Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Minggu, 04 Januari 2015
Anggota Basarnas Kerja Keras, Berapa Tunjangan Bulanannya?
APA yang tampak di muka, belum tentu seindah di punggung. Perumpamaan itu terjadi pada personel Basarnas. Keberhasilan menjadi tim SAR terbaik di Asia sayangnya tak dibarengi dengan tingkat kesejahteraan yang mumpuni.
Berdasar pada pola penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS), besaran gaji yang diterima oleh pegawai Basarnas per bulannya ditentukan oleh golongan mereka di PNS. Golongan ini mengacu pada lama kerja kerja menjadi PNS.
Tentu jumlah tersebut pun terasa kurang pas dibanding dengan resiko besar yang harus mereka terima. Terlebih bagi mereka yang masuk dalam tim rescuer, yang notabene memiliki resiko cedera bahkan kehilangan nyawa.
Chappy Hakim : Aneh Bin Ajaib bila Ada Penerbangan yang Bisa Dilakukan Tanpa Izin
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal (Purn) Chappy L Hakim terkejut dengan pembekuan izin operasi AirAsia rute Surabaya-Singapura oleh Kementerian Perhubungan, Jumat (2/1/2015).
Dia heran mendapati fakta bahwa AirAsia QZ8501 tidak memiliki jadwal terbang ke Singapura pada Minggu (28/12/2014). Chappy mengungkapkan kekagetan itu lewat akun Twitternya @chappyhakim, Jumat (2/1/2015) malam.
"Apabila benar AirAsia terbang di hari yang mereka tidak ada izinnya, pertanyaan besar adalah bagaimana flight plan-nya bisa di-approve," tulis purnawirawan yang kini jadi pemerhati dunia penerbangan nasional ini.
"Adalah sangat aneh bin ajaib bila ada penerbangan yang bisa dilakukan tanpa izin, atau dilaksanakan tanpa dasar hukum," dia menabahkan. Chappy Hakim terus mengutarakan kebingungannya atas apa yang terjadi pada QZ8501.
Dia heran mendapati fakta bahwa AirAsia QZ8501 tidak memiliki jadwal terbang ke Singapura pada Minggu (28/12/2014). Chappy mengungkapkan kekagetan itu lewat akun Twitternya @chappyhakim, Jumat (2/1/2015) malam.
"Apabila benar AirAsia terbang di hari yang mereka tidak ada izinnya, pertanyaan besar adalah bagaimana flight plan-nya bisa di-approve," tulis purnawirawan yang kini jadi pemerhati dunia penerbangan nasional ini.
"Adalah sangat aneh bin ajaib bila ada penerbangan yang bisa dilakukan tanpa izin, atau dilaksanakan tanpa dasar hukum," dia menabahkan. Chappy Hakim terus mengutarakan kebingungannya atas apa yang terjadi pada QZ8501.
Surat Terbuka Pilot: Jangan "Nampang" di Atas Penderitaan
Kemarahan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantor AirAsia kemarin, Jumat (2/1/2015), mendapatkan kritikan. Kali ini, kritikan berasal dari seorang pilot sekaligus mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airline Kapten Sardjono Jhony.
Sebagaimana diketahui, Jonan marah-marah di kantor AirAsia Tangerang, Banten, lantaran pihak maskapai tersebut tak memberikan briefing kepada pilot pesawat AirAsia QZ 8501 sebelum take off.
Dalam surat terbukanya, Sardjono menuliskan saat ini bukan waktunya mencari-cari kesalahan atas kecelakaan yang menimpa AirAsia QZ8501. Berikut surat terbuka Kapten Sardjono Jhony:
![]() |
| Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan berbincang dengan CEO AirAsia Tony Fernandes |
Sebagaimana diketahui, Jonan marah-marah di kantor AirAsia Tangerang, Banten, lantaran pihak maskapai tersebut tak memberikan briefing kepada pilot pesawat AirAsia QZ 8501 sebelum take off.
Dalam surat terbukanya, Sardjono menuliskan saat ini bukan waktunya mencari-cari kesalahan atas kecelakaan yang menimpa AirAsia QZ8501. Berikut surat terbuka Kapten Sardjono Jhony:
KNKT Umumkan Laporan Fakta AirAsia Setelah 30 Hari
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memilih untuk tidak terlebih dahulu mempublikasikan data-data yang telah dikumpulkannya. Hal ini demi keakuratan fakta dan mencegah rumor-rumor yang tidak baik.
KNKT menyatakan akan memberi keterangan sementara dari hasil investigasinya, setelah sebulan sejak terjadinya kecelakaan, hasil ini mereka namakan factual report.
"Hari ke-30 sejak kecelakaan KNKT harus buat yang namanya factual report, yaitu laporan yang dibuat atas dasar fakta, seperti, pesawat ini kecelakaan di laut, ditemukan ini, bikernya tidak bunyi dan di dalam factual report ini tidak boleh ada analisis, apalagi menjelaskan hal ini terjadi karena apa, lalu diuraikan sebabnya, itu tidak boleh," ujar Kepala KNKT, Tatang Kurniadi kepada VIVAnews, Sabtu 3 Januari 2015.
![]() |
| Personel TNI AU membawa puing-puing pesawat AirAsia QZ8501 (REUTERS/Darren Whiteside) |
KNKT menyatakan akan memberi keterangan sementara dari hasil investigasinya, setelah sebulan sejak terjadinya kecelakaan, hasil ini mereka namakan factual report.
"Hari ke-30 sejak kecelakaan KNKT harus buat yang namanya factual report, yaitu laporan yang dibuat atas dasar fakta, seperti, pesawat ini kecelakaan di laut, ditemukan ini, bikernya tidak bunyi dan di dalam factual report ini tidak boleh ada analisis, apalagi menjelaskan hal ini terjadi karena apa, lalu diuraikan sebabnya, itu tidak boleh," ujar Kepala KNKT, Tatang Kurniadi kepada VIVAnews, Sabtu 3 Januari 2015.
Terkait ISIS, Kedubes AS di Jakarta Peringatkan Ancaman di Surabaya
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Sabtu, 3 Januari 2015 mengeluarkan peringatan keamanan kepada warganya yang bermukim di Surabaya. Hal itu tertera di situs resmi Kedubes pada hari ini.
Kantor berita Reuters edisi hari ini melaporkan tidak dijelaskan dengan detail penyebab Kedubes AS di Jakarta memberikan peringatan tersebut.
"Kedubes AS telah menyadari adanya potensi ancaman terhadap Amerika Serikat khususnya di beberapa tempat seperti hotel dan bank di Surabaya, Indonesia," tulis Kedubes.
Oleh sebab itu, mereka melanjutkan, Kedubes AS di Jakarta merekomendasikan kewaspadaan tingkat tinggi dan pengetahuan ketika mengunjungi beberapa tempat tersebut.
Kantor berita Reuters edisi hari ini melaporkan tidak dijelaskan dengan detail penyebab Kedubes AS di Jakarta memberikan peringatan tersebut.
![]() |
| Kantor Kedutaan Besar Kedubes AS di Jakarta (US Department of State) |
"Kedubes AS telah menyadari adanya potensi ancaman terhadap Amerika Serikat khususnya di beberapa tempat seperti hotel dan bank di Surabaya, Indonesia," tulis Kedubes.
Oleh sebab itu, mereka melanjutkan, Kedubes AS di Jakarta merekomendasikan kewaspadaan tingkat tinggi dan pengetahuan ketika mengunjungi beberapa tempat tersebut.
Sabtu, 03 Januari 2015
Kapolda ultimatum kelompok Ayub Waker serahkan diri
Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Yotje Mende mengultimatum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ayub Waker di wilayah Tembagapura, Mimika, untuk segera menyerahkan diri.
"Saya memberikan ultimatum kepada mereka untuk segera menyerahkan diri dan mengembalikan senjata api yang mereka rampas dari anggota saya," kata Yotje Mende kepada Antara di Timika, Jumat.
Yotje mengatakan pelaku penyerangan terhadap kendaraan yang ditumpangi anggota Brimob Satgas Pengamanan PT Freeport Indonesia di jalan poros Tembagapura-Kampung Banti pada Kamis (1/1) malam sebanyak empat orang dari KKB Ayub Waker.
"Ini yang bertanggung jawab namanya Ayub Waker. Itulah orang yang paling bertanggung jawab sebagai pimpinan mereka di daerah Tembagapura," ujar Mende.
"Saya memberikan ultimatum kepada mereka untuk segera menyerahkan diri dan mengembalikan senjata api yang mereka rampas dari anggota saya," kata Yotje Mende kepada Antara di Timika, Jumat.
![]() |
| Kapolda Papua Irjen Yotje Mende |
"Ini yang bertanggung jawab namanya Ayub Waker. Itulah orang yang paling bertanggung jawab sebagai pimpinan mereka di daerah Tembagapura," ujar Mende.
Lokasi Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 Ditemukan
TNI Angkatan Laut memastikan bahwa KRI Bung Tomo telah mendeteksi lokasi badan pesawat yang diduga bagian belakang dari AirAsia yang hilang pada Minggu lalu (28/12).
TNI-AL mengetahui keberadaan bagian belakang pesawat itu semenjak Jumat (2/1) siang. Namun, belum bisa dipastikan bagian belakang pesawat itu terdapat jenazah atau tidak. Yang pasti, KRI Bung Tomo mendeteksi adanya bagian belakang pesawat dari alat pendeteksi bawah laut yang ada di kapal milik Armatim tersebut.
Perwira Pelaksana KRI Bung Tomo Letkol Laut (P) Ashari Alamsyah menjelaskan, penemuan ekor pesawat itu bisa dilakukan karena ada alat pendeteksi bawah laut. Jadi, setelah dipancarkan gelombang dan ada sinyal lemah (gelombang pantulan), tergambar pencitraan adanya bagian belakang pesawat.
TNI-AL mengetahui keberadaan bagian belakang pesawat itu semenjak Jumat (2/1) siang. Namun, belum bisa dipastikan bagian belakang pesawat itu terdapat jenazah atau tidak. Yang pasti, KRI Bung Tomo mendeteksi adanya bagian belakang pesawat dari alat pendeteksi bawah laut yang ada di kapal milik Armatim tersebut.
![]() |
| Lokasi Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 Ditemukan |
Perwira Pelaksana KRI Bung Tomo Letkol Laut (P) Ashari Alamsyah menjelaskan, penemuan ekor pesawat itu bisa dilakukan karena ada alat pendeteksi bawah laut. Jadi, setelah dipancarkan gelombang dan ada sinyal lemah (gelombang pantulan), tergambar pencitraan adanya bagian belakang pesawat.
Langganan:
Postingan (Atom)







