Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 24 November 2015

Moeldoko : Konflik LCS, Kita tidak Minta Ditakuti tetapi Dihargai

“Indonesia tidak minta ditakuti, Indonesia hanya minta dihargai”. Demikian tegas mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor (23/11/15). Hal itu diungkapkan terkait memanasnya isu konflik Laut China Selatan (LCS), yang sedikit banyaknya akan berimbas ke Indonesia.

Konflik LCS, Kita tidak Minta Ditakuti tetapi Dihargai

Meskipun Indonesia bukan negara yang terlibat langsung dalam konflik tersebut, namun memanasnya konflik itu berada di lingkungan depan rumah kita. Artinya peranan Indonesia sebagai stabilisator kawasan harus diutamakan.

Memandang kondisi itu, lulusan AKABRI tahun 1981 itu mengutarakan bahwa Indonesia harus mempertegas ZEE-nya yang berada di LCS agar tidak terjadi lagi kesalah pahaman dengan negara-negara di sekitar kita.

Bentuk pertegasannya mungkin bisa dilakukan melalui perjanjian Bilateral dan Mulitateral seperti yang saat ini kerap dilakukan dengan negara-negara yang berbatasan langsung dnegan Indonesia, terutama berbatasan perairan.

Kerja Sama Sipil dan Militer

Seluruh dunia terenyak oleh serangan teror bom yang terjadi di Paris, Perancis.

Tragedi Paris itu membuka mata dan pikiran semua pihak, dunia menghadapi ancaman yang tidak hanya datang dari aktor negara (state actors), tetapi nyatanya ada ancaman dari non-state actors. Para pelaku serangan teror di Paris bukanlah pasukan negara asing, melainkan kelompok masyarakat bersenjata.


Kerja Sama Sipil dan Militer


Tantangan global kini dan mendatang mengindikasikan dunia tidak lepas dari ketidakpastian politik dan ekonomi. Ada kepentingan politik global dan pergeseran kekuatan ekonomi yang dipastikan besar efek negatifnya bagi negara lain.

Pada sisi strategis lain, terjadi pergeseran kekuatan militer dari persenjataan pemusnah massal beralih ke intensitas diseminasi teknologi canggih, baik yang berawak (manned) maupun tidak (unmanned), yang dioperasikan dalam perang asimetris secara inkonvensional. Juga hadir mandala perang baru dalam teknologi informasi, yaitu cyber war.

BIN Keluarkan Status Waspada Untuk Bandara, Pelabuhan dan Stasiun

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, keputusan meningkatkan status keamanan bandara menjadi waspada diambil usai mempertimbangkan saran dari Badan Intelejen Negara (BIN).

BIN Keluarkan Status Waspada Untuk Bandara, Pelabuhan dan Stasiun

"Masukan pasti ada (dari BIN), harus waspada," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo sat dihubungi di Jakarta, Senin (23/11/2015).

Sementara itu untuk teknis keamaman di bandara, ucap dia, batuan peningkatan keamanan akan datang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.

Rabu, 18 November 2015

Tim TNI Siap Pertahankan Gelar Juara UMUM dalam AARM ke-25 di Thailand

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono, melepas keberangkatan Tim Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-25 TA. 2015 yang akan mengikuti lomba tembak di Bangkok Thailand, bertempat Ruang Serba Guna, Mabesad, Jakarta, Senin (2/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakasad Letjen TNI Moh. Erwin Syafitri, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Irjenad, Para Asisten, Kasahli Kasad, Danjen Kopassus, serta Kabalakpus TNI AD.


Tim TNI Siap Pertahankan Gelar Juara UMUM dalam AARM ke-25 di Thailand

Lomba Tembak Angkatan Darat Negara-negara Asean yang biasa disebut Asean Army Rifle Meeting atau AARM merupakan agenda yang telah mendapat kesepakatan bersama Angkatan Darat negara-negara Asean untuk diselenggarakan setiap tahun secara bergiliran. Dengan demikian AARM merupakan kegiatan yang bersifat internasional, dan merupakan tolak ukur profesionalisme prajurit Angkatan Darat negara-negara Asean dalam bidang menembak. Oleh karenanya keikutsertaan Tim TNI Angkatan Darat dalam lomba ini secara langsung membawa nama harum bangsa dan Negara khususnya TNI Angkatan Darat di kancah internasional.

PPRC TNI Hancurkan Musuh di Pulau Morotai

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI menghancurkan musuh di Pulau Morotai pada saat simulasi latihan lapangan PPRC TNI tahun 2015, yang disaksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama para Asisten Panglima TNI di dampingi Direktur Latihan (Dirlat) Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim serta warga masyarakat di sekitar daerah latihan, Selasa (17/11/2015).

PPRC TNI Hancurkan Musuh di Pulau Morotai

Dalam simulasi latihan tersebut, pertempuran diawali dengan pendaratan 1 Kompi Marinir yang berhasil melakukan perebutan secara cepat Dermaga Umum dan Dermaga Ferry dari tangan musuh.  Selanjutnya, KRI Makassar menurunkan kendaraan tempur, Landing Craft Utility (LCU) dan Kendaraan Taktis Gultor ditengah laut. Bersamaan dengan itu, dua Tim Intai Amfibi (Taifib) melaksanakan pertempuran laut dengan musuh yang berada di Pulau Dok dan berhasil membebaskan sandera yang ada dipulau tersebut, serta membawa sandera menuju Dermaga Umum.

KRI Teluk Manado-537 Lakukan Debarkasi Yonif-509 Raider Pamrahwan di Papua

Salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Teluk Manado-537 telah melaksanakan operasi angkutan laut militer untuk pasukan Batalyon Infanteri 509/Raider dalam operasi pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) saat ini debarkasi di Dermaga Jayapura, Papua, Senin (16/11) lalu.

KRI Teluk Manado-537 Lakukan Debarkasi Yonif-509 Raider Pamrahwan di Papua.jpg


Komandan Teluk Manado-537 Mayor Laut (P) Priyo Dwi Saputro mengatakan, kapal dan seluruh anak buah kapal selalu siap mendukung operasi angkutan laut militer, yang kali ini melaksanakan dukungan pergeseran pasukan Batalyon Infanteri 509/Raider untuk melaksanakan operasi pengamanan daerah rawan telah berlangsung dengan lancar tanpa terdapat suatu halangan dan kini kapal sedang melaksanakan debarkasi personil serta material.

Menurut lulusan AAL tahun 1999 itu, operasi pergeseran pasukan dan material merupakan salah satu tugas dan fungsi Kolinlamil sebagai pembina kemampuan sistem angkutan laut militer.

Selasa, 17 November 2015

Kemenlu Minta WNI yang Kunjungi Prancis Selalu Waspada

Kementerian Luar Negeri mengeluarkan anjuran bepergian  (Travel Advisory) untuk para WNI yang bepergian ke Prancis. Kemenlu meminta agar para WNI selalu waspada dengan perkembangan keadaan di Prancis.

Kemenlu Minta WNI yang Kunjungi Prancis Selalu Waspada

"Menyusul pemberlakuan keadaan darurat oleh Pemerintah Prancis tanggal 13 November 2015, pemerintah Prancis melakukan langkah-langkah peningkatan pengamanan dalam negeri dan memperketat pemeriksaan di pintu-pintu perbatasan dengan negara-negara tetangganya. Meski transportasi publik tetap terbuka namun perlu diantisipasi keterlambatan perjalanan karena peningkatan pemeriksaan di stasiun, bandara dan pelabuhan," kata pihak Kemenlu melalui siaran pers, Senin (16/11/2015).

Kemenlu meminta, agar WNI yang akan mengunjugi Prancis terus waspada. Sementara bagi para WNI yang bermukim di Prancis agar selalu memperhatikan perkembangan keadaan dan menghindari pusat-pusat keramaian.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters