Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 22 Maret 2019

Mabes TNI Beri Penjelasan Terkait Mobil TNI Angkut Logistik di Acara Prabowo-Sandi

Video memperlihatkan mobil berpelat nomor dinas TNI mengangkut logistik di acara salah satu capres viral di media sosial. Mabes TNI pun angkat bicara terkait peristiwa tersebut.

Dalam video berdurasi sekitar 60 detik itu, terlihat mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor 3005-00 berada di acara dialog kebangsaan yang digelar oleh Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Terlihat beberapa orang mengeluarkan logistik dari dalam mobil mirip kendaraan dinas TNI itu.


  Mabes TNI Beri Penjelasan Terkait Mobil TNI Angkut Logistik di Acara Prabowo-Sandi

Di belakang mobil, terpasang spanduk dengan tulisan 'Selamat Datang Para Relawan Se Bogor Raya pada Dialog Kebangsaan' lengkap dengan foto Prabowo-Sandi dan gambar burung Garuda berwarna merah.

Komandan Polisi Militer (Danpom) TNI Mayjen Dedy Iswanto membenarkan bahwa nomor pelat tersebut terdaftar sebagai kendaraan dinas di Mabes TNI. Namun kendaraan yang digunakan tidak sesuai.

Satgas Tinombala Baku Tembak Dengan Terduga Teroris, 3 Orang Tewas

Tiga orang terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso tewas setelah baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Marate, Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Namun aparat belum bisa mengevakuasi jasad mereka karena sulitnya medan.

Satgas Tinombala Baku Tembak Dengan Terduga Teroris, 3 Orang Tewas


"Ada beberapa koordinat tertentu akan diturunkan heli TNI maupun Polri untuk mengevakuasi jenazah karena medannya sangat terjal," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3).

Adapun identitas tiga terduga teroris yang tewas dalam baku tembak itu adalah Andi Muhammad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadhan alias Ikrima asal Banten dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.

Rabu, 20 Maret 2019

Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Segera Miliki Sukhoi Su-35 dari Rusia

Pesawat tempur Sukhoi Su-35 direncanakan menjadi pengganti pesawat F5 Tiger II yang dioperasikan oleh Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi Madiun. Hal ini dikatakan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., saat melakukan kunjungan kerja pada acara kunjungan kerja pada Senin 18 Maret 2019 di Lanud Iswahjudi Madiun, Jawa Timur, dirilis situs TNI AU, 19 Maret 2019.

Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Segera Miliki Sukhoi Su-35 dari Rusia

Bersamaan dengan Kuker, Kasau juga melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan taxi way dan appron serta fasilitas pendukung Skadron Udara 14. “Pembangunan fasilitas ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan Skadron Udara 14 sebagai home base pesawat Sukhoi, sebab fasilitas yang lama tidak sesuai dengan kebutuhan pesawat yang baru,” ujar Kasau.

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna berharap, pada tahun 2019 ini pembangunan taxi way dan apron dapat dikerjakan, kemudian di tahun 2020 dilanjutkan dengan pembangunan shelter dan hanggar serta fasilitas pendukung lainnya.

Senin, 18 Maret 2019

Bela Negara Prajurit Kopassus Merayap 4 Km Demi Menyusup Ke Camp Musuh

Selama berkarier di dunia militer, khususnya saat di Kopassus Prabowo Subianto punya cerita dan pengalaman menarik di TNI. Mulai dari pengalamannya di medan perang sampai soal tanggung jawab sebagai seorang komandan terhadap anak buahnya.

Bela Negara Prajurit Kopassus Merayap 4 Km Demi Menyusup Ke Camp Musuh

Ada kisah menarik Prabowo yang ditulis dalam bukunya berjudul "Prabowo Subianto Indonesia Menang" terbitan Koperasi Garudayaksa Nusantara. Prabowo mengaku belajar banyak dari anak buahnya rela mati demi merah putih, berjuang demi negara tanpa membedakan-bedakan agama dan saling menghormati.

Prabowo bercerita saat menjadi Komandan Batalion 328 memiliki anak buah bernama Letnal II Siprianus Gebo, yang saat itu menjadi Komandan Pleton (Danton). Prabowo memuji Letnal II Siprianus, karena fisik yang kuat, juara lari sampai juara tembak. Bahkan saat ada pertandingan marathon Siprianus Gebo berhasil menang.

Mengejutkan Seorang Komandan TNI Bisa Tangkap Peluru, Pakai Ilmu Apa.??

Dalam operasi di medan tempur, TNI tak harus selalu menggunakan senjata untuk membuat lawan segan. Apalagi jika yang dihadapi adalah rakyat biasa yang karena kekurangan informasi jadi berpihak pada musuh. Pendekatan secara sosial budaya harus dilakukan untuk mendapat simpati mereka guna membantu TNI.

Mengejutkan Seorang Komandan TNI Bisa Tangkap Peluru, Pakai Ilmu Apa

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1971. Waktu itu ada seorang prajurit TNI tengah ditugaskan untuk memburu Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) atau Partai Rakyat Kalimantan Utara (Paraku). Tak mudah memburu milisi ini, apalagi mereka bergabung dengan warga. Ini menjadi tantangan bagi prajurit TNI.

Dalam buku "Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi" terbitan Kata Hasta Pustaka, ada cerita menarik dari sosok seorang prajurit TNI Djoko Subagio. Ia baru saja dilantik sebagai perwira bersama 8 orang perwira lainnya lulusan Akabri pertama 1970. Kemudian ditugaskan di Kodam XII Tanjungpura, Pontianak Kalimantan Barat.

Terkait Penembakan di Christchurch, Senator Australia Memalukan..!!

Pernyataan kontroversial senator asal Queensland, Fraser Anning yang menyalahkan Islam atas pembantaian umat muslim di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru mendapat kecaman tidak hanya dari publik Australia, tetapi juga dari penjuru dunia.

Terkait Penembakan di Christchurch, Senator Australia Memalukan.jpeg

Salah satunya dari anggota DPD RI Fahira Idris. Bagi Fahira, selain bentuk nyata dari Islamofobia, pernyataan Anning adalah bentuk kebencian mendalam terhadap agama Islam dan umat muslim di dunia.

"Islamofobia itu nyata. Ada yang mewujudkan lewat aksi kekerasan yang biadab seperti yang terjadi di Christchurch. Ada juga lewat pernyataan seperti yang diucapkan Senator Queensland, Australia, Fraser Anning. Fraser Anning, Anda memalukan. Komentar Anda terkait Islam dan komunitas muslim tidak punya tempat di dunia ini," ujar Fahira Idris lewat keterangan tertulisnya di Jakarta.

Dua Sukhoi SU-30 Kejar Pesawat Batik Air Yag Dibajak Teroris

Pesawat Batik Air JT 320-200CEO rute Jakarta-Makassar dibajak teroris. Pembajakan terjadi 60 menit setelah pesawat yang membawa tujuh kru dan 115 tamu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.40 WIB. 

Dua Sukhoi SU-30 Kejar Pesawat Batik Air Yag Dibajak Teroris

Pesawat mendarat di Bandara Hasanuddin dengan normal setelah dilakukan intercept oleh Sukhoi. Seluruh crew dan tamu penerbangan Batik Air ID-6262 berada dalam kondisi aman. Sementara teroris berhasil dilumpuhkan.

Aksi tersebut adalah serangkaian simulasi penanggulangan tanggap darurat satu hari yang dilakukan Batik Air bersama TNI Angkatan Udara Lanud Sultan Hasanuddin.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters