Markas Besar TNI Angkatan Darat menandatangani kontrak pengadaan barang dan jasa secara kolektif senilai Rp2,1 Triliun.
"Ini baru pertama kali kita adakan, launching kontrak pengadaan barang dan jasa," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendera TNI Mulyono usai penandatanganan kontrak di Mabesad, Jakarta Pusat, Jumat.
Menurut dia, penandatangan kontrak pengadaan barang dan jasa ini merupakan instruksi Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pada 2016 adalah tahun percepatan kerja, yang harus diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga dengan meningkatkan kinerja serta menghendaki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun 2016.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 23 Januari 2016
Indonesia - Tiongkok Rintis Kerja Sama Keamanan "cyber"
Indonesia dan Tiongkok berencana melakukan kerja sama keamanan cyber termasuk operasi bersama meliputi simulasi perang cyber, respons dan mitigasi perang cyber, monitoring cyber, manajemen krisis cyber, dan perencanaan bagi pemulihan data center.
Staf Ahli Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Muchlis Ahmady di Jakarta, Sabtu mengemukakan prinsip kerja sama tersebut bagian dari berbagi pengetahuan karena masalah cyber tidak bisa ditangani sendiri-sendiri.
"Kunci keberhasilan untuk menangani krisis di cyberspace adalah coordination dan sharing," kata Muchlis Ahmady.
Staf Ahli Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Muchlis Ahmady di Jakarta, Sabtu mengemukakan prinsip kerja sama tersebut bagian dari berbagi pengetahuan karena masalah cyber tidak bisa ditangani sendiri-sendiri.
"Kunci keberhasilan untuk menangani krisis di cyberspace adalah coordination dan sharing," kata Muchlis Ahmady.
Radar Canggih Fregat Terbaru TNI AL Mampuh Deteksi Musuh Dari Jarak 200 Km
Dua nama pahlawan nasional akan disematkan untuk kapal perang jenis
Kapal Perusak Rudal (PKR) hasil karya anak bangsa PT PAL. Dua kapal
perang itu akan memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista)
TNI AL.
"Untuk kapal PKR-1 akan diberi nama Raden Eddy Martadinata (REM). Sedangkan kapal PKR-2 akan bernama I Gusti Ngurah Rai (GNR). Kedua nama pahlawan nasional ini sebelumnya pernah digunakan pada kapal perang TNI AL yang telah di-disposed," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama M Zainudin, Jumat 22 Januari 2016 kemarin.
Menurut Zainudin, dua unit kapal perang jenis PKR Fregate Class 10514 yang diproduksi PT PAL Surabaya akan memperkuat jajaran TNI AL untuk mengemban tugasnya mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi nasional Indonesia.
"Untuk kapal PKR-1 akan diberi nama Raden Eddy Martadinata (REM). Sedangkan kapal PKR-2 akan bernama I Gusti Ngurah Rai (GNR). Kedua nama pahlawan nasional ini sebelumnya pernah digunakan pada kapal perang TNI AL yang telah di-disposed," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama M Zainudin, Jumat 22 Januari 2016 kemarin.
Menurut Zainudin, dua unit kapal perang jenis PKR Fregate Class 10514 yang diproduksi PT PAL Surabaya akan memperkuat jajaran TNI AL untuk mengemban tugasnya mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi nasional Indonesia.
Produksi Prototipe Pesawat N219 PT. DI Hampir Selesai
BANDUNG – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir ingin ada percepatan proyek pembuatan pesawat terbang N219 hasil kerja sama PTDirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Proyek pesawat N219 merupakan hasil 100% rancang bangun putra putri Indonesia. Proyek tersebut diharapkan bisa dipercepat produksi massal pada 2016, dari target sebelumnya 2017. Hal ini disampaikan M Nasir usai menggelar rapat koordinasi bersama Dirut PT DI Budi Santoso dan deputi dari kementerian terkait di kantor PT DI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/1).
Rapat koordinasi itu juga dihadiri oleh berbagai deputi dari Kementerian Perekonomian, perwakilan Kementerian Perindustrian, Perhubungan, Bappenas, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial. “Rapat koordinasi ini dalam rangka ingin mewujudkan N219 yang akan diproduksi di PT DI dan dalam hal ini riset dilakukan oleh LAPAN.
Proyek pesawat N219 merupakan hasil 100% rancang bangun putra putri Indonesia. Proyek tersebut diharapkan bisa dipercepat produksi massal pada 2016, dari target sebelumnya 2017. Hal ini disampaikan M Nasir usai menggelar rapat koordinasi bersama Dirut PT DI Budi Santoso dan deputi dari kementerian terkait di kantor PT DI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/1).
Rapat koordinasi itu juga dihadiri oleh berbagai deputi dari Kementerian Perekonomian, perwakilan Kementerian Perindustrian, Perhubungan, Bappenas, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial. “Rapat koordinasi ini dalam rangka ingin mewujudkan N219 yang akan diproduksi di PT DI dan dalam hal ini riset dilakukan oleh LAPAN.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
PT DI
Pemerintah Indonesia Perkenalkan Strategi Pertahanan Baru
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan strategi pertahanan baru yang berfokus pada tiga prioritas, yaitu menjadi titik tumpu global maritim (GMF), memenuhi target minimum essential forces (MEF) dan menjalankan program pertahanan negara selama 10 tahun ke depan.
Pada hari Kamis, 21/1/2016, Menteri Pertahanan menguraikan rencana tersebut, termasuk dalam kertas putih yang baru dirilis ke atase militer asing. Acara ini dihadiri oleh 50 atase militer dari 41 negara, termasuk Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, Timor Leste, Pakistan, India, Australia dan sejumlah negara Eropa.
Dirjen Strategi Pertahanan, Departemen Pertahanan, Mayjen. Yoedhi Swastanto, mengatakan dokumen baru ini adalah versi revisi setelah menggabungkan masukan dari sumber-sumber domestik dan internasional.
“White Paper baru terdiri dari strategi pertahanan baru yang hendak dicapai pemerintah, termasuk daftar ancaman, pembangunan pertahanan dan program pertahanan negara,” katanya, menambahkan bahwa dokumen itu tersedia untuk umum dan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan antara Indonesia dan negara-negara lainnya.
Pada hari Kamis, 21/1/2016, Menteri Pertahanan menguraikan rencana tersebut, termasuk dalam kertas putih yang baru dirilis ke atase militer asing. Acara ini dihadiri oleh 50 atase militer dari 41 negara, termasuk Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, Timor Leste, Pakistan, India, Australia dan sejumlah negara Eropa.
Dirjen Strategi Pertahanan, Departemen Pertahanan, Mayjen. Yoedhi Swastanto, mengatakan dokumen baru ini adalah versi revisi setelah menggabungkan masukan dari sumber-sumber domestik dan internasional.
“White Paper baru terdiri dari strategi pertahanan baru yang hendak dicapai pemerintah, termasuk daftar ancaman, pembangunan pertahanan dan program pertahanan negara,” katanya, menambahkan bahwa dokumen itu tersedia untuk umum dan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan antara Indonesia dan negara-negara lainnya.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Kekuatan Militer
KAI dan PTDI Berkerjasama Membuat Pesawat Pesawat Komersial 100 Seater
Korea Aerospace Industries (KAI) telah meluncurkan sebuah proyek untuk mengembangkan jet penumpang, pasar yang telah lama didominasi oleh Boeing dan Airbus, ujar sumber KAI 13/1/2016.
“Kami sedang terjun ke pasar pesawat komersial melalui sebuah proyek bersama dengan perusahaan pertahanan Indonesia,” kata seorang pejabat KAI The Korea Times.
Langkah ini dilakukan pada saat Boeing dan Airbus mendapat tantangan dari Cina, yang baru-baru ini meluncurkan sebuah pesawat komersial.
BUMN Commercial Aircraft Beijing Cina, atau Comac, menyalurkan pesawat penumpang pertama, ARJ21 ke di Chengdu Airlines pada akhir November 2015.
“Kami sedang terjun ke pasar pesawat komersial melalui sebuah proyek bersama dengan perusahaan pertahanan Indonesia,” kata seorang pejabat KAI The Korea Times.
Langkah ini dilakukan pada saat Boeing dan Airbus mendapat tantangan dari Cina, yang baru-baru ini meluncurkan sebuah pesawat komersial.
BUMN Commercial Aircraft Beijing Cina, atau Comac, menyalurkan pesawat penumpang pertama, ARJ21 ke di Chengdu Airlines pada akhir November 2015.
Berantas Terorisme Densus Akan Upgrade Peralatan Tempur
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Densus 88 akan memperkuat diri dengan meningkatkan pelatihan. Senjata yang dimiliki juga akan diperbarui.
"Dengan berbagai hal yang kita miliki selama ini diperlukan penguatan. Densu 88 ini nantinya akan meng-upgrade peralatan yang dimiliki," ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam konferensi pers di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (22/1/2016).
Selain upgrade peralatan, personel yang ada juga ditambah. Penggantian jika diperlukan, juga akan dilakukan.
"Serta menambah anggaran," kataBadrodin.
"Dengan berbagai hal yang kita miliki selama ini diperlukan penguatan. Densu 88 ini nantinya akan meng-upgrade peralatan yang dimiliki," ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam konferensi pers di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (22/1/2016).
Selain upgrade peralatan, personel yang ada juga ditambah. Penggantian jika diperlukan, juga akan dilakukan.
"Serta menambah anggaran," kataBadrodin.
Langganan:
Postingan (Atom)







