Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 14 Maret 2013

KOPASKA - US NAVY SEAL Gelar Flash Iron 13-01 JCET

Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, bersama US Navy Seal, menggelar latihan bersama Flash Iron 13-01 Joint Combined Exchange Training (JCET). Latihan pasukan khusus Angkatan Laut dari Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tersebut direncanakan berlangsung 21 hari, mulai 13 Maret hingga 2 April 2013, di Markas Komando (Mako) Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Pondok Dayung, Jakarta Utara.

KOPASKA - US NAVY SEAL Gelar Flash Iron 13-01 JCET

"Latihan bersama ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks," ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto, S.E., dalam amanatnya pada upacara pembukaan Flash Iron 13-01 JCET di yang dibacakan Komandan Komando Latihan (Dankolat) Koarmabar Kolonel Laut (P) Yudo Margono di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (13/3).

Jupiter Aerobatic Team (JAT) dan Pegasus Akan tampil pada HUT TNI Angkatan Udara

Jupiter Aerobatic Team (JAT) dan Team Dynamic Pegasus akan tampil dalam peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke-67, tanggal 9 April mendatang.

"Pada tanggal 9 April itu, (JAT) dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto dan Pegasus dari Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati Subang akan unjuk kebolehan," kata  Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus.      


Jupiter Aerobatic Team (JAT)  foto : Facebook JAT Indonesia

 

JAT telah beberapa kali tampil di hadapan masyarakat Indonesia di antaranya HUT TNI AU ke-66, HUT TNI, Yogyakarta Air Show, Makassar, Palembang dan Bandung Air Show, serta tampil dalam even Internasional seperti perayaan 100 tahun penerbangan Thailand, di Bangkok tahun 2012 dan Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013 di Malaysia beberapa waktu lalu.

Pangdam XVII/Cenderawasih Anugrahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) peda Putra Daerah Papua

Jayapura Senin (11/03), Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua MM  bertindak selaku Inspektur upacara pada upacara bendera hari Senin tanggal 11 Maret 2013 sekaligus pelaksanaan upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas nama Kopka Paus Kogoya bertempat di Lapangan upacara Markas Kodam XVII/Cenderawasih.



Dalam amanatnya, Pangdam mengatakan  secara umum situasi keamanan di Papua saat ini dalam kondisi yang kondusif. Dikatakan demikian karena sampai saat ini segenap perangkat pemerintahan masih tetap tegak berwibawa, mampu melakukan tugas dan fungsinya serta kegiatan kemasyarakatan secara normal. Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja keras dari seluruh prajurit Kodam XVII/Cenderawasih, oleh karenanya, Pangdam memberikan apresiasi dengan tulus kepada seluruh prajurit Ksatria Pelindung Rakyat,  sesungguhnya kita memiliki kemampuan untuk mewujudkan masyarakat Papua yang aman, damai dan memiliki kesadaran serta kepatuhan terhadap  hukum. Mencermati hal tersebut Pangdam menekankan kepada para prajurit Kodam XVII/Cenderawasih, untuk selalu bersikap dan berprilaku  sebagai prajurit Sapta Marga yang paham betul akan Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, serta menghindari pelanggaran prajurit.

Rabu, 13 Maret 2013

Densus 88 gunakan peluru jenis Hollow Point Bullet

Hasil investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menunjukkan, kalau mereka menduga adanya penggunaan peluru berjenis hollow point bullet.
Densus 88 gunakan peluru jenis Hollow Point Bullet
 
Menurut mereka amunisi itu secara tegas ditolak lantaran memiliki efek berupa lubang, pada saat di dalam peluru itu pecah dan meluas mengenai target yang lunak, sehingga meningkatkan unsur kematian.

"KontraS menduga jenis amunisi yang digunakan adalah jenis hollow point bullet yang pernah dilarang penggunaannya oleh Palang Merah Internasional pada 2003,"  kata Koordinator KontraS, Haris Azhar dalam konferensi pers mengenai "Perlu Penyelidikan Independen atas Praktik Penyiksaan dan Brutalitas Densus 88 di Poso" di Kantor KontraS, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2013).

Dansatgas Indobatt Resmikan Pengolahan Limbah Sampah untuk Warga Qabrikha

KOMANDAN Satuan Tugas (Dansatgas) Indonesian Batallion (Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Mayor Inf Lucky Avianto meresmikan tempat pengolahan limbah sampah untuk warga Qabrikha, Lebanon Selatan, Senin (11/3/2013).

Dansatgas Indobatt Resmikan Pengolahan Limbah Sampah untuk Warga Qabrikha
 
Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung oleh Dansatgas Indobatt didampingi Mayor (Kepala Desa) Qabrikha Mr. Hassan Ijazi, perwakilan pejabat dari Sektor Timur dan Tokoh Masyarakat Qabrikha.

Tempat pengolahan limbah sampah ini merupakan bantuan dari UNIFIL melalui Indobatt, atas permintaan warga Qabrikha yang disampaikan kepada staf CIMIC (Civilian Military Cordination) Indobatt, untuk selanjutnya diteruskan kepada CIMIC Sektor Timur (Seceast) UNIFIL untuk mendapatkan realisasi. Desa Qabrikha ini adalah merupakan salah satu desa binaan Indobatt.

Wallenberg Family Swedia Tawarkan Kerjasama Industri Militer dengan Indonesia

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (11/3), menerima kunjungan kehormatan Delegasi Investor Swedia yang dipimpin oleh Group Wallenberg Family didampingi Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Ewa Ulrika Polano di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya menemui Menhan kali ini adalah bagian dari rangkaian Delegasi bertemu dengan pejabat-pejabat negara untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Indonesia dan khusus menemui Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk mengetahui lebih lanjut rencana pengembangan industri Alutsista dalam negeri dan rencana pengadaan Alutsista.

Wallenberg Family Swedia Tawaran Kerjasama Industri Militer dengan Indonesia

Menhan menyambut baik tawaran kerjasama dari Wallenberg Family dan akan mengusahakan pertemuan dengan Mabes TNI dan Mabes Angkatan sebagai pengguna Alutsista, kemungkinan-kemungkinan pengadaan Alutsista dan kerjasama industri pertahanan yang diharapkan oleh pengguna. Namun Menhan juga akan mengupayakan pertemuan dengan Dirjen Strahan mengenai kemungkinan pengembangan kebutuhan Alutsista jangka panjang yang dapat bekerjasama dengan industri pertahanan yang dimiliki oleh Wallenberg Family.

Sultan Sulu akan minta bantuan Indonesia buat rebut Sabah

Sultan Sulu Mudarasulail Alatasam Kiram berencana meminta bantuan pemerintah Indonesia guna merebut kembali wilayah Sabah dan Serawak dari Malaysia.

Sultan Sulu akan minta bantuan Indonesia buat rebut Sabah
Sultan Sulu Mudarasulail Alasatam Kiram. (sabahkini mirror.blogspot.com)
"Kami memang memiliki rencana meminta bantuan Indonesia dalam kasus ini," kata Sultan Mudarasulail saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya, Senin (11/3). Namun dia menolak menjelaskan lebih lanjut dengan alasan perkara ini sangat sensitif. "Kami sedang berembuk di Zamboanga (kota di selatan Filipina). Dia meminta dihubungi kembali nanti malam.

Selain meminta bantuan negara ketiga, dia berniat mengadukan masalah ini ke Mahkamah Internasional. Indonesia pernah memiliki pengalaman pahit dalam hal ini. Pengadilan internasional itu pada 2002 memutuskan pulau Sipadan dan Ligitan adalah milik Malaysia.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters