Lewat sebuah operasi senyap, tim Alfa 29 dari Satgas Tinombala berhasil menewaskan teroris paling dicari di Indonesia, Santoso, alias Abu Wardah. Bagaimana detik-detik penyerbuannya?
Satgas Tinombala terdiri dari pasukan gabungan TNI-Polri, termasuk Marinir TNI AL dan TNI Angkutan Udara. Ada banyak personel yang terlibat dalam operasi di sekitar kawasan pegunungan Sulawesi Tengah ini. Tim sudah bekerja sejak beberapa bulan, khusus untuk memburu Santoso dan kelompoknya yang bersembunyi di hutan.
Apresiasi tinggi kepada Satgas Tinombala sudah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sampai Presiden Joko Widodo. Seluruh komponen satgas yang terlibat, diberikan pujian atas kerja kerasnya selama ini. Meski operasi belum sepenuhnya selesai karena masih ada anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diburu, target melumpuhkan Santoso setidaknya bisa tercapai.
Dalam sebuah kesempatan pidato, Jenderal Gatot menyampaikan bahwa tim yang mendapat 'rejeki' untuk melumpuhkan Santoso adalah 9 prajurit dari Batalyon Raider 515 Kostrad, Jember. Mereka tergabung dalam tim Alfa 29 Satgas Tinombala. Mereka sudah blusukan di hutan sejak dua pekan lalu.
Titik penyergapan lokasinya sangat jauh. Tepatnya di koordinat UTM 20 27-65 11, di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng atau berjarak sekitar 60 kilometer dari kota Palu. Menurut Gatot, butuh waktu 8 hari perjalanan dari tempat yang diduga lokasi persembunyian Santoso sebelumnya.
"Hanya bergerak malam hari, karena harus senyap supaya tidak terlihat dan selama 8 hari mengendap di tempat-tempat yang sudah dicurigai, itu dekat kampung istrinya," ujar Gatot.
detikcom mendapatkan kronologi kejadian dari seorang sumber yang tahu soal operasi tersebut. Semua dimulai ketika pada pukul 16.00 Wita, Senin (18/7) lalu, empat personal tim Alfa yang sedang melakukan patroli lalu menemukan sebuah gubuk yang terletak di dekat sungai. Di seberang sungai, ada tiga orang yang diduga Santoso dan kelompoknya. Tim lalu kembali ke posko dan melapor ke Dantim Alfa 29 Satgas Tinombala.
Sekitar pukul 17.00 Wita, tim Alfa 29 yang terdiri dari 9 orang kembali ke gubuk tersebut. Saat di sana, ada sejumlah orang yang duduk. Lalu terjadilah baku tembak. Dor! dor! dor! Belakangan diketahui ada lima orang di gubuk tersebut. Dua orang tewas dan tiga lainnya melarikan diri. Dua yang tewas adalah Santoso dan Muchtar. Tiga yang melarikan diri dua orang perempuan dan satu laki-laki. Di antara perempuan itu diduga adalah istri Santoso alias Jamiatun Muslim alias Atun. Tiga orang yang melarikan diri terpencar menjadi dua arah ke arah selatan dan ke arah barat.
Selanjutnya, empat anggota Satgas berjaga di lokasi untuk mengamankan dua jenazah yang tewas. Sedangkan lima personel lainnya melakukan pengaejeran.
Pukul 18.30 Wita, tim Alfa 29 Satgas Tinombala melaporkan kejadian tersebut ke posko lalu jenazah dievakuasi. (Detik)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 21 Juli 2016
Cerita Tim Alfa 29 Satgas Tinombala Bekuk Teroris Santoso
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil se...
-
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar al...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista itu, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur. “Kita memang ada ...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...
-
Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang...
-
Pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) AiXI yang menjalankan misi ekspedisi bertajuk 'Menembus Langit' akan diluncur...


bersama sama menjaga keamanan negara, TNI + Polisi + Rakyat harus bersatu.
BalasHapus