Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama M Zainuddin menyatakan TNI AL berencana memperkuat armadanya secara bertahap. Dalam rencananya TNI AL akan membeli 11 helikopter jenis Panther untuk menghidupkan kembali Skuadron 100 pemburu kapal selam. TNI AL juga akan memesan enam kapal selam jenis Chang Bogo-class dan tiga lagi berjenis Kilo-class tahun 2017.
Menanggapi hal tersebut, mantan KSAL Laksmana (Purn) Bernard Kent Sondakh menilai, pengadaan kapal selam jenis Kilo-class (buatan Rusia) harus mempertimbangkan segala aspek agar tidak mengalami persoalan seperti 12 kapal selam yang pernah dibeli Indonesia pada era 70-an.
"Kami tidak menentang dengan adanya berita jika Panglima TNI akan beli kapal selam dari Rusia. Kita pernah membeli 12 kapal selam dari Rusia tapi kemudian kena embargo. Kita hanya pakai 7 tahun," ujar Kent di Kantor Maritime Studies, Jl. Kendal No. 20, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Menurut Kent, pengadaan kapal dari Rusia tersebut tidak kalah lebih bagus dari Korea Selatan. Selain karena tidak khawatir akan kena embargo, hubungan Korea Selatan dan Indonesia dinilainya sebagai suatu pilihan yang memiliki risiko lebih kecil dari Rusia.
"Kenapa enggak beli dari Korsel? Meski buatan Korsel tapi isinya (mesin) itu bukan buatan Korsel lho," papar dia.
Aspek yang perlu diperhatikan AL dalam hal ini, kata dia, adalah soal pertimbangan jangka panjang, hubungan diplomatik dan alih teknologi. Bagi Kent, pengadaan kapal dari Korea Selatan mempunyai keuntungan tersendiri ketimbang Rusia.
Untuk jangka panjang, Korea menurut dia akan membantu Indonesia mewujudkan pabrik kapal selam dengan adanya kesediaan alih teknologi. Samentara itu, untuk hubungan diplomatik, investasi Korsel di Indonesia akan menjauhi embargo dan mewujudkan mimpi Indonesia untuk memiliki pabrik kapal selam sendiri.
"Silakan mereka beli, kita nggak bisa larang. Tapi program yang kita susun untuk mandiri ini jangan distop. Kita sudah dimulai 3 di Korea kan, akan ada tiga kali, karena tiga ini diharapkan sudah mulai bikin di PT PAU, di mana kapal keenam itu 100 persen buatan kita. Itu yang kita pertahankan, jangan kita berubah-ubah dulu, bahwa you mau beli lagi yang lain silakan-silakan saja, tapi jangan dihentikan, maksud saya begitulah kira-kira.
Menurut dia, jika Indonesia tetap membeli kapal selam jenis kilo-class dari Rusia, rasa khawatir akan kualitas kapal tersebut tetap dipertimbangkan. Pasalnya, kapal kilo-class yang rencananya akan dibeli itu adalah buatan zaman Uni Soviet dan bukan Rusia sekarang ini.
"Tentu lihat juga kualitas kapal, itu kan ada tawaran beli kilo-class, kilo-class yang mana? Kalau kilo-class 877 itu umurnya udah 30 tahun lebih, dan itu dibuat oleh Uni Soviet, bukan Rusia. Artinya zaman itu mesinnya mungkin dibikin Ukraina, yang apa dibikin negara mana, sekarang sudah bubar. Perlu dipertanyakan, ada enggak suku cadangnya, jangan sampai Indonesia gak bisa berlayar lagi," pungkas dia. (Merdeka)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 17 September 2015
Mantan Kasal minta TNI AL pikir ulang beli kapal selam dari Rusia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...
-
Indonesia menegaskan perlunya meratifikasi Traktat Pelarangan Komprehensif Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty / CTBT), d...
-
by Narayana ( JKGR ) Jakarta, Medio Maret 2014….Pukul 23.45 wib Malam telah beranjak larut, ketika saya merapihkan setumpuk dokumen yan...
-
Kerjasama keamanan Indonesia dan AS menciptakan terobosan baru. Washington menawarkan Jakarta untuk membeli sejumlah unit helikopter tempur ...
-
Eksplorasi antariksa negara-negara maju sudah mencapai Planet Mars dan sedang menjajaki untuk mengeksplorasi asteroid dalam waktu beberapa t...
-
Diam-diam tensi persaingan pabrikan pesawat tempur yang ingin produknya ditunjuk menjadi pengganti F-5E/F Tiger II TNI AU meningkat, dan har...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...


kalau 12 ks kelas wisky bukan di embargo tapi memang sudah tidak produksi di lansir block ini juga, kemenha 2013, memang ada alternatip beli second atau baru, dirusia tetapi yang di inginkan 24 kapal second dari rusia12 sisa nya bertahap, mengalihkan ke su35, heli mi, tank ampibi, kapal induk rusia
BalasHapusPro barat
BalasHapus