Ketangguhan pertahanan negara merefleksi kemapanan industri strategis berbasis pertahanan yang dimiliki. Semakin berkembang industri pertahanan, maka semakin tangguhlah negara itu.
Indonesia sendiri memiliki industri pertahanan, antara lain PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT LEN, dan PT Pindad. Perusahaan-perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini seperti segan hidup, namun mati tak mau. Kurun waktu lima tahun terakhir, penjualan industri pertahanan sulit mencapai target 80 persen, apalagi 100 persen.
Keuntungan yang diperoleh masih minim, bahkan di antara unit bisnis masih merugi. Itu artinya, peran industri pertahanan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pertahanan negara Indonesia juga masih sangat kecil.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 19 Maret 2013
Harga Pesawat New N-250 Dipatok US$ 28 Juta?
Indonesia melalui PT Ragio Aviasi Industri (RAI) akan memulai kembali membuat pesawat terbang untuk sipil kelanjutan dari N-250 'Gatotkaca' yang dulu pernah dibuat. Pesawat tersebut akan diberi nama Regio Prop (R-80).
Kemungkinan besar harga yang patok untuk satu unitnya mencapai US$ 28 juta atau setara dengan harga pesawat ATR kapasitas 70 kursi.
"Untuk harga R80 dengan kapasitas 80 kursi kita mengacu pada harga ATR saat ini," kata Komisaris PT RAI, Ilham A.Habibie ketika ditemui detikFinance di kantornya Kawasan Mega Kuningan Jakarta, seperti dikutip Senin (18/3/2013).
Seperti diketahui untuk harga ATR bermesin baling-baling saat ini diperkirakan mencapai US$ 28 juta untuk satu unitnya.
Kemungkinan besar harga yang patok untuk satu unitnya mencapai US$ 28 juta atau setara dengan harga pesawat ATR kapasitas 70 kursi.
"Untuk harga R80 dengan kapasitas 80 kursi kita mengacu pada harga ATR saat ini," kata Komisaris PT RAI, Ilham A.Habibie ketika ditemui detikFinance di kantornya Kawasan Mega Kuningan Jakarta, seperti dikutip Senin (18/3/2013).
Seperti diketahui untuk harga ATR bermesin baling-baling saat ini diperkirakan mencapai US$ 28 juta untuk satu unitnya.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
RISET
Teruskan Mimpi Sang Ayah, Ilham Habibie Bikin The Next N250
Lima belas tahun lalu bangsa Indonesia pernah bermimpi punya pesawat buatan anak negeri melalui N250 yang diciptakan BJ Habibie.
Namun, apa daya akibat ikut terseret arus politik, pesawat yang dinamai Gatotkaca tersebut yang sudah melalu berbagai perjuangan dan kerja keras oleh International Monetary Fund (IMF) diperintahkan untuk dihentikan.
Lima belas tahun berlalu, mimpi yang kandas tersebut kembali dihidupkan kembali oleh sang anak Ilham Habibie yang bertekad untuk mewujudkan mimpi sang ayah dan bangsa Indonesia, memproduksi pesawat sipil the next N250, si Gatotkaca terbang melintasi nusantara dan dunia.
Namun, apa daya akibat ikut terseret arus politik, pesawat yang dinamai Gatotkaca tersebut yang sudah melalu berbagai perjuangan dan kerja keras oleh International Monetary Fund (IMF) diperintahkan untuk dihentikan.
Lima belas tahun berlalu, mimpi yang kandas tersebut kembali dihidupkan kembali oleh sang anak Ilham Habibie yang bertekad untuk mewujudkan mimpi sang ayah dan bangsa Indonesia, memproduksi pesawat sipil the next N250, si Gatotkaca terbang melintasi nusantara dan dunia.
Senin, 18 Maret 2013
Proyek Kapal Selam RI-Korsel Dilanjutkan
Proyek kerja sama pembuatan tiga kapal selam antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) tetap diteruskan. Proyek kapal selam ini tak terimbas penundaan proyek pengembangan pesawat tempur Korean Fighter Xperiment (KFX)/Indonesian Fighter Xperiment (IFX) karena kondisi ekonomi di Korsel. "Tidak ada penundaan. Proyek kapal selam tetap diteruskan sesuai jadwal yang ada," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Sisriadi, saat dihubungi Koran Jakarta, Minggu (17/3).
Itu artinya kapal selam pertama dan kedua hasil kerja sama kedua negara akan rampung pada 2016. Dia menambahkan mulai April 2013, tahapan pembuatan kapal selam sudah masuk pada steel cut atau pemotongan baja. "Steel cut merupakan tahapan awal dari pembuatan kapal selam. Diharapkan selesai dalam 40 bulan," jelas Sisriadi.
Itu artinya kapal selam pertama dan kedua hasil kerja sama kedua negara akan rampung pada 2016. Dia menambahkan mulai April 2013, tahapan pembuatan kapal selam sudah masuk pada steel cut atau pemotongan baja. "Steel cut merupakan tahapan awal dari pembuatan kapal selam. Diharapkan selesai dalam 40 bulan," jelas Sisriadi.
Pesawat Regio Prop 80 (R-80) Diminati Maskapai Nasional
Walau baru dalam tahap desain awal, Regio Prop 80 (R-80) pesawat buatan anak negeri, sudah diminati beberapa airlines diantaranya Citilink dan Wings Air.
"Kita rencanakan memproduksi dua pesawat R80 dahulu untuk Citilink dan Wings Air," kata Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) perusahaan yang memproduksi pesawat R-80, Ihlam A.Habibie, ketika ditemui detikFinance di kantornya Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, seperti dikutip Senin (18/3/2013).
Dikatakan Ilham pihaknya juga sudah berbicara dengan Dirut PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) Emirsyah Satar, dan sangat disambut baik.
"Saya sudah bicara dengan Pak Emir, dan disambut baik, sangat mendukung jika ada pesawat buatan dalam negeri bisa dipakai Airlines yang beroperasi saat ini di Indonesia salah satunya Citilink," ucapnya.
"Kita rencanakan memproduksi dua pesawat R80 dahulu untuk Citilink dan Wings Air," kata Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) perusahaan yang memproduksi pesawat R-80, Ihlam A.Habibie, ketika ditemui detikFinance di kantornya Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, seperti dikutip Senin (18/3/2013).
![]() |
| Ilham Habibie |
Dikatakan Ilham pihaknya juga sudah berbicara dengan Dirut PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) Emirsyah Satar, dan sangat disambut baik.
"Saya sudah bicara dengan Pak Emir, dan disambut baik, sangat mendukung jika ada pesawat buatan dalam negeri bisa dipakai Airlines yang beroperasi saat ini di Indonesia salah satunya Citilink," ucapnya.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
RISET
PT PAL Optimis 5 Tahun Kedepan Mampuh Membuat Kapal Selam Sendiri
PT PAL Indonesia optimistis lima tahun ke depan mampu merenovasi dan membangun kapal selam sendiri. Tekad itu dibuktikan dengan diikutkannya karyawan PT PAL Indonesia dalam Transfer of Technology (ToT) di Korea Selatan.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Firmansyah Arifin, menyebut saat ini karyawannya tengah mengikuti seleksi internal. "Tahun lalu kami sudah mengikuti ToT di Belanda, dan tahun ini ke Korea," kata Firmansyah.
Sebelumnya PT PAL Indonesia ditunjuk Kementerian Pertahanan membangun kapal militer dengan dua negara tersebut. Kerjasama membangun Kapal Cepat Rudal (KCR) dengan Belanda telah selesai. Kini giliran dengan Korea untuk membangun kapal selam.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Firmansyah Arifin, menyebut saat ini karyawannya tengah mengikuti seleksi internal. "Tahun lalu kami sudah mengikuti ToT di Belanda, dan tahun ini ke Korea," kata Firmansyah.
Sebelumnya PT PAL Indonesia ditunjuk Kementerian Pertahanan membangun kapal militer dengan dua negara tersebut. Kerjasama membangun Kapal Cepat Rudal (KCR) dengan Belanda telah selesai. Kini giliran dengan Korea untuk membangun kapal selam.
5 Latihan Pasukan Elite TNI yang Kuras Fisik dan Mental
Aksi kopral 'terkuat' TNI Subagyo Lelono mengundang decak kagum. Prajurit Polisi Militer TNI AD ini pernah lari 24 jam non stop. Dia juga koprol 5 Km tanpa henti dan push up 21 jam 40 menit. Aksinya ini diganjar rekor MURI.
Bagi prajurit TNI, kuat adalah sebuah kebutuhan. Kalau tidak kuat bagaimana mau melindungi bangsa dan negara.
Apalagi pasukan elite TNI, yang kemampuannya di atas rata-rata prajurit reguler. Latihan mereka pun dibuat ekstra keras hingga menghasilkan prajurit yang memiliki otot kawat dan tulang besi.
Bagi prajurit TNI, kuat adalah sebuah kebutuhan. Kalau tidak kuat bagaimana mau melindungi bangsa dan negara.
Apalagi pasukan elite TNI, yang kemampuannya di atas rata-rata prajurit reguler. Latihan mereka pun dibuat ekstra keras hingga menghasilkan prajurit yang memiliki otot kawat dan tulang besi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...






