Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 22 Juni 2013

PT PAL: Kerja Sama dengan Korea Selatan Rugikan RI

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin mengatakan program transfer of technology (ToT) kapal selam ke Korea Selatan cenderung merugikan kepentingan nasional. Setelah mempelajari klausul kontraknya, Firmansyah melihat program ToT itu lebih menekankan pada learning by seeing, bukan learning by doing.

Kapal Selam KRI Nanggala 402
Kapal Selam KRI Nanggala 402

Akibatnya, tenaga ahli Indonesia yang dikirm ke Korea Selatan sebatas melihat proses pembuatan tanpa terjun langsung mempelajari teknologinya. Skema kerja sama seperti ini, menurut dia, lebih menguntungkan Korea ketimbang Indonesia. "Memang kami harus mencuri teknologinya karena Korea dulu juga mengambil teknologi dari Jerman," kata Firmansyah usai menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya di gedung Rektorat ITS, Jumat, 21 Juni 2013.

Harga BBM naik, TNI AD tunda beli Helikopter Apache :)

Proyek pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) di lingkungan TNI AD tahun ini tampaknya tidak semua berjalan mulus. TNI AD sendiri memutuskan untuk menunda pembelian helikopter tempur Apache.

Harga BBM naik, TNI AD tunda beli Helikopter Apache :)

"Apache akan kami tunda," ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko di Jakarta, Jumat (21/6).

Moeldoko mengatakan, penundaan terjadi karena kondisi keuangan pemerintah sedang tidak kondusif. Ditambah lagi, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut mempengaruhi proses pembelian itu.

"Kami sesuaikan dengan kemampuan negara. Ini (pembelian Apache) akan diusulkan lagi," terang Moeldoko.

11 Helikopter Akan Perkuat TNI AL

Sebelas unit helikopter jenis antikapal selam, dalam waktu dekat, akan memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) jajaran penerbangan TNI AL. Ini pertama kalinya militer Indonesia memiliki helikopter antikapal selam setelah terakhir memiliki sekitar tahun 1960-an.

11 Helikopter Akan Perkuat TNI AL

"Secara bertahap, helikopter akan datang paling lambat pada 5 Oktober 2014, dan langsung memperkuat alutsista TNI AL. Saat ini masih dalam proses, masih ada dua calon penyedia helikopter. Hanya saja, persyaratannya harus ada sebelas unit helikopter," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Marsetio, seusai menerima brevet Penerbang Angkatan Laut dan diangkat sebagai warga kehormatan Penerbangan Angkatan Laut, di Surabaya, Jumat (21/6).

Alutsista Konga XXIII-G/UNIFIL Diperiksa Tim COE

MEMASUKI semester kedua penugasannya di Lebanon, Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang digunakan oleh Prajurit TNI Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian Battalion), kembali diperiksa oleh 9 orang Tim COE (Contingent Owned Equipment) UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon).


Kedatangan 9 orang Tim COE yang diketuai oleh Sergiy Mazurov diterima langsung oleh Wadansatgas Konga XXIII-G/UNIFIL Mayor Inf Pio L. Nainggolan mewakili Dansatgas Letkol Inf Lucky Avianto beserta para perwira staf terkait, di ruang rapat Mako Indobatt UN-Posn 7-1, Adshit al Qusayr, Lebanon Selatan, kemarin.

COE merupakan tim yang diterjunkan dari UNIFIL yang dibentuk oleh UN (United Nation) dengan tujuan melihat secara langsung segala bentuk kesiapan materil, mulai dari kendaran tempur (ranpur), kendaraan ringan (ranri), persenjataan, peralatan komunikasi, peralatan pribadi, kebersihan kamar, lingkungan, makanan dan lain sebagainya yang sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh UN.

Hexarator Pesawat Tampa Awak Bertenaga Listrik Akan di Uji Coba di kantor BPPT Jalan MH Thamrin

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan menggelar uji coba terbang pesawat tanpa awak bertenaga listrik. Pesawat karya Insitut Teknologi Bandung (ITB) akan bermanufer di halaman kantor BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Ilustrasi
Uji coba tersebut dilakukan pada Senin (24/6/2013) pukul 09.30 WIB. Pesawat dengan nama 'hexarator' ini, mampu terbang tanpa membutuhkan landasan yang panjang layaknya helikopter.

Ketua Pelasana Harian Hari Kebangkitan Tekonologi Nasional (Harteknas) dan juga Asdep Jaringan Penyedia IPTEK Kementrian Ristek Goenawan Wibisono menjelaskan, pesawat ini mampu terbang vertikal sehingga tidak membutuhkan ladasan pacu.

"Ini bisa terbang vertikal dan nggak perlu landasan. Kalau UAV (pesawat tanpa awak karya BPPT) perlu landasan sepanjang 500 meter," ucap Goenawan di kantor BPPT Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Pesawat Tampa Awak dan Roket Nasional Menjadi Tema Kebangkitan Tekonologi Nasional ke-18

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menggelar pameran menyambut Hari Kebangkitan Tekonologi Nasional (Harteknas) ke-18 pada Senin tanggal 24 Juni 2013. Pameran itu akan menampilkan produk hasil riset bidang kedirgantaraan dan teknologi pertahanan keamanan asli karya putra-putri Indonesia.

Pesawat Tampa Awak dan Roket Nasional Menjadi Tema Kebangkitan Tekonologi Nasional ke-18
UAV Sriti buatan BPPT

Contohnya, teknologi pesawat tanpa awak dengan konsep flying car. Ada juga tipe pesawat tanpa awak dengan bahan bakar listrik lainnya yang akan ditampilkan, seperti jenis hexarotor dan tricopter.

Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Ristek Dadit Herdikiagung menuturkan selain pesawat tanpa awak tersebut, juga ditampilkan berbagai produk unggulan dari perusahaan pelat merah, lembaga riset, masyarakat dan perguruan tinggi.

Jumat, 21 Juni 2013

Ketika Prajurit TNI dan Polisi Bersama-sama Membantu Masyarakat

Ketika Prajurit TNI dan Polisi Bersama-sama Membantu Masyarakat

Polantas dan prajurit Korps Marinir menolong seorang pria lanjut usia dengan sepedanya melewati jembatan penyeberangan di Jl. Urip Sumoharjo, Surabaya, Jatim, Kamis (20/6). Aktivitas memberi pertolongan terhadap warga dari petugas merupakan sebuah perbuatan yang terpuji dan semestinya dilakukan. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters