Perjuangan warga Bandung untuk mempertahankan kotanya agar tidak direbut oleh Belanda dan sekutunya Inggris dikenal dengan sebutan tragedi Bandung Lautan Api.
Belum banyak yang tahu, ternyata sebutan Bandung Lautan Api tersebut ternyata bukan dicetuskan oleh sosok pahwalan saat itu Mohammad Toha atau Muhammad Ramdan. Tapi sebutan Bandung Lautan Api itu tercetus dari seorang Komandan Polisi Tentara bernama Rukana.
Seperti dikutip dari buku ‘Saya Pilih Mengungsi’ terbitan Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, sosok Rukana adalah salah seorang penyusun strategi saat detik-detik pembumihangusan Bandung bagian selatan.
Disebutkan saat itu para petinggi militer di bawah pimpinan Komandan Divisi III (kini Kodam III/Siliwangi), Kolonel AH Nasution, melakukan rapat pada 24 Maret 1946 sekira pukul 10.00 WIB di Markas Divisi III Tentara Republik Indonesia (TRI).
Saat itu, keadaan rapat sangat emosional karena pada umumnya peserta rapat adalah komandan lapangan yang menginginkan pertempuran dilanjutkan, dan menolak pasukan militer agar mundur sejauh 11 km sesuai ultimatum penjajah.
“Kamu masuk TRI untuk mematuhi perintah atasan! (perintah dari pusat mundur 11 KM),” tegas Nasution saat menegur Letkol Omon Abdurachman yang saat itu sebagai Komandan Resimen 8.
“Kalau kami tidak boleh melakukan perlawanan, sekarang juga saya meletakan jabatan sebagai komandan resimen,” jawab Omon kepada Nasution.
Dalam rapat yang memanas itu, Komandan Polisi Tentara (kini Polisi Militer), Rukana, kemudian mengusulkan untuk meledakan terowongan Sungai Citarum di Rajamandala sehingga sungai itu meluap dan menjadi lautan api. Namun karena emosional, Rukana bukannya mengatakan lautan air namun menyebutkan lautan api.
“Nah, di situ timbul pendapat Rukana. Dia berpendapat, ‘Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.’ Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air,” ungkap AH Nasution dalam wawancaranya pada 1 Mei 1997 seperti dikutip di dalam buku.
Hingga kini, istilah Bandung Lautan Api masih dikenang oleh warga Bandung dan seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengenang peristiwa tersebut, pemerintah Kota Bandung telah membangun sebuah tugu 'Bandung Lautan Api' di Lapangan Tegalega berbentuk menyerupai obor dengan api yang berkobar.
Selain itu, nama Bandung Lautan Api juga diabadikan menjadi nama stadion berstandar internasional yang baru selesai dibangun di kawasan Gedebage, Kota Bandung. (Okezone)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 24 Maret 2015
Asal-usul Istilah 'Bandung Lautan Api
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...
-
Indonesia menegaskan perlunya meratifikasi Traktat Pelarangan Komprehensif Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty / CTBT), d...
-
by Narayana ( JKGR ) Jakarta, Medio Maret 2014….Pukul 23.45 wib Malam telah beranjak larut, ketika saya merapihkan setumpuk dokumen yan...
-
Kerjasama keamanan Indonesia dan AS menciptakan terobosan baru. Washington menawarkan Jakarta untuk membeli sejumlah unit helikopter tempur ...
-
Eksplorasi antariksa negara-negara maju sudah mencapai Planet Mars dan sedang menjajaki untuk mengeksplorasi asteroid dalam waktu beberapa t...
-
Diam-diam tensi persaingan pabrikan pesawat tempur yang ingin produknya ditunjuk menjadi pengganti F-5E/F Tiger II TNI AU meningkat, dan har...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar