Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pindad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pindad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

Pindad Pamerkan Produknya Dalam Latihan Bersama Safkar Indopura-28/2016

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo yang diwakili oleh Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto membuka latihan bersama TNI AD dengan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) di Lapangan Pusdikif Pussenif Kodiklat TNI AD Cipatat Kab. Bandung Barat pada Jumat 16 September 2016.

Pindad Pamerkan Produknya Dalam Latihan Bersama Safkar Indopura-28-2016.jpg

Pangdam menyampaikan tujuan dari latihan ini untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama yang lebih erat antara TNI AD dan SAF. “Latma Safkar Indopura bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih baik antara Tentara Nasional Indonesia dengan Singapura yang dilandasi rasa saling percaya dan saling menghormati antara prajurit TNI AD dan AD Singapura,” ujarnya.

Pindad menampilkan produk-produk alutsista buatannya dalam rangka pameran static untuk mendukung latihan bersama Safkar Indopura-28/2016 yang dibuka pada tanggal 16 September dan akan berlangsung selama 7 hari dari tanggal 16 hingga 23 September 2016. Materi latihan bersama meliputi pertukaran materi latihan dari mulai materi kepemimpinan, latihan kepemimpinan dan pengambilan keputusan dalam taktik, latihan taktis maupun teknis.

Selasa, 19 Juli 2016

Pindad Segera Akuisisi Salah Satu Perusahaan Industri Pertahanan Di Eropa

PT Pindad (Persero) segera mengakuisisi sebuah perusahaan industri pertahanan di salah satu negara Eropa dalam waktu dekat. Rencana pembelian perusahaan industri pertahanan tersebut untuk melakukan pengembangan teknologi tinggi.

Pindad Segera Akuisisi Salah Satu Perusahaan Industri Pertahanan Di Eropa

“Mengakuisisi perusahaan asing tidak hanya melulu soal bisnis semata. Tapi juga percepatan teknologi tinggi dan suplly chain yang mereka miliki, bisa menjadi kekuatan baru untuk menggenjot kualitas produk kita agar semakin bersaing di industri pertahanan internasional,” kata Silmy.

Dia mengatakan, proses akusisi perusahaan asing ini diharapkan sudah bisa selesai dalam waktu satu tahun. Menurut dia, pendanaan untuk pembelian perusahaan tersebut akan menggunakan biaya dari profit Pindad atau pinjaman bank.

Jumat, 10 Juni 2016

Gunakan Teknologi Swedia dan Prancis Pindad Akan Produksi Rudal Anti Serangan Udara

PT Pindad (Persero), akan memproduksi 2 tipe peluru kendali atau rudal. Selama ini, kebutuhan rudal pertahanan masih bergantung pada produk impor.

Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memproduksi 2 jenis rudal, yakni rudal anti serangan udara dan rudal jarak pendek. Untuk teknologinya, BUMN senjata ini akan bekerja sama dengan 2 negara Eropa yakni Swedia dan Prancis.


Ginakan Teknologi Swedia dan Prancis Pindad Akan Produksi Rudal Anti Serangan Udara

"Kita ada punya rencana ke rudal anti serangan udara, kerja sama dengan Swedia, kita sedang kolaborasi kemungkinan kerja samanya, yang jelas kita akan sama mereka. Dalam 2 tahun semoga bisa (produksi)," jelasnya kepada detikFinance, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Senapan Subsonic SS2-V7 Pindad Akan gantikan MP7 Buatan Jerman

PT Pindad telah berhasil memproduksi senjata Subsonic untuk kebutuhan tentara nasional Indonesia. Salah satu keunggulan senjata subsonic adalah keberadaan penembak tidak bisa diketahui lawan. Tanpa suara tiba-tiba musuh terjatuh.

Salah satu penggunaan senjata subsonic yaitu pada operasi Woyla yang dilakukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). 



Saat ini pasukan khusus Angkatan Darat (AD) tersebut menggunakan MP5, senapan subsonic asal Jerman. Nantinya senapan subsonic ini akan digantikan oleh produksi PT Pindad.

Senjata subsonic buatan PT Pindad Persero adalah senapan SS2-V7 yang menggunakan peluru kaliber 5,56 mm. Untuk peluru, senjata subsonic menggunakan peluru khusus. Senapan juga tidak perlu dikokang saat akan menembak.

PT Pindad Perkenalkan 4 Senjata Baru

PT Pindad resmi memperkenalkan empat varian senjata api terbaru. Senjata tersebut ialah, Senapan Serbu SS3, Senapan Serbu SS2 subsonic 5,66 mm, Sub Machine Gun PM3 dan pistol G2 premium.

Direktur utama PT Pindad Silmy Karim membeberkan peruntukan dan spesifikasi masing-masing senjata itu. Karim menuturkan, Senapan Serbu SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi.



Sementara SS2 subsonic didesain khusus dengan peredam dan dilengkapi amunisi 5,56 mm. Alhasil, senjata tersebut cocok untuk operasi khusus yang membutuhkan kemampuan pergerakan senyap.

Lalu sub machine gun PM3 didesain dengan sistem penembakan gas operated dengan amunisi 9 mm. senjata ini lahir untuk mendukung operasi tempur jarak dekat, pembebasan sandera atau perang kota.

Jumat, 27 Mei 2016

Didukung Penuh TNI, Pindad Terus Hasilkan Senjata Baru Yang Lebih Canggih

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim mengapresiasi komitmen TNI Angkatan Darat mendukung produk dalam negeri. Dukungan itu mendorong Pindad untuk terus menghasilkan senjata-senjata baru.

“Awal Juni kami akan launching di Kementerian Pertahanan beberapa senjata yang kami sampaikan untuk keperluan TNI,” kata Silmy, namun masih merahasiakan jenis senjata yang ia maksud.



Menurut Silmy, selama ini sejumlah negara telah memesan senjata dari perusahaan yang ia pimpin. Pindad pun telah mengirim pesanan senjata dari salah satu negara, yaitu Laos.

Dengan senjata buatan Pindad jenis pistol G2 itu, kata Silmy, petembak Laos memperoleh medali emas dalam sebuah perlombaan dari.

Tank Boat Buatan Pindad Dipamerkan di Indo Defence Expo 2016

Produsen senjata Indonesia, PT Pindad (Persero), akan meluncurkan tank boat dengan turet berkaliber 105 milimeter atau sekelas tank darat.

“Bisa mengarungi laut level empat (dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter). Dengan kecepatan 40 knot, ini cepat,” kata Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim, di markas Divisi Munisi PT Pindad, Turen, Malang, Jawa Timur.


Tank Boat Buatan Pindad Dipamerkan di Indo Defence Expo 2016

Tank boat produksi Pindad bakal dipamerkan di Indo Defence Expo 2016, Jakarta, 2-5 November. Untuk memajang tank boat itu, Pindad akan mengambil lahan seluas 200 meter di Indo Defence Expo.

“Kami ingin meyakinkan jika produk dalam negeri ini berkualitas. Saya tidak mau bilang produksi dalam negeri itu lebih murah, tapi jelas membeli produk dalam negeri membuat pabrik-pabrik kita bergerak, dan uang tidak lari ke luar,” ujar Silmy.

Minggu, 15 Mei 2016

Prototype Tank Boat Pindad dipamerkan Bulan November 2016

Sukses dengan senapan khusus SS 2 Subsonic, PT Pindad (Persero) kembali melakukan inovasi. Kali ini, perusahaan pelat merah berlogo Pasopati itu, sedang memproduksi tank boat alias tank kapal canggih. Menariknya, kapal tempur ini berbeda dengan kapal tempur lainnya.

Prototype Tank Boat Pindad dipamerkan Bulan November 2016

Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim mengatakan tank kapal ini merupakan yang pertama di dunia. “Kami sedang membangun prototipe tank boat, dimana investasi untuk research and development sekitar USD15-20 juta,” ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (14/5/2016).

Menurut dia, jenis kapal perang ini berbeda dengan kapal perang kecil kebanyakan negara. Karena memiliki hull ganda atau lazim disebut catamaran. Sehingga bisa dikatakan yang pertama di dunia. Jadi tank boat ini hanya Indonesia yang memproduksi, tidak meniru negara lain.

Kamis, 12 Mei 2016

Senapan Sniper SPR-2 Buatan Pindad Lebih Baik dari Produk Asing

Produk senapan sniper SPR-2 yang diproduksi oleh BUMN Indonesia, yaitu PT Pindad (Persero), tak kalah dengan produk sniper sejenis yang diproduksi oleh produsen asing.

Saat dipakai kesatuan TNI, senapan sniper yang desainnya muncul di film Rambo IV ini memiliki tingkat akurasi lebih tinggi daripada senapan sniper asing.


Senapan Sniper SPR-2 Buatan Pindad Lebih Baik dari Produk Asing

"Saat uji di beberapa tempat, SPR-2 akurasinya sangat baik dan lebih baik dari produk luar. Salah satu yang kita tahu, personil Kodam Iskandar Muda, dites sama prajurit ternyata SPR-2 akurasi lebih baik," kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim, kepada detikFinance, Rabu (11/5/2016).

Lanjut Silmy, tak banyak perusahaan senjata di dunia yang mengembangkan dan memproduksi senapan sniper. Alasannya, pasar senapan sniper sangat terbatas. Namun, hal itu tak menjadi alasan bagi Pindad untuk berhenti mengembangkan dan memproduksi senapan untuk penembak jitu.

Selasa, 10 Mei 2016

Pindad Kejar Ketertinggalan Dalam Bidang Industri Pertahanan

PT Pindad (Persero) saat ini tengah fokus mengejar ketertinggalan dalam bidang industri pertahanan.

Sebab, negara yang tangguh dapat diukur dari dukungan industri pertahanan mapan yang berbasis teknologi modern Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim mengatakan, Indonesia sebagai bangsa yang besar tengah menghadapi ketertinggalan dalam urus an industri pertahanan. Selain masih minim dukungan industri berbasis teknologi tinggi, persoalan kemandirian pertahanan juga sudah saatnya dirintis oleh berbagai elemen bangsa terkait.


Pindad Kejar Ketertinggalan Dalam Bidang Industri Pertahanan

“Upaya PT Pindad saat ini fokus untuk mengejar ketertinggalan dalam urusan industri pertahanan. Kami masih harus kerja keras untuk menciptakan kemandirian di bidang pertahanan,” kata Silmy dalam wawancaranya.

Berkaca kepada negara maju seperti Amerika Serikat, ujar dia, industri pertahanannya telah sejak lama berbasis teknologi tinggi.

Jumat, 06 Mei 2016

Tank Medium Buatan Pindad - FNSS Turki Akan Diperkenalkan Tahun 2017

PT Pindad (Persero) menggandeng perusahaan asal Turki FNSS Savunma Sistemleri (Defense System), untuk mengembangkan tank medium guna memperkuat pertahanan militer kedua negara.

Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengatakan latar belakang kerja sama tank jenis ini karena banyak dipakai di beberapa negara. Dan menjadi potensi bagi kedua perusahaan.


Tank Medium Buatan Pindad - FNSS Turki Akan Diperkenalkan Tahun 2017

Pengarang buku Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia ini, menerangkan kerja sama ini memakan investasi USD30 juta. Pada tahap awal, kedua negara sepakat menyelesaikan prototipe yang berlangsung sekitar tiga tahun. Tahun ini sudah memasuki tahun kedua setelah proyek dimulai akhir 2015 kemarin.

Senin, 14 Maret 2016

10 Panser Badak Pindad Akan Selesai November 2016

PT Pindad berencana memproduksi 10 kendaraan tempur jenis Badak mulai bulan Mei tahun ini. Jika tak ada kendala, PT Pindad akan merampungkan 10 panser tersebut pada November 2016. Produksi panser Badak digenjot atas perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memesan 50 kendaraan.

10 Panser Badak Pindad Akan Selesai November 2016

Demikian disampaikan Kepala Departemen Perakitan Kendaraan 6×6 Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Joko Mulyono, kepada “PR” di PT Pindad, Bandung, 11 Maret 2016.

“Badak merupakan pengembangan dari panser 6×6 buatan Pindad. Perbedaannya, Badak dilengkapi turret kaliber 90 mm yang memiliki daya rusak luar biasa. Kendaraan ini dikhususkan untuk merusak, baik itu untuk tujuan menyerang atau bertahan. Kemampuan manuvernya juga sangat baik. Ketika wapres meninjau prototipe Badak, status kendaraan ini telah tersertifikasi dan siap diproduksi,” ujarnya.

Rabu, 03 Februari 2016

Prestasi Militer Indonesia yang Bikin Dunia Kagum

Bangsa Indonesia sempat membuat negara tetangga takjub dengan kemampuan juga keahlian Indonesia dalam membuat alat-alat dalam berperang. Tak terkecuali negara besar seperti Amerika dan Australia pun tidak memercayainya.

Senapan SS-2 V5 Buatan PT. Pindad
Senapan SS-2 V5 Buatan PT. Pindad

Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang super canggih. Bahkan tidak sedikit ciptaan PT Pindad membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser Badak.

Selain itupun, baru-baru ini ada mahasiswa Indonesia bernama Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal buat robot tank tanpa awak untuk TNI AD.

Berikut beberapa rangkuman yang dikumpul hasil karya bangsa Indonesia yang buat dunia kaget:

Selasa, 02 Februari 2016

Dua Puluh Lima Unit Rudal R-Han 122B Berhasil Diluncurkan

Uji dinamis kembali dilakukan terhadap 25 unit R-Han 122B yang dilakukan pada tanggal 27-29 Januari 2016 bertempat di Pantai Tempursari Lumajang, Jawa Timur. Acara pengujian ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Kabalitbang Kemhan) Anne Kusmayati, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Balitbang Kemhan (Kapuslitbang Alpalhankam Baliltbang Kemhan) Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden, Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang Setiadi, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rika Andiarti, dan Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad (Persero) Ade Bagdja, serta para anggota Konsorsium Roket Nasional yang terdiri dari LAPAN, PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan perwakilan dari Universitas Gajah Mada (UGM). Dengan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) RM-70 GRAD Marinir, 25 unit R-Han 122B berhasil diluncurkan dan membelah langit pesisir pantai Lumajang.

Dua Puluh Lima Unit Rudal R-Han 122B Berhasil Diluncurkan

Uji fungsi ini dilakukan untuk menguji konsistensi performansi roket setelah uji terbang tahap pertama yang dilakukan pada Oktober 2015 lalu, dinilai telah berjalan dengan baik, yang melakukan pengamatan dan perekaman data perilaku terbang roket pada saat diterbangkan. Uji dinamis yang dilakukan kali ini untuk mendapatkan data hasil uji dinamis berupa prestasi terbang roket dan keandalan muatan yang dibawa roket, serta konsistensi performansi roket. Dalam pengujian kali ini juga dilakukan pencatatan jarak capai dan kehandalan terhadap spesifikasi desain.

Senin, 25 Januari 2016

SAAB Swedia dan Pindad Kerjasama Kembangkan Rudal

Perusahaan Pertahanan Saab Swedia menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Pindad untuk pemasaran sistem Pertahanan Udara Berbasis Daratan (GBAD) serta memperpanjang umur operasional sistem Rudal Pertahanan Udara TNI,, RBS70.

Perjanjian kerja sama jangka panjang ini bertujuan memenangkan bisnis pertahanan udara di Indonesia. Kerja sama ini akan diperpanjang secara bertahap.


SAAB Swedia dan Pindad Kerjasama Kembangkan Rudal

Perjanjian kerja sama meliputi transfer teknologi dari Saab untuk meng-upgrade sistem RBS70 yang dibeli Indonesia tahun 1980-an. Fokus awal kerja sama adalah meningkatkan usia operasional rudal RBS70 Mk2, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kemampuan lokal Indonesia dan di PT Pindad.

Kamis, 21 Januari 2016

Pemerintah RI Pesan 50 Panser Canon "Badak" buatan Pindad

Pemerintah memesan 50 Panser Badak buatan PT Pindad, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika berkunjung ke industri senjata tersebut di Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Pemerintah RI Pesan 50 Panser Canon "Badak" buatan Pindad

"Di samping melihat kemajuan (panser) Anoa, kami juga melihat perkembangan dan percobaan (panser) Badak. Dengan persetujuan Menteri Pertahanan (Ryamizard Ryacudu), kami pesan 50 unit kalau sudah lulus uji," kata Wapres di Bandung.

"Harganya sedang negosiasi dulu, sementara jumlahnya sudah disetujui 50 unit untuk tahap pertama. Berikutnya adalah meng-"upgrade" semua senjata yang masih bagus," jelasnya.

Rabu, 20 Januari 2016

Pindad Garap Pembuatan Tank Boat Kanon 105 mm

''Kami bertekad melahirkan berbagai berbagai produk tahun ini, satu produk per triwulan, termasuk di antaranya tank boat dengan kanon 105 mm".
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan apresiasi pada PT Pindad (Persero) Bandung dan mendorong penjualan perangkat alutsista.

''Saya tahu kemampuan dan kegigihan awak pindad dalam merancang dan membuat kendaraan tempur persenjataan dan amunisi. Saya minta TNI, polri, kementerian pertahanan dan lembaga negara lainnya di Indonesia dapat memberikan order penjualan yang lebih tinggi kepada Pindad di tahun 2016 dan ke depannya,'' ujar Jusuf Kalla dalam keterangannya, Rabu (20/1).


Pindad Garap Pembuatan Tank Boat Kanon 105 mm

Salah satu produk inovasi alutsista Pindad yang telah selesai menjalani sertifikasi akhir tahun lalu yaitu panser badak. JK berharap TNI bisa segera memesan Panser Badak pada Pindad.

''Sesuai arahan Presiden Jokowi, di sela-sela Rapim TNI akhir tahun kemarin maka saya harap, TNI AD bisa segera pesan Badak kepada Pindad untuk memperkuat jajaran alusistanya,'' kata JK.

Rabu, 13 Januari 2016

Pindad Kembangkan Senapan Serbu Bawah Air

PT Pindad (Persero) bersama Dislitbang TNI AL sedang mengembangkan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA). Senapan varian terbaru ini dirancang untuk mendukung pertempuran atau pencegatan musuh di bawah air hingga di darat.

"Kita sedang kembangkan senapan serbu bawah air," ujar salah seorang Engineer Development Pindad, kepada detikFinance, Selasa (12/1/2016).


Pindad Kembangkan Senapan Serbu Bawah Air

Senapan serbu varian baru ini dirancang untuk mendukung pertempuran jarak dekat di bawah air (combat diver) pasukan khusus TNI AL, seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), hingga Pasukan Intai Amphibi (Taifib).

Untuk pengembangan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) ini, Pindad menggandeng Dislitbang TNI AL. Senjata baru varian Pindad ini tentunya bisa menjadi kebanggan, karena senapan ini dibuat sangat detil. Bahan senapan hingga amunisi disiapkan secara khusus dan anti karat, karena harus berfungsi di bawah air.

Selasa, 12 Januari 2016

Spesifikasi Senapan Serbu PINDAD Saingan AK 47

PT Pindad (Persero) akan meluncurkan senapan serbu varian terbaru (SSX) dengan kaliber 7.62X51 MM pada Maret 2016.

Senapan serbu ini merupakan senjata hasil pengembangan insinyur Pindad di Bandung, Jawa Barat.


Spesifikasi Senapan Serbu PINDAD Saingan AK 47

Senapan serbu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer Indonesia dan global, karena tren pengembangan senapan serbu personel ke depannya adalah kaliber 7.62 mm.

Meski senapan varian baru ini memiliki kaliber serupa dengan senjata legendaris Uni Soviet, AK 47, namun Pindad merancang model terbarunya lebih andal daripada AK 47.

Pindad sendiri akan meluncurkan 2 varian senapan serbu pesaing AK 47 ini, yakni BR Long Barrel dan BR Standard Barrel. Senjata ini sekarang masih menjadi proses uji (sertifikasi).

Alasan Pindad Rancang Senapan kaliber Sekelas AK47

PT Pindad (Persero) terus melakukan inovasi produk senjata. Dalam waktu dekat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen senjata dan kendaraan tempur itu, akan meluncurkan senapan generasi terbaru.

Alasan Pindad Rancang Senapan kaliber Sekelas AK47

Senapan dengan kaliber 7.62 x 51 mm ini memiliki jarak tembak efektif sampai 800 meter. Dengan kemampuan itu, senapan varian baru ini diklaim lebih mumpuni daripada senapan serbu legendaris AK 47, yang memiliki kaliber hampir serupa. Lantas apa alasan Pindad masuk ke senapan serbu sekelas AK 47?

Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengaku, tren bisnis pengembangan senapan serbu ringan ke depannya bakal bergeser ke arah senapan, dengan jangkauan tembak lebih jauh, yakni kaliber 7.62 mm. Sehingga Pindad harus menangkap sinyal tersebut.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters