Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Isu Terorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isu Terorisme. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2019

Satgas Tinombala Baku Tembak Dengan Terduga Teroris, 3 Orang Tewas

Tiga orang terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso tewas setelah baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Marate, Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Namun aparat belum bisa mengevakuasi jasad mereka karena sulitnya medan.

Satgas Tinombala Baku Tembak Dengan Terduga Teroris, 3 Orang Tewas


"Ada beberapa koordinat tertentu akan diturunkan heli TNI maupun Polri untuk mengevakuasi jenazah karena medannya sangat terjal," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3).

Adapun identitas tiga terduga teroris yang tewas dalam baku tembak itu adalah Andi Muhammad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadhan alias Ikrima asal Banten dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.

Senin, 18 Maret 2019

Terkait Penembakan di Christchurch, Senator Australia Memalukan..!!

Pernyataan kontroversial senator asal Queensland, Fraser Anning yang menyalahkan Islam atas pembantaian umat muslim di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru mendapat kecaman tidak hanya dari publik Australia, tetapi juga dari penjuru dunia.

Terkait Penembakan di Christchurch, Senator Australia Memalukan.jpeg

Salah satunya dari anggota DPD RI Fahira Idris. Bagi Fahira, selain bentuk nyata dari Islamofobia, pernyataan Anning adalah bentuk kebencian mendalam terhadap agama Islam dan umat muslim di dunia.

"Islamofobia itu nyata. Ada yang mewujudkan lewat aksi kekerasan yang biadab seperti yang terjadi di Christchurch. Ada juga lewat pernyataan seperti yang diucapkan Senator Queensland, Australia, Fraser Anning. Fraser Anning, Anda memalukan. Komentar Anda terkait Islam dan komunitas muslim tidak punya tempat di dunia ini," ujar Fahira Idris lewat keterangan tertulisnya di Jakarta.

Dua Sukhoi SU-30 Kejar Pesawat Batik Air Yag Dibajak Teroris

Pesawat Batik Air JT 320-200CEO rute Jakarta-Makassar dibajak teroris. Pembajakan terjadi 60 menit setelah pesawat yang membawa tujuh kru dan 115 tamu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.40 WIB. 

Dua Sukhoi SU-30 Kejar Pesawat Batik Air Yag Dibajak Teroris

Pesawat mendarat di Bandara Hasanuddin dengan normal setelah dilakukan intercept oleh Sukhoi. Seluruh crew dan tamu penerbangan Batik Air ID-6262 berada dalam kondisi aman. Sementara teroris berhasil dilumpuhkan.

Aksi tersebut adalah serangkaian simulasi penanggulangan tanggap darurat satu hari yang dilakukan Batik Air bersama TNI Angkatan Udara Lanud Sultan Hasanuddin.

Kamis, 27 Oktober 2016

Menhan: Program Bela Negara Atasi Masalah Terorisme

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan, salah satu cara mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak semakin menjamur adalah program bela negara.
"Simpel saja kalau masalah teroris, ya program bela negara," kata Ryamizard saat menghadiri acara wisuda di Universitas Pertahanan di Sentul, Bogor, Rabu 26 Oktober 2016.


Menhan: Program Bela Negara Dapat Atasi Masalah Terorisme

Ryamizard mengatakan, mobilisasi rakyat lewat program bela negara dan pengembangan alutsista menjadi kunci bagi Indonesia untuk melawan aksi teror.

Ia menjelaskan, program ini menekankan pendidikan kebangsaan, cinta tanah air dan disiplin pribadi khususnya bagi generasi muda.

Senin, 19 September 2016

Abu Sayyaf Bebaskan Tiga dari Sembilan WNI yang disandera

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan, tiga dari sembilan WNI yang disandera kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf, telah dibebaskan di Pulau Jolo, perairan Sulu, pada sekitar pukul 01.00 dinihari waktu setempat, Minggu (18/9).

"Prosesnya tadi malam, dilepaskan tiga orang. Dari gubernur Sulu ada proses penyerahan ke kita," ujar dia, usai mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu malam.


Abu Sayyaf Bebaskan Tiga dari Sembilan WNI yang disandera.jpg

Ketiga sandera yang dibebaskan yakni Lorens Lagadoni Koten (34), Teodorus Kopong Koten (42), Emanuel Arakian Maran (46). Para pria asal Nusa Tenggara Timur itu anak buah kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Len yang diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia, Juli lalu.

Pembebasan ketiga WNI serta satu warga negara Norwegia merupakan hasil koordinasi pemerintah Filipina dan Moro National Liberation Front pimpinan Nur Misuari yang membantu proses negosiasi pemerintah dengan Abu Sayyaf. MNLF bukan sekali ini "bersentuhan" dengan unsur Indonesia.

Kamis, 08 September 2016

Cerita Mahasiswa Asal Indonesia Yang Dirayu Masuk ISIS

Dalam mimpinya, Akbar Maulana (17) duduk gagah menunggang kuda dengan menenteng senjata laras panjang. Dia menggunakan seragam loreng khas militer. Dia bersama anak-anak muda lain dari berbagai negara bergabung dalam proyek besar, mewujudkan khilafah atau janji Allah terhadap umat Islam. Salah satu caranya, angkat senjata membela umat muslim yang tertindas di Suriah.


Mimpi itu semakin memperkuat tekadnya bergabung dalam pasukan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau negara Islam Irak dan Suriah. Dua kakak kelasnya di Imam Katip High School di Kayseri, Turki, sudah lebih dulu bergabung bersama pasukan Abu Bakr al-Baghdadi. Dia adalah Yazid Ulwan Falahuddin dan Wildan Mukhollad. Sinar matanya memancarkan kekaguman manakala melihat foto Yazid di laman facebooknya. Dengan pakaian hitam, Yazid nampak gagah memegang senjata AK-47. Akbar semakin terpesona dan takjub setelah membaca komentar di foto Yazid dan disukai para gadis.

"Wah gagahnya, dikomentari banyak ukhti-ukhti (perempuan). Lelaki mana yang tak iri melihat itu. Ke Suriah kayaknya keren lah," ujar Akbar saat berbincang dengan merdeka.com akhir pekan lalu.

Jumat, 22 Juli 2016

Kapolri Ungkap Syarat Kemampuan untuk Berantas Terorisme

Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar alias Kahar di Tamabarana, Poso, Sulawesi Tengah memunculkan wacana baru untuk merevisi Undang Undang Terorisme. Salah satu poinnya yaitu memberikan kewenangan kepada TNI untuk menangani masalah terorisme.

Kapolri Ungkap Syarat Kemampuan untuk Berantas Terorisme

Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian mengatakan, perlu adanya pemahaman dalam melakukan penindakan terhadap orang yang diduga teroris di Tanah Air. "Dalam konteks penegakan hukum itu, semua tindakan yang mengakibatkan seseorang meninggal atau terluka itu harus dipertanggungjawabkan sampai kapan pun," kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juli 2016.

Tentunya, dalam menegakkan hukum, masalah terorisme mengandung banyak risiko. Salah satunya masalah hak asasi manusia (HAM). "Kita harus berhati-hati dengan rambu-rambu undang-undang tentang HAM. Karena Undang Undang tentang HAM ini tidak memiliki kedaluwarsa, bisa sampai kapan pun. Kemudian bisa berlaku retroaktif (surut)," katanya.

Mengenal Tim Alpha 29, Pasukan Elite TNI yang Lumpuhkan Santoso

Baru tiga hari sejak diterjunkan, Tim Alfa 29 dari Yonif Raider 515/Macan Kumbang Kostrad berhasil menembak mati pemimpin Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah. Padahal, jarak yang mereka tempuh cukup jauh dari markas, yakni 11 kilometer hingga mencapai lokasi baku tembak.

Mengenal Tim Alpha 29, Pasukan Elite TNI yang Lumpuhkan Santoso

Siapa saja anggota Tim Alfa 29 itu?

Dari informasi yang diterima merdeka.com, Kamis (21/7), tim tersebut beranggotakan sembilan orang, dipimpin seorang komandan regu. Masing-masing memiliki peran dan tugasnya masing-masing saat terjun ke medan pertempuran.

Kamis, 21 Juli 2016

Revisi Undang-undang Terorisme, TNI Diberi Kewenangan Lakukan Penindakan

Panitia Khusus Revisi UU Terorisme DPR tengah mempertimbangkan memberikan kewenangan penindakan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut terorisme bukanlah kriminal biasa melainkan kejahatan terhadap negara.

Revisi Undang-undang Terorisme, TNI Diberi Kewenangan Lakukan Penindakan

Penambahan kewenangan TNI dalam revisi Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme itu mengacu pada UU No 32 tahun 2004 tentang TNI. Dalam UU tersebut, disebutkan salah satu tugas TNI adalah mengamankan negara dari tindakan terorisme namun tidka dijelaskan operasional TNI dalam mengamankan negara dari tindakan terorisme.

Kewenangan penindakan oleh TNI dalam kasus terorisme yang tengah digodok pansus adalah berkaitan dengan keamanan negara. Seperti keamanan presiden, wakil presiden, kantor kedutaan seluruh negara, pesawat udara, dan pesawat laut. Selama ini permasalahan terorisme ditangani oleh pihak kepolisian. Namun pansus menilai ada beberapa wilayah strategis yang hanya mampu ditangani oleh TNI.

Sebelum Disergap, aktivitas Santoso dipantau UAV TNI

Teroris Santoso tewas dalam operasi Satgas Tinombala, di belantara hutan Poso, Sulawesi Tengah. Sebelum disergap, ternyata gerak gerik Santoso terpantau melalui pesawat tanpa awak dioperasikan Skuadron Udara 51 pangkalan udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebelum Disergap, aktivitas Santoso dipantau UAV TNI

"Ya, di skuadron 51 memang punya pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Ini adalah pesawat tanpa awak, yang bisa dikontrol dari darat. Tidak ada pilot di dalam pesawat," kata Komandan Lanud Supadio Pontianak, Marsekal Pertama Tatang Harlyansyah, di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (20/7).

Diterangkan Tatang, pesawat UAV mampu terbang selama 14 jam. Pesawat itu juga mampu memantau lebih lama di udara, dengan areal pemantauan hingga radius 200 kilometer.

Cerita Tim Alfa 29 Satgas Tinombala Bekuk Teroris Santoso

Lewat sebuah operasi senyap, tim Alfa 29 dari Satgas Tinombala berhasil menewaskan teroris paling dicari di Indonesia, Santoso, alias Abu Wardah. Bagaimana detik-detik penyerbuannya?

Satgas Tinombala terdiri dari pasukan gabungan TNI-Polri, termasuk Marinir TNI AL dan TNI Angkutan Udara. Ada banyak personel yang terlibat dalam operasi di sekitar kawasan pegunungan Sulawesi Tengah ini. Tim sudah bekerja sejak beberapa bulan, khusus untuk memburu Santoso dan kelompoknya yang bersembunyi di hutan.





Apresiasi tinggi kepada Satgas Tinombala sudah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sampai Presiden Joko Widodo. Seluruh komponen satgas yang terlibat, diberikan pujian atas kerja kerasnya selama ini. Meski operasi belum sepenuhnya selesai karena masih ada anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diburu, target melumpuhkan Santoso setidaknya bisa tercapai.

Selasa, 12 Juli 2016

Geram Tak Dapat Ijin Gelar Operasi TNI Panglima Ancam Filipina

Sudah 10 warga Indonesia yang diculik dan disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Namun, negara itu tidak kunjung memberikan izin pada TNI untuk masuk dan membebaskan para WNI.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun sudah ikut gerah karena itu. Menurutnya, Filipina juga akan kesulitan jika Indonesia berhenti mengirim batubara ke wilayahnya dengan kapal. Ini bisa jadi ancaman serius untuk negara yang dipimpin Rodrigo Duterte tersebut.


Geram Tak Dapat Ijin Gelar Operasi TNI Panglima Ancam Filipina

“Sekarang biarin aja di Filipina mati lampu, 96 persen batu bara mereka dari kita kok,” ujar Gatot di kompleks Istana Negara, Jakarta.

Menurutnya, Indonesia tidak bisa memberi tenggat waktu pada Filipina terkait kapan waktu pemberian izin untuk TNI. Satu-satunya cara adalah dengan moratorium pengiriman batu bara.

Jumat, 24 Juni 2016

Prioritaskan Berantas Korupsi, Komjen Tito wajib contoh Kapolri Jenderal Hoegeng

Komjen Pol Tito Karnavian menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, kemarin. Visi misi dan program yang dimilikinya jika memimpin Polri pun dipaparkannya kepada para anggota Dewan.

Salah satunya adalah soal korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Komjen Tito menyatakan, salah satu program prioritas yang dimilikinya adalah antikorupsi.



"Kelima, membudayakan perilaku antikorupsi bagi setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia," kata Komjen Tito dalam fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (23/6) kemarin.

Komjen Tito berjanji akan berusaha menghilangkan korupsi di internal Polri. Salah satu caranya adalah dengan membentuk tim antikorupsi internal di tubuh Polri.

Selain itu, Komjen Tito juga nantinya akan mendorong para pejabat di Polri melaporkan harta kekayaannya kepada pengawas internal Polri.

Menanti Wajah Baru Densus 88 di Bawah Kepemimpinan Kapolri Tito

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjuk dan menyerahkan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Tito bahkan sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and propertest di DPR, Kamis (23/6).

Perjalanan Tito meraih tongkat Tribarata 1 sepertinya bakal berjalan mulus. Apa lagi, sejumlah anggota DPR memastikan Tito akan diloloskan pada sidang paripurna yang akan digelar Senin (27/6) mendatang.


Menanti Wajah Baru Densus 88 di Bawah Kepemimpinan Kapolri Tito

Jika nantinya Tito resmi menjadi orang nomor satu di Polri, bagaimanakah wajah baru Densus 88, mengingat nama Tito mulai mencuat sejak memimpin Kepala Densus 88.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan optimis Tito mampu memberi warna baru bagi Densus 88. Terlebih, prestasi yang ditorehkan Tito sewaktu memimpin Densus 88 cukup cemerlang.

Kamis, 09 Juni 2016

Polisi Ledakan 3 Bom Milik Terduga Teroris di Surabaya

Polisi meledakkan bom yang ditemukan di lokasi terduga teroris kemarin. Peledakan atau disposal itu dilakukan oleh tim Gegana Polda Jatim di sebuah tanah kosong luas di Jalan Tambak Oso Wilangon 1.

"Bom yang diledakkan ini adalah barang bukti yang ditemukan oleh rekan densus 88 kemarin," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Iman Sumantri kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/6/2016).


Polisi Ledakan 3 Bom Milik Terduga Teroris di Surabaya

Iman mengatakan, ada tiga bom yang diledakkan. Tiga bom itu adalah bom yang ditemukan di Lebak Timur 3D/18, tempat di mana densus 88 juga membawa terduga teroris Priyo Hadi Purnomo dan satu lagi yang belum diketahui identitasnya.

Tiga bom itu adalah bom rakitan yang siap diledakkan. Pertama adalah bom dengan sistem aktivasi switch command atau dikendalikan melalui ponsel. Kedua adalah bom pipa dan ketiga adalah bom aktivasi anti cahaya. Iman menyebut tiga bom ini mempunyai daya ledak tinggi (high explosive).

Sabtu, 28 Mei 2016

Special Operations Forces Sedunia Bahas Kerja Sama Multinasional Hadapi Terorisme

Komunitas pasukan operasi khusus atau Special Operations Forces (SOF) dari seluruh dunia bertemu dalam konferensi ke-5 International Special Operations Forces (ISOF) di pusat kota Tampa, Florida Amerika Serikat, 24-26 Mei 2016.

Indonesia diwakili Irjen Pol Dr. Petrus R. Golose, Deputi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Kerja Sama Internasional.


Special Operations Forces Sedunia Bahas Kerja Sama Multinasional Hadapi Terorisme

Konferensi yang dihadiri lebih 260 peserta yang terdiri dari para komandan dan pimpinan pasukan operasi khusus, penasihat-penasihat senior dan mitra kerja sama antarinstansi dari 80 negara itu, bertujuan mempromosikan kerja sama multinasional untuk menemukan berbagai solusi atas ancaman dan tantangan global saat ini.

Komandan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM) Jenderal Raymond A Thomas yang menjadi tuan rumah konferensi ini mengatakan, saat ini dibutuhkan jaringan kerja sama internasional untuk mengalahkan jaringan terorisme dunia.

Rabu, 25 Mei 2016

Polisi Ungkap Kelebihan dan Kemampuan Suku Uighur Pengikut Kelompok Santoso

Polisi mengatakan ada 6 orang Suku Uighur yang diketahui bergabung dengan kelompok Santoso di pegunungan Poso. Lima orang di antaranya sudah tewas di tangan petugas selama Operasi Tinombala.

"Sisa 1 orang lagi," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).


Polisi Ungkap Kelebihan dan Kemampuan Suku Uighur Pengikut Kelompok Santoso

Berdasarkan pemeriksaan terhadap 4 anggota Santoso yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup, lanjut Rudy, pihaknya mengatahui kelebihan dan kemampuan Suku Uighur di Kelompok Santoso.

"Kemampuan fisik lebih tangguh. Bekal logistik (kelompok Santoso) mereka yang bawa. Kemampuan lain mereka belajar di Indonesia, membuat alat peledak dan bahasa mereka belajar di atas (hutan pegunungan)," ujarnya.

Sabtu, 21 Mei 2016

Polri Selidiki Video Anak-anak Indonesia Yang Dilatih ISIS di Suriah

Video sejumlah anak berlatih menembak dan perang beredar di media sosial. Anak-anak itu diduga ada yang berasal dari Indonesia. Tak hanya berlatih menembak, anak-anak dalam video dengan bendera ISIS di sebelah kanan atas, juga membakar paspor berwarna hijau yang diduga ada paspor Indonesia.

Polri Selidiki Video Anak-anak Indonesia Yang Dilatih ISIS di Suriah

"Ya kita dalami, pelajari video itu dibuat kapan di mana. Yang jelas itu kepentingan propaganda, kita harap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Saya yakin itu bukan di Indonesia," tegas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto, Jumat (20/5/2016).

Agus menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah paspor yang dipegang anak-anak itu paspor Indonesia atau bukan.

"Belum bisa dipastikan tapi paspor manapun itu hak mereka. Nantikan itu berpengaruh pada kewarganegaran yang bersangkutan," tambah dia.

Kamis, 19 Mei 2016

Satgas Tinombala 2016 Imbau Kelompok Santoso Segera Menyerahkan Diri

Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 terus mengimbau kelompok Santoso untuk menyerah kepada 3.000 aparat keamanan yang memburu mereka. Menyerah lebih baik ketimbang lebih banyak jatuh korban luka maupun tewas dari kelompok Santoso yang kini tinggal berjumlah 23 orang.

Satgas Tinombala 2016 Imbau Kelompok Santoso Segera Menyerahkan Diri

Perburuan kelompok teroris Santoso dalam Operasi Tinombala 2016 sudah berlangsung empat bulan, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2016. Sejauh ini, Operasi Tinombala 2016 sudah menindak setidaknya 18 anggota kelompok Santoso, dari jumlah awal 41 orang.

Dari 18 orang yang berhasil ditindak itu, empat orang ditangkap, sedangkan satu orang lainnya memilih menyerahkan diri. 12 sisanya tewas dalam serangkaian peristiwa baku tembak dengan aparat keamanan. Satu orang lagi ditemukan tewas di sekitar aliran sungai di Lore Selatan.

Senin, 09 Mei 2016

Tiga warga Uighur terpidana terorisme Takan Dipulangkan ke China

Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan memenuhi permintaan pemerintah China mengekstradisi empat terpidana terorisme Uighur. Namun sebagai imbalan pemulangan buronan korupsi Samadikun Hartono, China akan mendapat akses terhadap para terpidana itu, kata seorang pejabat.

"Tidak, kasus buronan Samadikun Hartono dengan terpidana terorisme Uighur itu dua hal terpisah," kata Agus Barnas, juru bicara Menteri Koordinator Politik hukum dan keamanan (Polhukkam), kepada Ging Ginajar dari BBC.


Tiga warga Uighur terpidana terorisme Takan Dipulangkan ke China

"Pemulangan Samadikun Hartono itu murni hasil tim terpadu kita -dari BIN, Kejaksaan Agung, Kepolisian, yang dibentuk presiden. Tidak ada barter itu."

Ditegaskannya, para terpidana teroris Uighur itu terikat hukum Indonesia, jadi seluruh proses hukumnya juga berlangsung di Indonesia.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters