Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pabrikan pesawat dan helikopter, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mampu merancang konsep helikopter super canggih. PTDI memiliki rancangan helikopter yang dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam. Sonar ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.
“Karena ini konsep dari PTDI jadi yang copy right atau hak cipta adalah PTDI,” kata Direktur Utama PTDI (Persero) Budi Santoso kepada detikFinance saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selasa (20/5/2014)
Pengembangan helikopter ini bermula ketika TNI AL ingin memiliki helikopter super canggih namun harus berukuran relatif kecil dan bisa mendarat di kapal perang tipe Frigate terbaru. Alhasil PTDI mencari cara agar bisa membuat helikopter berukuran sedang yang bisa mendarat di deck kapal perang namun mampu memiliki teknologi anti kapal selam.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 17 Juni 2014
Senin, 16 Juni 2014
ABK KRI SHN-363 Ziarahi Makam Sultan Hasanuddin
Asops Danguspurlatim Kolonel Laut (P) Retriono Kunto, didampingi Paban Pamgal Sintel Guspurlatim Letkol Laut (P) M Sjamsul Rijal menggunakan KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 sebagai kapal Markas.
Sejak periode Juni 2014, keduanya memimpin Operasi Cakra Hiu-14, sebuah operasi yang dilaksanakan Gugus Tempur Laut Komando Armada Timur di seluruh perairan wilayah timur Indonesia.
Saat berada di daerah operasi Sulawesi Selatan, kapal Markas yang dipimpin Komandan KRI SHN-366 Letkol Laut Heri Triwibowo, didampingi perwira Guspurlatim Mayor Laut Bayu Dwi, beserta perwira dan anggota KRI SHN-366 berziarah ke Makam Sultan Hasanuddin di Kabupaten Gowa.
Sejak periode Juni 2014, keduanya memimpin Operasi Cakra Hiu-14, sebuah operasi yang dilaksanakan Gugus Tempur Laut Komando Armada Timur di seluruh perairan wilayah timur Indonesia.
Saat berada di daerah operasi Sulawesi Selatan, kapal Markas yang dipimpin Komandan KRI SHN-366 Letkol Laut Heri Triwibowo, didampingi perwira Guspurlatim Mayor Laut Bayu Dwi, beserta perwira dan anggota KRI SHN-366 berziarah ke Makam Sultan Hasanuddin di Kabupaten Gowa.
Helikopter EC725 Naval Version
Tim khusus dari Helibras dan Airbus Helicopter menguji coba prototipe helikopter EC725 Cougar yang membawa rudal anti kapal permukaan dipasang di kedua sisi helikopter.
Rudal Exocet AM39 ini akan melengkapi 8 dari 16 helikopter EC725 milik Angkatan Laut Brazil, yang merupakan bagian dari kontrak pengadaan 50 helikopter EC725 yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Brazil untuk keperluan tiga korps militer Brazil.
Ujicoba ini telah melibatkan 20 penerbangan di Marignane dalam periode satu bulan, sejak April 2014.
Ujicoba dilakukan dengan membawa senjata berat 700 kg per rudal dan merupakan hal yang langka, membutuhkan kordinasi dan kolaborasi yang kuat dari sejumlah departemen, termasuk: persenjataan, struktur, integrasi, komputerisasi, aerodinamik, beban, vibrasi dan uji penerbangan.
![]() |
| Ujicoba helikopter EC725 membawa rudal Exocet |
Ujicoba ini telah melibatkan 20 penerbangan di Marignane dalam periode satu bulan, sejak April 2014.
Ujicoba dilakukan dengan membawa senjata berat 700 kg per rudal dan merupakan hal yang langka, membutuhkan kordinasi dan kolaborasi yang kuat dari sejumlah departemen, termasuk: persenjataan, struktur, integrasi, komputerisasi, aerodinamik, beban, vibrasi dan uji penerbangan.
Misteri Perpanjangan Kontrak Freeport
Pemerintah harus menjelaskan kepada publik dan DPR terkait isu perpanjangan kontrak terhadap perusahan tambang PT Freeport Indonesia (PT FI) yang tercantum dalam sebuah memorandum of understanding (MoU).
Anggota Komisi VII DPR dari PKS Idris Lutfi meminta pemerintah menjelaskan proses renegoisasi terlebih dahulu sebelum menentukan perpanjangan kontrak bagi PT FI. “Pemerintah harus menjelaskan perkembangan renegoisasi dengan PT FI sebelum secara sederhana memperpanjang kontrak perusahaan tersebut,” kata Idris.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar, pada Jumat lalu (6/6/2014) mengatakan Pemerintah Indonesia akhirnya memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia dari seharusnya berakhir pada 2021 menjadi 2041. Namun selang beberapa hari kemudian Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung membantah pernyataan pejabat tersebut soal keputusan Pemerintah memperpanjang kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia.
Anggota Komisi VII DPR dari PKS Idris Lutfi meminta pemerintah menjelaskan proses renegoisasi terlebih dahulu sebelum menentukan perpanjangan kontrak bagi PT FI. “Pemerintah harus menjelaskan perkembangan renegoisasi dengan PT FI sebelum secara sederhana memperpanjang kontrak perusahaan tersebut,” kata Idris.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar, pada Jumat lalu (6/6/2014) mengatakan Pemerintah Indonesia akhirnya memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia dari seharusnya berakhir pada 2021 menjadi 2041. Namun selang beberapa hari kemudian Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung membantah pernyataan pejabat tersebut soal keputusan Pemerintah memperpanjang kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia.
Label:
Internasional,
Kedaulatan Bangsa
Jelang Pilpres, Penembakan Terjadi di Jayapura
Menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, aksi teror penembakan terjadi di Jayapura. Sebuah mobil Toyota Kijang dengan nomor Polisi DS 1714 AH yang dikemudikan T. Sinaga (48) ditembak, saat melintas di Jalan Raya Abepura-Arso tepat di Kilometer 9 Kota Jayapura, Sabtu 14 Juni sekitar pukul 21.00 WIT.
Saat dihubungi melalui telepon, T. Sinaga membenarkan mobilnya ditembak saat ia hendak pulang ke Arso. "Saat itu, kami hendak pulang ke Arso, tepat di Kilometer 9, terdengar suara tembakan, saya sempat melihat bayangan tiga orang di kegelapan, mungkin mereka yang tembak," kata T. Sinaga, Minggu 15 Juni 2014.
![]() |
Penembakan di Jayapura |
Label:
Isu Politik,
Perbatasan NKRI,
POLRI
Indonesia-Malaysia Verifikasi Koordinat Mercusuar Tanjung Datuk
Pemerintah Indonesia dan Malaysia akan menggelar verifikasi bersama terkait lokasi mercusuar buatan Malaysia di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Rabu, 18 Juni 2014.
"Besok lusa akan ada tim bersama Indonesia-Malaysia memverifikasi koordinat letak mercusuar itu," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Gedung DPR, Senin 16 Juni 2014.
Menurut Marty, pertemuan dua negara itu akan diwakili oleh tim teknis. Hal itu dilakukan agar penetuan batas negara jauh dari unsur politis.
"Agar jernih dimana sebenarnya koordinat atau letak mercusuarnya itu," ungkap dia.
Sebelumnya Marty Natalegawa, memastikan, pembangunan mercusuar oleh Malaysia di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, telah dihentikan.
![]() |
Tiang pancang mercusuar dicat merah putih di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat |
Menurut Marty, pertemuan dua negara itu akan diwakili oleh tim teknis. Hal itu dilakukan agar penetuan batas negara jauh dari unsur politis.
"Agar jernih dimana sebenarnya koordinat atau letak mercusuarnya itu," ungkap dia.
Sebelumnya Marty Natalegawa, memastikan, pembangunan mercusuar oleh Malaysia di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, telah dihentikan.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Maritim,
Perbatasan NKRI
Tank TNI AD Akan Pergunakan Bahan Bakar Biofuel
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menguji penggunaan biofuel pada pemakaian kendaraan pejabat militernya sebelum dicoba terhadap tank.
"Dalam beberapa minggu lagi ktia coba pada mobil-mobil pejabat dulu," katanya setelah mengisi seminar nasional tentang cyber warfare di Institut Teknologi Bandung, Sabtu, 14 Juni 2014.
Saat berbicara dalam seminar itu, Budiman sempat menyinggung rencana penggunaan biofuel untuk mendukung program kemandirian energi. Dia mencontohkan biofuel itu sebagai salah satu dari sekian riset yang tengah digarap TNI Angkatan Darat dengan sejumlah perguruan tinggi.
"Dalam beberapa minggu lagi ktia coba pada mobil-mobil pejabat dulu," katanya setelah mengisi seminar nasional tentang cyber warfare di Institut Teknologi Bandung, Sabtu, 14 Juni 2014.
Saat berbicara dalam seminar itu, Budiman sempat menyinggung rencana penggunaan biofuel untuk mendukung program kemandirian energi. Dia mencontohkan biofuel itu sebagai salah satu dari sekian riset yang tengah digarap TNI Angkatan Darat dengan sejumlah perguruan tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...






