Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penggerebekan terduga teroris, Kamis 2 Mei 2013 malam. Kali ini lokasi yang menjadi incarannya yakni rumah warga yang berada di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi VIVAnews di lokasi, tim Densus lengkap dengan rompi dan senjata laras panjang masih menyisir salah satu rumah terduga teroris. Hingga berita ini diturunkan petugas masih dilakukan pengeledahan di rumah warga yang masuk dalam komplek rumah mewah.
Warga di sekitar lokasi sudah ramai. Petugas melarang warga dan wartawan mendekati lokasi sasaran. Jarak antara petugas didalam dengan warga sekitar 100-200 meter. Dari pantauan jauh itu, terlihat ada belasan petugas yang berjaga-jaga sambil memantau dari berbagai sudut.
Mereka datang menggunakan satu buah mobil besar dan langsung menyasar rumah terduga teroris itu. Informasi yang dikumpulkan, tim densus juga melakukan pengerebekan di lokasi lain di Jakarta.
Ketua RT: Mereka Bikin Bom di Belakang Rumah Saya
Sudah 10 tahun Heru Bambang pensiun dari perusahaan otomotif terbesar di negeri ini. Sejak itu ia menjadi Ketua RT 02/13, Kelurahan Mampang, Kecamatan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Aktivitas mingguannya beribadah sesuai kepercayaan yang dianutnya.
"Saya baru pulang kebaktian sekitar pukul 21.00 WIB. Baru mau istirahat, sekitar 30 menit kemudian datang dua orang tamu. Dia bilang dari Polda minta saya jadi saksi penangkapan teroris. Saya kaget dan ikut saja," kata Bambang di kediamannya yang asri, Jumat, 3 Mei 2013 pada VIVAnews.
Dia menjelaskan profil kedua orang yang menjemputnya. Mereka berpakaian preman. Satu masuk satu menunggu di luar. Polisi yang masuk ke rumahnya mengenakan jaket berwarna putih. "Yang di luar saya tak jelas soalnya mati lampu, badannya tegap dan berpakaian preman juga. Saya lupa namanya," kata Bambang.
Kedua orang ini membawanya ke pertigaan jalan utama yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. "Di sana sudah banyak petugas. Mereka memperkenalkan diri sebagai polisi, minta keterangan warga sama saya dan bilang warga saya ada yang diduga teroris. Saya diminta jadi saksi penangkapan," katanya.
Ternyata, polisi berpakaian preman sudah menyisir rumah-rumah warga dan meminta warga untuk menjauh. Warga sudah berkumpul di area dalam radius yang aman; sekitar 500 meter dari wilayah yang ditandai garis polisi. Warga mulai dikumpulkan sekitar pukul 22.00.
"Tak lama kemudian datang banyak mobil. Ada bus polisi, kendaraan dan mobil penjinak bom, seperti yang sering ada di TV. Puluhan petugas turun pakai senjata lengkap, baju anti peluru dan helm baja. Sebagian dari mereka meski bersenjata lengkap tapi pakai baju preman," ujarnya.
Kapolsek terus mengingatkan warga pakai pengeras suara agar menjauh sampai batas garis polisi. Pasukan yang berseragam lengkap langsung bergerak maju. Sekitar 30 menit kemudian Heru, Ketua RW, dan beberapa warga lain dijemput polisi untuk menjadi saksi.
"Saya kaget yang bikin bom ternyata di belakang rumah saya. Jaraknya tak sampai 50 meter. Mereka para pemuda sederhana yang baru mendaftar jadi warga 2-3 bulan lalu ke rumah," kata Heru.
Polisi menggelar barang-barang hasil penggeledahan di teras depan rumah. "'Pak, silakan lihat ini barang yang kami sita dan dijadikan barang bukti," kata anggota Densus berpakaian lengkap. Ada gulungan kabel, beberapa kantong kresek berisi bahan kimia, dan benda mirip kaleng. Saya mau foto tapi tak boleh sama polisi," ujarnya. (Viva)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Jumat, 03 Mei 2013
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kemang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...
-
Indonesia menegaskan perlunya meratifikasi Traktat Pelarangan Komprehensif Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty / CTBT), d...
-
by Narayana ( JKGR ) Jakarta, Medio Maret 2014….Pukul 23.45 wib Malam telah beranjak larut, ketika saya merapihkan setumpuk dokumen yan...
-
Kerjasama keamanan Indonesia dan AS menciptakan terobosan baru. Washington menawarkan Jakarta untuk membeli sejumlah unit helikopter tempur ...
-
Eksplorasi antariksa negara-negara maju sudah mencapai Planet Mars dan sedang menjajaki untuk mengeksplorasi asteroid dalam waktu beberapa t...
-
Diam-diam tensi persaingan pabrikan pesawat tempur yang ingin produknya ditunjuk menjadi pengganti F-5E/F Tiger II TNI AU meningkat, dan har...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar