Oleh :
Amal Nur Ngazis
Menyandang sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tantangan berat. Dengan pasar yang besar diperlukan angkutan laut yang menghubungkan serta menyuplai kebutuhan primer dan sekunder ke seluruh wilayah Nusantara.
Problemnya jumlah angkutan laut yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut, dan menempatkan Indonesia sebagai negara maritim besar yang mandiri.
Belum lagi, jumlah angkutan laut yang berlayar di perairan Indonesia sebagian besar merupakan angkutan laut buatan luar negeri. Belum terlihat ada kemandirian dalam visi negara maritim.
Untuk mencapai negara maritim yang mandiri dan memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri angkatan laut atau galangan kapal harus menjadi prioritas pemerintah. Industri kapal tidak saja harus mampu memproduksi kapal, tapi kapal buatan anak bangsa harus bersaing dengan kapal produk luar negeri.






