Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 26 Maret 2015

Penculik Intel TNI Diduga Teroris Kelompok Abu Roban

Pelaku penculikan dan penembakan terhadap dua intel TNI AD di Aceh diduga teroris kelompok Abu Roban. Sebab kelompok tersebut juga pernah menelanjangi dan menembak anggota TNI.


“Cara penculikan dan penembakan ini mirip yang dilakukan kelompok Abu Roban. Kelompok Abu Roban ini punya jaringan di Aceh dan Medan. Mereka dulu kerja sama dengan kelompok Santoso,” ujar pengamat politik terorisme, Al Chaidar kepada Okezone, Rabu (25/3/2015).

Ia menambahkan kelompok Abu Roban juga pernah menembak anggota TNI di Poso. Ini menunjukkan bahwa teroris tersebut sengaja mengincar TNI. Sebab TNI terlibat dalam penyergapan sejumlah teroris.

SK Kapolri Polwan Diizinkan untuk Menggunakan Jilbab

Kepolisian Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan surat Keputusan Kapolri Nomor: 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan surat Keputusan Kapolri SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 yang lalu. Perubahan itu sendiri berisi tentang izin bagi para polisi wanita (polwan) yang ingin menggunakan jilbab.

SK Kapolri Polwan Diizinkan untuk Menggunakan Jilbab

Surat yang ditandatangani oleh pelaksana tugas (Plt) Kapolri, Badrodin Hati itu berisi pertimbangan keluarnya surat tersebut, yakni demi ketertiban administrasi di lingkungan Kepolisian.

Berikut lampiran isi gubahan surat keputusan tersebut.

Rabu, 25 Maret 2015

Tiga penerbang tempur TNI AU coba C01 Rafale Prancis

Tiga penerbang tempur TNI AU mencoba kebolehan dan performansi pesawat tempur multiperan buatan Dassault Aviation Prancis, C01 Rafale, di atas udara Jakarta mengarah ke selatan, Selasa ini. 

Tiga penerbang tempur TNI AU coba C01 Rafale Prancis
Penerbang tempur TNI AU (kiri) berjalan bersama penerbang uji Angkatan Udara Prancis, sesaat setelah mendarat dalam penerbangan demonstrasi C01 Rafale B buatan Dassault Aviation, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa. C01 Rafale B yang dipergunakan ada di latar belakang. | Foto : Dinas Penerangan TNI AU

Kehadiran dua unit C01 Rafale B (kursi tandem/double seater) itu untuk memberi alternatif sumber pengadaan calon pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14, yang berasal dari dasawarsa ’80-an. Dua C01 Rafale B dan satu pesawat terbang transport Airbus A400M mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (23/3).

Ada beberapa pabrikan yang tengah mengadu strategi untuk mematangkan tawarannya kepada Indonesia, yaitu JAS39 Gripen (SAAB AB/Swedia), Eurofighter Typhoon (Eurofighter/konsorsium Eropa Barat), F-16 Fighting Falcon Block 60 (Boeing/Amerika Serikat), dan Sukhoi Su-35 Flanker-Berkut (Rusia). 

Menyerah ke TNI, Penglima OPM Akan Bertemu Presiden RI

Setelah menyerahkan diri pada TNI, Panglima tertinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Goliat Tabuni dikabarkan akan bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo.

"Informasinya ada rencana Goliat mau bertemu Presiden RI," kata Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, Rabu 25 Maret 2015.


Menyerah ke TNI, Penglima OPM Akan Bertemu Presiden RI
Pasukan OPM (Banjir Ambarita/Papua | vivanews.com)

Menurut Kapolda, informasi itu diterima polisi dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua, Lenius Kogoya.

 "Kalau memang ada rencana itu, tentu akan kami follow up. Tetapi, sampai detik ini rencana itu belum ada kepastian," kata Kapolda.

Polda Papua masih menunggu pemanggilan dari protokoler Istana Negara untuk memastikan apakah Presiden RI mau bertemu dengan Goliat. "Kalau memang sudah mau ketemu, pasti akan ada rapat," ujarnya.

Ini Tugas Terakhir 2 Anggota TNI yang Ditembak Mati di Aceh

Dua anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara, Provinsi Aceh, tewas diculik dan ditembak, saat menelusuri informasi keberadaan kelompok bersenjata.

Kepala Mukim Desa Batee Pila, Daud, menuturkan bahwa sebelum ditembak mati orang tak dikenal, Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto sempat bertamu ke rumahnya pada Senin 23 Maret 2015.


Ini Tugas Terakhir 2 Anggota TNI yang Ditembak Mati di Aceh

"Mereka datang untuk menanyakan, apakah ada kelompok bersenjata di pemukiman saya," ujar Daud, saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 25 Maret 2015.

Kedua anggota TNI yang bertugas sebagai intel itu berada di rumah Daud selama satu jam.

Kontras: Pelatihan TNI di Poso Bikin Takut Warga

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mempertanyakan kegiatan latihan operasi militer di Poso, Sulawesi Tengah, yang salah satu tujuannya diduga untuk memburu kelompok teroris jaringan Santoso.

Kontras: Pelatihan TNI di Poso Bikin Takut Warga
Ratusan personel TNI mengikuti apel pasukan pemukul reaksi cepat sebelum mengikuti latihan di Mako Armada Timur, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/3/2015).  | Foto : Antara/Zabur Karuru

Ribuan personel TNI antara lain Kopassus - Kopassus (AD), Marinir - Kopaska (AL) dan Paskhas (AU) yang dikerahkan dalam latihan operasi militer yang tergabung dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) tersebut sejak 22 Maret hingga 15 April 2015 mendatang.

Koordinator KontraS, Hariz Azhar, mengatakan, jumlah tersebut dirasa sangat berlebihan dan jelas membuat takut masyarakat setempat.

Marinir Indonesia-Amerika berlatih menembak senjata otomatis

Prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL bersama prajurit khusus Marinir AS (US Marsoc) berlatih menembak menggunakan senjata otomatis dan sniper di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jatim, Selasa.


Latihan Bersama Marinir Indonesia-Amerika Sejumlah prajurit Taifib Korps Marinir TNI AL dan US MARSOC mengikuti upacara pembukaan latihan dengan sandi Lantern Iron 15-5524 di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jatim, Kamis (19/3). Latihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir serta mempererat kerja sama dengan prajurit US MARSOC dalam bidang militer yang berlangsung hingga 10 April.  | ANTARA FOTO/Sertu Mar Kuwadi

Pada latihan bersama bersandi "Lantern Iron 15-5524" itu, mereka menggunakan beberapa jenis senjata. Untuk sniper menggunakan senjata AW, SG 550, Trovello, dan NTW, sedangkan untuk senjata otomatis senjata Ultimax 100 dan Barrat 50.

Materi menembak yang diberikan prajurit US MARSOC kepada prajurit Intai Amfibi Korps Marinir berupa teori di kelas dan praktik di lapangan tembak Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir Baluran.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters