Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 23 Maret 2013

Konflik Sabah - TKI Disandera Pasukan Sulu !

 KONFLIK di Sabah antara gerilyawan Sulu dan tentara Malaysia hingga hari ke-18 (Kamis, 21/03/2013), masih berlangsung. Bahkan, sudah merembet hingga ke Kampung Kembara Sakti Felda Sahabat 43 yang berjarak 300 meter dari pusat belajar anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di bawah binaan Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia (YPPAI)-KB Oma Atawuwur.



Ketua YPPAI-Felda Sahabat Firdaus G Atawuwur, siang hingga sore Kamis (21/03/2013) kemarin suasana mencekam. Ini lantaran beberapa pasukan Sulu mencobah masuk ke rumah salah satu pekerja kilang bernama Suhaimi sekira pukul 15.00 waktu setempat.

Pasukan Sulu menyandera istri Suhaimi hingga beberapa jam lamanya. Beruntung kemudian dilepaskan. Tapi, drama sandera tidak berhenti begitu saja, giliran orangtua Suhaimi yang ditawan.

Konflik Sabah, Malaysia Tertarik Beli Pesawat CN 295 Buatan Indonesia

Dalam acara Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA), Indonesia akan memamerkan sejumlah pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia. Kabarnya, Malaysia tertarik pada CN 295 seiring dengan merebaknya konflik di Sabah.

Pesawat CN-295 yang akan diproduksi PT. Dirgantara Indonesia

Budiman Saleh, Direktur PT Dirgantara Indonesia, mengatakan ada beberapa pesawat yang akan dipamerkan. Di antaranya CN 295 dan produk-produk buatan PT DI lainnya.

"Target kita dari Filipina, 212, 235, dan 295. Saat ini itu target kita Malaysia, yang juga tertarik 295 karena konflik Sabah. Korea tetap tertarik pada 212. PT DI punya stand, ada pesawat TNI AU aktif demo," kata Budiman saat jumpa pers di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (22/3/2013).

Penerbang Aerobatik RI Adu Jago dengan Pasukan Eropa di Langkawi

Indonesia mengirim tim aerobatik TNI AU ke ajang Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA). Mereka akan adu kehebatan dengan sejumlah penerbang lain di Eropa dan Amerika. Siapa menang?

Penerbang Aerobatik RI Adu Jago dengan Pasukan Eropa di Langkawi

Acara LIMA digelar mulai tanggal 26-30 Maret 2013. Tim Indonesia diberi nama Aerobatic Jupiter. Peserta LIMA terdiri dari negara-negara di Asia Pasifik.

Indonesia mengirim enam pesawat dengan masing-masing dua penerbang. Satu pesawat cadangan disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan. Jenis pesawat yang dikirim berjenis KT1-Wong Bee, buatan Korea tahun 2006. Di Indonesia, pesawat ini ada 16 unit.

Menhan: Penerbang Tempur TNI AU Layak Go Internasional

MENTERI Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, mendorong penerbang atau pilot - pilot tempur TNI Angkatan Udara untuk tampil dalam kancah internasional guna menunjukkan profesionalisme dan kualitasnya.

Menhan: Penerbang Tempur TNI AU Layak Go Internasional
 
Menurut Purnomo, penerbang tempur TNI AU selama ini memang tidak kalah dengan penerbang-penerbang tempur dari negara lain. Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan kepada pilot-pilot tempur TNI AU yang tergabung dalam Jupiter Aerobatics Team (JAT) untuk dapat tampil dalam event “Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013” di Malaysia pada 26 hingga 30 Maret 2013 mendatang.

Empat Tersangka Pengeroyokan Anggota Kopassus, Tewas diberondong Peluru

Mengerikan ! Hukum di negeri ini diobrak-abrik. Empat tersangka yang diduga terlibat kasus pengeroyokan anggota Kopassus di Cafe Hugos, Sleman, Yogyakarta beberapa waktu lalu, tewas ditembak. Mereka dieksekusi secara brutal di dalam selnya di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan.

Empat Tersangka Pengeroyokan Anggota Kopassus diberondong Peluru

Para penyerbu diduga oknum Kopassus yang balas dendam atas rekan mereka. ''Mereka langsung menembaki empat penghuni lapas dan mereka tewas seketika di tempat kejadian setelah diberondong peluru oleh para penyerbu," kata Humas Ditjen Lapas Akbar Hadi, Sabtu (23/3/32013)

Dari informasi yang dikumpulkan jurnas.com, penyerbuan dan penyerangan brutal itu diduga dilakukan pada dini hari sekitar pukul 01.00 lepas tengah malam. Sebanyak tiga mobil berhenti di depan Lapas Sleman. 15 orang turun dari mobil. Mereka memakai penutup kepala dan membawa senjata api lengkap.

50 Tahun Bergabung ke NKRI, Papua Layak Diberi Kado Politik

PADA tanggal 1 Mei 2013 mendatang, Papua genap 50 tahun bergabung ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terhitung sejak 1 Mei 1963. Pemerintah dan elit partai politik sebaiknya memberikan kado politik kepada masyarakat Papua. Permintaan itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Papua Barat, Mervin Sadipun Komber di gedung DPD, Jakarta, Jumat (22/3),

50 Tahun Bergabung ke NKRI, Papua Layak Diberi Kado Politik

Ia menjelaskan, ada dua kado yang mesti diberikan kepada masyarakat Papua. Pertama, partai politik dalam proses rekruitmen calon anggota legislatif untuk anggota DPR RI dari Provinsi Papua dan Papua Barat harus mengutamakan calon legislatif orang asli Papua. Demikian juga untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah RI dan calon anggota DPRD di dua provinsi paling timur Indonesia itu.

“Kami akui ada ketimpangan kemampuan sumber daya manusia antara orang asli Papua dan bukan orang Papua. Dengan ketimpangan ini, perlu kebijakan khusus untuk orang asli Papua di dalam politik khususnya yang mewakili Papua,” kata Mervin.

Siapa Yang Mau Tanggung Jawab Jika Terjadi Kudeta?

Setiap keputusan pasti memiliki risiko, tak terkecuali kudeta. Kudeta juga memiliki dampak buruk pada masyarakat. Kudeta atau pengambilalihan kekuasaan secara paksa memang kerap dilakukan ketika semua elemen masyarakat tak lagi mengendaki negaranya dipimpin oleh pemimpin saat itu. Namun, tanpa disadari yang akan mengalami kesulitan akibat kudeta yang dilakukan adalah rakyat.

Siapa Yang Mau Tanggung Jawab Jika Terjadi Kudeta?
Endriartono Sutarto (Foto: liputan6 | Azis Prastowo) 

Mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto menyatakan, kudeta dapat berdampak langsung pada rakyat. Karena, pertanyaan jika memang terjadi, kapan kudeta akan bertahan lama. Kudeta juga memiliki potensi untuk saling balas mengkudeta.

"Siapa yang mau tanggung jawab kalau terus kudeta, jika harga beras 1 kilogram Rp 100 ribu. Yang susah kan rakyat juga," kata Endriartono usai mengadiri diskusi di Rumah Kebangsaan, Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters