Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 10 November 2012

Pindad Kembangkan Varian SS-2 Anti Karat untuk TNI AL

PT Pindad tak hanya membuat sejumlah varian dari Senapan Serbu (SS) saja, tapi juga berencana membuat varian dari SS versi 2 (SS-2) yang tahan terhadap oksidasi atau anti karat akibat air laut. Varian SS-2 ini khusus dibuat untuk TNI Angkatan Laut.

SS2-V4 Pindad
SS2-V4 Pindad
 
Namun, staf Penjualan dan Pemasaran PT Pindad, Mutiara Erning, menjelaskan varian ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum diketahui kapan resmi diproduksi. "Belum diproduksi, masih dalam pengembangan antara PT Pindad dengan Angkatan Laut," kata Mutiara kepada VIVAnews di Indo Defence 2012 Expo & Forum, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 9 November 2012.

PT Pindad, kata Mutiara, memang sengaja terus mengembangkan beberapa varian lainnya. Salah satunya adalah varian yang anti karat. "Pindad nanti bikin varian yang anti oksidasi. Caranya dengan menggunakan marinisme atau pelapisan yang tahan karat dan air laut. Pelapisan ini tentu beda dengan pelapisan SS-2 varian sebelumnya," ucap dia.

Senapan Sniper Pindad Manpu Tembus Kendaraan Tempur Lapis Baja

PT Pindad Persero tak hanya memproduksi Senapan Serbu versi 1 dan 2 (SS1 dan SS2). Tapi juga membuat senjata Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senjata khusus penembak jitu yang diproduksi sejak tahun 2007.

Senapan Penembak Runduk / SPR3 Pindad
Senapan Penembak Runduk / SPR3 Pindadfoto : antara
 
Staf Desain Produk PT Pindad, Windu Paramata menjelaskan, ada tiga versi SPR. Yakni SPR-1 (produksi 2007), SPR-2 dan SPR-3 (produksi 2010). Ketiga senapan itu sudah didesain menggunakan peluru yang bisa menembus lapis baja pada kendaraan tempur, seperti tank.

"SPR-1 menggunakan peluru kaliber 7,62 mm, peluru SPR-2 dan SPR-3 berkaliber 12,7 milimeter x 108," kata Windu saat berbincang dengan VIVAnews di Indo Defence 2012 Expo & Forum, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 9 November 2012.

Kualitas Senapan Serbu Pindad Lebih Baik dari M16 Amerika Serikat

Senapan Serbu (SS) PT Pindad Persero telah menyabet penghargaan dalam sejumlah lomba tingkat internasional. Kualitas senapan yang memiliki dua versi, SS1 dan SS2, ini diklaim lebih baik dari M16 buatan Amerika Serikat.

Senapan Serbu Pindad / SS2-V5
Senapan Serbu Pindad / SS2-V5
foto : indo-defense.blogspot.com
 
Staf Desain Produk PT Pindad, Windu Paramata, mengatakan SS dibuat dengan menggabungkan sejumlah keunggulan M16 dan senjata asal Rusia, AK47. "Jadi senapan serbu ini dibuat berdasarkan gabungan teknologi di M16 dan daya tahan di AK47," ujar Windu saat berbincang dengan VIVAnews di Indo Defence 2012 Expo & Forum, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat 9 November 2012.

SS, kata Windu, memiliki fleksibilitas teknologi seperti M16, sementara daya tahannya seperti AK47. Teknologi yang diadopsi dari AK47 itu adalah sistem gas buang. Sistem inilah yang tidak dimiliki oleh M16. Dengan sistem itu, SS memiliki daya tahan di segala medan. SS tahan terhadap air atau lumpur. Artinya, SS masih bisa digunakan untuk menembak meski baru saja masuk ke air maupun lumpur.

Perwira Australia Mengagumi Perkembangan Alutsista Indonesia

Delegasi Australia mengagumi perkembangan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia yang cukup pesat. Perwira Siswa (Pasis) Sesko AD dari Australia, Major Jason Hewerdine, saat berkunjung ke Pameran Indo Defence mengatakan ketakjubannya.

Senapan Produksi PT Pindad Indonesia dalam Indo Defence Expo 2012
Senapan Produksi PT Pindad Indonesia dalam Indo Defence Expo 2012
foto : Solopos

"Merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya untuk datang ke pameran ini. Karena selain untuk menambah wawasan tentang perlengkapan militer terbaru, juga khususnya untuk melihat langsung produk-produk teknologi terbaru dari industri pertahanan Indonesia," kata Jason, di Jakarta, Jumat (9/11).

Kunjungan Jason ke Indo Defence merupakan permintaan dari rekannya di Sesko AD untuk melihat perkembangan teknologi militer terbaru. Tugas sebagai utusan ini diperolehnya berkat pengetahuan Jason yang lebih di bidang arhanud, infanteri, dan kavaleri.

Pindad Produksi Panser Canon Tarantula dan Anoa 2 RCWS

PT. Pindad dipastikan akan memproduksi panser canon Tarantula asal Korea Selatan, dikutip dari itoday bahwa Legal & Public Relation Manager PT.Pindad, Tuning Rudyati mengatakan bahwa Pindad akan memproduksi panser canon asal Korea Selatan, sebagai bagian dari perjanjian transfer of technology (ToT) yang dibuat Pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan.

Panser Tarantula Korea Slatan
Panser Tarantula Korea Slatan
foto : sadpanda.us

Rencananya Pemerintah Indonesia akan membeli 22 panser canon Tarantula dari Korea Selatan, dimana 11 di antaranya akan diproduksi dan didatangkan langsung dari Korea Selatan, dan sisanya akan diproduksi oleh Pindad, " ungkapnya.

Penjelasan Tuning juga menjelaskan mengapa pihak CMI Defense Belgia, mengklaim bahwa pihaknya akan memasok turret 
CSE90 dan laras kaliber 90 mm untuk Tarantula Pindad. Padahal sebelumnya, turret dan laras ini digunakan Pindad dalam pengembangan panser canon yang didesain dari basis panser Anoa, namun pada akhirnya gagal dikembangkan karena pemerintah lebih memilih membeli barang dari Korea Selatan.


Pindad Membuat Anoa Versi 2 Armoured dan RCWS

Selain kepastian memproduksi 11 unit panser canon dari Korea Selatan sebagai bagian dari transfer of technology (TOT), ada kabar baik lainnya dari PT.Pindad (Persero).

Tuning Rudyati mengatakan bahwa versi terbaru panser Anoa versi 2, yang sudah menambahkan armoured dan RCWS sudah siap diproduksi. "Kami sudah bekerjasama dengan ST Kinetics dan Selex untuk pengadaan RCWS Anoa 2," ungkapnya.

"ASEAN Connectivity" diharapkan bantu atasi masalah perbatasan

"ASEAN Connectivity" pada 2015 diharapkan bisa membantu mengatasi masalah kesenjangan di wilayah perbatasan, kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri I Gusti Agung Wesaka Puja.

"ASEAN Connectivity" diharapkan bantu atasi masalah perbatasan
foto : nationmultimedia.com
 
"Dalam pengelolaan lintas perbatasan persoalan batas negara adalah sebagai penghubung dan bukan pemisah," katanya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia pada lokakarya "Pencarian Model Tata Kelola Lintas Perbatasan Berbasis Connectivity and Common Prosperity: Studi Kasus Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia", ASEAN Connectivity 2015 diharapkan juga bisa membantu mengatasi isu-isu sensitif politik keamanan bersama.

"Konektivitas, baik di sektor politik keamanan, ekonomi maupun sosial budaya diharapkan mampu membantu menciptakan kawasan kemakmuran ekonomi bersama," katanya.

Presiden Pimpin Upacara Hari Pahlawan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara ziarah nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu pagi.

Presiden Pimpin Upacara Hari Pahlawan
foto : antara
Presiden yang mengenakan jas hitam, datang didampingi Ani Yudhoyono yang mengenakan kebaya biru dan Wakil Presiden Boediono serta Herawati Boediono yang mengenakan kebaya putih.

Kepala Negara melakukan doa arwah dan mendengarkan sirine untuk mengenang pertempuran 10 November di Surabaya tepat pukul 08.10 WIB.

Setelah mengheningkan cipta, Presiden kemudian meletakkan karangan bunga di tugu pahlawan dan melakukan tabur bunga di makam sejumlah pahlawan, termasuk mantan wakil presiden Umar Wirahadikusumah dan Sudharmono.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters