Pilot pesawat propeller first engine Cessna bernomor N96706 yang tertangkap menyusup di zona udara Indonesia, Letkol James Patrick Murphy, berkeras tak memiliki maksud apapun dengan melanggar kedaulatan wilayah RI.
Hal tersebut mengemuka dalam interogasi yang dilakukan Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia terhadapnya sejak kemarin hingga hari ini, Selasa (10/11).
“Dia (Murphy) berkata tidak ada maksud apa-apa. Tapi saya sebagai tentara tentu memiliki kecurigaan. Kami dalami terus, kenapa pesawat yang dia piloti mengarah ke Ambalat?” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia.
Ambalat merupakan wilayah yang kerap disusupi pesawat-pesawat tempur asing. Murphy, ujar Dwi, tidak seharusnya melintasi rute menuju Ambalat itu. “Berdasarkan pengakuan dia, mestinya dia tidak lewat Indonesia, tapi via Brunei,” kata Dwi.
Dalam pemeriksaan, Murphy yang merupakan tentara cadangan Angkatan Laut Amerika Serikat mengaku menerbangkan pesawatnya dari Jeep Island di Mikronesia menuju Seletar, Singapura.
Pesawat Murphy yang mestinya terbang via Brunei tertangkap radar masuk wilayah udara RI sejak dari Manado, Sulawesi Utara, dan mengarah ke Ambalat –blok laut kaya minyak di Selat Makassar yang berbatasan dengan Malaysia.
TNI AU pun mengirim dua pesawat Sukhoi dari Pangkalan Udara Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mencegat atau mengintersepsi Cessna yang diawaki Murphy tersebut.
“Oleh karena pangkalan terdekat berada di Tarakan, Kalimantan Utara, maka kami paksa pesawatnya turun di sana,” ujar Dwi.
Mantan Asisten Deputi Koordinasi Strategi Politik Luar Negeri Kementerian Politik Hukum dan Keamanan itu mengatakan, TNI tak mau mengambil risiko terhadap penyusup, sekecil atau sesederhana apapun jenis pesawatnya.
“Pesawat bisa terlihat tidak berbahaya, tapi kalau ada teknologi di dalamnya bagaimana? Pesawat siapapun, akan kami paksa turun. Namun saat ini kami belum menemukan apapun dalam pesawat (Murphy),” kata Dwi.
Pemeriksaan terhadap Murphy kembali dilanjutkan hari ini, dan Kedutaan Besar AS telah diinformasikan soal ditangkapnya warga mereka karena melanggar kedaulatan udara RI.
“Siang ini dua orang perwakilan Kedutaan AS akan tiba di Tarakan. Pemeriksaan mungkin membutuhkan waktu satu-dua hari lagi,” ujar Dwi.
Secara terpisah, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional Marsekal Muda Abdul Muis mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap hasil pemeriksaan terhadap Murphy di Tarakan.
Hingga saat ini tindakan lanjutan belum diambil karena interogasi masih berlangsung. “Masuk kategori pelanggaran berat apabila melanggar wilayah udara RI karena sengaja untuk memata-matai. Namun bisa juga pesawat itu melakukan pelanggaran karena darurat, misalnya cuaca buruk,” kata Abdul.
Cuaca buruk, menurut Kepala Penerangan Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, Kolonel Infanteri Andi Gunawan, menjadi alasan Murphy masuk wilayah RI tanpa izin.
Murphy diperlakukan dengan baik selama pemeriksaan. Sementara perusahaan penerbangan yang memiliki pesawat yang dikemudikan Murphy, Aircraft Guaranty, belum memberikan konfirmasi soal izin rute penerbangan pesawat tersebut. (CNN)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 12 November 2015
Pilot Penyusup AS Arahkan Pesawat ke Ambalat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil se...
-
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar al...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista itu, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur. “Kita memang ada ...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...
-
Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang...
-
Pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) AiXI yang menjalankan misi ekspedisi bertajuk 'Menembus Langit' akan diluncur...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar