Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Letjen Budiman, mengatakan kendati pendekatan kesejahteraan diterapkan di Papua, terhadap kelompok bersenjata pihaknya akan bersikap tegas.
Kasad juga mengaku telah menyiapkan langkah terukur guna membekuk kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka pimpinan Goliath Tabuni yang telah menewaskan anggota Satgas Yon 753, Pratu Andre, saat bertugas di Tinggi Nambut, Puncak Jaya, Papua, Sabtu (31/8) lalu.
"Tentunya kita ke dalam harus sudah introspeksi, mempersiapkan lebih baik lagi. Kemudian tentunya langkah-langkah untuk mengatasinya juga kita persiapkan secara baik," kata Budiman di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan langkah yang disiapkan TNI tersebut tentunya tidak bisa dipublikasikan. Budiman mengungkapkan optimismenya terhadap upaya yang dilakukan. "Dengan kondisi seperti sekarang ini, kita harus profesional dan penanganannya harus sangat baik," ujar dia.
Kasad memastikan bahwa tidak ada penambahan personel di Papua. "Kesiapannya pangdam sudah punya strategi, langkah-langkahnya," kata Budiman.
Anggota OPM
Sementara itu, Komandan Jenderal Komado Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo, mengatakan pelaku penembakan yang menewaskan anggota TNI, Partu Andre, merupakan anggota OPM.
"Pelaku Organisasi Papua Merdeka (OPM)," kata Agus singkat di Gedung Urip, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu. "Kalau kita lihat, kelompok bersenjata itu kan sudah terang-terangan menyatakan dirinya," ucap Agus saat kembali menjawab pertanyaan bahwa Panglima TNI hingga saat ini masih menyebut penembakan itu dilakukan kelompok bersenjata.
Dalam kesempatan itu, Agus lalu menjelaskan bahwa tugas yang diemban oleh anggota TNI ada risikonya, apalagi yang bertugas di Papua. "Itu semua anggota yang sedang melaksanakan tugas ada risiko, namun kita sayangkan (adanya penembakan) itu," jelas Agus.
Saat diminta klarifikasi soal anggota TNI, Pratu Andre, bagian dari anggota Kopassus, Agus tidak menampiknya. "Kalau ke Papua itu bukan pakai nama Kopassus karena mereka itu di-BKO (perbantukan) di Kodam (komando daerah) jadi anggota Kodam," tandas Agus. (KJ)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 05 September 2013
Langkah Terukur TNI Hadapi Separatis Papua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kediaman Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa Penuh Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog, dipadati para pewarta dan undangan pada har...
-
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI u...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...
-
Indonesia siap meluncurkan roket tiga digit atau roket berdaya jangkau 100 km-900 km pada 2013 untuk memperkuat sistem persenjataan negara. ...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...

tempat secara permanen 8 batalyon infanteri di daerah pegunungan Papua dan papua barat, dilengkapi 4 unit heli serang, 7 heli serbu, 5 unit heli angkut, panser, klinik mobile, pembangunan beberapa pos, masing2 pos dijaga oleh 15 org, disertai spd motor trail, peluncur roket, pembangunan bungker utk tempat penyimpanan BBM, Logistk sembako, alat2 medik, amunisi dan senjata cadangan, pembangunan gudang senjata utk tempat menyimpan senjata dan amunisi utama, penempatan truk dan mobil patroli anti peluru, pengadaan sel surya, mesin diesel, pembangunan PLTA, pembangunan PLTAngin, penempatan eksavator, pembangunan mess, pembangunan jaringan komunikasi dan jaringan internet, pembangunan ratusan pos, tiap2 pos dijaga setidak2nya oleh 20 orang, ditambah 2 dokter dn 4 org perawat, dan 4 asisten dokter,pengadaan alat komunikasi satelit, pembangunan jaringan satelit darat di pegunung2an papua, dan menara komunikasi, pengadaan rompi, dan helm anti peluru, pelindung siku tangan dan kaki serta lutut, pembangunan menara pos dengan dilengkapi lampu sorot anti kabut, pengadaan handy talkie, pengadaan mobil double gardan,
BalasHapus