Tak lama lagi, kejayaan Hiu Kencana akan kembali. Cakra dan Nanggala tak lama lagi akan mendapat teman, seiring dengan makin nyatanya rencana kerjasama PT PAL dengan galangan DSME Korea Selatan berdasar skema JOA (Joint Operations Agreement).
Berdasarkan kunjungan Wamenhan ke PT PAL pada 28 Desember 2012 lalu, sudah mulai ada sedikit sinar terang mengenai perkembangan proyek kapal selam Type-209 DWT 1.400 ton untuk TNI-AL. Dari kontrak awal sebanyak 3 kapal selam, dirinci bahwa kapal selam I dan II akan dibangun di galangan DSME, sementara untuk kapal selam ketiga modulnya akan dibangun oleh DSME, sementara final joint (penyambungan antar modul/ segmen) akan diselesaikan oleh PT PAL.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 29 Desember 2012
Menanti Kejayaan Kembali Armada Hiu Kencana RI
2013 PT. PAL Serahkan KRC dan Tug Boat
Di penghujung tahun 2012, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi galangan kapal nasional PT.PAL di Surabaya Jawa timur. Wamenhan rupanya ingin mengetahui progress pembuatan kapal perang pesanan TNI-AL. Seperti diketahui, sepanjang 2012, Kementrian Pertahanan telah memesan sejumlah kapal kepada PT.PAL. Diantaranya KCR-60, Kapal Tunda, Perusak Kawal Rudal serta kerja sama pembuatan Kapal Selam dengan Korea Selatan.
Untuk KCR-60M, progresnya boleh dibilang masih pada jalurnya. Namun, melihat presentasi yang diberikan oleh PT.PAL, progresnya justru lebih cepat dari yang direncanakan. Hingga bulan November 2012, kemajuan produksi telah mencapai 43 % lebih dari semula yang direncanakan 34,7%. Jika tidak ada aral melintang, pada desember 2013, KCR-60M sudah melaut.
![]() |
| Kapal Cepat Rudal 60 meterPT . PAL |
Untuk KCR-60M, progresnya boleh dibilang masih pada jalurnya. Namun, melihat presentasi yang diberikan oleh PT.PAL, progresnya justru lebih cepat dari yang direncanakan. Hingga bulan November 2012, kemajuan produksi telah mencapai 43 % lebih dari semula yang direncanakan 34,7%. Jika tidak ada aral melintang, pada desember 2013, KCR-60M sudah melaut.
Indonesia Berencana Tambah 10 Kapal Selam
Modernisasi alutsista TNI dilakukan secara serius untuk menunjung kekuatan sistem pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan TNI, khususnya matra Angkatan Laut dalam menjaga perairan Indonesia.
"Rencana strategis jangka panjang, Indonesia akan membeli 10 kapal selam," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke PT PAL, Surabaya, Jumat (28/12).
Untuk tahap awal, Indonesia akan memiliki tiga kapal selam hasil kerjasama pembelian dari Korea Selatan. Dua dibuat di sana, kata dia, satu kapal selam dibuat murni anak negeri di PT PAL mulai 2016.
Untuk mempersiapkan sumber daya manusia, puluhan teknisi dikirim ke Negeri Ginseng untuk mendapatkan menimba ilmu transfer teknologi.
"Rencana strategis jangka panjang, Indonesia akan membeli 10 kapal selam," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke PT PAL, Surabaya, Jumat (28/12).
Untuk tahap awal, Indonesia akan memiliki tiga kapal selam hasil kerjasama pembelian dari Korea Selatan. Dua dibuat di sana, kata dia, satu kapal selam dibuat murni anak negeri di PT PAL mulai 2016.
Untuk mempersiapkan sumber daya manusia, puluhan teknisi dikirim ke Negeri Ginseng untuk mendapatkan menimba ilmu transfer teknologi.
Label:
Kapal Selam,
Kekuatan Militer,
TNI AL
PT PAL Harus Perkuat Infastruktur Devisi Kapal Perang
WAKIL Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin meminta PT PAL Indonesia untuk memperkuat infastruktur devisi kapal perang. Sebab penyertaan modal negara ditujukan untuk memperkuat infrastruktur divisi kapal perang.
“Secara keseluruhan PT PAL sudah bangkit dengan aktifitas yang cukup padat, tetapi secara khusus saya meminta perhatian untuk memperkuat infrastruktur divisi kapal perang,” kata Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/12).
Dalam kunjungan tersebut, Wamenhan meninjau langsung proses dan kesiapan pembuatan kapal perang untuk TNI Angkatan Laut seperti kapal perusak kawal rudal (PKR), tugboat, kapal cepat rudal (KCR) dan persiapan produksi kapal selam ketiga di PT PAL Indonesia.
Pada kesempatan itu, Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto sempat melaporkan kepada Wamenhan mengenai persiapan pembuatan sejumlah kapal perang yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut.
“Secara keseluruhan PT PAL sudah bangkit dengan aktifitas yang cukup padat, tetapi secara khusus saya meminta perhatian untuk memperkuat infrastruktur divisi kapal perang,” kata Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/12).
Dalam kunjungan tersebut, Wamenhan meninjau langsung proses dan kesiapan pembuatan kapal perang untuk TNI Angkatan Laut seperti kapal perusak kawal rudal (PKR), tugboat, kapal cepat rudal (KCR) dan persiapan produksi kapal selam ketiga di PT PAL Indonesia.
Pada kesempatan itu, Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto sempat melaporkan kepada Wamenhan mengenai persiapan pembuatan sejumlah kapal perang yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut.
KASAL Baru Briefing Perwira TNI AL Wilayah Timur
MENGAWALI penugasan sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Madya TNI Dr. Marsetio, M.M, melaksanakan briefing kepada seluruh Perwira TNI Angkatan Laut sewilayah timur. Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Graha Samudera (GSB) Bhumi Moro, Surabaya, Jumat (28/12).
Acara tersebut juga dihadiri oleh para Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI AL, para Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) di jajaran Koarmatim serta Pamen dan Pama TNI AL sewilayah timur.
Acara diawali dengan laporan kesiapan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Curiculum Vitae atau riwayat hidup KSAL oleh Pangarmatim.
Dalam pengarahannya, Marsetio menyampaikan empat hal yang menjadi Pedoman Pembangunan TNI Agkatan Laut. Pertama, melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.
Acara tersebut juga dihadiri oleh para Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI AL, para Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) di jajaran Koarmatim serta Pamen dan Pama TNI AL sewilayah timur.
Acara diawali dengan laporan kesiapan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Curiculum Vitae atau riwayat hidup KSAL oleh Pangarmatim.
Dalam pengarahannya, Marsetio menyampaikan empat hal yang menjadi Pedoman Pembangunan TNI Agkatan Laut. Pertama, melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.
Apel Khusus Akhir Tahun Prajurit Lanud Adisutjipto Diminta Jaga Keamanan
KOMANDAN Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Abdul Muis, Jumat (28/12), memimpin Apel Khusus Akhir tahun 2012 di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto. Upacara Apel khusus tersebut diikuti oleh para pejabat di jajaran Lanud Adisutjipto dan seluruh anggota Lanud Adisutjipto.
Dalam sambutannya, Danlanud Adisutipto berpesan kepada prajuritnya agar selalu mengutamakan keamanan, keselamatan dan kesehatan, dan jaga diri dalam perjalanan libur menyambut tahun baru. Hal ini penting agar selamat sampai tujuan. Begitu pula dengan keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Saya sarankan untuk dititipkan ke tetangga yang tidak bepergian dan jangan lupa berdoa memohon kepada Allah SWT untuk selalu diberikan keselamatan,” kata Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Abdul Muis seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang diterima Jurnal Nasional.
Dalam sambutannya, Danlanud Adisutipto berpesan kepada prajuritnya agar selalu mengutamakan keamanan, keselamatan dan kesehatan, dan jaga diri dalam perjalanan libur menyambut tahun baru. Hal ini penting agar selamat sampai tujuan. Begitu pula dengan keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Saya sarankan untuk dititipkan ke tetangga yang tidak bepergian dan jangan lupa berdoa memohon kepada Allah SWT untuk selalu diberikan keselamatan,” kata Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Abdul Muis seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang diterima Jurnal Nasional.
128 Calon Perwira Prajurit Karier TNI Dinyatakan Lulus
ASISTEN Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsekal Muda TNI Bambang Wahyudi, S.Ip. selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI tahun 2012 didampingi Aspers KSAU, Marsekal Muda TNI Mawardi, S.E., Waaspers Kasad Brigadir Jenderal TNI Aris Martono, Waaspers Kasal Laksamana Pertama TNI S. Darmawan, memimpin sidang Penentuan Tahap Akhir (Pantukhir) seleksi tingkat pusat penerimaan Pa PK TNI tahun 2012.
“Dari 197 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat penerimaan Pa PK TNI, diputuskan sebanyak 128 orang yang dinyatakan lulus, dengan rincian TNI AD 48 orang (pria 42 orang dan wanita 6 orang), TNI AL 40 orang (pria 35 orang dan wanita 5 orang) dan TNI AU 40 orang (pria 32 orang dan wanita 8 orang),” kata Bambang Wahyudi di Pusat Pendidikan (Pusdik) Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/12) seperti dilansir dalam siaran pers Puspen TNI.
![]() |
| foto : tribunnews.com |
“Dari 197 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat penerimaan Pa PK TNI, diputuskan sebanyak 128 orang yang dinyatakan lulus, dengan rincian TNI AD 48 orang (pria 42 orang dan wanita 6 orang), TNI AL 40 orang (pria 35 orang dan wanita 5 orang) dan TNI AU 40 orang (pria 32 orang dan wanita 8 orang),” kata Bambang Wahyudi di Pusat Pendidikan (Pusdik) Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/12) seperti dilansir dalam siaran pers Puspen TNI.
Langganan:
Postingan (Atom)







