senapan yang larasnya sama dengan laras senapan biasa, tapi total panjang senapan lebih pendek. Keuntungannya selain lebih pendek, juga relatif lebih ringan.


Dibandingkan senapan serbu konvensional, panjang senapan serbu bull-pup umumnya lebih pendek. Keakuratannya diklaim produsennya jauh lebih baik dibandingkan senapan serbu konvensional. Hal ini disebabkan tekanan dari letusan lebih tertahan, karena mekanis ada di belakang senapan. Namun demikian, di tengah tumbuhnya kecenderungan produksi senapan bull-pup, belum diimbangi respons kalangan militer di sejumlah negara yang menyukai senapan serbu konvensional. Walau senapan serbu jenis bull-pup banyak dipromosikan sebagai sosok senapan serbu masa depan (futuristik). Kondisi demikian, tampak dialami sejak dua tahun terakhir. Perkembangan dan produksi senapan serbu bull-pup berkembang pesat di berbagai negara. Maka, dari seluruh pasukan di dunia, yang menggunakan senapan bull-pup secara massal, sampai kini hanya diketahui Inggris, Prancis, Austria, Australia, dan Malaysia. Negara adidaya AS pun belum tertarik menggunakan senapan bull-pup sebagai standar pasukannya.


Industri senjata Indonesia melalui PT Pindad pun tak mau ketinggalan, melalui projek SS-2000 (SS3-V1) yang pernah berhasil di kembangkan dan sempat bercokol di Indo-defence 2006, walau sampai kini masih tak jelas perkembangannya, Urusan perawatan mekanis dan harga lebih mahal menjadi kendala utama penggunaan senapan jenis bull-pup. Begitu juga pengembangannya Di Indonesia, banyak kalangan militer mengaitkan dengan kebiasaan, senapan bull-pup dirasakan terlalu pendek dan kurang cocok digunakan.


Berikut adalah beberapa gambaran mengenai proyek SS-2000 (SS3 v1) buatan Pindad yang sempat bercokol di pameran Indo-defence 2006 dengan karakteristik sebagai berikut :


1. Sistem operasi setia mengadopsi sistem gas piston milik AK 47 serta pendahulunya SS1, SS2, FN Fal, FN Fnc, Steyr AUG yang sudah terbukti kehandalannya.


2. Dengan layout bullpup dimana pasokan amunisi berada dibelakang triger group/pelatuk, sosok senapan dapat dipangkas sampai 25 % tanpa mengurangi performa balistik. Sosok senjata yang ringkas sangat mendukung dalam skenario PJD/ pertempuran jarak dekat (Close quarter battle); sesuai digunakan dalam operasi antiteror yang kerap terjadi di dalam bangunan/gedung yang memiliki ruang gerak sempit. Keuntungan lain adalah sosok senapan yang ringkas menyesuaikan dengan postur tubuh rata-rata orang Asia.

Kamis, 07 Juni 2012

Pesawat Hercules Berhasil Mengangkut Pesawat Cassa-212 Dari Malang

JAKARTA - Hercules TNI AU Minggu (3/6) lalu sukses membopong badan pesawat Cassa-212 dari Malang ke Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara di Bandung. Hercules yang membawa bagian-bagian pesawat Cassa itu di muat kedalam badan hercules melalui pintu rampa belakang.
Tujuan Hercules mengangkut pesawat Cassa-212 Aviocar itu ke Bandung adalah untuk dijadikan Monumen. Persisnya berlokasi di samping kiri Markas Komando Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara. Pesawat ini sebelumnya berada di bawah perawatan Skadron Teknik 022, Malang.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters