Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio menargetkan punya tujuh kapal selam pada 2020. Rencana tersebut sesuai dengan rancangan Komite Kebijakan Industri Pertahanan soal pengadaan 12 kapal selam.
"Kami berencana beli dua kapal pada rencana strategis kedua tahun 2015-2019, sehingga Indonesia punya tujuh kapal selam pada 2020," kata Marsetio seusai seminar kemaritiman di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2014.
TNI AL memiliki dua kapal selam sebagai alat utama sistem persenjataan bawah laut. Tahun ini, ujar Marsetio, pihaknya membeli tiga kapal baru, yakni dua kapal pabrikan Daewoo asal Korea dan satu kapal buatan PT PAL. Pembuatan kapal pertama asal Korea diharapkan rampung pada April 2015, dan produksi total lima kapal selesai pada 2018.
Sebelumnya, pemerintah menolak impor kapal selam buatan Rusia karena tak berfungsi dan lebih memilih produk dalam negeri. "Kami butuh 12 kapal untuk mengamankan laut. Diharapkan, pada pengadaan keempat, PT PAL sudah bisa membangun penuh kapal selam," kata Marsetio.
Menurut Marsetio, kapal selam tersebut dilengkapi dengan peluru kendali. Selain itu, kapal selam mampu mengintai musuh di bawah dan permukaan air. (Tempo)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 17 Desember 2014
Bakal Punya 7 Unit, Ini Kehebatan Kapal Selam Pesanan RI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...
-
Indonesia menegaskan perlunya meratifikasi Traktat Pelarangan Komprehensif Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty / CTBT), d...
-
by Narayana ( JKGR ) Jakarta, Medio Maret 2014….Pukul 23.45 wib Malam telah beranjak larut, ketika saya merapihkan setumpuk dokumen yan...
-
Kerjasama keamanan Indonesia dan AS menciptakan terobosan baru. Washington menawarkan Jakarta untuk membeli sejumlah unit helikopter tempur ...
-
Eksplorasi antariksa negara-negara maju sudah mencapai Planet Mars dan sedang menjajaki untuk mengeksplorasi asteroid dalam waktu beberapa t...
-
Diam-diam tensi persaingan pabrikan pesawat tempur yang ingin produknya ditunjuk menjadi pengganti F-5E/F Tiger II TNI AU meningkat, dan har...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...


kenapa menyusut dari 14 ks jadi tujuh ks itu juga tahun 2020 mef nya, pada halkan rusia pernah menawarkan 12 kapal selam ke indonesia tapi waktu itu sekarang tinggal tot nya,
BalasHapus