Rencana TNI AU yang akan diperkuat 102 pesawat baru sebagai bagian dari rencana strategis (Renstra) dan pemenuhan Minimum Essential Forces (MEF), dianggap tidak lepas dari perencanaan modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista) secara umum saja. Sebab, secara prinsip, perkuatan TNI AU yang sesungguhnya baru akan terlihat 2024 nanti.
“Melihat perkuatan TNI AU tidak lepas dari perencanaan modernisasi Alutista secara umum. Secara prinsip, perkuatan tersebut baru terlihat 2024. Berapa skadron yang dibutuhkan, mulai dari pesawat tempur, latih dan angkut, “ ujar pengamat pertahanan Muradi, ketika dihubungi itoday, Rabu (2/1).
Muradi menganggap apa yang diungkapkan adalah bagian dari perencanaan, dan tidak ada masalah dengan perencanaan tersebut. Hanya kemudian harus digarisbawahi, sejauh mana renstra itu implementatif.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 05 Januari 2013
TNI AU Harus Miliki 60 Skadron Pesawat Tempur
Label:
Kekuatan Militer,
Pesawat Tempur,
TNI AU
175 Prajurit TNI Perkuat Misi PBB di Kongo
Sebanyak 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-J/Monusco (Mission de I’Organisation de Republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) siap memperkuat misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Kongo, Afrika.
Para prajurit dilepas Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dalam upacara militer di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (4/1). Panglima TNI mengatakan bahwa tugas yang diemban para prajurit sarat dengan misi-misi kebangsaan, baik aspek politik, diplomasi, maupun budaya, yang bersentuhan langsung dengan komunitas internasional. "Hal ini mengandung makna bahwa para prajurit mengemban tugas menjaga kehormatan bangsa dan negara," kata Panglima TNI.
Untuk itu, tambah Panglima TNI, para prajurit harus dapat melaksanakan tugas dengan penuh semangat, dedikasi, dan loyalitas, serta tetap memperhatikan faktor keamanan dan kewaspadaan terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan.
Para prajurit dilepas Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dalam upacara militer di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (4/1). Panglima TNI mengatakan bahwa tugas yang diemban para prajurit sarat dengan misi-misi kebangsaan, baik aspek politik, diplomasi, maupun budaya, yang bersentuhan langsung dengan komunitas internasional. "Hal ini mengandung makna bahwa para prajurit mengemban tugas menjaga kehormatan bangsa dan negara," kata Panglima TNI.
Untuk itu, tambah Panglima TNI, para prajurit harus dapat melaksanakan tugas dengan penuh semangat, dedikasi, dan loyalitas, serta tetap memperhatikan faktor keamanan dan kewaspadaan terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan.
Penambahan Alut Sista TNI AU Cukup Signifikan
Kedepan
mulai Renstra Pembangunan TNI AU Tahun 2010-2014, kita akan menambah
alat utama sistem senjata alutsista yang cukup signifikan, sekitar 102
pesawat baru yang terdiri atas F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295,
Hercules,Helikopter Cougar, Grob, KT-I, Boeing 737-500 maupun Radar
akan segera memperkuat TNI Angkatan Udara.
Demikian sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI I.B. Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim pada Apel khusus menyambut tahun baru 2013, Jumat, (4/1) di Hanggar Skadron Udara 11 Wing 5 yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.
![]() |
| Pesawat Latih Tempur Goldel Eagel T-50 Dari Korea Selatan |
Demikian sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI I.B. Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim pada Apel khusus menyambut tahun baru 2013, Jumat, (4/1) di Hanggar Skadron Udara 11 Wing 5 yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.
Skenario Penggulingan Pangeran Sihanouk dan Jejak-Jejak CIA di Kamboja, Indonesia dan Thailand
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute
“Kelompok sayap kanan di Phnom Penh telah mengail di air keruh selama saya tidak berada di Kamboja. Mereka ingin agar Kamboja masuk dalam kubu Amerika.” (Pangeran Norodom Sihanouk, 10 Maret 1970).
Pangeran Norodom Sihanouk wafat pada usia 89 tahun. Beliau bukan sekadar dikenang sebagai raja Kamboja. Namun dia masuk dalam deretan para pemimpin Asia yang masih tersisa, yang sempat mengalami dinamika Perang Dingin pada 1950-an hingga akhir 1980-an. Sihanouk juga tercatat sebagai salah satu kepala negara/pemerintahan Asia yang masuk dalam target operasi badan intelijen Amerika Serikat CIA karena tidak mau masuk dalam orbit pengaruh Washington, sehingga Sihanouk jadi sasaran proganda hitam Amerika dan sekutu-sekutu baratnya sebagai agen Uni Soviet dan Cina yang berhaluan komunis.
Padahal, seperti juga Bung Karno dari Indonesia, dan beberapa pemimpin kawasan Asia lainnya, Sihanouk masuk dalam deretan para pemimpina Asia da Afrika yang menginginkan terbentuknya “kekuatan ketiga” yang tidak memihak kutub liberal kapitalis AS/Eropa Barat, dan juga tidak berhaluan komunis yang waktu itu dimotori oleh Soviet dan Cina. Dengan kata lain, Sihanouk termasuk yang berhaluan pendukung Gerakan Non Blok.
“Kelompok sayap kanan di Phnom Penh telah mengail di air keruh selama saya tidak berada di Kamboja. Mereka ingin agar Kamboja masuk dalam kubu Amerika.” (Pangeran Norodom Sihanouk, 10 Maret 1970).
Pangeran Norodom Sihanouk wafat pada usia 89 tahun. Beliau bukan sekadar dikenang sebagai raja Kamboja. Namun dia masuk dalam deretan para pemimpin Asia yang masih tersisa, yang sempat mengalami dinamika Perang Dingin pada 1950-an hingga akhir 1980-an. Sihanouk juga tercatat sebagai salah satu kepala negara/pemerintahan Asia yang masuk dalam target operasi badan intelijen Amerika Serikat CIA karena tidak mau masuk dalam orbit pengaruh Washington, sehingga Sihanouk jadi sasaran proganda hitam Amerika dan sekutu-sekutu baratnya sebagai agen Uni Soviet dan Cina yang berhaluan komunis.
Padahal, seperti juga Bung Karno dari Indonesia, dan beberapa pemimpin kawasan Asia lainnya, Sihanouk masuk dalam deretan para pemimpina Asia da Afrika yang menginginkan terbentuknya “kekuatan ketiga” yang tidak memihak kutub liberal kapitalis AS/Eropa Barat, dan juga tidak berhaluan komunis yang waktu itu dimotori oleh Soviet dan Cina. Dengan kata lain, Sihanouk termasuk yang berhaluan pendukung Gerakan Non Blok.
Jumat, 04 Januari 2013
Membandingkan Projek Prestisius IFX/KFX dan Jet Tempur Kfir Israel
MESKI Israel gagal membuat jet tempur Kfir yang tangguh, namun efek positifnya banyak didapat. Kegagalan Israel dalam jet tempur Kfir, tidak membuat teknologi dirgantara mereka ikut mati. Israel berhasil menciptakan perlengkapan sensor, elektronik dan sistem senjata bagi pesawat tempur AS yang mereka beli.
Bahkan Israel terus berkembang dengan menciptakan: military air system, ground defense system, naval system dan lain sebagainya. Bahkan Israel sangat berkembang dengan teknologi UAV serta AEW&C. Amerika Serikat tidak ketinggalan menggunakan produk UAV dan AEW&C Israel. Begitu pula Rusia yang mulai menggunakan UAV Israel.
Track record negara baru yang mengembangkan jet tempur memang tidak bagus. Namun pembuatan jet tempur KFX/IFX akan memberi banyak efek positif bagi Indonesia dan bahkan bisa memberi efek tidak terduga (invention).
Bahkan Israel terus berkembang dengan menciptakan: military air system, ground defense system, naval system dan lain sebagainya. Bahkan Israel sangat berkembang dengan teknologi UAV serta AEW&C. Amerika Serikat tidak ketinggalan menggunakan produk UAV dan AEW&C Israel. Begitu pula Rusia yang mulai menggunakan UAV Israel.
Track record negara baru yang mengembangkan jet tempur memang tidak bagus. Namun pembuatan jet tempur KFX/IFX akan memberi banyak efek positif bagi Indonesia dan bahkan bisa memberi efek tidak terduga (invention).
Label:
Industri Pertahanan,
Pesawat Tempur,
PT DI,
RISET
Korsel dan Indonesia Diragukan Bisa Membuat Pesawat Siluman
Jika melihat negara-negara yang mengembangkan pesawat jet tempur, track recordnya memang tidak menggembirakan. China saja yang mengembangkan pesawat tempur selama puluhan tahun, tetap saja mengandalkan pesawat dari Rusia. Begitu pula dengan India, Pakistan, Mesir dan bahkan Israel.
BANYAK pihak meragukan kemampuan Korsel dan Indonesia dalam membuat pesawat tempur siluman. Hal ini dikarenakan teknologi inti masih belum dikuasai, seperti: avionik, mesin, data fusion dan material komposit.
Angkatan Udara Korea Selatan mulai tergoda untuk memiliki T50 PAK FA buatan Sukhoi Rusia karena dirasa lebih tidak beresiko dan pesawat prototype-nya pun telah terbang. Jika AU Korsel memilih T50 PAK FA, bisa jadi Indonesia akan dirugikan karena terlanjur mengeluarkan dana dalam proses pengembangannya.
BANYAK pihak meragukan kemampuan Korsel dan Indonesia dalam membuat pesawat tempur siluman. Hal ini dikarenakan teknologi inti masih belum dikuasai, seperti: avionik, mesin, data fusion dan material komposit.
Angkatan Udara Korea Selatan mulai tergoda untuk memiliki T50 PAK FA buatan Sukhoi Rusia karena dirasa lebih tidak beresiko dan pesawat prototype-nya pun telah terbang. Jika AU Korsel memilih T50 PAK FA, bisa jadi Indonesia akan dirugikan karena terlanjur mengeluarkan dana dalam proses pengembangannya.
Label:
Industri Pertahanan,
Pesawat Tempur,
RISET
Malaysia Incar Pulau Terluar Berhala Island Sumatra
Pulau berhala yang menjadi salah satu pulau terluar NKRI dan dibawah otorita Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai memiliki banyak potensi alam yang menarik perhatian wisatawan. Tidak heran bila pulau seluas 2,5 km2 ini juga menjadi incaran Malaysia.
Menurut Komandan Pleton Pulau Berhala, Letnan I Marinir Arief Nugroho, sejak tahun 2006 setidaknya 34 personil TNI yang terdiri dari 24 marinir dan 10 angkatan darat ditugaskan untuk menjaga pulau yang menyimpan berbagai jenis terumbu karang, 22 spesies, penangkaran penyu, dan tipografis alam yang eksotis.
"Sebelumnya yang menjaga pulau ini hanya tim navigasi saja, namun ketika muncul isu perebutan pulau Berhala oleh Malaysia, pemerintah menurunkan pengamanan ketat di kawasan ini," ujar Arief.
Menurut Komandan Pleton Pulau Berhala, Letnan I Marinir Arief Nugroho, sejak tahun 2006 setidaknya 34 personil TNI yang terdiri dari 24 marinir dan 10 angkatan darat ditugaskan untuk menjaga pulau yang menyimpan berbagai jenis terumbu karang, 22 spesies, penangkaran penyu, dan tipografis alam yang eksotis.
"Sebelumnya yang menjaga pulau ini hanya tim navigasi saja, namun ketika muncul isu perebutan pulau Berhala oleh Malaysia, pemerintah menurunkan pengamanan ketat di kawasan ini," ujar Arief.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Kekuatan Militer,
Konflik
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon ...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...






