Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan belum akan menertibkan klub pengguna senjata airgun, setelah terjadinya penembakan yang dilakukan R (39) dengan senjata tersebut beberapa hari lalu. Menurut Badrodin, penggunaan senjata airgun dalam klub diperbolehkan selama tidak disalahgunakan.
"Ya klubnya boleh saja, kan itu buat olahraga. Tapi kalau disalahgunakan ya tetap ditindak," kata Badrodin, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
Badrodin tidak menampik jika senjata tersebut tergolong senjata berbahaya. Meski demikian, ia berpandangan penggunaan senjata di klub menembak resmi memang diperbolehkan. "Sudah ada penertibannya, yang penting enggak disalahgunakan," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Umar Faroq mengatakan, senjata airgun lebih berbahaya dibandingkan airsoft gun, lantaran peluru yang digunakan bukan lagi berbahan plastik, melainkan berbahan tembaga kuningan yang lebih keras. Selain itu, dorongan peluru yang dilepas juga memiliki tekanan lebih kuat.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 01 Agustus 2015
Kekuatan Marinir Indonesia Masuk Tiga Besar di Dunia
Meski tak dilengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secanggih milik negara-negara maju, Indonesia patut berbangga hati terhadap Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL).
Pasalnya, Indonesia disebut-sebut memiliki kekuatan Korps Marinir terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
"Kekuatan Marinir Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris," kata Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Buyung Lalana saat menyambangi Kantor Redaksi MNC Media, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 30 Juli 2015.
Buyung memaparkan, di dalam sebuah pertemuan tahunan persatuan Marinir tingkat dunia yang digelar di Hawai, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, korps baret ungu ini mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah negara adikuasa.
Pasalnya, Indonesia disebut-sebut memiliki kekuatan Korps Marinir terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
"Kekuatan Marinir Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris," kata Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Buyung Lalana saat menyambangi Kantor Redaksi MNC Media, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 30 Juli 2015.
Buyung memaparkan, di dalam sebuah pertemuan tahunan persatuan Marinir tingkat dunia yang digelar di Hawai, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, korps baret ungu ini mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah negara adikuasa.
Label:
Kekuatan Militer,
Marinir RI,
TNI AL
Jumat, 31 Juli 2015
Prototype Pesawat R-80 Dibangun Tahun 2016
Prototipe atau purwarupa pesawat terbang rancangan Presiden ketiga RI BJ Habibie bertajuk Regio Prop 80 (R80) ditargetkan mulai dibuat pertengahan 2016, kata Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie.
“Semoga pertengahan tahun depan sudah tuntas semua (desainnya) sehingga pertengahan tahun depan kami sudah mulai membuat prototipe (purwarupa). Masih lama dari segi desain,” ujar Ilham di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Ia menuturkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembuatan desain awal R80, yakni dalam proses pemilihan komponen utama seperti mesin dan sistem pengendalian pesawat.
Pesawat R80 sebelumnya ditargetkan mulai terbang pada 2019, tetapi karena masalah teknis, Ilham memperkirakan pesawat tersebut baru siap diterbangkan pada 2021.
![]() |
| Maket Pesawat Regio Prop 80 (R80) |
“Semoga pertengahan tahun depan sudah tuntas semua (desainnya) sehingga pertengahan tahun depan kami sudah mulai membuat prototipe (purwarupa). Masih lama dari segi desain,” ujar Ilham di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Ia menuturkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembuatan desain awal R80, yakni dalam proses pemilihan komponen utama seperti mesin dan sistem pengendalian pesawat.
Pesawat R80 sebelumnya ditargetkan mulai terbang pada 2019, tetapi karena masalah teknis, Ilham memperkirakan pesawat tersebut baru siap diterbangkan pada 2021.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional
Konflik Dunia akan Bergeser ke Indonesia
Menyambut prasetya perwira (Praspa) TNI dan pelantikan perwira Polri tahun 2015, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Selasa (28/7) sore, memberikan pembekalan kepada 793 calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri, terdiri 215 taruna Akmil, 100 kadet AAL, 89 karbol AAU, dan 389 taruna/taruni Polri di Ruang Auditorium Akpol, Semarang.
Gatot dalam pembekalannya mengingatkan kepada capaja TNI dan Polri bahwa, tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia ke depan tidak lah ringan. Hal itu karena dilatarbelakangi perkembangan lingkungan strategis serta beberapa permasalahan global, mulai dari pesatnya peningkatan populasi penduduk dunia, menipisnya energi, kelangkaan pangan dan air, juga pergeseran latar belakang dan lokasi konflik dunia pada masa akan datang.
Gatot menyatakan, jika saat ini berbagai konflik di dunia lebih dari 70 persen berlatar belakang perebutan energi fosil maka dipastikan ke depan konflik akan berlatar belakang perebutan energi hayati, pangan dan air.
Gatot dalam pembekalannya mengingatkan kepada capaja TNI dan Polri bahwa, tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia ke depan tidak lah ringan. Hal itu karena dilatarbelakangi perkembangan lingkungan strategis serta beberapa permasalahan global, mulai dari pesatnya peningkatan populasi penduduk dunia, menipisnya energi, kelangkaan pangan dan air, juga pergeseran latar belakang dan lokasi konflik dunia pada masa akan datang.
Gatot menyatakan, jika saat ini berbagai konflik di dunia lebih dari 70 persen berlatar belakang perebutan energi fosil maka dipastikan ke depan konflik akan berlatar belakang perebutan energi hayati, pangan dan air.
Menpolhukam : Inginkan Alutsista Indonesia Sekuat Jaman Soekarno
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengingatkan tentang bagaimana kuatnya alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI, khususnya TNI Angkatan Udara, pada masa Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno.
“Kita boleh sedikit bernostalgia saat Soekarno melengkapi armada Angkatan Laut, Udara, dan Darat menjadi yang terhebat. Ke depannya kita harus mencapai prestasi itu,” ujar Tedjo.
Tedjo mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku “Tanah Air dan Udaraku Indonesia” yang ditulis oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim di Jakarta, (29/7).
![]() |
| KRI IRIAN / Sverdlov class (Project 68-bis) TNI-AL saat operasi trikora. |
Tedjo mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku “Tanah Air dan Udaraku Indonesia” yang ditulis oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim di Jakarta, (29/7).
Pabrik Kapal Catamaran Australia Berinvestasi di Indonesia
Produsen kapal Catamaran Australia, Incat, akan berinvestasi di Indonesia untuk mengembangkan produksi galangan kapal dengan nilai investasi hingga US$50 juta.
Presiden Direktur PT Indocat Jayamahe Kris H. Sulisto selaku perwakilan Incat di Indonesia mengatakan pihaknya tidak akan membuka galangan kapal baru, melainkan mengembangkan galangan kapal yang sudah ada dalam hal pelatihan sumber daya manusia serta teknologi dalam memproduksi kapal yang berbasis aluminium.
“Galangan kapal sudah banyak, ada 250 lebih. Kalau dibikin lagi nanti tidak terpakai. Kami fokus di training dan teknologi untuk membangun kapal, karena secara teori kebutuhannya banyak,” ujarnya, Kamis, 30 Juli 2015.
![]() |
| Incat – is a world leader in the research, development and construction of high speed vessel solutions for governments, private operators and militaries |
Presiden Direktur PT Indocat Jayamahe Kris H. Sulisto selaku perwakilan Incat di Indonesia mengatakan pihaknya tidak akan membuka galangan kapal baru, melainkan mengembangkan galangan kapal yang sudah ada dalam hal pelatihan sumber daya manusia serta teknologi dalam memproduksi kapal yang berbasis aluminium.
“Galangan kapal sudah banyak, ada 250 lebih. Kalau dibikin lagi nanti tidak terpakai. Kami fokus di training dan teknologi untuk membangun kapal, karena secara teori kebutuhannya banyak,” ujarnya, Kamis, 30 Juli 2015.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional
Kamis, 30 Juli 2015
Panglima TNI Setuju Latih Survival Brimob
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyetujui permintaan Kepolisian agar TNI melatih personel Brimob Polri, khusus untuk kemampuan bertahan hidup dan penjejakan. Namun, ia menegaskan, TNI tak akan memberikan pelatihan kemampuan raider.
“Disetujui latihan survival dan penjejakan, bukan kemampuan Raider,” kata Jenderal Gatot, usai memberi pengarahan kepada taruna TNI-Polri yang akan dilantik menjadi perwira, di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2015).
Menurut dia, latihan bisa diberikan di mana saja, mengingat seluruh Kodam memiliki fasilitas tersebut. Untuk pelaksanaannya tergantung keputusan karena TNI siap setiap saat.
“Disetujui latihan survival dan penjejakan, bukan kemampuan Raider,” kata Jenderal Gatot, usai memberi pengarahan kepada taruna TNI-Polri yang akan dilantik menjadi perwira, di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2015).
Menurut dia, latihan bisa diberikan di mana saja, mengingat seluruh Kodam memiliki fasilitas tersebut. Untuk pelaksanaannya tergantung keputusan karena TNI siap setiap saat.
Label:
KOPASSUS,
Latihan Militer,
POLRI
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil se...
-
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar al...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista itu, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur. “Kita memang ada ...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...
-
Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang...
-
Pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) AiXI yang menjalankan misi ekspedisi bertajuk 'Menembus Langit' akan diluncur...






