Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 11 Januari 2014

Di Balik Keheningan Kapal Selam

Penulis : Rosihan Arsyad

Sistem pendidikan awak KS merupakan faktor utama dalam kesiagaan sistem senjata.
 
Indonesia pernah merupakan Negara yang memiliki kekuatan angkatan laut terbesar kedua di Asia. Kekuatannya berintikan Kapal Penjelajah kelas Sverdlov, KRI Irian, yang berbobot 16.640 ton dan berawak 1.270 orang termasuk 60 perwira memiliki 12 meriam raksasa kaliber 6 inci.


Di Balik Keheningan Kapal Selam

Indonesia juga pernah memiliki 12 Kapal Selam (KS) kelas Whiskey, Kapal Tempur kelas Fregat. Sedangkan di udara hadir pembom torpedo Il-28T, heli Mi-4 Anti KS, serta AS 4 Gannet. Namun sayangnya, kondisi Alut Sista saat ini jauh dari kebutuhan untuk menjaga dan mempertahankan Negara.

Kekuatan TNI AL khususnya, kapal perang sebagai inti kekuatan laut saat ini memang menunjukkan jumlah yang cukup besar. Namun, menjadi pertanyaan apakah sudah memenuhi postur pertahanan Negara yang dibutuhkan?

Indobatt Raih 5 Trofi dan Medali Emas Bergengsi Biathlon FCR

"Semangat juang dan kemampuan prajurit TNI saat mengikuti kejuaraan Biathlon Winter Military Sport yang kami selenggarakan pada 23 Desember 2013 lalu sangat mengagumkan," tutur Force Commander Reserve (FCR), Colonel Loic Mizon, Kamis pagi (9/1) saat menyerahkan Tropi Kejuaraan dan Medali kepada Tim Menembak Indobatt. 

Indobatt Raih 5 Trofi dan Medali Emas Bergengsi Biathlon FCR

Kelima atlet menembak Pistol Indobatt yang berhasil mengharumkan nama Indonesia yaitu Kapten Inf Yudhison R. Tarigan, Lettu Paskhas Mansyur M. Lettu Inf Bagus Prabowo, Praka Marinir Ngadimin dan Pratu Jufri Trianto. 

Mereka berhasil mempersembahkan satu Tropi dan Medali Emas untuk kategori menembak Pistol beregu serta satu Tropi dan Medali Emas untuk kategori menembak Pistol perorangan yang diraih oleh Praka Marinir Ngadimin.

3 Pesawat CN 295 Perkuat Lanud Halim Perdanakusuma

TIGA pesawat angkut sedang jenis CN 295  buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) diserahkan ke Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, untuk memperkuat armada udara setelah selesai dalam pembuatannya, Kamis (9/1/2014) kemarin di halaman Hanggar Skadron Udara 2.

3 Pesawat CN 295 Perkuat Lanud Halim Perdanakusuma

Pesawat baru bernomor ekor A-2903, 2904 dan 2905 tersebut merupakan rangkaian pesanan pemerintah dari total 9 pesawat CN 295 pada PT DI untuk menggantikan Pesawat Fokker 27.

Dua pesanan pertama Pesawat CN 295 telah diserahkan ke Skadron Udara 2 sejak Oktober 2012 lalu.

Kopassus Kukuhkan 110 Personel Baru di Puncak Gunung Lawu

110 personel baru Grup 2 Kopassus TNI AD, Kandang Menjangan, Kartasura, Jawa Tengah, mengikuti rangkaian tradisi pengukuhan, di Puncak Gunung Lawu, Kabupaten, Karanganyar, Sabtu lalu (11/1).

Kopassus Kukuhkan 110 Personel Baru di Puncak Gunung Lawu

Wakil Komandan Grup 2 Kopassus TNI AD, Letnan Kolonel Infantri M Hasan, di Sukoharjo, Kamis, mengatakan, sebanyak 110 personel itu terdiri dari 10 perwira dan 100 anggota berpangkat bintara dan tamtama.

"Hal ini sudah menjadi tradisi kami," kata Hasan. Ke-110 anggota baru Kopassus TNI AD itu sebelumnya telah menempuh pendidikan komando.

Jumat, 10 Januari 2014

Cukup sekali Korsel permainkan Indonesia soal jet tempur KFX

Komisi I DPR menyambut baik sikap Korea Selatan yang akan melanjutkan kembali kerjasama proyek jet tempur Korean Fighter Xperiment (KFX)/Indonesian Fighter Xperiment (IFX).

Cukup sekali Korsel permainkan Indonesia soal jet tempur KFX
Mock-up Pesawat Tempur KFX-IFX

Sebelumnya pemerintah Korsel sempat menghentikan proyek ini secara sepihak. Padahal Indonesia sudah mengirim puluhan insinyur dan mengeluarkan jutaan dolar untuk proyek prestisius ini.

"Saya kira harus direspons dengan baik. Pertama karena kita sudah terlanjur mengeluarkan dana untuk kerjasama itu," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin kepada merdeka.com, Selasa (7/1).

MEF Capai 28,7%, TNI AU Semakin Pede Jaga Kedaulatan NKRI

TNI Angkatan Udara semakin percaya diri menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama wilayah udara (Dirgantara) seiring dengan pemenuhan Minimum Essential Force (MEF)  TNI AU yang hingga kini sudah mencapai 28,7 persen.

MEF Capai 28,7%, TNI AU Semakin Pede Jaga Kedaulatan NKRI

“Sampai saat ini MEF TNI AU sudah mencapai 28,7 persen dari renstra kita pengadaan 102 pesawat berbagai jenis. Dan harapan kita tahun 2024 mendatang MEF TNI AU sudah mencapai 100 persen,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau)  Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahyanto pada acara kunjungan Silaturrahmi ke Kantor Harian Umum Pelita, di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2014). Turut hadir Kasubdispenum Dispenau,Kasubdispenpas, Kasubdisjarah, dan sejumlah pejabat teras Dispenau.
 

TNI AU Tak Keberatan Halim dijadikan Bandara Komersial

Keputusan pemerintah memindahkan sebagian penerbangan komersial ke Bandara Halim Perdanakusuma, tidak dipersoalkan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

TNI AU Tak Keberatan Halim dijadikan Bandara Komersial

Menurut dia, kegiatan latihan pertahanan udara RI tidak terganggu dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut.

"Tidak akan ada (terganggu). Prioritas tetap ada di kami, TNI," kata KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri 2014 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2014).

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters