Kementerian Kelautan dan Perikanan akan akan menyiapkan kapal induk serta sejumlah helikopter dalam rangka lakukan pengawasan laut dari berbagai tindakan "ilegal fishing" yang merusak ekosistem laut.
"Ini merupakan salah satu cara komitmen dari KKP sendiri untuk mengamankan laut kita dari berbagai tindakan kriminal," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Dermawan di Kupang, Selasa malam.
Hal ini disampaikannya usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis Mitra Bahari, dengan tema "Kemitraan dan Program Pembangunan Pesisir, Model dan penerapan "coastal community Development project" di Kupang.
Ia menjelaskan, rencana pembelian kapal induk itu merupakan sebuah komitmen besar dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai bentuk memberikan perhatian kepada nelayan lokal agar tidak mencuri ikan di wilayah atau perairan Indonesia.
"Ukurannya kapalnya nanti kurang lebih mencapai 120 meter. Kalau tidak salah Indonesia belum memiliki kapal sebesar itu. Dan semuanya demi pengawasan wilayah laut," tuturnya.
Menteri Susi sendiri mengatakan akan mengeluarkan dana sebesar Rp600 miliar yang diambil dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), untuk membuat kapal tersebut.
Susi Pudjiatuti mengatakan kapal raksasa dibutuhkan untuk memberantas para pencuri ikan. Selama ini, kapal para pencuri kebanyakan berukuran besar.
Agus menambahkan, selain kapal induk, KKP juga akan membeli enam helikopter yang tujuannya untuk pengawasan laut yang luas di Indonesia.
"Rencananya juga akan ada enam helikopter yang akan dibeli, semuanya demi pengawasan laut kita, agar nelayan kita bisa mendapatkan ikan yang memang berasal dari daerahnya sendiri," tambahnya. (Republika)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 28 April 2016
KKP Beli Kapal Induk dan Helikopter untuk Maksimalkan Patroli Laut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Pesaing utama rudal AIM-120 AMRAAM andalan Amerika Serikat, R-77 kerap dijuluki AMRAAMSKI. Pertanyaan paling mendasar, sehebat apakah rudal ...
-
TNI Angkatan Udara (AU) mengatakan pesawat AU Malaysia sempat melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah Indonesia. TNI AU mengatakan bel...
-
Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. SISTEM Pertahanan Indonesi...
-
Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nu...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat dikritisi...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Modernisasi alutsista terus dilakukan TNI dengan pengadaan: Main Battle Tank Leoprad 2A6, Meriam 155mm Caesar, Peluncur Roket Multi Laras, ...
-
Kalau dihitung sejak Penentuan Pendapat Rakyat 1969, Papua sudah 45 tahun bergabung dengan Indonesia. Sejak itu pula konflik berdarah terus ...

dari jaman setelah pak sby hanya rencana terus. seharus nya sekarang panen alusista anggaran kemenha lebih besar dari jaman nya pak persiden sby
BalasHapusSepakat... hanya rencana terus... dan jangan dkira alutsista yg berdatangan slama ini adalah hasil jukowii... itu sudah teken kontrak pas pak sby...
BalasHapusSepakat... hanya rencana terus... dan jangan dkira alutsista yg berdatangan slama ini adalah hasil jukowii... itu sudah teken kontrak pas pak sby...
BalasHapus