Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengingatkan masyarakat jangan mempermainkan ideologi bangsa. Sebaliknya, dia meminta masyarakat membangun nasionalisme, kebersamaan dan gotong royong.
"Jangan main-main dengan ideologi bangsa. Bangun nasionalisme, kebersamaan, dan gotong royong," ujar dia saat memberi pengantar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di depan kelompok petani dan peternak yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Boyolali ,Jawa Tengah, Jumat seperti dalam keterangan tertulis MPR.
Mahyudin mengatakan, pentingnya memahami nilai-nilai kebangsaan karena tidak ada yang bisa menjamin apakah Indonesia bisa bertahan hingga 200 tahun ke depan. Untuk itu, menurut dia, tidak ada jalan lain kecuali menanamkan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong dalam diri terutama generasi muda bahwa kita adalah satu nusa dan satu bangsa.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 30 April 2016
Parlemen : Jangan Main-main Dengan Ideologi Bangsa
KSAL kunjungi "Submarine Command Team Trainer" Kolatarmatim
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi
mengunjungi "Submarine Command Team Trainer" (SCTT) di Komando Latihan
Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat.
SCTT yang memiliki alat simulasi kapal selam itu telah diserahterimakan dari Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksda TNI Mulyadi kepada Pangarmatim Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto di tempat yang sama pada 22 April 2016.
Dalam kunjungan yang disambut Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI Mintoro Yulianto mewakili Pangarmatim itu, KSAL didampingi Asisten Personel (Aspers) KSAL Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Prasetya Nugraha.
Rombongan mengawali kunjungan dengan meninjau "Cubicle Sonar" di Gedung SCTT yang pada pembangunan Tahap I telah ter-instal dengan sistem Sonar Simulator.
SCTT yang memiliki alat simulasi kapal selam itu telah diserahterimakan dari Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksda TNI Mulyadi kepada Pangarmatim Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto di tempat yang sama pada 22 April 2016.
Dalam kunjungan yang disambut Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI Mintoro Yulianto mewakili Pangarmatim itu, KSAL didampingi Asisten Personel (Aspers) KSAL Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Prasetya Nugraha.
Rombongan mengawali kunjungan dengan meninjau "Cubicle Sonar" di Gedung SCTT yang pada pembangunan Tahap I telah ter-instal dengan sistem Sonar Simulator.
Indonesia - Polandia Jalin Kerja Sama Penanggulangan Terorisme
Masalah terorisme menjadi perhatian dunia setelah beberapa aksi teror menimpa beberapa negara, termasuk Indonesia. Namun apa yang terjadi di Indonesia dianggap sebagai keberhasilan dalam mengendalikan terorisme.
Salah satunya Polandia yang menilai Indonesia bisa menjadi partner menghadapi ancama global itu. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara delegasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan pemerintah Polandia pada Selasa (26/4/2016) tentang penanggulangan terorisme.
Hadir Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose, Dubes RI untuk Polandia, Peter F. Gontha, Minister Special Services Coordinator (Urusan Keamanan dan Intelijen) Mariusz KamiĆski, Secretary of State/Head of National Security Bureau Pawel Soloch, Head of internal Security Agency Prof Hab Piotr Pogonowski, dan Head of Foreign Intelligence Kolonel Grzegorz Melcki.
Salah satunya Polandia yang menilai Indonesia bisa menjadi partner menghadapi ancama global itu. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara delegasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan pemerintah Polandia pada Selasa (26/4/2016) tentang penanggulangan terorisme.
Hadir Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose, Dubes RI untuk Polandia, Peter F. Gontha, Minister Special Services Coordinator (Urusan Keamanan dan Intelijen) Mariusz KamiĆski, Secretary of State/Head of National Security Bureau Pawel Soloch, Head of internal Security Agency Prof Hab Piotr Pogonowski, dan Head of Foreign Intelligence Kolonel Grzegorz Melcki.
Label:
Internasional,
Isu Terorisme,
Kerjasama Militer
Kunjungi PT. PAL Kasal Tinjau Pembangunan Kapal Jenis Perusak Kawal Rudal
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi meninjau pembangunan kapal jenis 'Perusak Kawal Rudal' (PKR) Frigate yang merupakan pesanan TNI Angkatan Laut, di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.
Ade Suoandi didampingi oleh Dirut PT PAL Firmansyah Arifin, Dansatgas PKR Laksamana Pertama (Laksma) TNI Didik Setyono, Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, dan Direktur Projek Jeroen Ferdinand.
Kapal berjenis Perusak Kawal Rudal (PKR) merupakan varian kapal perang yang di desain khusus untuk pertempuran. PKR ini dikenal sebagai kapal perang tercanggih karena dilengkapi dengan adanya rudal dan torpedo.
Ade Suoandi didampingi oleh Dirut PT PAL Firmansyah Arifin, Dansatgas PKR Laksamana Pertama (Laksma) TNI Didik Setyono, Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, dan Direktur Projek Jeroen Ferdinand.
Kapal berjenis Perusak Kawal Rudal (PKR) merupakan varian kapal perang yang di desain khusus untuk pertempuran. PKR ini dikenal sebagai kapal perang tercanggih karena dilengkapi dengan adanya rudal dan torpedo.
Menanti Kehadiran KRI Klewang Jilid II
Jika Anda ingin maju, janganlah menghindar dari teknologi. Menempellah kayak perangko dan amplop, dengan teknologi, agar Anda dibawa maju oleh perubahan jaman yang tidak bisa dielakkan. Kabar tentang KRI Klewang 2, sempat simpang siur. Hampir saja saya menyimpulkan, ganti pimpinan, ganti kebijakan.
Di masa pemerintahan yang lalu, KRI Klewang terus digenjot. Ketika bertemu John Lundin di HUT TNI ke 69 di Surabaya tahun 2014, dia mengatakan KRI Klewang 2 akan selesai satu tahun lagi, berarti tahun 2015. Namun setelah ditunggu satu tahun, tidak ada kabar berita. Sempat juga beredar gosip, KRI Klewang ini, tak lagi diminati.
Kalau mau menjadi negara yang maju, maka negeri ini harus berani bereksperimen. Lagian proyek KRI Klewang sudah setengah jalan. Indonesia sudah bisa membuat kapal perang konvensional, melalui PT PAL dengan light frigate Sigma Class. Namun dengan teknologi modern kapal perang trimaran, juga jangan ditinggalkan, karena banyak ilmu di sana.
Di masa pemerintahan yang lalu, KRI Klewang terus digenjot. Ketika bertemu John Lundin di HUT TNI ke 69 di Surabaya tahun 2014, dia mengatakan KRI Klewang 2 akan selesai satu tahun lagi, berarti tahun 2015. Namun setelah ditunggu satu tahun, tidak ada kabar berita. Sempat juga beredar gosip, KRI Klewang ini, tak lagi diminati.
Kalau mau menjadi negara yang maju, maka negeri ini harus berani bereksperimen. Lagian proyek KRI Klewang sudah setengah jalan. Indonesia sudah bisa membuat kapal perang konvensional, melalui PT PAL dengan light frigate Sigma Class. Namun dengan teknologi modern kapal perang trimaran, juga jangan ditinggalkan, karena banyak ilmu di sana.
Jumat, 29 April 2016
16 Ribu Personil TNI & Polri Amankan May Day
Sebanyak 16 personel Polisi dan TNI akan mengamankan peringatan may day, Minggu 1 Mei 2016 nanti. Personel ditempatkan di titik unjuk rasa dan di kegiatan puncaknya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat.
"Untuk pengamanan, kami siapkan sekitar 16 ribu personel dari Polda Metro Jaya diback up Kodam Jaya, Satpol PP dan Korps Brimob Polri," ujar Kepala Biro Personel Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Martuani Sormin, Jumat (29/4/2016).
Peringatan May Daya akan diawali dengan kegiatan unjuk rasa di 3 titik yaitu di depan Istana Merdeka, depan Gedung Mahkamah Agung dan di depan Kantor Perwakilan ILO di Jl Thamrin, Jakarta Pusat.
"Untuk pengamanan, kami siapkan sekitar 16 ribu personel dari Polda Metro Jaya diback up Kodam Jaya, Satpol PP dan Korps Brimob Polri," ujar Kepala Biro Personel Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Martuani Sormin, Jumat (29/4/2016).
Peringatan May Daya akan diawali dengan kegiatan unjuk rasa di 3 titik yaitu di depan Istana Merdeka, depan Gedung Mahkamah Agung dan di depan Kantor Perwakilan ILO di Jl Thamrin, Jakarta Pusat.
Kapolda Jateng Cek Persiapan dan Pengamanan Eksekusi Mati di Nusakambangan
Eksekusi mati gelombang III akan dilakukan tahun ini. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono melakukan pengecekan dan pengamanan terkait pelaksanaan eksekusi mati di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Kedatangannya ke Nusakambangan merupakan kali pertamanya setelah satu minggu dirinya dilantik menjadi Kapolda Jateng menggantikan Irjen Pol Nur Ali yang kini menjabat Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan Mabes Polri.
"Saya melakukan orientasi wilayah saja termasuk juga ke Lapas, kemudian ngecek anggota kita yang pengamanan di Lapas," kata Condro di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/4/2016).
Kapolda Jateng tiba di Dermaga Wijayapura sekitar pukul 15.30 WIB. Condro langsung menyeberang ke pulau Nusakambangan dengan menggunakan kapal milik Polisi Air (Polair). Ia mengatakan, Polri siap kapan saja melakukan pengamanan.
Kedatangannya ke Nusakambangan merupakan kali pertamanya setelah satu minggu dirinya dilantik menjadi Kapolda Jateng menggantikan Irjen Pol Nur Ali yang kini menjabat Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan Mabes Polri.
"Saya melakukan orientasi wilayah saja termasuk juga ke Lapas, kemudian ngecek anggota kita yang pengamanan di Lapas," kata Condro di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/4/2016).
Kapolda Jateng tiba di Dermaga Wijayapura sekitar pukul 15.30 WIB. Condro langsung menyeberang ke pulau Nusakambangan dengan menggunakan kapal milik Polisi Air (Polair). Ia mengatakan, Polri siap kapan saja melakukan pengamanan.
Langganan:
Postingan (Atom)







