Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2019

Bela Negara Prajurit Kopassus Merayap 4 Km Demi Menyusup Ke Camp Musuh

Selama berkarier di dunia militer, khususnya saat di Kopassus Prabowo Subianto punya cerita dan pengalaman menarik di TNI. Mulai dari pengalamannya di medan perang sampai soal tanggung jawab sebagai seorang komandan terhadap anak buahnya.

Bela Negara Prajurit Kopassus Merayap 4 Km Demi Menyusup Ke Camp Musuh

Ada kisah menarik Prabowo yang ditulis dalam bukunya berjudul "Prabowo Subianto Indonesia Menang" terbitan Koperasi Garudayaksa Nusantara. Prabowo mengaku belajar banyak dari anak buahnya rela mati demi merah putih, berjuang demi negara tanpa membedakan-bedakan agama dan saling menghormati.

Prabowo bercerita saat menjadi Komandan Batalion 328 memiliki anak buah bernama Letnal II Siprianus Gebo, yang saat itu menjadi Komandan Pleton (Danton). Prabowo memuji Letnal II Siprianus, karena fisik yang kuat, juara lari sampai juara tembak. Bahkan saat ada pertandingan marathon Siprianus Gebo berhasil menang.

Sabtu, 19 November 2016

Renggut 2000 Pelaut, Begini Cerita Ganasnya Pertempuran Laut Jawa

Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang Dunia Kedua hilang. Kedua negara itu menduga empat bangkai kapal perang dan sebuah kapal selam hilang karena dicuri.

Selain hilang, mereka juga menemukan dua kapal perang lainnya sudah dalam keadaan terpotong. Sejumlah besar bagian badan kapal sudah tidak ditemukan lagi, mereka beranggapan peristiwa itu sebagai penghinaan atas kuburan 2 ribu pelaut yang tewas dalam pertempuran laut.


Renggut 2000 Pelaut, Begini Cerita Ganasnya Pertempuran Laut Jawa

Seperti apa dahsyatnya pertempuran di Laut Jawa hingga banyak memakan korban?

Pertempuran Laut Jawa, atau di dunia dikenal dengan nama Battle of Java Sea, disebut-sebut sebagai pertempuran laut terbesar kedua setelah Battle of Jutland, yang berlokasi dekat perairan Denmark dan Norwegia. Keduanya memiliki nilai penting dalam menentukan jalannya perang.

Kamis, 27 Oktober 2016

Menhan: Program Bela Negara Atasi Masalah Terorisme

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan, salah satu cara mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak semakin menjamur adalah program bela negara.
"Simpel saja kalau masalah teroris, ya program bela negara," kata Ryamizard saat menghadiri acara wisuda di Universitas Pertahanan di Sentul, Bogor, Rabu 26 Oktober 2016.


Menhan: Program Bela Negara Dapat Atasi Masalah Terorisme

Ryamizard mengatakan, mobilisasi rakyat lewat program bela negara dan pengembangan alutsista menjadi kunci bagi Indonesia untuk melawan aksi teror.

Ia menjelaskan, program ini menekankan pendidikan kebangsaan, cinta tanah air dan disiplin pribadi khususnya bagi generasi muda.

Senin, 04 Juli 2016

Petualangan Cinta Bung Karno dengan Gadis-gadis Belanda (Bagian 2)

Perlakuan diskriminasi yang dialami Soekarno rupanya sangat membekas, hingga dia merumuskan perjuangannya dengan menyebut orang Belanda dan asing lainnya sebagai kulit putih, dan pribumi Jawa seperti dirinya sebagai golongan sawo matang.

Pada masa itu, pemikiran politik Soekarno masih belum matang. Pandangannya yang menyatakan menaklukkan gadis kulit putih sama dengan menundukkan bangsa Belanda, lebih dilihat sebagai petualangan cintanya demi memuaskan hasrat birahi.



"Menaklukkan seorang gadis kulit putih dan membuatnya tergila-gila padaku adalah soal kebanggaan," terang Soekarno.

Gadis bule pertama yang berhasil dikencani Soekarno bernama Pauline Gobee, anak salah seorang gurunya di sekolah. Gadis ini merupakan cinta "monyet" Soekarno. Parasnya sangat cantik, kulitnya putih bersih. Soekarno sangat menggilainya.

Sabtu, 04 Juni 2016

Hasil Pertemuan Menko Luhut, Kivlan Zein dan Rizieq Shihab Terkait Isu Kebangkitan PKI

Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, Sekjen Perhimpunan Purnawiran Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menemui Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/6).

Rizieq menyatakan kedatangannya untuk menyampaikan 9 poin hasil simposium waspada PKI yang digelar di Balai Kartini.


Hasil Pertemuan Menko Luhut, Kivlan Zein dan Rizieq Shihab Terkait Isu Kebangkitan PKI

"Pertama untuk menyampaikan 9 poin hasil simposium yang diadakan di Balai Kartini kemarin. Dan itu sudah kami serahkan kepada Pak Menko Polhukam untuk diteruskan kepada bapak Presiden," kata Habib Rizieq usai pertemuan di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/6).

Menurutnya, pertemuan tersebut menyepakati TAP MPRS No 25 tahun 1966, TAP MPR No 1 tahun 2003, dan undang-undang No 27 tahun 1999 tentang Kejahatan Terhadap Ketahanan Negara harus ditegakkan oleh pemerintah. Selain itu, simbol dan atribut PKI yang beredar tak boleh dibiarkan aparat keamanan.

Kamis, 12 Mei 2016

Intel Kodim Tangkap 4 Pemuda Yang Simpan Atribut PKI

Empat orang mahasiswa di Ternate, Maluku Utara, diciduk anggota Intel Kodim 1501 Ternate, karena menyimpan sejumlah atribut Partai Komunis Indonesia (PKI).
Penangkapan keempatnya dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Anggota Intel Kodim 1501 Ternate kemudian bergerak menuju Sekretariat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (aman) untuk mengamankan pelaku bernama Adlun Fikri (AF).


Intel Kodim Tangkap 4 Pemuda Yang Simpan Atribut PKI

Dari kamar mahasiswa mahasiswa semester enam disalah satu universitas negeri di Ternate ini, anggota menemukan sejumlah baju kaos dan buku yang menjurus ke paham komunis.

Dari hasil pengembangan anggota Intel Kodim 1501 Ternate, turut diamankan tiga pelaku lainnya bernama Muhammad Yunus Aljufri, Supriyadi Sudirman, dan Muhammad Radju Drakel.

Rabu, 11 Mei 2016

Aturan Hukum dan Sejarah Komunis di Indonesia

Para pengguna atribut palu-arit harus ditangkap. Ucapan itu keluar dari mulut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Selasa (10/5). Masih pada hari yang sama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kompak mengatakan masyarakat tak boleh mengenakan simbol palu-arit yang identik dengan komunis.

“Secara ideologis, PKI tidak boleh lagi ada di Indonesia,” kata Yasonna di Jakarta.


Aturan Hukum dan Sejarah Komunis di Indonesia

Partai Komunis Indonesia dan organisasi underbouw-nya, serta ajaran komunisme, ujar Ryamizard, dilarang di negeri ini berdasarkan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS Tahun 1966.

Negara memandang komunis harus dibasmi dari bumi Indonesia. Masyarakat dilarang berafiliasi dengan dan menyebarluaskan segala hal berbau komunisme, termasuk memakai simbol komunis seperti palu-arit.

Senin, 09 Mei 2016

Memahami Fikih Anti Terorisme

Oleh: Fajar Riza Ul Haq

Tiga hari sebelum otopsi jenazah Siyono dilakukan PP Muhammadiyah bersama Komnas HAM, penulis bertemu dan mendapat konfirmasi dari Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah bahwa warga asal Klaten itu tidak dikenal di Muhammadiyah.

Lalu, kenapa Muhammadiyah membela seseorang yang diduga bagian dari jaringan terorisme?


Memahami Fikih Anti Terorisme


Langkah pembelaan yang sangat tak populis mengingat pemerintah sedang gencar memaksimalkan agenda pemberantasan terorisme setelah serangan teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Januari lalu.

Risikonya, tak sedikit kalangan salah memahami posisi dan kepentingan Muhammadiyah. Tidak terkecuali kepolisian. Nada sumbang pun tak terhindari.

Kamis, 05 Mei 2016

Saksi Bisu Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI Di Surabaya Dihancurkan Bangsa Sendiri

"Sempat lolos dari bom sekutu tahun 1945, namun, hari ini saksi bangunan bersejarah itu justru dihancurkan oleh bangsa sendiri. Padahal bangunan yang berdiri tahun 1935 itu sudah masuk daftar cagar budaya melalui SK Wali Kota Surabaya Nomor 188.45 tahun 1998,"
 
Zaman kemerdekaan Indonesia, radio memiliki peran sangat penting dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Radio saat itu menjadi alat sumber informasi peristiwa yang terjadi di Indonesia, bahkan di dunia.

Saksi Bisu Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI Di Surabaya Dihancurkan Bangsa Sendiri

Sutomo alias Bung Tomo, pria kelahiran Surabaya 3 Oktober 1920 ini yang mewacanakan kelahiran radio pertama untuk mengabarkan kemerdekaan Indonesia. Sesaat setelah Indonesia merdeka, Bung Tomo mendirikan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), dengan cabang yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Sebagai ketua BPRI, Bung Tomo selalu menyiarkan pidato-pidato tentang perjuangan melalui siaran radio, yang diberi nama Radio Republik Indonesia (RRI). Melalui RRI, mereka merelai siarannya dari Sabang hingga Merauke.

Sabtu, 30 April 2016

Parlemen : Jangan Main-main Dengan Ideologi Bangsa

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengingatkan masyarakat jangan mempermainkan ideologi bangsa. Sebaliknya, dia meminta masyarakat membangun nasionalisme, kebersamaan dan gotong royong. 
"Jangan main-main dengan ideologi bangsa. Bangun nasionalisme, kebersamaan, dan gotong royong," ujar dia saat memberi pengantar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di depan kelompok petani dan peternak yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Boyolali ,Jawa Tengah, Jumat seperti dalam keterangan tertulis MPR.


Jangan Main-main Dengan Ideologi Bangsa

Mahyudin mengatakan, pentingnya memahami nilai-nilai kebangsaan karena tidak ada yang bisa menjamin apakah Indonesia bisa bertahan hingga 200 tahun ke depan. Untuk itu, menurut dia, tidak ada jalan lain kecuali menanamkan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong dalam diri terutama generasi muda bahwa kita adalah satu nusa dan satu bangsa.

Selasa, 01 Maret 2016

Mengenal Kolonel Bambang Sugeng, panglima Serangan Umum 1 Maret

Pukul 06.00 WIB, 1 Maret 1949, sirene tanda jam malam berakhir melengking ke seantero Kota Yogyakarta. Semenjak menguasai Yogyakarta tanggal 19 Desember 1948, militer Belanda memberlakukan jam malam selepas matahari tenggelam hingga pukul 06.00 pagi.

Tiba-tiba ketenangan pagi itu dikejutkan rentetan suara tembakan di mana-mana. Untuk pertama kalinya sejak Kota Yogya jatuh ke tangan Belanda, pasukan TNI masuk kota Yogya. 


Mengenal Kolonel Bambang Sugeng, panglima Serangan Umum 1 Maret

Pasukan TNI masuk dari empat penjuru kota. Sekitar 2.000 personel TNI menyerbu masuk Kota Yogyakarta. Setiap pasukan republik menggunakan tanda berupa janur kuning yang diikatkan di lengan atau digantung di leher.

Serangan Umum 1 Maret 1949 besar artinya bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Serangan itu menampar propaganda Belanda yang menyebut TNI sudah hancur saat Belanda menguasai Yogyakarta. Lewat radio Republik di pegunungan, Serangan Umum 1 Maret disebarkan ke seluruh dunia.

Senin, 15 Februari 2016

Kedaulatan di Tengah Globalisasi, Masihkah Ada?

Kedaulatan (sovereignity) merupakan sebuah kewibawaan atau kekuasaan tertinggi dan tak terbatas dari sebuah negara untuk mengatur seluruh wilayahnya tanpa adanya campur tangan dari negara lain. Kedaulatan pada pemerintahan suatu negara merupakan salah satu syarat berdirinya negara itu sendiri. 

Kedaulatan di Tengah Globalisasi, Masihkah Ada?

Konsep kedaulatan Indonesia sendiri menganut konsep berdasarkan teori kedaulatan rakyat yang disampaikan oleh J.J. Rousseau dan Montesquieu, yang di mana kedaulatan tertinggi suatu negara berada di tangan rakyat dan dipergunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat, atau yang biasa disebut juga dengan demokrasi.

Indonesia sendiri telah diakui sebagai negara yang demokratis, yang didasari dengan adanya pemilihan umum terhadap organ-organ pemerintahan dan legislatif. Hal ini merupakan penerapan dari kedaulatan rakyat itu sendiri.

Kamis, 07 Januari 2016

Penyusun Kurikulum Bela Negara Terinspirasi Penangkapan PKI

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Hartind Asrin, mengaku terinspirasi peristiwa penangkapan tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia oleh Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Mantan atase pertahanan Indonesia di Malaysia itu berkata, peristiwa di sekitar Gerakan 30 September 1965 membantunya menyusun kurikulum bela negara untuk anak-anak di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD).


Penyusun Kurikulum Bela Negara Terinspirasi Penangkapan PKI

Menurut Hartind, anak-anak di tingkat PAUD harus sudah mendapatkan pelatihan bela negara karena mereka memiliki daya ingat yang baik.

"Long term memory mereka sangat bagus. Contohnya saya sendiri," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/1).

Selasa, 01 Desember 2015

Pemerintah Tingkatkan Keamanan Jelang Akhir Tahun

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Apa saja yang dibahas dalam rapat tersebut?

Luhut mengatakan, bahasan utama dalam rapat tersebut yakni masalah keamanan. Memasuki akhir tahun, status keamanan lebih ditingkatkan.


Pemerintah Tingkatkan Keamanan Jelang Akhir Tahun

"Tadi kami bahas masalah keamanan. Menjelang akhir tahun, karena ada biasalah, akhir tahun peningkatan security," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).

Luhut mengatakan, setelah peristiwa teror di Paris, Prancis beberapa waktu lalu, ancaman keamanan terus terjadi.

Selasa, 24 November 2015

Kerja Sama Sipil dan Militer

Seluruh dunia terenyak oleh serangan teror bom yang terjadi di Paris, Perancis.

Tragedi Paris itu membuka mata dan pikiran semua pihak, dunia menghadapi ancaman yang tidak hanya datang dari aktor negara (state actors), tetapi nyatanya ada ancaman dari non-state actors. Para pelaku serangan teror di Paris bukanlah pasukan negara asing, melainkan kelompok masyarakat bersenjata.


Kerja Sama Sipil dan Militer


Tantangan global kini dan mendatang mengindikasikan dunia tidak lepas dari ketidakpastian politik dan ekonomi. Ada kepentingan politik global dan pergeseran kekuatan ekonomi yang dipastikan besar efek negatifnya bagi negara lain.

Pada sisi strategis lain, terjadi pergeseran kekuatan militer dari persenjataan pemusnah massal beralih ke intensitas diseminasi teknologi canggih, baik yang berawak (manned) maupun tidak (unmanned), yang dioperasikan dalam perang asimetris secara inkonvensional. Juga hadir mandala perang baru dalam teknologi informasi, yaitu cyber war.

Senin, 02 November 2015

Mengintip kegiatan peserta Bela Negara di Pusat Perdamaian dan Keamanan Markas Besar TNI

Pusat Perdamaian dan Keamanan Markas Besar TNI di Sentul, Jawa Barat, kini tengah diisi banyak masyarakat sipil. Mereka merupakan para peserta Bela Negara, program buatan Kementerian Pertahanan mirip wajib militer.

Mengintip kegiatan peserta Bela Negara di Pusat Perdamaian dan Keamanan Markas Besar TNI

Gedung tinggi dengan suasana sepi menjadi tempat peserta Bela Negara menerima doktrin tentang cinta tanah air. Ukuran kelas pun cukup luas, ditambah penyejuk ruangan tentu membuat para peserta bakal nyaman.

Ratusan peserta di Pusat Perdamaian dan Keamanan Markas Besar TNI ini wajib pakai seragam loreng berwarna biru muda, khas Bela Negara. Mereka berasal dari pelbagai kalangan juga profesi. Usia mereka pun berbeda-beda.

Ketika pembekalan materi, mereka fokus mencatat materi dengan satu buku dan pulpen. Suasana diam, hanya suara instruktur terdengar dalam pemberian materi ini.

Jumat, 30 Oktober 2015

Pernyataan Bung Karno Terhadap Lahirnya Sumpah Pemuda

Mencuplik cerita langsung dari Bung Karno, sebagaimana dikisahkan Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, dirinya "tak ketinggalan mendukung sumpah khidmat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Di tahun 1928 itu untuk pertamakali kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya."

Pernyataan Bung Karno Terhadap Lahirnya Sumpah Pemuda

I Gede Sandra, peneliti dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP), dan juga dosen di Universitas Bung Karno (UBK) yang pernah meneliti Soekarnografi, Soekarnoisasi dan Soekarnoisme, mengatakan bahwa ada sumber sejarah yang menyebut Si Bung hadir di Kramat 106 ketika Kongres Pemuda II yang merumuskan Sumpah Pemuda.

"Bung Karno yang hari itu berusia 27 tahun adalah ketua Partai Nasional Indonesia. Meski tidak terlalu berlama, dia sempat datang dan duduk di belakang menyaksikan para aktivis pemuda dan mahasiswa berkongres."

Blogger Indonesia Sepakat Perangi Paham Terorisme

Paham radikalisme dan terorisme sudah masuk di dunia maya atau internet. Para blogger dan pegiat media sosial sepakat melawan paham radikalisme dan terorisme. Para blogger juga mengkampanyekan agar konten yang isinya menghasut dan mengundang permusuhan agar dihindari.

Blogger Indonesia Sepakat Perangi Paham Terorisme

"Kami sepakat bersama rekan-rekan sesama blogger agar menyebarluaskan anti terorisme," ungkap Bambang Herlandi, salah satu blogger asal Balikpapan saat mengikuti workshop Program Damai di Dunia Maya yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Jogja Expo Center (JEC), Kamis, (29/10/2015).

Menurut dia, kelompok teroris saat ini sudah memanfaatkan duna maya dengan menyebarkan ajaran kebencian, mengkafirkan seseorang atau kelompok dan mengajak permusuhan. Dunia maya ini menjadi lahan subur untuk peyebaran paham-paham tersebut karena sangat mudah diakses, baik melalui komputer maupun handphone.

Kamis, 29 Oktober 2015

Gelora Pemuda, dan Angka 17 yang dikeramatkan Bung Karno

Hari ke-15 bulan Agustus 1945, terjadi ketegangan antara para pemuda dengan Bung Karno. Para pemuda yang dipimpin Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana, BM Diah, dan sejumlah nama lain, sempat mendesak Bung Karno agar mengumumkan kemerdekaan Indonesia, "Sekarang juga!".

Ketegangan antara Bung Karno dan Pemuda itu diungkap oleh Roso Daras di buku Total Bung Karno.


Gelora Pemuda, dan Angka 17 yang dikeramatkan Soekarno

Dengan sabar, Bung Karno menanamkan pengertian. Dengan kalimat gamblang, Bung Karno mencoba memberi alasan mengenai waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Tapi apa lacur, para pemuda yang dilingkupi semangat berkobar-kobar, terus mendesak Bung Karno tanpa sabar.
 

Rabu, 28 Oktober 2015

Sepenggal Kisah WR Supratman dalam Lahirnya Sumpah Pemuda

MERUJUK buku Wage Rudolf Supratman, Sang Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diterbitkan Museum Sumpah Pemuda, tulisan-tulisan WR Supratman di koran Sin Po-lah yang jadi bahan utama penulisan sejarah lahirnya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

=======
Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network
=======

Wage Rudolf Supratman belum lama jadi wartawan ketika Kongres Pemuda Pertama digelar di Batavia, 30 April-2 Mei 1926. Mulai dari persiapan, dan sepanjang kongres berlangsung, dia tak pernah absen liputan. 


Sepenggal Kisah WR Supratman dalam Lahirnya Sumpah Pemuda

Diikutinya perdebatan antara M. Tabrani, Sanusi Pane dan Jamaluddin tentang gagasan M. Yamin mengusulkan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.

Menyimak perdebatan itu, sebagai wartawan WR Supratman berharap-harap pulang membawa berita besar; kongres pemuda memutuskan bahasa Melayu menjadi bahasa pemersatu, bahasa Indonesia.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters