Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 05 Januari 2013

TNI AU Harus Miliki 60 Skadron Pesawat Tempur

Rencana TNI AU yang akan diperkuat 102 pesawat baru sebagai bagian dari rencana strategis (Renstra) dan pemenuhan Minimum Essential Forces (MEF), dianggap tidak lepas dari perencanaan modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) secara umum saja. Sebab, secara prinsip, perkuatan TNI AU yang sesungguhnya baru akan terlihat 2024 nanti.

TNI AU Harus Miliki 60 Skadron Pesawat Tempur


“Melihat perkuatan TNI AU tidak lepas dari perencanaan modernisasi Alutista secara umum. Secara prinsip, perkuatan tersebut baru terlihat 2024. Berapa skadron yang dibutuhkan, mulai dari pesawat tempur, latih dan angkut, “ ujar pengamat pertahanan Muradi, ketika dihubungi itoday, Rabu (2/1).

Muradi menganggap apa yang diungkapkan adalah bagian dari perencanaan, dan tidak ada masalah dengan perencanaan tersebut. Hanya kemudian harus digarisbawahi, sejauh mana renstra itu implementatif.

175 Prajurit TNI Perkuat Misi PBB di Kongo

Sebanyak 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-J/Monusco (Mission de I’Organisation de Republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) siap memperkuat misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Kongo, Afrika.

175 Prajurit TNI Perkuat Misi PBB di Kongo


Para prajurit dilepas Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dalam upacara militer di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (4/1). Panglima TNI mengatakan bahwa tugas yang diemban para prajurit sarat dengan misi-misi kebangsaan, baik aspek politik, diplomasi, maupun budaya, yang bersentuhan langsung dengan komunitas internasional. "Hal ini mengandung makna bahwa para prajurit mengemban tugas menjaga kehormatan bangsa dan negara," kata Panglima TNI.

Untuk itu, tambah Panglima TNI, para prajurit harus dapat melaksanakan tugas dengan penuh semangat, dedikasi, dan loyalitas, serta tetap memperhatikan faktor keamanan dan kewaspadaan terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan.

Penambahan Alut Sista TNI AU Cukup Signifikan

Kedepan mulai Renstra Pembangunan TNI AU Tahun 2010-2014, kita akan menambah alat utama sistem senjata alutsista yang cukup signifikan, sekitar 102 pesawat baru yang terdiri atas F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, Hercules,Helikopter Cougar, Grob, KT-I, Boeing 737-500 maupun Radar akan segera memperkuat TNI Angkatan Udara.

Pesawat Latih Tempur Goldel Eagel T-50 Dari Korea Selatan
Pesawat Latih Tempur Goldel Eagel T-50 Dari Korea Selatan

Demikian sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI I.B. Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim pada Apel khusus menyambut tahun baru 2013, Jumat, (4/1) di Hanggar Skadron Udara 11 Wing 5 yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.

Skenario Penggulingan Pangeran Sihanouk dan Jejak-Jejak CIA di Kamboja, Indonesia dan Thailand

Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

“Kelompok sayap kanan di Phnom Penh telah mengail di air keruh selama saya tidak berada di Kamboja. Mereka ingin agar Kamboja masuk dalam kubu Amerika.” (Pangeran Norodom Sihanouk, 10 Maret 1970).

 Norodom Sihanouk
 
Pangeran Norodom Sihanouk wafat pada usia 89 tahun. Beliau bukan sekadar dikenang sebagai raja Kamboja. Namun dia masuk dalam deretan para pemimpin Asia  yang masih tersisa, yang sempat mengalami dinamika Perang Dingin pada 1950-an hingga akhir 1980-an. Sihanouk juga tercatat sebagai salah satu kepala negara/pemerintahan Asia yang masuk dalam target operasi badan intelijen Amerika Serikat CIA karena tidak mau masuk dalam orbit pengaruh Washington, sehingga Sihanouk jadi sasaran proganda hitam Amerika dan sekutu-sekutu baratnya sebagai agen Uni Soviet dan Cina yang berhaluan komunis.

Padahal, seperti juga Bung Karno dari Indonesia, dan beberapa pemimpin kawasan Asia lainnya, Sihanouk masuk dalam deretan para pemimpina Asia da Afrika yang menginginkan terbentuknya “kekuatan ketiga” yang tidak memihak kutub liberal kapitalis AS/Eropa Barat, dan juga tidak berhaluan komunis yang waktu itu dimotori oleh Soviet dan Cina. Dengan kata lain, Sihanouk termasuk yang berhaluan pendukung Gerakan Non Blok.  
 

Jumat, 04 Januari 2013

Membandingkan Projek Prestisius IFX/KFX dan Jet Tempur Kfir Israel

MESKI Israel gagal membuat jet tempur Kfir yang tangguh, namun efek positifnya banyak didapat. Kegagalan Israel dalam jet tempur Kfir, tidak membuat teknologi dirgantara mereka ikut mati. Israel berhasil menciptakan perlengkapan sensor, elektronik dan sistem senjata bagi pesawat tempur AS yang mereka beli.

Membandingkan Projek Prestisius IFX/KFX dan Jet Tempur Kfir Israel

Bahkan Israel terus berkembang dengan menciptakan: military air system, ground defense system, naval system dan lain sebagainya. Bahkan Israel sangat berkembang dengan teknologi UAV serta AEW&C. Amerika Serikat tidak ketinggalan menggunakan produk UAV dan AEW&C Israel. Begitu pula Rusia yang mulai menggunakan UAV Israel.

Track record negara baru yang mengembangkan jet tempur memang tidak bagus. Namun pembuatan jet tempur KFX/IFX akan memberi banyak efek positif bagi Indonesia dan bahkan bisa memberi efek tidak terduga (invention).

Korsel dan Indonesia Diragukan Bisa Membuat Pesawat Siluman

Jika melihat negara-negara yang mengembangkan pesawat jet tempur, track recordnya memang tidak menggembirakan. China saja yang mengembangkan pesawat tempur selama puluhan tahun, tetap saja mengandalkan pesawat dari Rusia. Begitu pula dengan India, Pakistan, Mesir dan bahkan Israel.

Korsel dan Indonesia Diragukan Bisa Membuat Pesawat Siluman


BANYAK pihak meragukan kemampuan Korsel dan Indonesia dalam membuat pesawat tempur siluman. Hal ini dikarenakan teknologi inti masih belum dikuasai, seperti: avionik, mesin, data fusion dan material komposit.

Angkatan Udara Korea Selatan mulai tergoda untuk memiliki T50 PAK FA buatan Sukhoi Rusia karena dirasa lebih tidak beresiko dan pesawat prototype-nya pun telah terbang. Jika AU Korsel memilih T50 PAK FA, bisa jadi Indonesia akan dirugikan karena terlanjur mengeluarkan dana dalam proses pengembangannya.

Malaysia Incar Pulau Terluar Berhala Island Sumatra

Pulau berhala yang menjadi salah satu pulau terluar NKRI dan dibawah otorita Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai memiliki banyak potensi alam yang menarik perhatian wisatawan. Tidak heran bila pulau seluas 2,5 km2 ini juga menjadi incaran Malaysia.

Malaysia Incar Pulau Terluar Berhala Island Sumatra Utara
 
Menurut Komandan Pleton Pulau Berhala, Letnan I Marinir Arief Nugroho, sejak tahun 2006 setidaknya 34 personil TNI yang terdiri dari 24 marinir dan 10 angkatan darat ditugaskan untuk menjaga pulau yang menyimpan berbagai jenis terumbu karang, 22 spesies, penangkaran penyu, dan tipografis alam yang eksotis.

"Sebelumnya yang menjaga pulau ini hanya tim navigasi saja, namun ketika muncul isu perebutan pulau Berhala oleh Malaysia, pemerintah menurunkan pengamanan ketat di kawasan ini," ujar Arief.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters