Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi
mengunjungi "Submarine Command Team Trainer" (SCTT) di Komando Latihan
Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat.
SCTT yang memiliki alat simulasi kapal selam itu telah
diserahterimakan dari Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksda TNI Mulyadi
kepada Pangarmatim Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto di tempat yang
sama pada 22 April 2016.
Dalam kunjungan yang disambut Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma)
TNI Mintoro Yulianto mewakili Pangarmatim itu, KSAL didampingi Asisten
Personel (Aspers) KSAL Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dan Kepala Dinas
Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Prasetya Nugraha.
Rombongan mengawali kunjungan dengan meninjau "Cubicle Sonar" di
Gedung SCTT yang pada pembangunan Tahap I telah ter-instal dengan sistem
Sonar Simulator.
Pada Cubible Sonar ini terdapat beberapa peralatan berupa satu unit
Server Simulator, dua unit Instructor Control Console, serta 12 display
monitor yang berfungsi untuk mengendalikan jalannya skenario latihan.
Selain itu, ada enam unit Sonar Console Simulator yang berfungsi
sebagai console operator Sonar dalam mendeteksi dan menganalisa
propagasi bawah air.
Ada pula, satu unit Simulator SCS (Submarine Control Simulator)
untuk mengendalikan pergerakan kapal sendiri (Own Ship) untuk mengubah
halu, cepat dan kedalaman, serta satu unit Periscope Simulator.
Dalam peninjauan tersebut, prajurit Satuan Kapal Selam (Satsel)
Koarmatim dipimpin oleh Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu selaku
Komandan KRI Nanggala-402 menampilkan latihan analisa kontak Sonar
dengan skenario kapal selam menyelam pada kedalaman 30 meter.
KRI itu mendapatkan kontak Sonar dari beberapa baringan yang
berbeda, lalu dilaksanakan analisa terhadap kontak tersebut sehingga
akan diperoleh data tentang Baringan, Jarak, Cepat, Halu, Jumlah Shaft,
Jumlah Blades dan dapat diidentifikasi jenis dari kontak tersebut,
kemudian akan dinyatakan sebagai sasaran atau target.
Setelah peninjauan itu, KSAL berharap kerja sama antara TNI AL
dengan PT Pustaka Strategik, sebagai representasi dari pabrik pembuat
Rheinnmetall Defence Electronic GMBH, Jerman, akan semakin meningkat.
Dalam pengerjaan SCTT Tahap II dan Tahap III dapat diselesaikan
sesuai dengan rencana, sehingga dalam pengembangan teknologi simulasi
kapal selam ini kemampuan prajurit TNI AL menjadi lebih profesional saat
mengawaki kapal selam di medan sesungguhnya.
"SCTT dimaksudkan untuk melatih para pengawak alutsista khususnya
yang berhubungan dengan Submarine agar lebih terlatih dan mumpuni,
sehingga apabila suatu saat dihadapkan dengan medan sesungguhnya baik
dalam latihan maupun di medan pertempuran sudah terlatih," katanya. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 30 April 2016
KSAL kunjungi "Submarine Command Team Trainer" Kolatarmatim
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Pesaing utama rudal AIM-120 AMRAAM andalan Amerika Serikat, R-77 kerap dijuluki AMRAAMSKI. Pertanyaan paling mendasar, sehebat apakah rudal ...
-
TNI Angkatan Udara (AU) mengatakan pesawat AU Malaysia sempat melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah Indonesia. TNI AU mengatakan bel...
-
Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. SISTEM Pertahanan Indonesi...
-
Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nu...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat dikritisi...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Modernisasi alutsista terus dilakukan TNI dengan pengadaan: Main Battle Tank Leoprad 2A6, Meriam 155mm Caesar, Peluncur Roket Multi Laras, ...
-
Kalau dihitung sejak Penentuan Pendapat Rakyat 1969, Papua sudah 45 tahun bergabung dengan Indonesia. Sejak itu pula konflik berdarah terus ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar