Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 12 Maret 2013

Danlanud Adi : Konflik TNI Polri di OKU Moment Introspeksi

KOMANDAN Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, SE dalam arahannya pada Apel di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, menekankan beberapa hal yang menjadi catatan beberapa hari yang lalu diantaranya Konflik yang terjadi di OKU Ogan Komerin Ulu Sumsel harus dapat kita hindari, Rekrutmen anggota TNI harus lebih baik dan perlu inovasi serta kebersihan wajib ditegakkan bagi setiap anggota baik di kantor maupun rumah.

Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar


Menyinggung masalah Konflik Horizontal antara TNI dan POLRI dalam pembakaran Mapolresta Ogan Komerin Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Komandan Lanud Adisutjipto mengingatkan kepada anggotanya dalam bertingkah laku dan bersikap, baik itu dalam dinas maupun pergaulan sehari-hari hendaknya untuk selalu mengedepankan sikap mawas diri dan santun.

Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI ke Lebanon

PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memimpin upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Maritim Task Force (MTF) XXVIII-E/UNIFIL ke Perairan Lebanon dalam suatu upacara militer di Dermaga Markas Kolinlamil, Jakarta Utara, Senin (11/3).

Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI ke Lebanon


Hadir pada upacara pemberangkatan Satgas TNI MTF XXVIII-E/UNIFIL ini antara lain Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Marsetio, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Kepala Staf Umum TNI, Marsekal Madya TNI Daryatmo, dan sejumlah pejabat TNI.

Satgas ini berjumlah 100 personel TNI yang dipimpin oleh Komandan Satgas MTF, Letkol Laut (P) Hersan, mengemban misi perdamaian dunia yaitu United Nations Security Council Resolution (UNSCR) Nomor 1701 di Lebanon, selama enam bulan dan pelayaran selama dua bulan pergi pulang. Satgas TNI Kontingen Garuda ini menggunakan KRI Diponegoro-365 menggantikan KRI Sultan Hasanuddin-366 yang telah melaksanakan tugas selama enam bulan.

Senin, 11 Maret 2013

Ketika Sawah Sabah Mewabah

Diawali dengan serangan udara di pagi hari itu Selasa tanggal 5 Maret 2013, 8 jet tempur Angkatan Udara Malaysia yang terdiri dari 3 Hornet dan 5 Hawk membombardir kawasan “hunian” pejuang Sulu yang melakukan infilltrasi sejak  9 Februari 2013 lalu di Kampung Tanduo Lahad Datu Sabah.  Serangan itu kemudian dilanjutkan dengan pengerahan ribuan tentara darat Malaysia berikut persenjataan berat berupa kendaraan lapis baja dan artileri.  Mereka menyisir kawasan yang telah diduduki pasukan Sulu selama hampir sebulan untuk mencari dan menemukan gerilyawan terlatih veteran Moro Filipina Selatan.


Serangan emosional tentara Malaysia itu sebenarnya mewakili jalan pikiran petinggi pemerintahan dan militer di Kuala Lumpur yang merasa kalah malu karena tak mampu mendeteksi kehadiran milisi bersenjata di daratan Sabah sejak 9 Februari 2013 lalu. Langkah militer Malaysia yang overdosis itu justru melengkapi  dua “kekalahan” sebelumnya yaitu ketidakmampuan intelijen Malaysia mendeteksi kehadiran  milisi dalam jumlah ratusan dan pola runding yang berlarut dan buntu sehingga kemudian menjadi berita mendunia.  Mestinya sejak mencium adanya pergerakan milisi bersenjata di negerinya militer Malaysia  sudah harus melakukan serangan dadakan.  Sehingga tak sampai ceritanya menjadi berita dunia berminggu-minggu. Pada akhirnya opini yang berkembang di luar Malaysia memberikan kesan bahwa Sabah memang bukan milik sejati persekutuan tanah melayu.

RI Butuh Pemimpin yang Amanah

Saat ini, Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab untuk mengantarkan bangsa Indonesia ke arah kemajuan. Pemimpin nasional tidak cukup hanya cerdas dan berpendidikan baik, tetapi harus bermoral baik.

RI Butuh Pemimpin yang Amanah

"Jika pemimpin bangsanya amanah dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan bangsa Indonesia, saya yakin Indonesia akan maju," kata mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (10/3). Dia membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan yang pada 40 tahun lalu kondisinya sama dengan Indonesia.

Puskom Publik Kemhan Sosialisasikan Kepmen Pengelolaan Informasi Pertahanan

Untuk memahami dan mendalami UU no. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 14 tahun 2011 tentang Standar Layanan Informasi Pertahanan di Lingkungan Kementerian Pertahanan, Rabu (6/3) Kemhan menyelenggarakan sosialiasi Kepmenhan tentang Pengelolaan Informasi Pertahanan, di Kantor Kemhan, Jakarta.

Puskom Publik Kemhan Sosialisasikan Kepmen Pengelolaan Informasi Pertahanan

Sosialisasi yang dihadiri seluruh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pelaksana di lingkungan Kemhan ini di buka Sekjen Kemhan diwakili Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI Hartind Asrin. Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan, Mayjen TNI Hartind Asrin mengatakan pendalaman Materi UU KIP dapat dijabarkan melalui pengesahan lima Kepmenhan tentang Pengelolaan Informasi Pertahanan.

Ekspedisi NKRI 2013 Wilayah Bone Bolango Gorontalo Dimulai

Gubernur provinsi Gorontalo Drs. Rusli Habibie bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi khususnya di wilayah Gorontalo yang dipusatkan di Kabupaten Bone Bolango, Kec. Suwawa, Desa Pangi,  minggu (10/03).

Ekspedisi NKRI 2013 Wilayah Bone Bolango Gorontalo Dimulai

Upacara pembukaan  ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi yang juga  dibuka secara  serentak di sembilan Korwil yang berada di sulawesi antara lain, Kab. Kepulauan Sangihe, Kab. Minahasa, (Sul-Ut), Kab. Bone Bolango (Gorontalo),  Kab. Sigi, Kab. Luwuk Banggai (sul-teng), Kab. Mamuju (Sul-bar) Kab. Tana toraja, Kabupaten Kolaka (Sul-tra) dan kab. Gowa (Sul-sel).

Gubernur Gorontalo Drs. Rusli Habibie dalam sambutannya menyampaikan, pada tahun 2013 pemerintah provinsi Gorontalo telah mencanangkan pembangunan skala besar dan beberapa proyek pembangunan  di wilayahnya yang mencakup seluruh kabupaten di Provinsi Gorontalo antara lain Gorontalo outer ring road, bandara Jalaludin dan bendungan irigasi.

Wiranto: Cegah Konflik, Beri Perhatian Personel TNI/Polri di Lapangan

MANTAN Panglima ABRI, Jenderal (Purn) TNI Wiranto, mengimbau pimpinan Polri dan TNI untuk lebih memberi perhatian pada personelnya di lapangan. Pasalnya, konflik antar dua kesatuan ini telah menggangu stabilitas nasional.

Wiranto: Cegah Konflik, Beri Perhatian Personel TNI/Polri di Lapangan
foto : lintasjakarta.com

Bentuk perhatian yang diberikan, menurut Wiranto, bukan hanya soal kesejahteraan, namun juga pada kehidupan nyata personel di tingkat bawah.

“Kesejahteraan bukan hanya persoanlan uang saja, tapi juga masalah kepangkatan, pendidikan, dan keluarganya,” kata Wiranto, Minggu (10/3) di kantor DPP Hanura.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters