Cari Artikel di Blog Ini

Rabu, 03 Februari 2016

Prestasi Militer Indonesia yang Bikin Dunia Kagum

Bangsa Indonesia sempat membuat negara tetangga takjub dengan kemampuan juga keahlian Indonesia dalam membuat alat-alat dalam berperang. Tak terkecuali negara besar seperti Amerika dan Australia pun tidak memercayainya.

Senapan SS-2 V5 Buatan PT. Pindad
Senapan SS-2 V5 Buatan PT. Pindad

Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang super canggih. Bahkan tidak sedikit ciptaan PT Pindad membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser Badak.

Selain itupun, baru-baru ini ada mahasiswa Indonesia bernama Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal buat robot tank tanpa awak untuk TNI AD.

Berikut beberapa rangkuman yang dikumpul hasil karya bangsa Indonesia yang buat dunia kaget:

Selasa, 02 Februari 2016

Arti Istilah 'intel melayu' yang dipakai utuk sindir intel Indonesia

Banyu Biru memamerkan surat pengangkatannya sebagai anggota Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara. Banyak yang mempertanyakan perbuatan putra Erros Djarot itu. Bukankah seharusnya seorang yang terkait dengan BIN merahasiakan identitasnya?

Ada yang menyindir Banyu Biru sebagai intel melayu. Kata-kata intel melayu ini sering terdengar untuk menyindir para intel di Indonesia. Sebenarnya kenapa ada istilah ini?

Arti 'intel melayu' yang dipakai sindir intel Indonesia


"Istilah intel melayu ini satire. Intel yang seharusnya rahasia, tapi dengan bangga malah ingin menunjukkan dia seorang intel," kata pengamat intelijen Ridlwan Habibi saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (1/2).

Intel semacam ini merupakan peninggalan Orde Baru. Mereka mudah dikenali dengan gaya jaket kulit, kacamata hitam, pistol sedikit nongol di pinggang. Handy talky diputar kencang-kencang di warung. 

PT LEN Kembangkan Teknologi Penangkal Rudal

Setelah PT Dirgantara Indonesia berhasil membuat pesawat N219, Indonesia juga berhasil mengembangkan teknologi mobil penangkal rudal yang dikembangkan oleh PT LEN Industri, perusahaan BUMN yang dipercaya untuk mengembangkan teknologi di bidang militer, khususnya mengenai rudal.

PT LEN Kembangkan Teknologi Penangkal Rudal

Dari pantauan Okezone, telah terdapat sejumlah mobil merek land rover yang telah berhasil dikembangkan dengan dilengkapi teknologi penangkal rudal.

“Kita kerja sama dengan Inggris, tapi kita rakit di sini. Meski bukan 100 persen buatan Indonesia, tapi teknologinya serta baterainya kita kembangkan di sini,” ujar General Manajer Bisnis elektronika pertahanan PT LEN, Upari Rahardi, di lokasi penyimpanan mobil, Subang, Jawa Barat, Kamis (28/1/2016).

Dua Puluh Lima Unit Rudal R-Han 122B Berhasil Diluncurkan

Uji dinamis kembali dilakukan terhadap 25 unit R-Han 122B yang dilakukan pada tanggal 27-29 Januari 2016 bertempat di Pantai Tempursari Lumajang, Jawa Timur. Acara pengujian ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Kabalitbang Kemhan) Anne Kusmayati, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Balitbang Kemhan (Kapuslitbang Alpalhankam Baliltbang Kemhan) Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden, Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang Setiadi, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rika Andiarti, dan Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad (Persero) Ade Bagdja, serta para anggota Konsorsium Roket Nasional yang terdiri dari LAPAN, PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan perwakilan dari Universitas Gajah Mada (UGM). Dengan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) RM-70 GRAD Marinir, 25 unit R-Han 122B berhasil diluncurkan dan membelah langit pesisir pantai Lumajang.

Dua Puluh Lima Unit Rudal R-Han 122B Berhasil Diluncurkan

Uji fungsi ini dilakukan untuk menguji konsistensi performansi roket setelah uji terbang tahap pertama yang dilakukan pada Oktober 2015 lalu, dinilai telah berjalan dengan baik, yang melakukan pengamatan dan perekaman data perilaku terbang roket pada saat diterbangkan. Uji dinamis yang dilakukan kali ini untuk mendapatkan data hasil uji dinamis berupa prestasi terbang roket dan keandalan muatan yang dibawa roket, serta konsistensi performansi roket. Dalam pengujian kali ini juga dilakukan pencatatan jarak capai dan kehandalan terhadap spesifikasi desain.

Senin, 01 Februari 2016

Pesawat N219 Jalani Proses Sertifikasi dan Uji Terbang

Pesawat N219 selepas roll-out beberapa waktu lalu, langsung dipreteli untuk menjalani proses sertifikasi. “Jangan heran kalau lihat di hanggar, pesawatnya dibongkar ulang,” ujar Kepala Divisi Rekayasa Manufaktur, Direktorat Produksi, PTDI, Mukhamad Robiawan, di Bandung, 29 Januari 2016.

Pesawat N219 Jalani Proses Sertifikasi dan Uji Terbang

Setelah diperkenalan ke publik secara resmi lewat roll-out, pesawat prototipe N219 memasuki tahap sertifikasi, dengan cara dipreteli lalu disusun ulang, dengan disaksikan petugas yang melakukan proses sertifikasi. “Disassembly dulu, dilihat dalamnya dengan teliti, baru diassembly ulang,” kata Robiawan.

Dengan cara itu petugas sertikasi bisa mengikuti semua tahapan pembuatan pesawat, mulai DARI bagian yang kecil hingga proses penggabungan komponen menjadi wujudnya yang besar. “Itu PESAWAT dibongkar ulang sampai dinyatakan clear,”.

Minggu, 31 Januari 2016

KSAL Minta Keamanan Laut Dijadikan Prioritas

TNI AL menggelar apel komandan satuan (AKS) tahun 2016. KSAL Laksamana Ade Supandi yang memimpin acara pun meminta kepada perwiranya untuk menjadikan keamanan laut NKRI sebagai prioritas yang harus dijaga.

AKS kali ini digelar Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016). Sebanyak 359 peserta hadir yang terdiri dari para Perwira Tinggi (Pati) struktural TNI, komandan strata jabatan Kolonel sampai dengan strata jabatan Mayor di seluruh Kotama TNI AL, serta komandan dan pejabat di lingkungan TNI AL.


Kegiatan tahunan tersebut dilaksanakan untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tahun 2016. Titik berat penyelanggaran AKS adalah agar terbentuknya satu persepsi tentanng tugas sekaligus memberikan pemahaman kepada seluruh  Komandan Pangkalan dan Komandan Satuan Operasional tentang Kebijakan Pembinaan TNI Angkatan Laut dalam mengantisipasi tantangan tugas ke depan.

5 Poin yang Dibahas dalam Revisi UU Terorisme

Pembahasan revisi Undang-undang Terorisme No 15/2003 masih berlanjut karena ada perdebatan. Dirjen Perundang-undangan Kemenkum HAM Widodo Ekatjahjana setidaknya menyebutkan 5 hal yang tengah dibahas untuk masuk ke revisi undang-undang tersebut.

Revisi UU Terorisme


"Satu, tentang kegiatan-kegiatan mereka yang di luar itu apakah nanti akan dicabut paspor atau ikut kegiatan militer/para militer paspor dicabut kewarganegaraannya," tutur Widodo usai rapat membahas hal itu di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2016).

Pembahasan kewarganegaraan diakui Widodo sebagai hal tersengit di perdebatan. Ada berbagai pertimbangan untuk nantinya benar-benar mencabut status kewarganegaraan orang yang tergabung dalam gerakan tertentu.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters