Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 02 Februari 2013

Pencapaian Pemenuhan EMF Hingga Awal Tahun 2013

Pemerintah melalui Kementrian Pertahanan tengah berupaya untuk membangun minimum essential force (MEF) atau kekuatan pokok minimum terkait alutsista TNI, hingga akhir tahun 2012 setidaknya pemenuhan kekuatan pokok minimum alutsista sudah mencapai 30 persen, pencapaian ini tentu saja menimbulkan optimisme bagi upaya pemenuhan EMF ditahun berikutnya.

Pencapaian Pemenuhan EMF Hingga Awal Tahun 2013
ilustrasi Tank Leopard TNI yang dipesan dari Jerman

Hingga tahun 2014 pemenuhan target EMF diharapkan akan mencapai 38 persen. Hal ini diungkapkan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono kepada pers saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2013 di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.

Panser Indobatt di Lebanon Dihadang Massa

PRAJURIT TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Battalyon) yang tengah melaksanakan patroli dengan kendaraan tempur Panser VAB di sekitar area operasi Indobatt, UN Posn 7-1, Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Jum’at (1/2/2013) dihadang oleh sekelompok massa yang tidak dikenal, beberapa diantaranya membawa senjata dan memaksa para awak agar segera keluar dari dalam Panser. 

Panser Indobatt di Lebanon Dihadang Massa

Menurut Dansatgas Indobatt Mayor Inf Lucky Avianto, kejadian tersebut merupakan skenario latihan yang dilaksanakan oleh personel Indobatt guna mengantisipasi adanya gangguan kelompok bersenjata yang dapat membahayakan keselamatan personel Satgas.

Jumat, 01 Februari 2013

12 bom rakitan ditemukan di Poso

Sebanyak 12 bom rakitan ditemukan di pinggir jalan di Kelurahan Moengko Lama, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat.

Pejabat Humas Polda Sulawesi Tengah AKP Winarto bom-bom rakitan berbentuk pipa itu awalnya ditemukan oleh warga pada sekitar pukul 09.30 WITA.


12 bom rakitan ditemukan di Poso

Empat dari 12 bom rakitan tersebut itu sudah siap ledak, namun dapat dijinakkan oleh Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah. Proses penguraian bon rakitan tersebut berlangsung di Mapolres Poso.

Winarto mengaku hingga saat ini belum mengetahui pihak yang meletakkan bom rakitan tersebut.

TNI AL Perketat Pengamanan Perairan Natuna

Sesuai instruksi Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, TNI AL akan memperketat pengamanan di Laut Natuna. Pengamanan di perairan Natuna merupakan penguatan untuk mengatasi konflik yang semakin meningkat di Laut China Selatan. "Eskalasi di Laut China Selatan dan Laut Sulawesi meningkat," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Madya Marsetio, di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AL di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta, Kamis (31/1).

TNI AL Perketat Pengamanan Perairan Natuna

Untuk pengamanan di perairan Natuna, TNI AL bahkan meminta Armada RI Kawasan Barat mengalihkan pengawasan dari Selat Malaka ke Natuna. Natuna merupakan perairan yang sangat dekat dengan Laut China Selatan sehingga potensi konfliknya semakin besar.

Menurut Kasal, mengingat sangat pentingnya pengamanan di perbatasan Laut China Selatan, Rapim TNI AL menghadirkan Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri, Linggawati Hakim. "Beliau banyak berbicara tentang diplomasi perbatasan," ujar dia.

Imparsial desak DPR evaluasi MoU Polri-TNI

DPR RI diminta mengevaluasi Memorandum of Understanding (MoU) antara TNI-Polri tentang perbantuan dengan cara memanggil segera Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Imparsial desak DPR evaluasi MoU Polri-TNI
 

Sekedar informasi, belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomer 2 Tahun 2013 terkait penanganan gangguan keamanan. Alasan dikeluarkannya Inpres ini, karena gangguan keamanan dalam negeri akhir-akhir ini meningkat.

Sebagai tindak lanjut dari Inpres Kamtibmas tersebut, Polri dan TNI kemudian menandatangani MoU yang diantara isinya mengatur tentang tugas perbantuan TNI kepada Polri dalam menangani persoalan keamanan dalam negeri.

F5 Tiger II Lanud Iswahjudi Kembali Mengangkasa

SETELAH 10 bulan, menjalani perawatan akhirnya pesawat tempur F-5 Tiger II Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi dapat terbang kembali, setelah menjalani  tes flight oleh Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb M. Nurdin, Kamis (31/1).

F5 Tiger II Lanud Iswahjudi Kembali Mengangkasa

Hal tersebut sangat membanggakan terutama bagi para teknisi, sehingga pesawat tempur F-5 dapat bergabung dengan temannya pesawat tempur F-16 Fihting Falcon dan Hawk MK-53, dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Bom Terbang Hipersonik AS dan Jepang : Ancam Wilayah Udara Asia Pasifik

Manuver udara Amerika Serikat di Indonesia perlu diwaspadai oleh para stakeholders(pemangku kepentingan) kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Indonesia. Baru-baru ini berkembang informasi bahwa satelit-satelit pengindra Sumber Daya Alam (SDA) Amerika Serikat LANDSAT-1 sampai VII telah melintasi wilayah udara Indonesia pada ketinggian 36 ribu km di atas bumi. Tentu saja ini suatu perkembangan yang cukup mencemaskan dari segi kedaulatan dan integritas territorial udara Republik Indonesia.

Bom Terbang Hipersonik AS dan Jepang : Ancam Wilayah Udara Asia Pasifik
ilustrasi (img : whyfiles.org)

Betapa tidak. Menurut informasi dari Arie Sukiasto, pakar politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, dari pantauan satelit-satelit pengindra SDA tersebut, berhasil menemukan beberapa data penting bahwa mulai dari Aceh hingga Papua, ternyata penuh dengan cekungan Minyak Bumi dan Mineral Gas. Sudah barang tentu serangkaian data-data ini selain penting juga strategis dari sisi kepentingan nasional Amerika. Sehingga dengan demikian, Amerika punya referensi yang faktual dan terukur untuk menguasai daerah-daerah Indonesia yang memiliki nilai strategis dari segi geopolitik.  Khususnya yang kaya minyak dan mineral gas. Termasuk yang belakangan mulai terungkap di Sampang, Madura-Jawa Timur.

Justru gara-gara terjadinya pembantaian warga Muslim Syiah di Sampang, daerah ini mulai terungkap kandungan minyaknya yang cukup besar di Indonesia. Sekadar gambaran betapa kayanya Madura, mari kita telisik pendapatan daerah Kabupaten Sumenep dari bagi hasil migas untuk tahun 2011 dan 2012.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters