Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 26 Desember 2014

Video ISIS Tantang Panglima TNI dan akan Bantai Tentara, Anggota Polri dan BANSER

Militan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menantang Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Tantangan ini disampaikan Abu Jandal Al Yamani Al Indonesi melalui video di Youtube.

Video Youtube Abu Jandal Al Yamani Al Indonesi Tantang Panglima TNI, POLRI dan Banser
Video Youtube Abu Jandal Al Yamani Al Indonesi Tantang Panglima TNI, POLRI dan Banser

Dalam pernyataannya, Abu Jandal menanggapi keinginan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang ingin bergabung dengan negara-negara koalisi untuk membasmi kelompok ISIS di kawasan Asia Tenggara.

"Pesan ini saya sampaikan kepada Moeldoko, Panglima TNI, Polri, dan Banser. Kami menunggu kedatangan kalian. Kami telah mendengar bahwa kalian akan membantu pasukan koalisi untuk melenyapkan daulah khilafah ini. Sesungguhnya bahwa kami bahagia sekali mendengarnya. Karena itu berarti Insya Allah, pertemuan antara kami dan kalian disegerakan oleh Allah SWT," ujar Abu Jandal.

Berlayar Bersama KRI Todak-631

Menyandang nama “Todak” dari seekor ikan laut yang banyak terdapat diperairan wilayah Nusantara, bersifat ganas dengan bentuk tubuh yang sedemikian rupa sehingga dapat bergerak cepat dan lincah dalam mencengkram mangsanya dan lihai pula menghindari pemangsanya, memiliki sisik licin yang dapat menambah kerahasiaan geraknya sulit dikenali maka KRI Todak 631 memang dirancang untuk memenuhi tantangan tertinggi akan kapal yang dapat beroperasi dilaut territorial dan ZEEI. Difungsikan sebagai kapak penyerang cepat serbaguna serta anti kapal permukaan dan patrol cepat.

KRI Todak-631 (Foto: Firmanto Hanggoro/JM)
KRI Todak-631 (Foto: Firmanto Hanggoro/JM)

Kapal perang ini memiliki kecanggihan alutsista yang dapat diandalkan antara lain Meriam 57 mm MK2 Bofor SAK 57/70 B, Meriam 40 mm SAK 40/70A dan Meriam 20 mm MK 20 RH 202, ditambah personil-personil pilihan membuat alat tempur dan pertahanan ini akan menjadi “monster” di lautan.

KRI Frans Kaisiepo tiba dari Lebanon setelah emban misi perdamaian

KRI Frans Kaisiepo-368 yang mengemban tugas PBB untuk misi perdamaian di Lebanon selama 10 bulan, tiba kembali ke pangkalannya di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur di Surabaya, Jawa Timur.


Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman di Surabaya, Kamis, menjelaskan kedatangan kapal perang itu disambut oleh Kepala Staf Koarmatim Laksma TNI Aan Kurnia mewakili Pangarmatim Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring Meliala, Rabu (24/12).

Kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi itu mengemban misi dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-F/UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon) tahun 2014.

Kamis, 25 Desember 2014

Pilihan Kubah Yang Tepat Untuk Tank Medium Pindad

Kubah bermeriam besar ( 90mm ke atas) merupakan salah satu komponen sistem kesenjataan kendaraan tempur darat  yang menjadi fokus perhatian dewasa ini. Tidak mengherankan, mengingat ceruk pasar dan kebutuhannya besar. Kubah bermeriam besar menjadi fokus di tengah upaya militer banyak Negara untuk merampingkan postur angkatan daratnya untuk menciptakan satuan manuver yang ringan tetapi memiliki daya pukul besar. Alasan yang mendasari bisa banyak, terutama soal dana dan anggaran. 

Pilihan Kubah Yang Tepat Untuk Tank Medim Pindad

Sejak berakhirnya Perang Dingin, Negara-negara Eropa terutama yang ada dalam NATO telah mengurangi budget militernya secara masif. Perawatan alutsista konvensional macam MBT (Main Battle Tank) boleh dikatakan sangat mahal, dan akan lebih mahal lagi biaya yang dibutuhkan untuk menggelarnya ke berbagai trouble spot di luar daratan Eropa yang secara tradisional divisikan sebagai medan pertempuran saat menghadang Uni Soviet. Bayangkan saja, untuk mengirim MBT ke Afghanistan seperti yang dilakukan oleh Kanada dan Denmark, mereka harus menyewa pesawat angkut raksasa An-124 Ruslan, itupun satu sorti hanya dapat menampung maksimal dua unit MBT.

Kekurangan BBM, Banyak Kapal TNI AL Mandek

TNI Angkatan Laut mengakui banyak kapal patroli yang tidak bisa beroperasi karena minimnya stok bahan bakar minyak (BBM).

TNI membutuhkan Rp6 triiun untuk mengerahkan armada lautnya berpatroli menjaga perailan dari kejahatan pencurian ikan atau illegal fishing.


Kekurangan BBM, Banyak Kapal TNI AL Mandek

"Kendalanya adalah jatah anggaran BBM TNI AL minim," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di sela-sela rapat pimpinan di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/12/2014)

Menurut Marsetio, anggaran BBM untuk TNI AL selama setahun ke belakang tidak cukup untuk mengoperasikan kapal patroli.

Dia memaparkan pada tahun 2014, AL membutuhkan anggaran Rp5,6 triliun untuk biaya BBM kapal-kapal patroli laut.

Pesan KSAL Laksamana Marsetio untuk Calon Pengganti

TNI Angkatan Laut (AL) masih merahasiakan siapa calon pengganti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio.

Di sela-sela acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AL yang digelar di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Marsetio memberi bocoran bahwa calon penggantinya adalah salah satu peserta yang hadir dalam rapim tersebut.


TNI Angkatan Laut (AL) masih merahasiakan siapa calon pengganti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio
TNI Angkatan Laut (AL) masih merahasiakan siapa calon pengganti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio
"Penggantinya ada di sini (Mabesal), ikut hadir," ucap Marsetio di Cilangkap, Rabu (24/12/2014).

Dalam kesempatan tersebut, jenderal TNI bintang empat itu menyebutkan calon penggantinya harus mampu meneruskan pembangunan minimum essential forces (MEF) TNI AL, sebagai kelanjutan dari pembangunan MEF tahap pertama.

Moeldoko : Ada 3 Rencana Strategis dalam Memajukan TNI

TNI akan merumuskan pemikiran yang menjadi modal dalam implementasi renstra TNI 2015-2019.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerangkan ada 3 rencana strategis (renstra) yang akan dibahas untuk memajukan TNI, yaitu renstra pembangunan dan pengembangan kemampuan TNI 2015-2019, renstra pembangunan kesejahteraan prajurit 2015-2019 dan renstra pemeliharaan dan perbaikan alutsista TNI 2015-2019.


Panglima TNI, Jenderal Moeldoko

"Saya percaya sekecil apapun pemikiran pimpinan TNI ekspresikan dalam implementasi ketiga renstra tersebut akan memberikan nilai tambah bagi kemajuan TNI," kata Moeldoko sebelum menggelar rapat, di Mabes Cilangkap, Senin (22/12).

Moeldoko menambahkan guna menyempurnakan peran dan tugas, pada Rapim TNI ini, pihaknya akan merumuskan pemikiran yang menjadi modal dalam implementasi renstra TNI 2015-2019.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters