Rencana Amerika Serikat (AS) menggeser 60 persen kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik hingga tahun 2020 mendatang, membawa implikasi besar bagi kawasan ini, termasuk Indonesia.
Tahun 2020 itu tidak lama. Dalam 6 tahun ke depan, Indonesia sudah terkurung oleh pangkalan-pangkalan militer AS. Apakah kita sudah sepakat sebagai bangsa untuk menyadari dan memahami persepsi ancaman yang sebenarnya sedang dihadapi?
Dengan kondisi ini, jelas sekali, tidak tersedia waktu banyak bagi elite Indonesia untuk segera mereposisi arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia yang lebih tegas, strategis dalam menyikapi perubahan konstalasi politik di kawasan.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 14 Desember 2013
Kemenhan Pesan Flying Boat Gever OS Versi Militer
Indonesia berhasil menciptakan perahu terbang pertama berkapasitas empat penumpang yang diberinama Flying Boat Gever-OS. Perancang Flying Boat Gever-OS, Erid Rizki mengungkapkan, perahu ini dapat terbang hingga ketinggian 150 meter di atas permukaan laut dengan kecepatan mencapai 400 km/jam. “Flying boat menempuh perjalanan selama 3-4 jam dari Tanjung Priok ke Surabaya (Tanjung Perak),” ujar Erid saat launching Flying Boat Gever OS di Jakarta. Flying boat ini diharapkan bisa menjadi kendaraan alternatif bagi masyarakat Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
Saat ini sebagian besar (65 persen) komponen perahu terbang buatan Indonesia Maritime Institute (IMI), masih berasal dari luar negeri, terutama terkait dengan urusan mesin. Bobot penuh dengan penumpang maksimal 900 kilogram. IMI mengklaim perahu terbang ini menggunakan bahan bakar bio ethanol (premium) dan pertamax.
![]() |
| Flying Boat Gever OS |
Saat ini sebagian besar (65 persen) komponen perahu terbang buatan Indonesia Maritime Institute (IMI), masih berasal dari luar negeri, terutama terkait dengan urusan mesin. Bobot penuh dengan penumpang maksimal 900 kilogram. IMI mengklaim perahu terbang ini menggunakan bahan bakar bio ethanol (premium) dan pertamax.
Pesawat Boeing Kepresidenan RI dipersiapkan Untuk Presiden Terpilih 2014
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan pesawat Kepresidenan RI berjenis Boeing Bussiness Jet 2 Green yang dipesan pemerintah masih dalam proses pengerjaan di pabrik Boeing, di Amerika Serikat.
"Pesawatnya masih di sana (Amerika) karena kemarin terhambat waktu ada government shutdown. Tertunda pengerjaannya," kata Sudi, kepada Tempo, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2013. Menurut dia, pesawat itu baru akan tiba di Indonesia Maret 2014 nanti.
Sudi belum bisa memastikan kapan persisnya pesawat Kepresidenan itu mulai dipergunakan. Ia mengatakan, setelah pesawat datang pada Maret nanti, masih ada proses tertentu yang mesti dijalani sebelum pesawat resmi dipakai.
"Pesawatnya masih di sana (Amerika) karena kemarin terhambat waktu ada government shutdown. Tertunda pengerjaannya," kata Sudi, kepada Tempo, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2013. Menurut dia, pesawat itu baru akan tiba di Indonesia Maret 2014 nanti.
Sudi belum bisa memastikan kapan persisnya pesawat Kepresidenan itu mulai dipergunakan. Ia mengatakan, setelah pesawat datang pada Maret nanti, masih ada proses tertentu yang mesti dijalani sebelum pesawat resmi dipakai.
Presiden Terpilih 2014 Harus Jalankan Lagi GBHN
Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra setuju rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Menurut dia, upaya itu dapat dijadikan acuan presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Yusril mengatakan itu usai "Debat Calon Presiden" di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2013. “Soal rencana pengembalian hak penyusunan GBHN kepada MPR, saya setuju. Ini juga akan mempermudah presiden menentukan kebijakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika nantinya presiden tidak melaksanakan GBHN, bisa dimakzulkan oleh rakyat dengan berpegang pada GBHN. “Ke depan, tugas presiden selama lima tahun adalah merealisasikan GBHN. Kalau tidak sesuai, bisa di-impeachment,” imbuhnya.
Yusril mengatakan itu usai "Debat Calon Presiden" di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2013. “Soal rencana pengembalian hak penyusunan GBHN kepada MPR, saya setuju. Ini juga akan mempermudah presiden menentukan kebijakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika nantinya presiden tidak melaksanakan GBHN, bisa dimakzulkan oleh rakyat dengan berpegang pada GBHN. “Ke depan, tugas presiden selama lima tahun adalah merealisasikan GBHN. Kalau tidak sesuai, bisa di-impeachment,” imbuhnya.
Jumat, 13 Desember 2013
TNI AD Harus Dekat Dengan Rakyat
Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan menjelang peringatan Hari Juang Kartika atau Hari Infanteri TNI Angkatan Darat (AD) Ke-68 pada 15 Desember 2013, prajurit TNI AD harus lebih mendekatkan diri kepada rakyat.
"TNI AD dari dulu tumbuh sebagai tentara rakyat, merupakan keniscayaan untuk bersinergi dengan rakyat, jangan jadi alat kekuasaan apalagi sebagai centeng pengusaha. Saya lihat sudah semakin tertata, tapi perlu peningkatan kesejahteraan, jadi tidak ada lagi yang nyambi," kata Susaningtyas, di Jakarta, Jumat.
Politisi Partai Hanura ini juga menekankan hal terpenting dari semangat Juang Kartika itu harus memiliki keinginan menjaga kedaulatan NKRI secara utuh.
"TNI AD dari dulu tumbuh sebagai tentara rakyat, merupakan keniscayaan untuk bersinergi dengan rakyat, jangan jadi alat kekuasaan apalagi sebagai centeng pengusaha. Saya lihat sudah semakin tertata, tapi perlu peningkatan kesejahteraan, jadi tidak ada lagi yang nyambi," kata Susaningtyas, di Jakarta, Jumat.
Politisi Partai Hanura ini juga menekankan hal terpenting dari semangat Juang Kartika itu harus memiliki keinginan menjaga kedaulatan NKRI secara utuh.
Label:
Kegiatan Sosial,
Propesionalisme TNI,
TNI AD
Indonesia akan angkat isu Laut China Timur di Jepang
Pemerintah Indonesia akan mengangkat isu Laut China Timur pada pertemuan puncak antara para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Jepang di Tokyo pada akhir pekan.
"Keadaan politik di Asia Timur saat ini cukup menegangkan, kalau dulu... perhatian kawasan pada Laut China Selatan, justru sekarang ketegangan meningkat tajam, flash point ...itu Laut China Timur," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, sebelum bertolak menuju Tokyo.
Menurut dia, Indonesia akan menyampaikan pandangan tentang masalah Laut China Timur dalam pertemuan tersebut serta mengajak para pemimpin kawasan menjaga perdamaian dan stabilitas agar ekonomi kawasan dapat terus tumbuh.
"Keadaan politik di Asia Timur saat ini cukup menegangkan, kalau dulu... perhatian kawasan pada Laut China Selatan, justru sekarang ketegangan meningkat tajam, flash point ...itu Laut China Timur," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, sebelum bertolak menuju Tokyo.
Menurut dia, Indonesia akan menyampaikan pandangan tentang masalah Laut China Timur dalam pertemuan tersebut serta mengajak para pemimpin kawasan menjaga perdamaian dan stabilitas agar ekonomi kawasan dapat terus tumbuh.
TNI AL Pertimbangkan Untuk Tingkatkan Status Pangkalan Sangatta
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, mempertimbangkan secara serius permintaan warga Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, agar status Pangkalan TNI AL Sangatta ditingkatkan.
Sangatta dan kawasan udara serta perairan sekitarnya sering menjadi arena berbagai latihan perang TNI, selain perairan itu juga banyak obyek vitalnya dan menjadi jalur penting pelayaran ke utara.
"Kami menyimak secara seksama hal yang disampaikan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, tentang peningkatan status itu," kata Marsetio, saat meresmikan Monumen Kudungga, di Sangatta, Jumat.
![]() |
| Pendaratan Pasukan Tempur TNI di Sangatta. | Foto: Dok. Puspen TNI |
Sangatta dan kawasan udara serta perairan sekitarnya sering menjadi arena berbagai latihan perang TNI, selain perairan itu juga banyak obyek vitalnya dan menjadi jalur penting pelayaran ke utara.
"Kami menyimak secara seksama hal yang disampaikan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, tentang peningkatan status itu," kata Marsetio, saat meresmikan Monumen Kudungga, di Sangatta, Jumat.
Langganan:
Postingan (Atom)







