Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menyiagakan lima Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di perairan Bali, guna mengamankan Konferensi Global Forum United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) ke-6 tahun 2014.
Kelima kapal perang yang disiagakan itu, yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Makasar-590, KRI Pulau Rimau-724, KRI Weling-822, dan KRI Soputan-923, yang saat ini telah berada di perairan Bali, Selasa (26/08)
Unsur kapal perang tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Laut (Satgasla) dibawah kendali Operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim. Tugas khusus yang diemban oleh unsur kapal perang tersebut antara lain, mengamankan wilayah perairan melalui penyekatan, mengamankan seluruh wilayah pantai dan sekitar perairan tempat konferensi tersebut berlangsung. Unsur kapal perang juga disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti evakuasi terhadap tamu penting Very Very Important Person (VVIP), melalui aspek laut.
Selain mengerahkan lima kapal perang Koarmatim juga menyiagakan pasukan dengan kekuatan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar. Pasukan tersebut tergabung dalam Subsatgas Pengamanan Pelabuhan dengan Posko berada di Dermaga Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.
Kesiapan unsur KRI dan pangkalan tersebut, ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim didampingi Komandan Guspurla Koarmatim Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (S) Julius Widjojonobeserta.
Pada kesempatan tersebut, Pangarmatim mengatakan agar seluruh pelaksana tugas pengamanan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu kelancaran penyelenggaraan dan rangkaian konferensi yang akan digelar. “Operasional KRI maupun pasukan dikendalikan secara terintegrasi sehingga dapat melakukan aksi penanggulangan terhadap segala bentuk ancaman secara cepat dan tepat”, tegas Pangarmatim.
Sebelumnya Pangarmatim telah meninjau kondisi perumahan anggota Lanal Denpasar serta meninjau situasi gedung Mako Lanal Denpasar dan melanjutkan inspeksi ke Posko Subsatgas Pam Pelabuhan yang berada di area pelabuhan Benoa Bali.
Pelaksanaan konferensi UNAOC akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 29 dan 30 Agustus 2014. Konferensi ke-6 UNAOC keanggotaannya tidak tersekat oleh batas-batas negara atau politik.
Tema yang diambil dalam Global Forum UNAOC tahun 2014 yakni “Unity in Diversity” yang bermakna “Bhinneka Tunggal Ika” berarti yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Tema tersebut persis dengan semboyan negara Republik Indonesia..
Hal itu sangat cocok dijadikan sebagai sarana untuk berbagai pengalaman mengenai pluralisme dan berbagai negara. Pluralisme tidak menjadikan sebuah perbedaan, melainkan sebaliknya sebagai sarana mewujudkan perdamaian.
PenyelenggaranKonferensi UNAOC (United Nations Alliance of Civilizations) yang ke-6 akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan direncanakan dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Pengamanan KTT UNAOC melibat sekitar 5000 personel gabungan TNI/Polri dan Pengamanan Swakarsa dari masyarakat Bali yaitu para Pecalang, yang tergabung dalam SatuanTugas Pengamanan VVIP.
Bertindak selaku Panglima Komando Pengamanan VVIP Konferensi UNAOC 2014 Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu BawaTenaya. Seluruh kekuatan personel pengamanan telah melaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP di Lapangan Lagoon Nusa Dua Bali, Senin (25/08/2014). (PosKota)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 27 Agustus 2014
Jelang Konferensi UNAOC Koarmatim Siaga 5 Kapal Perang di Perairan Bali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Pesaing utama rudal AIM-120 AMRAAM andalan Amerika Serikat, R-77 kerap dijuluki AMRAAMSKI. Pertanyaan paling mendasar, sehebat apakah rudal ...
-
TNI Angkatan Udara (AU) mengatakan pesawat AU Malaysia sempat melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah Indonesia. TNI AU mengatakan bel...
-
Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. SISTEM Pertahanan Indonesi...
-
Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nu...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat dikritisi...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Modernisasi alutsista terus dilakukan TNI dengan pengadaan: Main Battle Tank Leoprad 2A6, Meriam 155mm Caesar, Peluncur Roket Multi Laras, ...
-
Kalau dihitung sejak Penentuan Pendapat Rakyat 1969, Papua sudah 45 tahun bergabung dengan Indonesia. Sejak itu pula konflik berdarah terus ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar